Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALYSIS OF DETERMINING THE WALKABILITY INDEX IN EDUCATIONAL AREA Tinumbia, Nuryani; Rachmawati, Nia; Andreas, Azaria; Meutia, Wita; Putri, Aulia Salsabila; Fernando, Bryan Ezra
Jurnal Infrastruktur Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v10i1.5776

Abstract

The educational area like campus is one of the urban areas that generate or attract pedestrian movements. Providing pedestrian facilities in this area is crucial and needs to be noticed by relevant stakeholders. The objective of this study is to assess pedestrian facilities in the Universitas Pancasila Campus area by applying the Walkability Index methodology. Primary data consists of pedestrian facilities inventory data inventory data and walkability assessments through field surveys, pedestrian perception data through distributing questionnaires by online. It is intended that this study will give any recommendation, particularly with enhancing the neighbourhood around the campus for pedestrians. The Walkability Index results for the Universitas Pancasila campus area show that all surveyed routes are in the quite good (average index value of 54.38), this means that the provision of pedestrian facilities in this campus area is quite adequate. The campus needs to focus on three characteristics going forward: the availability of crossing facilities, facilities for the disabled, and supporting facilities, according to the parameter score that was achieved.
LANDFILL STABILITY ANALYSIS USING CORRUGATED CONCRETE SHEET PILE (CCSP) WITH PLAXIS 2D V22 SOFTWARE Jumadi, Kardina; Dofir, Akhmad; Andreas, Azaria; Tinumbia, Nuryani
Jurnal Infrastruktur Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v10i1.5992

Abstract

Landfill in road projects requires a stable condition before it can be continued on further work. The stability factor of the landfill depends on the bearing capacity of the subgrade, the shear strength of the soil, the planned elevation, and the angle of inclination of the landfill. This research is located on one side of the Jagorawi Toll road and the Bogor Outer Ring Road, near the South Sentul Toll exit gate. The results of the soil investigation obtained a clay type soil classification at a depth of 0 – 13 m (N-SPT value 3-5). Initial analysis shows the need for landfill height, varies along the road (ranging 4.9 m - 2.4 m). The purpose of this research is to compare the stability of the landfill in the following 2 conditions, 1st condition from STA 1+789 – STA 1+850 (4.9 m height of landfill) using Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) reinforcement on the left and right of the road side with a 2 m deep geotextile layer, and 2nd condition from STA 1+850 – STA 1 +950 (2.4 m height of landfill) does not use any reinforce. The research approach uses quantitative descriptive, research data including other soil classifications, bor logs, N-SPT values, soil properties from samples (C, Ø, γ, etc.) taken from the site. Apart from that, data on the geotextile and CCSP parameters that will be used is also needed. Analysis was carried out using the Finite Element approach and Plaxis 2D V22 software. The results show that in 1st condition, the safety factor value is 3.7, where the reinforcement system provided is able to withstand 3.7x the working load (vehicles and active soil). Meanwhile, on the 2nd condition produces a safety factor value of 5.2. The analysis results show that these 2 areas have a safety factor that exceeds the existing literature requirements, namely 1.5.
IMPLEMENTASI PENANGANAN KRISIS AIR BERSIH DI DESA SUKAGALIH, KECAMATAN JONGGOL Ayu Herzanita; Azaria Andreas; Nuryani Tinumbia; Dwi Ariyani
Jurnal JANATA Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v4i1.6841

Abstract

The clean water crisis that occurred on the island of Java was predicted 10 years ago. The increasing population plus an inadequate water distribution network system is the root of the clean water problem in Sukagalih Village, Jonggol District. On the other hand, the water discharge produced by springs always fluctuates according to changing seasons. This research aims to plan a clean water system network that connects springs with water collection points in Hamlet 2, Sukagalih Village. The objectives of this research include analyzing the water pipe route alignment, analyzing the costs and duration of work implementation, and implementing the planning results into real construction in the field. The research method used is construction planning based on the last planner system (LPS). This approach is chosen so that the planning process can take place flexibly and can be updated following developments in conditions in the field. The research results show that the costs required to carry out the work are Rp. 14,710,000. Meanwhile, the time required to complete this work is 8 weeks (2 months). Specifically for pipe installation work, it takes 3 weeks. The results of checking the system that was built went well and water from the spring flowed smoothly to the planned water collection point using a water torrent.
ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN PADA RUAS JALAN CIAWI - PUNCAK Rayvaldy; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5933

