Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Artesis

ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN PADA RUAS JALAN CIAWI - PUNCAK Rayvaldy; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5933

Abstract

Jalan Ciawi-Puncak termasuk kedalam kategori jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Pada Jalan Ciawi-Puncak ini terkenal dengan banyaknya wisata yang menjadi destinasi andalan bagi masyarakat jabodetabek selain itu jalur ini setiap tahunnya menjadi jalur mudik lebaran, sehingga jalur ini merupakan jalur yang cukup padat serta sering terjadi kemacetan lalu lintas. Peyebab yang turut memperburuk kondisi lalu lintas salah satunya adalah masalah hambatan samping. Hambatan samping merupakan dampak dari kinerja lalu lintas akibat aktifitas samping segmen jalan seperti kendaraan parkir/kendaraan berhenti di bahu jalan, pejalan kaki menyebrang/pejalan kaki yang tidak berjalan pada trotoar, kendaraan keluar masuk dari sisi jalan/menlintas, dan kendaraan lambat seperti sepeda atau becak. Penelitian ini dilakukan di Jalan Ciawi-Puncak dimana ruas jalan ini memiliki tipe jalan 2/2 UD. Menurut analisa hasil perhitungan dengan metode MKJI 1997 nilai volume lalu lintas maksimum yang didapatkan untuk kedua arah yaitu senilai 3592,4 smp/jam dengan kapasitas jalan senilai 2714,4 smp/jam. Maka kedua arah lalu lintas mempunyai nilai derajat kejenuhan senilai 1,323. Melainkan, ruas ini memiliki tingkat pelayanan F. Analisis hambatan samping yang dilakukan memperoleh hasil hambatan samping tertinggi sebesar 576 dengan nilai kelas hambatan samping High (H). Solusi penangan yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan samping di ruas jalan tersebut yaitu dengan penambahan rambu lalu lintas dilarang berhenti, membuat trotoar untuk aktivitas pejalan kaki, dan menambah tempat khusus naik turunya penumpang angkutan.
Analisis Kinerja Operasional Angkutan Kota di Kota Bekasi: Studi Kasus: Trayek 02 Rute Terminal Bekasi – Pondok Gede Fahira, Dinda; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6785

Abstract

Angkutan umum merupakan transportasi darat yang digunakan untuk masyarakat dalam memberikan pelayanan dengan kenyamanan, lebih mudah dan aman untuk pengguna transportasi umum saat melakukan operasi perjalanan. Banyak permasalahan angkutan kota di Kota Bekasi antara lain peningkatannya jumlah kendaraan pribadi dan banyaknya kendaraan penumpang yang melebihi kapasitas yang menyebabkan angkutan kota tidak lagi pilihan utama untuk melakukan kegiatan perpindahan transportasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja angkutan kota trayek 02 dan mengetahui rencana pengembangan pada trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede. Penelitian ini dimulai dengan melakukan observasi dan mengumpulkan data di lapangan seperti load factor dinamis dan statis, frekuensi, headway, waktu perjalanan, waktu pelayanan, kecepatan Perjalanan, ketersediaan angkutan dan jumlah penumpang. Berdasarkan hasil analisis dibandingkan dengan menggunakan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Hasil analisis kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede berdasarkan mendapatkan rata-rata faktor muat dinamis sebesar 40,83%, jumlah penumpang hanya 160 penumpang dalam 1 hari, waktu perjalanan sebesar 5.4 menit/km, waktu pelayanan pada trayek 02 masih kurang yaitu sebesar 9 jam 35 menit, pada kecepatan perjalanan sebesar 13.66 km/jam, faktor muat statis sebesar 13.06%, frekuensi kendaraan per jam sebesar 17 kend/jam, headway kendaraan sebesar 3.64 menit dan ketersediaan angkutan pada 1 hari sebesar 57.18%. Hal ini masih perlu di tingkatkan kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA (STUDI KASUS: KORIDOR 10 TANJUNG PRIOK – PGC 2) Digna, Ilham; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7855

Abstract

BRT Transjakarta Koridor 10 melayani rute Tanjung Priok – PGC 2, melewati beberapa jalan utama di Jakarta dan terintegrasi dengan layanan angkutan lain seperti KRL Cikarang dan KRL Tanjung Priok. Permasalahan yang sering terjadi pada koridor ini seperti penumpukan penumpang pada jam sibuk dan kemacetan akibat jalur yang tidak steril menyebabkan keterlambatan. Oleh karena itu, evaluasi kinerja operasional Transjakarta Koridor 10 perlu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 dan Standar Pelayanan Minimal dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting yang terdiri dari faktor muat, waktu antara, frekuensi, waktu perjalanan, kecepatan perjalanan dan ketersediaan angkutan; menganalisis kinerja pelayanan; dan mengevaluasi kinerja operasional dan pelayanan dengan mengacu pada Standar yang ditetapkan. Dalam penelitian ini dilakukan 4 (empat) survei yaitu survei statis dan survei dinamis dimana survei statis dilakukan pada tiga halte yaitu Halte Tanjung Priok, Halte Utan Kayu Rawamangun dan Halte PGC 2, survei dinamis dilakukan didalam bus koridor 10 yang sedang beroperasi, survei inventarisasi pelayanan halte dan bus, dan survei wawancara penumpang. Hasil survei kemudian dianalisis dan dievaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator pelayanan operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting masuk pada kategori baik, yang berarti telah sesuai dengan standar. Kemudian untuk kinerja pelayanan, sebagian besar pelayanan Halte Tanjung Priok, Utan Kayu Rawamangun dan PGC 2, serta bus 2 pintu dan 3 pintu yang beroperasi telah memenuhi standar pelayanan minimal yang disyaratkan. Namun ada beberapa jenis pelayanan dasar yang masih belum memenuhi, sehingga kedepannya diperlukan beberapa penambahan fasilitas pelayanan, terlebih untuk halte yang banyak penumpangnya dan halte yang bersinggungan dengan koridor lainnya maupun moda angkutan umum lainnya.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL : Studi Kasus: Simpang Empat Viktor Jalan Raya Puspitek, Kota Tangerang Selatan Anasya Putri, Tiffany; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7861

