Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Fenomena Penggantian Fonem pada Kata Celaan di Kalangan Remaja Fajar Kurniadi
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.108 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.313

Abstract

Perkembangan bahasa mengikuti perkembangan manusia dan interaksinya. Berbanding lurus antara semakin beragam dan banyaknya interaksi manusia. Terutama di kalangan remaja, di mana interaksi dan pergaulan adalah hal yang harus dilakukan demi mengembangkan potensi di berbagai bidang. Tidak ayal lagi, pemerolehan dan penggunaan bahasa remaja pun beragam. Keberagaman ini merupakan warnawarni dalam pergaulan, di antaranya sapaan akrab, tempat berkumpul, media sosial, dan berbagai topik pembicaaan kekinian termasuk kata celaan. Sebenarnya kata celaan ini digunakan sebagai candaan semata, tetapi tidak jarang juga mengundang emosi. Oleh karena itu, terdapat fenomena baru dalam dunia kebahasaan remaja dengan mengganti beberapa fonem atau susunan fonem pada kata celaan agar lebih terdengar halus dan tidak menyinggung. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan selama tiga bulan ini adalah menangkap perilaku bahasa remaja dalam penggunaan kata celaan. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara (tidak terstruktur) pada lebih dari 300 responden. Hasilnya pun mengejutkan, fenomena menggunakan kata celaan sudah dianggap lumrah dan menjadi bumbu dalam pergaulan.Beberapa kata celaan seperti (maaf) “Anjing” mengalami pengubahan menjadi “Anjay”, atau “Anjrit”, atau “Njiir”. Demikian hal nya pada kata (maaf) “Kampret” mengalami pengubahan menjadi “Kamvret” dan beberapa kata lain yang mengalami pengubahan fonem.
ANALISIS PENYEBARAN HOAKS DI KALANGAN REMAJA Fajar Kurniadi
Research and Development Journal of Education Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v8i2.12742

Abstract

Laju komunikasi dan pergaulan remaja yang dinamis membuat mereka harus cepat beradaptasi dan mengembangkan diri. Adaptasi yang dimaksud adalah dengan mampu membedakan berita yang dinyatakan benar atau tidak benar. Beberapa pesan menggunakan bahasa yang samar sehingga kerap dianggap benar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan remaja dalam beradaptasi di tengah perkembangan laju komunikasi di media sosial. Media sosial menjadi jalan utama remaja dalam berkomunikasi, utamanya di kala pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan menggunakan angket dan observasi verbal dan teks. Penelitian ini melibatkan 196 responden dengan rentang usia 17-31 tahun yang mayoritas tinggal di Jabodetabek. Adapun hasil yang didapat adalah sebagian besar remaja tidak mampu membedakan berita (vaksin covid-19) hoaks  atau asli. Hal ini harus menjadi perhatian serius para ahli bahasa karena kebanyakan hoaks menyasar remaja menggunakan bahasa yang provokatif dan persuasif
Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik Istifaul Ikhlila; Adeng Hudaya; Fajar Kurniadi
Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ocim.v2i2.8266

Abstract

the aim of this study was to determine the effect of applying the Make A Match cooperative learning method in improving the learning outcomes of class X students at SMA Budhi Warman 1, East Jakarta. The research method used is the experimental method with the design used is the true experimental design for the posttest only control design. The population of this study were all students of class X SMA Budhi Warman 1 East Jakarta and the samples were class X IPS 1 and X IPS 2. The instrument used was a multiple choice test with 13 validated questions. The research results obtained: There is an effect of applying the make a match type of cooperative learning method in improving the learning outcomes of class X students at SMA Budhi Warman 1 East Jakarta. This is shown by the t test, where the value t-count = 25.72 is greater than the value t-Table = 2.015 for α = 0.05.
Analisis Kompetensi Membaca pada Kurikulum Merdeka Belajar PAUD Fajar Kurniadi
Duconomics Sci-meet (Education & Economics Science Meet) Vol 2 (2022): Implementing Education and Economic Standard Throughout ASEAN Nations
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.865 KB) | DOI: 10.37010/duconomics.v2.6079

