Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi Keselamatan di JPL 05, 100, dan 101 Kabupaten Pasuruan untuk Mendukung Zero Accident Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Arifianto, Teguh; Rachmadani, Azriel Akbar; Wijaya, Dwi Aditya; Berlian, Muhamad Haikal; Putri, Najwa Alya; Safira, Radhita Azzahrani; Fayyaza, Talitha Aqila; Prasetiyo, Alfian Yuda
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 1: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i1.160

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga sekitar JPL 05, 100, dan 101 Kabupaten Pasuruan tentang keselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program zero accident saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pendekatan yang digunakan mencakup penyuluhan langsung, penyebaran materi edukatif, dan simulasi keselamatan. PT. Kereta Api Indonesia berperan sebagai mitra dalam memberikan wawasan teknis terkait keselamatan perlintasan. Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman praktis masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kedisiplinan warga dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang serta pengurangan risiko kecelakaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan sukses dengan partisipasi aktif masyarakat. Perilaku positif yang terbentuk dapat membantu menurunkan angka kecelakaan serta meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah tersebut.
ENHANCING STUDENTS' UNDERSTANDING OF CONFLICT MANAGEMENT STYLES IN THE RAILWAY SECTOR Prasetiyo, Alfian Yuda; Churniawan, Erifendi; Handoko, Handoko; Kurniawan, Safrudin
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpm.v5i2.484

Abstract

This community service activity, conducted in the form of technical training, aims to enhance students' understanding of various conflict management styles possessed by each individual. In this activity, participants are given the opportunity to identify the conflict management styles they use in dealing with different situations. Once participants understand their respective conflict management styles, the speakers provide an in-depth explanation of the advantages and disadvantages of each style. Additionally, participants are given insights into strategies that can be applied to effectively manage conflicts based on their conflict management styles. This activity was attended by 118 participants from the railway sector. Its implementation consists of three main stages. The first stage is a pre-test aimed at identifying participants’ initial understanding of conflict management styles. The second stage involves measuring each participant’s conflict management style using the Rahim Organizational Conflict Inventory II (ROCI-II), a valid and reliable instrument for categorizing individual conflict management styles. The third stage is the material delivery session, which focuses on a deeper understanding of the characteristics, advantages, and limitations of each conflict management style. Based on the measurement results, it was found that the majority of participants, specifically 97.5%, tend to use the collaborating conflict management style, which emphasizes cooperation and finding mutually beneficial solutions. Meanwhile, 2.5% of participants exhibit a tendency to use the avoiding conflict management style, characterized by efforts to evade conflicts in certain situations. These findings provide an overview of students’ preferences in handling conflicts and serve as a foundation for developing strategies to improve conflict management skills more effectively in the future.
The Influence of EMU Driver Education and Training on Train Driver Competency Indonesian High Speed Rail “Whoosh” Handoko, Handoko; Atik Siti Kuswati; Nanda Ahda Imron; prasetiyo, Alfian yuda
Journal of Railway Transportation and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jrtt.v3i1.36

