Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS WORTEL DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PMB H KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Hanifah, Hanifah; Agustina Sari; Fenni Valianda Amelia Ramadhan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8830

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO tahun 2021, angka kejadian dismenore cukup tinggi di seluruh dunia. Rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8-81% dan di Indonesia sebesar 64,25%. Kabupaten Garut pada tahun 2022 tercatat sebanyak 68,8% wanita mengalami dismenore. Salah satu upaya dalam penanganan dismenore yaitu menggunakan jus wortel dan kompres hangat dimana kandungan betakaroten pada wortel mempengaruhi sistem prostaglandin yang dapat menghambat nyeri dan kompres hangat dapat meningkatkan relaksasi otot-otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan serta memberikan rasa hangat lokal. Tujuan; untuk mengetahui perbandingan intensitas nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan jus wortel dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: Intensitas nyeri haid pada Nn. A sebelum diberikan jus wortel dengan skor skala nyeri 6 menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada Nn. R sebelum diberikan kompres hangat minuman kunyit asam dengan skor skala nyeri 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus wortel dengan kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kompres hangat lebih cepat mengatasi nyeri. Saran: Diharapkan remaja putri dapat melakukan penanganan secara mandiri sebagai perawatan sehari-hari dalam mengatasi dismenore dengan menggunakan minuman jus wortel dan kompres hangat sebagai salah satu cara yang aman untuk dilakukan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER DAN AKUPRESURE PERIKARDIUM 6 TERHADAP PENURUNAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB NY. W KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Damayanti, Winda Tuty; Agus Santi Br. Ginting; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8832

Abstract

Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Studi pendahuluan di wilayah puskesmas Citeras jumlah kunjungan ke puskesmas dari 46 ibu hamil terdapat 36 orang diantaranya mengalami mual muntah. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan aromaterapi selain itu cara lainnya dengan pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender dan Akupresure perikardium 6 terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil sebanyak 2 orang di PMB Ny. W. Hasil penelitian menunjukkan pemberian aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Sebelum diberikan aromaterapi lavender frekuensi mual muntah sebanyak 2 kali per hari dan tidak lagi mual muntah setelah 3 hari diberikan aromaterapi lavender. Sedangkan pemberian akupresur P6 efektif dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Sebelum diberikan akupresur frekuensi mual muntah sebanyak 2 kali per hari dan tidak lagi mual muntah setelah 7 hari diberikan akupresur. Pemberian aromaterapi lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan akupresur namun pada waktu 7 hari intervensi sama-sama efektif. Diaharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih berkualitas dalam memberikan asuhan pada ibu hamil yang mengalami mual muntah.
PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN LABU SIAM TERHADAP HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI TPMB E KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Karlina, Euis; Agustina Sari; Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8845

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO, angka kejadian hipertensi dalam kehamilan di seluruh dunia berkisar antara 0,51%-38,4%. Penyebab kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh perdarahan 28% dan hipertensi 29%, meskipun penyebab lain-lain juga masih tinggi yaitu 24%. Langkah yang dilakukan guna mencegah hipertensi dalam kehamilan meliputi upaya farmakologi dan nonfarmakologi seperti mengkonsumsi mentimun dan atau labu siam dengan cara di jus. Banyaknya angka kejadian hipertensi ini perlu dicegah karena hipertensi dapat menyebabkan angka kematian. Tujuan; untuk mengetahui perbandingan pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: Pemberian jus mentimun efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 130/85 dalam 3 minggu. Pemberian labu siam efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 120/80 dalam 3 minggu. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian labu siam lebih efektif dibandingkan jus mentimun dalam menurunkan tekanan darah. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan dan pengetahuan ibu hamil dan keluarga atau masyarakat pada umumnya dalam mengetahui mengenai cara menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi labu siam sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri sehingga dapat mengurangi risiko pada kehamilan.
PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DAN RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA WANITA MENOPAUSE DI PMB NY. S KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Sandi, Sri Waluyati; Fani Hanifah; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9055

