Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Robusta Organik di Kelompok Tani Jaya II Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Alfath, Muhammad Badar; Puspaningrum, Diah; Widjayanthi, Lenny; Sudarko, Sudarko
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3967

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi organik, didukung oleh luas lahan perkebunan dan adanya regulasi yang mendukung. Namun, implementasi usahatani kopi organik, khususnya pada Kelompok Tani Jaya II di Desa Rowosari masih menghadapi berbagai kendala seperti belum optimalnya pengelolaan lahan, kurangnya insentif untuk konversi lahan, serta terbatasnya akses pasar dan pengetahuan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pertanian organik dan strategi pengembangan usaha tani kopi organik pada Kelompok Tani Jaya II. Penelitian menggunakan strategi metode campuran konkuren (concurrent mixed methods) dengan metode kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan survei, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dipadukan dengan Force Field Analysis untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Jaya II memiliki dukungan sumber daya alam dan tren pasar yang positif, namun masih dihadapkan pada kendala kelembagaan, motivasi petani, akses pasar, serta pengelolaan hasil yang belum optimal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas dan motivasi anggota kelompok, perbaikan kelembagaan, perluasan akses pasar, serta penguatan branding kopi organik. Implikasi kebijakan yang muncul adalah perlunya penguatan dukungan pemerintah melalui insentif konversi lahan dan peningkatan pelatihan bagi kelompok tani.
Peran Ketua Kelompok Tani dalam Penerapan Pupuk Organik pada Budidaya Cabai Rawit Mafinanik, Aliza Febrianti; Subekti, Sri; Sofia, Sofia; Widjayanthi, Lenny
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 49, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v49i2.107147

Abstract

The Role of Farmer Group Leader in the Application of Organic Fertilizer for Cayenne Pepper Cultivation. The application of organic fertilizer is strongly influenced by the direction and support of a leader, especially the head of a farmer group. This study aims to analyze the role of the farmer group leader in the application of organic fertilizer and identify obstacles faced by members. A descriptive qualitative research method was employed, utilizing observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were determined purposively, consisting of 1 group leader, 13 members, and 1 Agricultural Extension Officer (PPL). Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through source triangulation. The results show the group leader plays several roles. The liaison role involves bridging information between members, PPLs, farmers, and consumers. The leader’s role is evident in efforts to maintain group cohesion and manage the legality of organic fertilizer products. The monitoring role is carried out through overseeing and gathering information related to organic fertilizer. The dissemination role is carried out by providing information to members, while the spokesperson role is demonstrated by conveying the group’s needs to external parties. Additionally, the leader plays an entrepreneurial role by introducing innovations to members and is involved in problem-solving, resource allocation, and negotiation with PPLs, consumers, and local government. The obstacles faced by members include natural factors such as rain that hinders drying of raw materials, lack of drying equipment, limited member understanding, and limited availability of raw materials.