Abstract

The Jakarta Bandung High Speed Train is a mass transportation that is a long-term permanent solution that is expected to overcome road traffic congestion on urban roads and roads to Bandung, two areas that are projected in the future to become megapolitan areas, roads in the surrounding area, reduce carbon emissions and air pollution, as well as effective steps to shift private vehicle users to mass transportation effectively (Ministry of Transportation, 2022). In order to increase the competence of the crew of fast train railway facilities, PT Kereta Cepat Indonesia China (PT.KCIC) in collaboration with the Indonesian Railway Polytechnic in Madiun organized EMU Driver education and training. The following is the number of EMU Driver education and training participants who do not yet have a certificate of competence for the crew of fast train railway facilities. While the questionnaire results on the Railway Suggestion crew competency variable are also dominated by answers agreeing or with an average of 82.99%. With these results it can be interpreted that after attending EMU Driver education and training affects the Competence of the Railway Facilities Crew where the results of the regression analysis obtained Y21.323 + 0.412. The intercept value is 21,323 which means that without the X variable, the competence of the crew of the railway facilities remains the value, namely 21,323. The t test data has a t count of 5.821 while the t table at the 5% level for 32 respondents is 2.014. Because t count t table then Ho is rejected and Ha is accepted. with a significance value of 0.000 (0.0000.05) This can be interpreted that EMU Driver education and training has a positive and significant effect on the competence of the crew of railway facilities.
Karimah Work Ambition : Solusi Peningkatan Knowledge Application Melalui Self Efficacy Prasetiyo, Alfian Yuda
Journal of Economics, Management, and Business Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : UP2MF Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/magna.v3i1.6749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teori resource based theory yaitu sumber daya manusia yang terdiri dari personal attributes berupa karimah work ambition yang mampu meningkatkan kemauan individu untuk memanfaatkan pengetahuan tanpa keluar dari nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode Structure Partial Least Square (PLS-SEM). Populasi pada penelitian ini adalah siswa pada program studi Manajemen Transportasi Perkeretaapian PPI Madiun sebanyak 66 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Non Probability yaitu dengan sampling jenuh (sensus). Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa karimah work ambition berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap knowledge application melalui self efficacy. penelitian ini akan bekontribusi pada pengembangan teori dan literatur mengenai karimah work ambition. Selain itu secara manajerial penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada para manajer bagaimana untuk menumbuhkan kemauan individu dalam menggunakan pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan yang dimiliki individu penting dalam rangka meningkatkan eksistensi perusahaan. Individu yang memiliki pengetahuan yang superior belum bisa menjadi aset stratejik jika perusahaan belum bisa memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki.
PERANCANGAN PROTOTIPE EARLY WARNING SYSTEMBERBIAYA MURAH UNTUK PERLINTASAN SEBIDANG TANPA PENJAGAAN Satria, Galih; Oktaria, Dhina Setyo; Prodjodjowati , Ika Setyorini; Prasetiyo, Alfian Yuda
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 03 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlintasan sebidang tanpa penjagaan masih banyak ditemui disepanjang lintas kereta api dan masih sering dijumpai kecelakaan antara pengguna jalan dengan kereta api dikarenakan ketidaktahuan adanya datangnya kereta api. Perancangan Prototipe Early Warning System bertujuan memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan tentang kedatangan kereta api. Dengan biaya yang terjangkau diharapkan dapat dimanfaatkan pada perlintasan sebidang tanpa penjagaan. Komponen utama dari EWS adalah sensor inductive proximity yang mendeteksi pergerakan kereta api. Mikrokontroler Arduino Uno R3 berperan mengendalikan sistem, mengumpulkan data sensor, dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Sistem peringatan meliputi lampu peringatan berkedip dan bunyi peringatan untuk memberi tahu pengguna jalan tentang kedatangan kereta. Keuntungan yang didapatkan dengan penerapan EWS ini adalah memberikan prioritas keselamatan kepada pengguna jalan pada perlintasan sebidang dengan menggunakan teknologi yang terjangkau, sederhana, dan efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan di perlintasan sebidang tanpa penjagaan.
Innovation In Renewable Energy Systems: Utilization Of Piezoelectric Sensors On Railway Tracks To Harvest Vibration Energy PUTRA BUDIMAN, FIRJATULLAH AKBAR; Pandya, Bagas; Kusuma, Anung; Fadhilah, Hasna; Dewi, Puspita; Prasetiyo, Alfian Yuda; Nurhadi, Muhamad
Journal of Railway Transportation and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jrtt.v4i2.57

Abstract

Green energy development prioritizes sustainable sources like solar, wind, biomass, and geothermal to combat climate change and resource depletion. In this context, piezoelectric technology offers a promising solution for energy harvesting from vibrations and mechanical stresses, such as those generated by vehicles or trains. This technology converts mechanical pressure into electrical energy via polarization changes within piezoelectric materials. This system has proven effective in powering electronic devices and signaling systems at railway level crossings, especially in remote areas lacking grid access. This study employs a descriptive method with a quantitative approach, utilizing experimental data. Data acquired from experiments conducted with the device positioned at a railway level crossing, observing passing trains and various motor vehicles including cars, trucks, and buses, indicated a generated power of 18,185 watts. With the series installation of ten such devices, a total power output of 165.44 Watts per day can be achieved, which is sufficient to meet the energy demands of the signaling system. The harvested energy powers signaling systems, lighting, and other electronic equipment at level crossings. Implementing this technology not only enhances sustainability through renewable energy use but also reduces reliance on external electricity supplies. Consequently, piezoelectric technology significantly improves operational efficiency and railway safety, particularly at level crossings.
PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PENJAGA DAN TEKNISI SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN PADA KANTOR DISTRIK NAVIGASI KELAS III PONTIANAK Yasmin, Devi; Prasetiyo, Alfian Yuda
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 13 No 1 (2017): JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.417 KB) | DOI: 10.29406/jmm.v13i1.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai penjaga dan teknisi sarana bantu navigasi pelayaran pada Kantor Distrik Navigasi Kelas III Pontianak. Sampel menggunakan metode sampling jenuh yaitu dengan memilih langsung semua pegawai sebanyak 47 orang. Data dianalisis dengan regresi linier sederhana, koefisien korelasi sederhana, koefisien determinasi dan uji F dengan bantuan software SPSS 19.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi linear sederhana Y=88,669+0,022 X yang artinya jika stress kerja (X) sama dengan nol maka kinerja (Y) sebesar 88,669 satuan dan setiap kenaikan satu satuan stress kerja maka kinerja akan naik sebesar 0,022 satuan. Hasil Koefisien Korelasi Sederhana nilai korelasi antara stress kerja dan kinerja sebesar 0,488 yang berarti memiliki korelasi linear positif yang rendah. Hasil Koefisien Determinasi/R square sebesar 0,238. Dengan demikian variasi perubahan kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel stress kerja sebesar 23,8%, sedangkan sisanya 76,2% diterangkan oleh variabel di luar model persamaan regresi dalam penelitian ini. Hasil uji f pada pengujian hipotesis ini H1 diterima yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas  sig. < 0,05.  Hal ini menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana dapat digunakan dalam memprediksi hubungan stress kerja dan kinerja pegawai.Kata kunci:  Stress kerja dan kinerja karyawan
Pelatihan Penggunaan Flowchart untuk Meningkatkan Kemampuan Algoritma Pemrograman di SMK Negeri 1 Ngawi Teguh Arifianto; Sunaryo Sunaryo; M Afif Amalul Arifidin; Andri Pradipta; Puspita Dewi; Alfian Yuda Prasetiyo; Agil Pranutianingrum; Ajeng Sabhina Putri Sahara; Eko Yunianto Adi Cahyono; Lamijan Lamijan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v3i1.275