Abstract

Jalan Ciawi-Puncak termasuk kedalam kategori jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Pada Jalan Ciawi-Puncak ini terkenal dengan banyaknya wisata yang menjadi destinasi andalan bagi masyarakat jabodetabek selain itu jalur ini setiap tahunnya menjadi jalur mudik lebaran, sehingga jalur ini merupakan jalur yang cukup padat serta sering terjadi kemacetan lalu lintas. Peyebab yang turut memperburuk kondisi lalu lintas salah satunya adalah masalah hambatan samping. Hambatan samping merupakan dampak dari kinerja lalu lintas akibat aktifitas samping segmen jalan seperti kendaraan parkir/kendaraan berhenti di bahu jalan, pejalan kaki menyebrang/pejalan kaki yang tidak berjalan pada trotoar, kendaraan keluar masuk dari sisi jalan/menlintas, dan kendaraan lambat seperti sepeda atau becak. Penelitian ini dilakukan di Jalan Ciawi-Puncak dimana ruas jalan ini memiliki tipe jalan 2/2 UD. Menurut analisa hasil perhitungan dengan metode MKJI 1997 nilai volume lalu lintas maksimum yang didapatkan untuk kedua arah yaitu senilai 3592,4 smp/jam dengan kapasitas jalan senilai 2714,4 smp/jam. Maka kedua arah lalu lintas mempunyai nilai derajat kejenuhan senilai 1,323. Melainkan, ruas ini memiliki tingkat pelayanan F. Analisis hambatan samping yang dilakukan memperoleh hasil hambatan samping tertinggi sebesar 576 dengan nilai kelas hambatan samping High (H). Solusi penangan yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan samping di ruas jalan tersebut yaitu dengan penambahan rambu lalu lintas dilarang berhenti, membuat trotoar untuk aktivitas pejalan kaki, dan menambah tempat khusus naik turunya penumpang angkutan.
Analisis Kinerja Operasional Angkutan Kota di Kota Bekasi: Studi Kasus: Trayek 02 Rute Terminal Bekasi – Pondok Gede Fahira, Dinda; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6785

Abstract

Angkutan umum merupakan transportasi darat yang digunakan untuk masyarakat dalam memberikan pelayanan dengan kenyamanan, lebih mudah dan aman untuk pengguna transportasi umum saat melakukan operasi perjalanan. Banyak permasalahan angkutan kota di Kota Bekasi antara lain peningkatannya jumlah kendaraan pribadi dan banyaknya kendaraan penumpang yang melebihi kapasitas yang menyebabkan angkutan kota tidak lagi pilihan utama untuk melakukan kegiatan perpindahan transportasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja angkutan kota trayek 02 dan mengetahui rencana pengembangan pada trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede. Penelitian ini dimulai dengan melakukan observasi dan mengumpulkan data di lapangan seperti load factor dinamis dan statis, frekuensi, headway, waktu perjalanan, waktu pelayanan, kecepatan Perjalanan, ketersediaan angkutan dan jumlah penumpang. Berdasarkan hasil analisis dibandingkan dengan menggunakan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Hasil analisis kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede berdasarkan mendapatkan rata-rata faktor muat dinamis sebesar 40,83%, jumlah penumpang hanya 160 penumpang dalam 1 hari, waktu perjalanan sebesar 5.4 menit/km, waktu pelayanan pada trayek 02 masih kurang yaitu sebesar 9 jam 35 menit, pada kecepatan perjalanan sebesar 13.66 km/jam, faktor muat statis sebesar 13.06%, frekuensi kendaraan per jam sebesar 17 kend/jam, headway kendaraan sebesar 3.64 menit dan ketersediaan angkutan pada 1 hari sebesar 57.18%. Hal ini masih perlu di tingkatkan kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA (STUDI KASUS: KORIDOR 10 TANJUNG PRIOK – PGC 2) Digna, Ilham; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7855

