Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Filosofis Simbol Galuh Kembang Cakra Rahayu Kancana Yunie Astrianie; Yeni Wijayanti; Egi Nurholis
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.12296

Abstract

The Cakra Rahayu Kancana symbol is an identity for the Galuh community in Ciamis Regency with philosophical values. The purpose of this research is to find out about the history and philosophical values of the Galuh Kembang Cakra Rahayu Kancana symbol. The method used in this research is a historical method with heuristic, criticism (external and internal), interpretation, and historiography stages. The results showed that the history of the rahayu kancana symbol stems from the legacy of Maharaja Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475 AD) and the heritage of R.A.A Koesoemadiningrat (1839-1886 AD) during the Sunda-Galuh kingdom. The Galuh Cakra Rahayu Kancana symbol (Kembang Chakra) is found on the Astana Gede Kawali Site in inscriptions I and VI, while in the legacy of R.A.A Koesoemadiningrat, the Chakra is found on a trident or three-pointed spear at the Galuh Pakuan Museum. The philosophical value in the Cakra Rahayu Kancana symbol is about the spirit of leadership values conveyed by previous kings in the Sundanese-Galuh Tatars that the leadership that must be implemented is not only in the form of laws but must be carried out. going out well according to Tritangtu (tekad, ucap jeung lampah) must be aligned and balanced.
PEMANFAATAN SITUS CANDI RONGGENG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DENGAN MEDIA MORPH TRANSITION POWERPOINT UNTUK SISWA KELAS X IPS II MA FATHURRAHMAN Fauzan, Ahmad; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.11702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situs Candi Ronggeng sebagai sumber belajar Sejarah dengan media morph transition powerpoint untuk siswa kelas X IPS II MA Fathurrahman. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Sejarah di MA Fathurrahman menggunakan metode ceramah. Sumber belajar yang dipakai oleh guru hanya dari buku paket yang disediakan sekolah. Pemanfaatan situs Candi Ronggeng sebagai sumber belajar Sejarah dilakukan melalui media powerpoint dengan fitur morph transition. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan situs Candi Ronggeng sebagai sumber belajar adalah keterbatasan materi mengenai situs candi tersebut, keberadaan situs yang tertimbun tanah.Kata Kunci: Situs Candi Ronggeng, Sumber Belajar, Pembelajaran Sejarah, Media Morph Transition Powerppoint
PERANAN TOKOH ADAT DALAM PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN POTENSI BUDAYA PADA MASYARAKAT KAMPUNG ADAT KUTA TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Ibnu Hasan, Nur Arief; Wijayanti, Yeni; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.8998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan profil tokoh-tokoh Kampung Adat Kuta serta potensi budaya di Kampung Adat Kuta Kabupaten Ciamis serta mendeskripsikan peranan tokoh adat dalam peleslatarian dan pemanfaatan potensi budaya pada masyarakat kampung kutaTambaksari Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan kualitatif. Metode historis meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat Kampung Kuta sangat memegang teguh tradisi budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang mereka. Dalam sistem kelembagaan di Kampung Kuta terbagi menjadi dua yaitu, kelembagaan formal dan non formal.  Kelembagaan formal dipimpin oleh Kepala Dusun, RT, dan RW. Sementara untuk kelembagaan non formal dipimpin oleh Ketua Adat, Sesepuh, dan Kuncen. Upaya untuk melestarikan dan pemanfaatan potensi budaya konsisten dilakukan oleh para tokoh adat serta masyarakat Kuta. Adapun kebudayaan-kebudayaan yang terdapat di Kuta diantaranya aturan atau hukum adat yaitu pamali, tradisi upacara adat (babarit, sedekah bumi, nyuguh, aturan mendirikan rumah serta penempati rumah) dan tradisi budaya kesenian (ronggeng buhun, gondang buhun, rengkong serta gembyung). Peranan tokoh Kampung Kuta dalam melestarikan pemanfaatan budaya sangat besar pengaruhnya. Ketua adat berperan menjaga serta melestarikan budaya yang ada dikampung Kuta dan memberi masukan atau saran kepada warga agar senantiasa menjalankan setiap aturan yang berlaku di Kampung Kuta, Sesepuh berperan mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan ritual masyarakat adat Kuta, dan Kuncen berperan menjaga tempat-tempat yang dikeramatkan.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DEWI SARTIKA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI PK II MAN 1 DARUSSALAM CIAMIS Nia, Ine Sinta; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.11707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kepahlawanan Dewi Sartika serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kepahlawanan Dewi Sartika untuk pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, observasi, dan wawancara dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, guru sejarah, beberapa orang siswa MAN 1 Darussalam Ciamis, dan studi dokumentasi terhadap silabus dan RPP. Analisis data yang  digunakan terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai kepahlawanan Dewi Sartika ialah nilai keteladanan, nilai rela berkorban, nilai cinta tanah air, nilai kebersamaan, nilai kemerdekaan, nilai kesetaraan, nilai nasionalisme dan patriotisme. Nilai-nilai kepahlawanan Dewi Sartika yang dapat diimplemntasikan ialah selalu mengucapkan salam serta berbicara dengan sopan satun, senantiasa membantu dengan ikhlas, mengikuti upacara bendera serta menaati tata tertib, bergotong royong dalam menjaga lingkungan sekolah, mampu menentukan pilihan tanpa adanya interpretasi, menghargai perbedaan pendapat, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
NILAI ETIKA NASKAH AMANAT GALUNGGUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 2 SINGAPARNA Alli, Ilham Rizkiana; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.11957