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kemampuan algoritma dan logika pemrograman yang baik, khususnya di bidang jaringan komputer dan telekomunikasi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Ngawi pada 29 Oktober 2024 dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami dan menerapkan konsep dasar algoritma dan logika melalui pendekatan visual berbasis flowchart. Kegiatan ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu persiapan materi, koordinasi dengan sekolah, pelaksanaan pelatihan berupa teori, demonstrasi interaktif, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menyusun flowchart dan memecahkan persoalan pemrograman sederhana. Selain itu, umpan balik dari peserta dan pihak sekolah sangat positif sehingga direncanakan pengembangan kegiatan pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih kompleks. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pelatihan vokasi berbasis visualisasi algoritma yang dapat diterapkan di sekolah kejuruan lainnya.
PENINGKATAN LITERASI KECERDASAN BUATAN (AI) BAGI PELAKU UMKM MELALUI WORKSHOP "UMKM NAIK KELAS DENGAN AI" Hesti Widianti; Zakiyah Joban; MA Irfan Rahmana; Ari Pranaditya; Dwi Indriastuti; Alfian Yuda Prasetyo; Eliya Tuzaka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39345

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi digital menjadi hambatan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing usaha. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi AI pelaku UMKM, mencakup hardskill teknis penggunaan tools AI dan softskill digital (kepercayaan diri dan mindset adaptif) melalui workshop interaktif berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi kebutuhan, pelatihan terstruktur, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala, melibatkan 50 pelaku UMKM sebagai mitra. Pelatihan berfokus pada penguasaan empat tools AI: ChatGPT, Google Gemini, Canva AI, dan CapCut, dengan pendekatan prompt engineering berbasis template terstruktur lima komponen. Sistem evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test sebanyak 20 butir pertanyaan yang mengukur pemahaman konsep AI, kemampuan membuat prompt terstruktur, dan kepercayaan diri digital, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan skor minimum 50% pasca kegiatan.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman konsep AI sebesar 55%, kemampuan membuat prompt terstruktur meningkat 64%, Kemampuan produksi konten via ChatGPT meningkat 65%, Desain visual via Canva AI meningkat 63% dan kepercayaan diri digital meningkat signifikan sebesar 63%. Program ini menyimpulkan bahwa perubahan mindset merupakan prasyarat utama adopsi teknologi, dan pemanfaatan AI secara konsisten mampu berperan sebagai asisten konten, marketing, dan ide bisnis bagi UMKM secara mandiri.Abstract: Low digital literacy remains a primary barrier for Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) practitioners in leveraging Artificial Intelligence (AI) technology to enhance business competitiveness. This community service program aims to improve AI literacy among MSME practitioners, encompassing both technical hardskills in AI tools usage and digital softskills (self confidence and adaptive mindset), through practice-based interactive workshops. The program was implemented using a series of methods including needs socialization, structured training, technology application, mentoring, and periodic evaluation, involving 50 MSME practitioners as partners. Training focused on mastering four AI tools ChatGPT, Google Gemini, Canva AI, and CapCut using a prompt engineering approach based on a structured five-component template. The evaluation system employed pre-test and post-test instruments consisting of 20 validated items measuring AI conceptual understanding, structured prompt construction ability, and digital self-confidence, with a success indicator of a minimum 50% score improvement post-activity. Evaluation results demonstrated a 55% improvement in AI conceptual understanding, a 64% increase in structured prompt construction ability, a 65% enhancement in content production capability via ChatGPT, a 63% improvement in visual design skills via Canva AI, and a significant 63% boost in digital self-confidence. The program concludes that a mindset shift is the primary prerequisite for technology adoption, and that consistent AI utilization enables MSMEs to independently leverage AI as an assistant for content creation, marketing, and business idea generation.