Abstract

BRT Transjakarta Koridor 10 melayani rute Tanjung Priok – PGC 2, melewati beberapa jalan utama di Jakarta dan terintegrasi dengan layanan angkutan lain seperti KRL Cikarang dan KRL Tanjung Priok. Permasalahan yang sering terjadi pada koridor ini seperti penumpukan penumpang pada jam sibuk dan kemacetan akibat jalur yang tidak steril menyebabkan keterlambatan. Oleh karena itu, evaluasi kinerja operasional Transjakarta Koridor 10 perlu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 dan Standar Pelayanan Minimal dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting yang terdiri dari faktor muat, waktu antara, frekuensi, waktu perjalanan, kecepatan perjalanan dan ketersediaan angkutan; menganalisis kinerja pelayanan; dan mengevaluasi kinerja operasional dan pelayanan dengan mengacu pada Standar yang ditetapkan. Dalam penelitian ini dilakukan 4 (empat) survei yaitu survei statis dan survei dinamis dimana survei statis dilakukan pada tiga halte yaitu Halte Tanjung Priok, Halte Utan Kayu Rawamangun dan Halte PGC 2, survei dinamis dilakukan didalam bus koridor 10 yang sedang beroperasi, survei inventarisasi pelayanan halte dan bus, dan survei wawancara penumpang. Hasil survei kemudian dianalisis dan dievaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator pelayanan operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting masuk pada kategori baik, yang berarti telah sesuai dengan standar. Kemudian untuk kinerja pelayanan, sebagian besar pelayanan Halte Tanjung Priok, Utan Kayu Rawamangun dan PGC 2, serta bus 2 pintu dan 3 pintu yang beroperasi telah memenuhi standar pelayanan minimal yang disyaratkan. Namun ada beberapa jenis pelayanan dasar yang masih belum memenuhi, sehingga kedepannya diperlukan beberapa penambahan fasilitas pelayanan, terlebih untuk halte yang banyak penumpangnya dan halte yang bersinggungan dengan koridor lainnya maupun moda angkutan umum lainnya.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL : Studi Kasus: Simpang Empat Viktor Jalan Raya Puspitek, Kota Tangerang Selatan Anasya Putri, Tiffany; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7861

Abstract

Persimpangan sebagai tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua atau lebih ruas jalan banyak menimbulkan konflik lalu lintas seperti kemacetan. Kemacetan sering terjadi karena arus yang melewati ruas jalan melampaui kapasitas dari jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang. Pada kota Tangerang Selatan masih terdapat beberapa simpang tidak bersinyal seperti simpang empat Viktor yang memiliki 4 lengan jalan yaitu Jalan Ps. Jengkol – Jalan Raya Puspitek – Jalan Buaran Raya yang masih sering terjadi kemacetan terutama pada sore hari. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan seperti sistem One Way pada pagi hari pukul 06.00 – 09.00. Maka dari itu perlu dikaji untuk dapat meningkatkan kinerja simpang Viktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tidak bersinyal simpang empat Viktor dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi model lalu lintas menggunakan aplikasi PTV Vissim. Berdasarkan perhitungan menggunakan PKJI tahun 2023 didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan F. Penanganan simpang empat Viktor kemudian dibuat dalam 2 (dua) skenario penanganan. Skenario dengan penerapan APILL 3 fase memberikan hasil yang lebih baik oleh karena memberikan nilai derajat kejenuhan di bawah 0,85 untuk setiap lengannya.
ANALISIS KINERJA PUTAR BALIK PADA JALAN TRANSYOGI CIBUBUR: Studi Kasus: Kasus Jalan Transyogi Cibubur KM 6 MUHAMMAD YUSRI RIZKI; NURYANI TINUMBIA
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/8mt6nd06

Abstract

Jalan Transyogi Cibubur merupakan salah satu jalur utama yang sering mengalami kemacetan akibat tingginya volume kendaraan, terutama pada titik putar balik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja area putar balik di Jalan Transyogi Cibubur KM 6 dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan simulasi lalu lintas menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer berupa volume lalu lintas, waktu tempuh kendaraan, panjang antrian pada titik putar balik, kondisi geometrik jalan, serta data sekunder seperti peta lokasi dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan pada ruas Jalan Transyogi Cibubur adalah “D” dan kinerja fasilitas putar balik saat ini berada dalam kategori kurang baik dengan rasio antrian (ρ) lebih dari 1.0, yang mengindikasikan kemacetan signifikan. Alternatif penanganan yang diusulkan mencakup pelebaran lajur dan penutupan di salah satu titik putar balik guna meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi antrian kendaraan. Berdasarkan hasil simulasi, skenario penutupan titik putar balik memberikan peningkatan signifikan terhadap tingkat pelayanan lalu lintas, dimana untuk tingkat pelayanan ruas jalan Transyogi Cibubur menjadi “C”. Dengan demikian, rekomendasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENILAIAN KONDISI BANGUNAN PADA 6 KELURAHAN DI pROVINSI DKI JAKARTA Andreas, Azaria; Herzanita, Ayu; Jiwa Osly, Prima; Tinumbia, Nuryani; Ariyani, Dwi; Lestari, Rini Trisno; Arini, Resti Nur; Kurnia, Fadli; Rachmawati, Nia; Darma Putra, Riza
Jurnal JANATA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/g0zmtf64

