Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA TERHADAP KALIYASA BAGI PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EKONOMI KOTA CILACAP (1831-1942) Yulistiani, Dila; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20385

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan Pemerintah Hindia Belanda terhadap pembangunan dan pengelolaan Kanal Kaliyasa di Cilacap pada periode 1831–1942 serta dampaknya terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat. Kanal ini dibangun untuk mempercepat pengangkutan hasil bumi dari pedalaman Banyumas ke Pelabuhan Cilacap, dengan dukungan kerja paksa, tanam paksa, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan kanal. Metode yang digunakan adalah historis-kualitatif melalui studi pustaka dan analisis arsip kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kanal mendorong pergeseran ekonomi dari agraris ke ekonomi berbasis upah, munculnya kelas buruh pelabuhan, serta tergerusnya nilai-nilai tradisional. Kanal juga memperkuat dominasi kolonial dan memperlebar kesenjangan sosial antar golongan.
NILAI KARAKTER TRADISI HAJAT BUMI PADA MASYARAKAT DUSUN CARIU KECAMATAN SUKADANA - CIAMIS Wahyunita, Rina; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Hajat Bumi di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini merupakan warisan budaya lokal yang dilaksanakan setiap bulan Muharam pada hari Senin atau Kamis Kliwon sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hajat Bumi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi wahana pembentukan dan penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Proses pelaksanaan Hajat Bumi terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai karakter seperti religiusitas (doa bersama, penghormatan leluhur), gotong royong (persiapan dan pelaksanaan acara), tanggung jawab (pengelolaan tugas), toleransi dan kebersamaan (partisipasi lintas usia dan latar belakang), serta cinta tanah air dan kepedulian lingkungan (perawatan makam keramat dan lingkungan sekitar). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya, memperkuat solidaritas sosial, dan mempererat hubungan antargenerasi. Dengan demikian, tradisi ini memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan pelestarian budaya di tengah tantangan modernisasi.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NYALIN DI SITUS SAMIDA DESA SIRNAJAYA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Yusuf, Hilmi Maulana; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20514

Abstract

Tradisi Nyalin merupakan salah satu warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini oleh masyarakat Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis yang dilaksanakan setiap hari Senin Kliwon pada bulan Jumadil Akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Nyalin di Situs Samida, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengambarkan proses pelaksanaan tradisi Nyalin terdiri dari tiga tahapan, yaitu: 1) persiapan yang terdiri dari rapat kepanitian, pembersihan lokasi kegiatan, pengumpulan dana kegiatan, dan rapat pemantapan kegiatan; 2) pelaksanaan yang terdiri dari pengambilan air dari Situs Cibarani, pembersihan benda pusaka, mengganti pembungkus benda pusaka dengan kain yang baru, dan doa bersama/tawasulan ; 3) penutupan dengan dilaksanakan makan bersama. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti nilai bahasa, seni, kepercayaan, pengetahuan, sistem sosial, dan teknologi tradisional. Tradisi ini menjadi media transmisi nilai-nilai moral dan spiritual serta memperkuat identitas budaya masyarakat Sunda. Dengan demikian, pelestarian tradisi ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan warisan budaya serta sebagai potensi pengembangan pendidikan dan pariwisata berbasis kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan dari generasi ke generasi.