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai etika naskah Amanat Galunggung sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di kelas X IPS 1 SMA Negari 2 Singaparna serta implementasinya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi naskah Amanat Galunggung meliputi pemerintahan, agama, karakter dan sejarah. Adapun nilai yang terkandung didalamnya, pertaman nilai karakter diantaranya nilai religius, kepemimpinan, kejujuran, toleransi, kerja keras, semangat kebangsaan, cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, sosial, kreatif dan nilai peduli lingkungan, kedua nilai etika meliputi nilai sopan santun, menghargai perbedaan pendapat dan sikap rasa hormat kepada orang lain. Implementasi nilai etika naskah Amanat Galunggung sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dengan mengintegrasikan materi pembelajaran sejarah dan lingkungan sekolah untuk menciptakan karakter positif peserta didik. Hasil pembelajaran sejarah menggunakan naskah Amanat Galunggung dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik dengan motivasi untuk berbuat baik, berprilaku sopan santun dan melaksanakan perannya sebagai manusia.
PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH MENGGUNAKAN MEDIA POWTOON MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DI KELAS XI IPS MA MUJAHIDIN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS Nursifa, Dinda; Wijayanti, Yeni; Nurholis, Egi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.11950

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui proses pembelajaran sejarah dan mengetahui pemanfaatan video pembelajaran sejarah menggunakan media Powtoon materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kelas XI IPS di MA Mujahidin Cipaku Kabupaten Ciamis. Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pegumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi pembelajaran sejarah di kelas, wawancara Wakil Kepala Madrasah bagian kurikulum, guru sejarah, siswa dan dokumentasi wawancara dan proses pembelajaran di kelas. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, observasi dan telepon genggam.Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran sejarah berjalan kondusif guru mempersiapakan pembelajaran sesuai dengan RPP dan silabus. Proses pembelajaran menggunakan metode ceramah. Guru menggunakan media buku paket, internat dan papan tulis. Pembelajaran terasa jenuh dan membosankan. Pemanfaatan media Powtoon materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kelas XI IPS MA Mujahidin guru menyiapkan materi. Sebelum pembelajaran di mulai mempersiapkan proyektor dan laptop untuk penayangan video. Pemanfaatan media Powtoon berjalan lancar dan kondusif, siswa fokus dan mudah memahami materi sehingga siswa menjadi lebih semangat dan antusias dalam belajar sejarah.
Book Review: Panji Boma: Love, Throne, and Ambition, By Andri Noviadi. Tasikmalaya, Reference Style 2023, 182 pages, ISBN: 9786238295135, 80.000 Rupiah Wijayanti, Yeni
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 1 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v1i2.3560

Abstract

Panji Boma’ tells the story of the life journey of a main character named Panji Boma from the Dayeuhluhur Kingdom with his complicated love and his acts in power. A child who was born into a kingdom and was expected to become a wise and wise leader and bring prosperity to his region actually at the end of his life's journey created misery for the community which ended in a tragic death.
Tata Kelola Indera Dalam Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian Wijayanti, Yeni; Warto, Warto; Wasino, Wasino; Djono, Djono
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16423