Abstract

Penilaian kondisi bangunan merupakan pekerjaan penting karena penurunan kondisi bangunan merupakan sesuatu yang tidak bisa dicegah.Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan kondisi bangunan seperti faktor cuaca, penggunaan bangunan yang tidak sesuai fungsinya, dan proses pekerjaan pemeliharaan dan perawatan yang tidak tepat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2022 tengah gencar melakukan survei pendataan kondisi bangunan khususnya hunian di seluruh wilayah Kelurahan. Proses survei menggunakan bantuan surveyor mahasiswa dan Dasawisma dari Kelurahan di lokasi pendataan. Sebelum pelaksanaan survei, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) bekerjasama dengan Universitas Pancasila untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penilaian kondisi bangunan bertempat di Aula Fakultas Teknik, 17-18 Maret 2025 dengan peserta Dasawisma dari Kelurahan Ceger, Bale Kambang, Cipinang Besar Selatan, Cililitan, Cakung Timur dan Klender. Hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan menjadi bekal bagi surveyor dan Dasawisma dalam melaksanakan proses pendataan kondisi bangunan hunian di 6 Kelurahan tersebut.
PERANCANGAN RUMAH SINGGAH YAYASAN SANGGAR ANAK KABASA DI KECAMATAN BABELAN, KABUPATEN BEKASI Putri, Ramadhani Isna; Prasetya, L. Edhi; Wibisono, Adriyanto Ibnu; Tinumbia, Nuryani; Hasan, Raffly Aprillyno
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26090

Abstract

ABSTRACT Yayasan Sanggar Anak Kabasa is an organization dedicated to advocating the rights of marginalized children, especially regarding access to education. Since 2020 they have gained legal standing in terms of organization, so they’re easier to organize various activities independently. But they still do not have their own place, so until 2020, they have experienced eviction five times. In order to continue carrying out their missions, Yayasan Sanggar Anak Kabasa wishes to have their own place as a halfway house so the children under their guidance can come to study or stay there temporarily. This community service activity aims to help Yayasan Sanggar Anak Kabasa design a permanent halfway house that can be a place for marginalized children around Kecamatan Babelan to get a proper education. The design process is using an exploratory method, starting with observations and interviews, continuing with analysis and concepts, and ending with schematic design. The user of the halfway house of Yayasan Sanggar Anak Kabasa is dominated by children, therefore the design process will use a child-friendly approach. The result of this service community service activity is a schematic design that can be used by Yayasan Sanggar Anak Kabasa as the proposal to seek development funds from donors, so they can continue to build the halfway house. ABSTRAK Yayasan Sanggar Anak Kabasa merupakan organisasi yang berdedikasi untuk mengadvokasi hak-hak anak marginal, terutama hal untuk mengakses pendidikan. Sejak tahun 2020, Yayasan Sanggar Anak Kabasa telah mendapatkan legal standing dalam hal keorganisasian, sehingga dapat menyenggarakan berbagai kegiatan untuk anak binaannya. Namun dalam proses tersebut, terdapat berbagai kendala, salah satunya adalah tidak adanya tempat pembinaan permanen yang dapat digunakan. Hingga tahun 2020 Yayasan Sanggar Anak Kabasa telah mengalami lima kali penggusuran. Demi mencapai tujuan utamanya untuk melakukan perubahan sosial yang diharapkan, Yayasan Sanggar Anak Kabasa berharap dapat memiliki tempat pembinaan mandiri berupa rumah singgah permanen yang dapat menjadi wadah untuk anak-anak binaannya beraktivitas, terutama untuk proses belajar mengajar. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah membantu Yayasan Sanggar Anak Kabasa merancang rumah singgah yang dapat digunakan oleh anak-anak marjinal di sekitar Kecamatan Babelan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Proses perancangan dilakukan dengan metode eksploratif, dimulai dengan observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan analisis dan konsep, dan diakhiri dengan gambar perancangan. Pengguna Rumah Singgah Yayasan Sanggar Anak Kabasa nantinya akan didominasi oleh anak-anak, oleh karenanya proses perancangan dilakukan dengan pendekatan desain ramah anak, sehingga diharapkan rumah singgah ini menjadi ruang beraktivitas yang lebih aman bagi anak-anak. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah gambar Pra Rencana yang dapat digunakan oleh Yayasan Sanggar Anak Kabasa sebagai proposal dalam mencari donasi unuk proses pembangunan selanjutnya.