Abstract

Persimpangan sebagai tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua atau lebih ruas jalan banyak menimbulkan konflik lalu lintas seperti kemacetan. Kemacetan sering terjadi karena arus yang melewati ruas jalan melampaui kapasitas dari jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang. Pada kota Tangerang Selatan masih terdapat beberapa simpang tidak bersinyal seperti simpang empat Viktor yang memiliki 4 lengan jalan yaitu Jalan Ps. Jengkol – Jalan Raya Puspitek – Jalan Buaran Raya yang masih sering terjadi kemacetan terutama pada sore hari. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan seperti sistem One Way pada pagi hari pukul 06.00 – 09.00. Maka dari itu perlu dikaji untuk dapat meningkatkan kinerja simpang Viktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tidak bersinyal simpang empat Viktor dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi model lalu lintas menggunakan aplikasi PTV Vissim. Berdasarkan perhitungan menggunakan PKJI tahun 2023 didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan F. Penanganan simpang empat Viktor kemudian dibuat dalam 2 (dua) skenario penanganan. Skenario dengan penerapan APILL 3 fase memberikan hasil yang lebih baik oleh karena memberikan nilai derajat kejenuhan di bawah 0,85 untuk setiap lengannya.
ANALISIS KINERJA PUTAR BALIK PADA JALAN TRANSYOGI CIBUBUR: Studi Kasus: Kasus Jalan Transyogi Cibubur KM 6 MUHAMMAD YUSRI RIZKI; NURYANI TINUMBIA
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/8mt6nd06

Abstract

Jalan Transyogi Cibubur merupakan salah satu jalur utama yang sering mengalami kemacetan akibat tingginya volume kendaraan, terutama pada titik putar balik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja area putar balik di Jalan Transyogi Cibubur KM 6 dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan simulasi lalu lintas menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer berupa volume lalu lintas, waktu tempuh kendaraan, panjang antrian pada titik putar balik, kondisi geometrik jalan, serta data sekunder seperti peta lokasi dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan pada ruas Jalan Transyogi Cibubur adalah “D” dan kinerja fasilitas putar balik saat ini berada dalam kategori kurang baik dengan rasio antrian (ρ) lebih dari 1.0, yang mengindikasikan kemacetan signifikan. Alternatif penanganan yang diusulkan mencakup pelebaran lajur dan penutupan di salah satu titik putar balik guna meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi antrian kendaraan. Berdasarkan hasil simulasi, skenario penutupan titik putar balik memberikan peningkatan signifikan terhadap tingkat pelayanan lalu lintas, dimana untuk tingkat pelayanan ruas jalan Transyogi Cibubur menjadi “C”. Dengan demikian, rekomendasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
ANALISIS PENGARUH LIMBAH KARET BAN DAN LIMBAH PLASTIK POLYETHYLENETEREPHTHALATE (PET) DENGAN METODE WET PROCESS PADA LAPISAN ASPALBETON Batari, Keyla Aptaning; Hagni Puspito, Imam; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/9dhger29

Abstract

Pemanfaatan limbah sebagai bahan modifikasi campuran aspal merupakan pendekatan inovatif untuk mendukungpembangunan infrastruktur berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan 5% serbuk karet ban dan 2%plastik Polyethylene Terephthalate (PET) terhadap kinerja campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) dengan metode wetprocess. Pengujian dilakukan pada agregat halus, agregat kasar, dan aspal untuk memastikan kesesuaian dengan SpesifikasiUmum Bina Marga 2018 Revisi 2, serta uji Marshall pada kadar aspal 4,5%–6,5%. Seluruh material memenuhi kriteria teknis,kecuali kadar lumpur pada agregat kasar yang melebihi batas maksimum sehingga memerlukan pencucian. Hasil menunjukkan campuran modifikasi memiliki stabilitas dan Marshall Quotient (MQ) lebih tinggi dibanding campurankonvensional. Pada kadar aspal 6%, campuran modifikasi mencapai stabilitas 2.692,08 kg dan MQ 1.209,25 kg/mm,sedangkan campuran konvensional 2.301,32 kg dan MQ 932,01 kg/mm. Kadar aspal optimum campuran konvensionaladalah 6%, sementara campuran modifikasi optimum pada 5,75%. Penurunan kebutuhan aspal pada campuran modifikasidisebabkan sifat elastis dan termoplastik PET serta serbuk karet ban yang mampu mengisi rongga agregat lebih efektif danmenyatu homogen dengan aspal melalui pemanasan, menghasilkan campuran lebih padat dan kohesif. Interaksi inimeningkatkan daya ikat antar komponen serta mengurangi kebutuhan aspal tanpa mengorbankan kinerja mekanis,sehingga berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan untuk peningkatan mutu perkerasan jalan.