Hasmira Said
Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Kendari

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kendari Sofyan Nurdin; Hasmira Said; Roni Amaludin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3974

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan game online di kalangan pelajar, yang berpotensi memengaruhi motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan sehingga perlu dikaji pengaruh game online terhadap motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 71 siswa jurusan TKJ yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa game online berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,503. Hal ini berarti game online memberikan kontribusi sebesar 50,3% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online, maka motivasi belajar siswa cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan serta pengelolaan waktu yang baik agar penggunaan game online tidak mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang memengaruhi motivasi belajar, seperti lingkungan keluarga, metode pembelajaran, dan kontrol diri, serta menggunakan pendekatan kualitatif atau eksperimen untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
The Dynamics of Pedagogical Transformation of Teachers and Student Learning Experience in the P5 Project: A Thematic Analysis in the Era of Independent Learning Hasmira Said; Pahenra A. Nongko; Yaman La Ndibo; Ridwan J. Deluma
Research Journal on Teacher Professional Development Vol. 4 No. 01 (2026): Geographical distribution of the author: Indonesia, Gabon, Peru, and Morocco.
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/rjtpd.v4i01.33607

Abstract

This research aims to explore in depth the pedagogical transformation of teachers and subjective experiences of students in the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at Senior High School (SMA) Muhammadiyah Kota Kendari. Using qualitative approaches and thematic analysis, the research reveals how curriculum flexibility triggers a shift in the role of teachers from conventional teachers to more creative facilitators in designing contextual learning. The findings identified that P5 projects effectively create a "safe to fail" learning environment  , which significantly improves agency, active collaboration, as well as student learning independence. Despite facing serious structural obstacles in the form of low input dimensions of digital means and the instability of technological infrastructure in non-metropolitan areas, the school demonstrated  outstanding organizational resilience through adaptive pedagogical improvisation strategies. The integration of Islamic values, such as the ethos of Man Jadda wa Jada, has proven to be a crucial compensatory factor that strengthens the intrinsic motivation and disciplined character of students in the midst of limited physical facilities. The autonomy of teachers in designing projects that are relevant to local wisdom is the main key to the success of this educational transformation. The research concludes that synchronization between independent curriculum policies and equitable infrastructure support is very urgent to ensure the fairness of the quality of national education
STRENGTHENING THE EXISTENCE OF STAKEHOLDER INVOLVEMENT IN THE DECISION-MAKING PROCESS IN THE EDUCATION SECTOR Pahenra A. Nongko; Hasmira Said; Yaman La Ndibo
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 10, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v10i2.14349

Abstract

Education is an important foundation for human resource development, and the involvement of stakeholders such as government, teachers, parents, and the community is key to the decision-making process. This study aims to strengthen stakeholder involvement in decision-making in the education sector. The methodology used is quantitative, with a survey of 115 stakeholders in five different schools in Kendari City. The results of the study indicate that stakeholder participation has a significant effect on the effectiveness of educational decisions, with a Pearson correlation value of 0.805. This indicates a very strong correlation between the two variables. In general interpretation, a correlation value between 0.70 and 1.00 is considered a strong correlation. When stakeholders are more involved in the decision-making process, the results of the decision tend to be better or more positive. These findings remain relevant in the long term and open up opportunities for further research on more structured decision-making mechanisms. The conclusion of the study emphasizes the importance of strengthening stakeholder involvement on an ongoing basis to ensure the sustainability of education quality.
Peran Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Era Digital (Studi di TK Ana Menggia, Kabupaten Konawe) Titin Mandasari; Yaman La Ndibo; Hasmira Said
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19928

Abstract

Abstract:  This study aims to examine role of family as a foundation for early childhood character education in digital era, while identifying factors that facilitate and hinder its implementation at Ana Menggia Kindergarten, Anggalomoare Village, Konawe Regency. The approach used was a qualitative case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving ten parents and two teachers, selected using a purposive sampling technique. Data analysis used Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicating consistent parental role models, regulation of digital technology use, and active mediation through reflective dialogue play a significantly role in supporting development of self-regulation, emotional control, discipline, and social adaptability in children. Consistency of family rules and alignment of values ​​between family and school are key supporting factors. Conversely, unrestricted use of gadgets and low parental supervision are inhibiting factors in formation of children's character within family environment in context of parenting in the current digital era. Abstrak: Tujuannya dari penelitian ini guna menelaah peranan keluarga sebagai fondasi dalam pendidikan karakter anak usia dini di era digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi maupun menghambat pelaksanaannya di TK Ana Menggia, Desa Anggalomoare, Kabupaten Konawe. Pendekatan yang diterapkan yaitu kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, maupun dokumentasi dengan dilibatkannya 10 orang tua serta 2 guru yang dipilih dengan mengadopsi teknik purposive sampling. Proses analisa data dilaksanakan dengan mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwasanya keteladanan orang tua yang konsisten, pengaturan penggunaan teknologi digital, serta mediasi aktif melalui dialog reflektif berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi diri, pengendalian emosi, disiplin, dan kemampuan adaptasi sosial pada anak. Konsistensi aturan dalam keluarga dan keselarasan nilai antara keluarga dan sekolah menjadi faktor pendukung utama. Sebaliknya, penggunaan gawai tanpa batasan serta rendahnya pengawasan orang tua menjadi faktor penghambat pembentukan karakter anak di lingkungan keluarga pada konteks pengasuhan di era digital saat ini.