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari informasi secara mendalam mengenai kompetensi membaca di kalangan siswa PAUD. Hal ini dilakukan karena banyak orang tua yang beranggapan bahwa PAUD dan TK merupakan pengenalan pertama anak terhadap kompetensi membaca, menulis, dan menghitung. anggapan ini pun semakin kuat dengan adanya syarat masuk Sekolah Dasar yang mengharuskan calon siswanya untuk dapat membaca, menulis, atau menghitung. Jadi, sebenarnya, apakah ada kompetensi membaca kurikulum PAUD? Jika pada dasarnya, jenjang PAUD dan TK adalah sarana anak untuk mengenal dunia pendidikan dengan banyak bermain dan bersosialisasi, lalu pada jenjang manakah siswa harus belajar membaca? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Peneliti membuat angket kepada guru TK, SD, dan orang tua siswa. Setelah mendapatkan data, peneliti berusaha menganalisis dan mereduksi dalam bentuk kalimat. Setelah berhasil diteliti, ternyata didapatkan hasil bahwa tidak ada atau tidak terteranya kompetensi membaca pada jenjang PAUD secara implisit.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RUMUS 5W1H UNTUK PENANGGULANGAN PENYEBARAN HOAKS DI KALANGAN REMAJA Fajar Kurniadi
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.16648

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan informasi terkait keefektifan penggunaan rumus untuk menyatakan sebuah berita atau informasi layak dinyatakan sebagai berita bohong atau hoaks atau bukan. Hal ini dirasa sangat perlu mengingat perkembangan informasi yang kian cepat dan lajunya sudah sulit dibendung. Ditambah lagi, jika ternyata berita hoaks tersebut mengandung unsur sara yang membuat lini kehidupan masyarakat menjadi terprovokasi dan terintimidasi. Pada akhirnya akan berakibat rusaknya hubungan antarmasyarakat karena termakan oleh berita bohong atau hoaks. Remaja sebagai agen perubahan dirasa perlu mengetahui cara penanggulangan hoaks, apalagi remaja adalah kalangan yang sangat aktif menggunakan media sosial. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data yang diambil dari berbagai sumber digital yang tersebar di media massa dan digital. Setelah data diambil dari media digital, peneliti berusaha melakukan penelitian kemampuan responden dalam merespons isu hoaks dalam data tersebut dengan pendekatan pertanyaan 5W1H. Adapun responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari beberapa universitas di sekitar Jakarta dan Depok berjumlah 360 orang dengan rentang usia sekira 17 s.d. 25 tahun. Mereka menempuh pendidikan di universitas dengan jurusan kependidikan, ekonomi, dan komunikasi. Dengan rentang usia dan latar belakang pembelajaran mereka di kampus, diharapkan penelitian ini tepat sasaran dan tepat guna. Adapun hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 70% responden mampu membedakan dan menyimpulkan berita yang mereka terima adalah hoaks dengan menggunakan rumus 5W1H. Persentase ini merupakan persentase yang sangat banyak dan menggembirakan karena remaja mampu dan sudah dapat membedakan berita yang mereka terima, benar atau tidak
The Ability to Understand Indonesian Language Equivalents Among Private Universities Students in Jakarta Hilda Hilaliyah; Fajar Kurniadi; Tanti Dwi Oktaviany
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.827 KB) | DOI: 10.30998/jh.v5i1.616

Abstract

This study aims to determine the ability of students to understand the Indonesian equivalent in using Indonesian vocabulary. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results of this study are the low use of Indonesian equivalent words among students, it is proven that at least 98% of respondents hear and use the word Laundry more often than the word penatu. In addition, there is a lack of habituation to the use of equivalent words in the academic environment and society. This is evidenced by several words that are closely related to the academic environment and people still use words in foreign languages, even though their equivalent words have been found and socialized.Keywords: Word Match, Indonesian Language, Student. 
Sosialisasi Padanan Kata Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 di Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi Hilda Hilaliyah; Heppy Atmapratiwi; Fajar Kurniadi
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i1.91