Abstract

Tubuh manusia mempunyai alat indera yang setiap masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya. Indera tersebut selayaknya digunakan sesuai dengan yang seharusnya dan untuk kebaikan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tata kelola indera dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian untuk kesejahteraan masyarakat Sunda Abad ke-16. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain critical discourse analysis (CDA). CDA ini mengintepretasikan naskah Sanghyang Siksakandang Karesian secara mikro, intermediate, dan macroanalysis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah studi pustaka dengan mencari referensi tentang subyek yang diteliti antara lain adalah naskah, penguasa, dan ideologi yang ada pada abad ke-16. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Sanghyang Siksakandang Karesian merupakan naskah Sunda kuna ditulis pada 1518 Masehi. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian berisi pedoman kehidupan manusia, meliputi pembuka (sepuluh aturan dasakerta dan dasaperbakti); perilaku rakyat (karma ning hulun) terhadap raja; dan pelengkap perbuatan. Temuan kedua, dasakerta adalah pengetahuan lokal yang berisi pedoman praksis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengekangan hawa nafsu sepuluh inderanya untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia. Indera manusia harus digunakan untuk kebaikan.
Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Eco-spirituality Dalam Tradisi Komunitas Adat Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Cultural Socio-Ecological System (Studi Pada Tradisi Komunitas Adat Di Tajakembang, Cilacap, Jawa Tengah) Sudarto, Sudarto; Wijayanti, Yeni; Pramesti, Cipto Surya; Agustina, Deden Dendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 30, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.100561

Abstract

This research discussed eco-spirituality in the tradition of the Tajakembang, Cilacap indigenous community, with a focus on sustainable agricultural management and cultural socio-ecological system resilience.Using an ethnographic approach and qualitative analysis, this study illustrated how these communities integrated spiritual and Islamic values in their agricultural practices, thereby creating a sustainable and resilient agricultural system, referring to the development of a harmonious relationship between humans and nature, as well as the integration of Islamic values oriented towards environmental balance. The application of community resilience theory and social practice theory in this study provided a critical perspective to analyzed the dynamic interaction between structures and agencies in social relations.This research contributed to the understanding of eco-spirituality in indigenous community traditions, by emphasizing its role in sustainable agricultural management, resilience of cultural socio-ecological system and the integration of various values. Cultural socio-ecological system resilience refered to the ability of communities to adapted and to survived in the face of environmental and social changes. Eco-spirituality values strengthened the resilience of the Tajakembang indigenous community, for example, the practice of sharing resources and traditional knowledge could increase the community's adaptation capacity to climate change.
TRADISI NYANGKREB DI DUSUN SUKARAJA DESA ANDAPRAJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS (Suatu Tinjauan Sejarah Kebudayaan Dari Tahun 1972-2007) Wijayanti, Yeni; Kartika, Ratna
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.537 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.1052

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tradisi Nyangkreb adalah suatu tradisi menjelang panen padi yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan pada Dewi Sri yang merupakan Dewi Padi dan asal mula tumbuh-tumbuhan. Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh, tradisi ini juga sebagai doa keselamatan agar mendapat hasil yang lebih baik di masa yang akan datang. Prosesi ini dilakukan oleh seorang punduh biasanya dilakukan pada sore hari pada pukul 3 atau 4 sore. Para petani menyediakan beberapa syarat-syarat atau sesaji untuk acara Nyangkreb tersebut. Dalam upaya melestarikan tradisi nyangkreb ini, dilakukan dengan upaya pemahaman terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Salah satu upaya dalam melestarikan Tradisi Nyangkreb ini adalah dengan menggelar acara yang memberikan perkenalan kreativitas seniman/budayawan Sunda yang menampilkan beragam tradisi Sunda termasuk Tradisi Nyangkreb sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan alam, dorongan dari aparat pemerintah juga bisa dilakukan dengan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih menjaga dan melestarikan Tradisi Nyangkreb. Makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi ini terdapat makna yang begitu besar bagi masyarakat, antara lain mempererat tali silaturahmi, menjaga dan melestarikan tradisi turun temurun dari leluhur dan sebagai ungkapan syukur atas berkah yang didapat.Kata Kunci: Tradisi, Nyangkreb dan Tradisi SundaABSTRACTThe result of this research indicated that Nyangkreb tradition is a tradition of the rice harvest was intended as a form of homage to the goddess Dewi Sri who is the origin of rice and herbs. This tradition as an expression of gratitude for the harvest that has been obtained, this tradition as well as a prayer for safety in order to obtain better results in the future. The procession is carried out by a Punduh usually done in the afternoon at 3 or 4 in the afternoon. Farmers provide some of the terms or offerings for the Nyangkreb event. In an effort to preserve the tradition of this nyangkreb, carried out with the effort of understanding of the cultural values of the nation. One effort in preserving this tradition is to hold Nyangkreb event gives an introduction creativity of artists/cultural Sunda featuring a variety of traditions including Nyangkreb tradition in an attempt to get closer to nature, the encouragement of government officials can also be done by giving local communities to more maintain and preserve the tradition Nyangkreb. Meanings and values contained in this tradition are so great meaning for the community, among others tighten the relationship, maintain and preserve the tradition handed down from ancestors and as an expression of gratitude for the blessings that come by.Kata Kunci: Tradition, Nyangkreb and Sundanese Traditions