Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromisniloticus) PASCA INFEKSI Aeromonas hydrophila Kherma Levia; Saptono Waspodo; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i2.255

Abstract

The rise of tilapia fish cultivation cannot avoid the application of high cultivation intensification. This can have a negative impact, one of which was the onset of Motile Aeromonas Septicaemia (MAS). Motile Aeromonas Septicaemia (MAS) was one of the diseases that can attack tilapia, this disease was caused by the bacterium Aeromonas hydrophyla. The study aimed to determine the effect of the use of pepaya seed extract (Carica papaya L.) on the survival of tilapia fish, tilapia growth and the profile of red blood cells of tilapia fish infected with A. hydrophila bacteria. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) while the treatments are P1 (immersion with a concentration of 20%), P2 (30%), P3 (40%), P4 (50%) carried out for 30 days. The results showed the highest survival in the P3 treatment which is 66.66% and the lowest is P0 which is 13.33%, red blood test results show healthy fish blood on average above 30x10? cells / mm³ while sick fish that have been infected with A. hydrophila bacteria point to an average of above 5x10? cells / mm³ and fish in the treatment of P1, P2, P3, and P4 that have been soaked using pepaya seed extract and maintained for 14 days show blood test results above 25x10? cells / mm³ while fish that are not soaked show the results of calculations of 17.4x10? cells / mm³. The conclusion of this study was that P2 treatment with a dose of 30% was recommended for the survival rate of tilapia fish. P1 with a dose of 20% with the administration of pepaya seed extract has a real effect on the number of red blood cells of tilapia fish. As for the absolute long growth and absolute weight of tilapia fish, the immersion of pepaya seed extract has no real effect.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN KERANG DARAH DI KAWASAN MANGROVE DESA CEMARA, KABUPATEN LOMBOK BARAT Baiq Hilda Astriana; Chandrika Eka Larasati; Aryan Perdana Putra
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.287

Abstract

Kerang darah merupakan salah satu biota perairan yang sangat diminati untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi. Salah satu kawasan pesisir di Pulau Lombok yang diketahui menjadi habitat kerang darah ini adalah kawasan mangrove di Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat. Akan tetapi, eksploitasi berlebihan yang dilakukan oleh para pengumpul kerang darah menjadikan kerang ini semakin sulit untuk dicari. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada mata pencaharian masyarakat sekitar atau para pengumpul kerang tersebut. Namun demikian, belum diketahui persepsi masyarakat setempat mengenai kegiatan eksploitasi kerang darah tersebut maupun upaya pengelolaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan kerang darah (Anadara granosa) di kawasan mangrove Pantai Cemara, Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sampel yang diambil berjumlah 200 (berdasarkan rumus Slovin)  dari total 400 warga. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa responden mendukung pengelolaan pemanfaatan kerang darah secara terintegrasi antara pemerintah dan penduduk setempat dengan perumusan aturan pengelolaan yang berlandaskan kearifan lokal dan berlaku bagi semua pihak sehingga sumberdaya kerang darah dapat lestari.
ANALISIS TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN DI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT, LABUHAN SANGORO, TELUK SALEH KABUPATEN SUMBAWA Baiq Hilda Astriana; Nunik Cokrowati; Aryan Perdana Putra
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.617

Abstract

Perairan Labuhan Sangoro, Teluk Saleh, Sumbawa, telah lama dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut. Pada awal tahun 2023 telah dilaporkan kasus gagal panen rumput laut yang diakibatkan rontoknya talus rumput laut secara signifikan. Walaupun belum diketahui secara pasti penyebab dari kasus ini, potensi penyebab dapat berupa pencemaran perairan oleh limbah dari kegiatan budidaya tambak udang intensif yang relatif dekat dengan lokasi budidaya rumput laut. Dengan demikian, perlu diketahui kondisi kualitas air serta tingkat pencemaran di perairan Labuhan Sangoro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di perairan lokasi budidaya rumput laut, Labuhan Sangoro, Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sampling air laut menggunakan metode purposive sampling dengan menetapkan 4 titik sampling meliputi lokasi budidaya rumput laut dan di sekitar lokasi yang berdekatan dengan lokasi outlet tambak udang. Pengukuran kecerahan air laut dilakukan secara in-situ, sedangkan pengukuran parameter fisika lainnya serta parameter kimia dilakukan di Laboratorium Produksi dan Reproduksi Ikan Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Data parameter fisika-kimia yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis Indeks Pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Labuhan Sangoro telah mengalami penurunan kualitas dengan indeks pencemaran sebesar 6,62 (tercemar sedang). Beberapa parameter dengan nilai di luar rentang optimal di antaranya pH, DO, TDS, salinitas, ammonia, dan nitrit juga menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran pada perairan Labuhan Sangoro.