Abstract

Pemuda Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, termasuk kaum milenial yang kreatif dan cukup memiliki peranan penting di wilayahnya. Kreativitas mereka dapat dikemas dengan tetap mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia pada setiap kegiatan. Permasalahan mitra yang didapatkan berdasarkan data di lapangan bahwa para pemuda tersebut belum sepenuhnya memahami padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah-istilah asing yang muncul pada pandemi covid-19. Untuk itu, solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada para anggota karang taruna adalah tentang padanan kata bahasa Indonesia untuk istilah-istilah asing yang muncul pada pandemi covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan metode daring yang meliputi: Wawancara via daring untuk pengambilan data awal (survei awal) dan ceramah plus, saat pelaksanaannya dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan Sosialisasi Padanan Kata Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 di Karang Taruna Melati (Karamel) RW 017 Graha Indah, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, yaitu: 1) Para peserta dapat memahami hakikat kecintaan terhadap bahasa indonesia dan padanan istilah. 2) Para peserta mengetahui padanan istilah bahasa Indonesia untuk kata-kata seperti rapid test (uji cepat), lockdown (karantina wilayah), face shield (pelindung wajah), suspect (terduga), dan survivor (penyintas). 3) Para peserta dapat membiasakan diri menggunakan kata-kata atau istilah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan masa pandemi covid-19. Berdasarkan hasil yang dicapai, simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: 1) Para peserta antusias dan puas terhadap kegiatan yang dilakukan tim pelaksana. 2) Para peserta mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi terkait padanan istilah bahasa Indonesia.
PKM PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI SDN KENARI 01, KEC. SENEN, JAKARTA PUSAT Aqil, Deden Ibnu; Ramadona, Mohammad; Kurniadi, Fajar; Setiaji, Dhani Harda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa Vol 3, No 2 (2024): Jurnal PKM Batasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/pkmbatasa.v3i2.2869

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan siklus yang harus dilaksanakan dalam system pendidikan nasional. Perubahan kurikulum memerlukan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk beradaptasi sesuai pedoman yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kurikulum merdeka. Salah satu hal yang perlu diketahui dalam melaksanakan kurikulum Merdeka ini adalah Menyusun modul ajar. Dengan alasan tersebut tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Indraprasta PGRI akan memberikan sosialiasi terkait pengetahuan, dan keterampilan Menyusun modul ajar kepada 50 orang guru di SDN 01 Kenari Jakarta Pusat.  Metode yang digunakan  dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah diawali dengan pemberian pengetahuan tentang Sejarah dan perkembangan kuirkulum, literasi dan numerasi, pengembangan modul ajar yang dilanjutkan dengan praktek menyusun modul ajar, dan mempresentasikannya di depan audien. Adapun bentuk luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah modul ajar kurikulum Merdeka sesuai dengan pedoman  dan  artikel publikasi pada jurnal nasional terindek sinta kemendikbud ristek.
STRATEGI BAHASA PERSUASI DALAM MEMASARKAN KIMONO BOOKMARK SEBAGAI BENTUK PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN Kurniadi, Fajar; Gayatri, Askardiya Mirza; Ningtyas, Septiana Ika
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.501 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2171

Abstract

Kewirausaahaan merupakan sikap mental yang sedang banyak digaungkan pemerintah, termasuk pendidik. Adapun kegunaannya adalah untuk mengaktifkan peran masyarakat atau pendidik dalam kancah perekonomian Indonesia. Beberapa praktik diterapkan untuk memuluskan tujuan tersebut, salah satunya adalah pemanfaatan limbah menjadi barang layak jual. Pemanfaatan kain perca menjadi pembatas buku dengan model kimono menjadi jalan keluar dari beberapa masalah yakni limbah, pemunculan kreativitas, dan berwirausaha. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap, yakni tahap pemilahan limbah perca, pembuatan pembatas buku, dan menjualnya dengan berbagai media. Media paling digemari adalah media sosial dengan berbagai fiturnya. Mulai dari fitur menyatukan gambar hingga penggunaan bahasa yang mengajak pembeli setidaknya melihat produk yang dijual. Lingkup kegiatan ini adalah siswa SMK khususnya jurusan Administrasi Perkantoran yang sudah akrab dengan pencatatan dan pembukuan. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan minat kewirausahaan, meningkatkan kreativitas dengan membuat pola dan bentuk serta menumbuhkan semangat penggunaan bahasa persuasi dalam memasarkan produknya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pembatas buku dengan beberapa model dan penjualannya di media sosial dengan menggunakan beberapa gaya dan bahasa persuasi.
THE EFFECTIVENESS OF MKWK IN INCREASING UNDERSTANDING OF INTERFAITH TOLERANCE VALUES AMONG STUDENTS Kurniadi, Fajar; Ranam, Sanudin; Ati, Aster Pujaning; Apipudin, Apipudin; Hasna', Luthfiyyah
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.27759

Abstract