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data di Puskesmas Sukamulya pada tahun 2022 sebanyak 135 orang wanita menopause mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh cemas 22,9%, kebiasaan tidur larut malam 28,1%, sakit 18,5%, sering terbangun 30,3%. Dampak dari gangguan tidur pada ibu menopause apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan hidroterapi kaki dan aromaterapi. Tujuan; untuk mengetahui pemberian aromaterapi lemon dan rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur pada wanita menopause. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang wanita menopause yang mengalami gangguan tidur. Hasil Penelitian: Pemberian aromaterapi lemon efektif daslam meningkatkan kualitas tidur skor PSQI dari 11 pada kunjungan pertama menjadi 7 pada kunjungan kedua dan tetap 7 pada kunjungan ketiga. Pemberian rendaman kaki dengan air hangat juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI dari 11 pada kunjungan pertama menjadi 5 pada kunjungan kedua dan tetap 5 pada kunjungan ketiga. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara pemberian air rendam hangat pada kaki dan aromaterapi lemon terhadap kualitas tidur wanita menopause dimana rendam kaki dengan air hangat memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih signifikan. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mengatasi kualitas tidur pada ibu menopause dengan terapi nonfarmakologi menggunakan rendaman kaki dengan air hangat dan pemberian aromaterpi lemon.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH DAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI TPMB Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Susanti, Yanti; Aprilya Nency; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9056

Abstract

Angka kejadian dismenore di Kabupaten Garut pada tahun 2022 sangat tinggi, tercatat sebanyak 68,8% wanita mengalami dismenore sedangkan di Puskesmas Karangpawitan tercatat sebanyak 648 remaja mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak jahe dan ekstrak kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian rebusan jahe merah dan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi jahe terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jahe merah dengan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Kanker Payudara Terhadap Pengetahuan, Perilaku dan Keterampilan Sadari pada Wanita Usia Subur yang Berkunjung ke Pmb Utami Dewi di Cihideung Bogor Tahun 2023 Yasmin Raihanny; Kuswati Kuswati; Agustina Sari
Student Research Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i4.1396

Abstract

. Health education is to change the knowledge, attitudes and skills of individuals or community groups in the health sector, promote and maintain healthy lifestyles, and be active in achieving optimal health. The aim of this research is to see the effect of breast cancer health education on knowledge, behavior and BSE skills in women of childbearing age who visit PMB Utami Dewi in Cihideung Bogor in 2023. This research method is to use a Quasi Experiment with a one group pretest posttest research design. So the sample in this study amounted to 30 respondents. This research instrument uses a questionnaire containing knowledge, behavior and skills regarding BSE. Based on the results of the paired sample t test, it shows a significance value of 0.000, so it can be concluded that breast cancer health education influences knowledge, behavior and awareness skills in women of childbearing age who visit Pmb Utami Dewi in Cihideung Bogor in 2023.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE DAN DAUN MINT TERHADAP PENURUNAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI PUSKESMAS PASIRKUDA KABUPATEN CIANJUR Nurmanasari, Winda; Salfia Darmi; Agustina Sari; Mirnawati, Mirnawati; Rosa, Rosa; Dida Parida; Helfrida Jelani Edor
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint of nausea and vomiting experienced by pregnant women in the first trimester due to increased estrogen and hCG hormone levels. If left untreated, this condition can cause dehydration, electrolyte imbalance, weight loss, and decreased maternal well-being. A non-pharmacological effort that can be applied to reduce these symptoms is the administration of ginger (Zingiber officinale) and mint leaf (Mentha piperita) boiled water, both known to have natural antiemetic effects. This study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group design. The population consisted of first-trimester pregnant women experiencing emesis gravidarum in the working area of Pasirkuda Health Center, Cianjur Regency. A total of 56 respondents were divided into two treatment groups: one received ginger boiled water, and the other received mint leaf boiled water. The intervention was administered twice daily for seven consecutive days. The level of emesis gravidarum was measured using the PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea) scale before and after the intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test to determine within-group differences and the Independent Sample t-Test to compare effectiveness between groups. The results showed a significant difference in emesis gravidarum levels before and after the intervention in both groups (p = 0.024, p < 0.05). The reduction in PUQE scores was greater in the mint leaf group than in the ginger group, indicating that mint was more effective in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. Suggestion Pregnant women are advised to consume mint leaf boiled water regularly as a natural way to reduce nausea and vomiting, accompanied by maintaining a balanced diet, adequate rest, and sufficient fluid intake during pregnancy.