Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Enterprise Architecture di Divisi HRGA Pada Perusahaan Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Calvin Albert Alfaro Sitepu; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Human Resource and General Affairs (HRGA) di Wahana Musik Indonesia (WAMI), sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di industri musik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya integrasi sistem informasi antar divisi dan dominasi proses manual dalam pengelolaan data sumber daya manusia, yang berdampak pada efisiensi operasional dan lambatnya pengambilan keputusan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menggunakan kerangka kerja TOGAF versi 10 dengan pendekatan Architecture Development Method (ADM), serta metodologi Design Science Research Methodology (DSRM) untuk pengembangan dan evaluasi artefak. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan forum diskusi. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur menyeluruh yang mencakup domain bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, serta roadmap implementasi. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat akses informasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real-time. Selain manfaat praktis bagi WAMI, penelitian ini juga berkontribusi secara akademik dalam penerapan EA berbasis TOGAF untuk pengelolaan SDM. Kata Kunci— enterprise architecture, TOGAF, sistem informasi, HRGA, arsitektur bisnis
Perancangan Enterprise Architecture pada Divisi Lisensi dan Bisnis Departement Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Mohamad Faisal Bahri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang enterprise architecturepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) Divisi Lisensi dan Bisnisdengan framework TOGAF 10. Latar belakang penelitian iniadalah belum terintegrasinya sistem informasi yang menyebabkanhambatan proses bisnis dan efisiensi operasional. Penelitiandilakukan dengan metode Design Science Research melaluitahapan TOGAF ADM dari preliminary phase hingga migrationplanning. Hasilnya berupa blueprint arsitektur bisnis, data,aplikasi, dan teknologi yang mendukung integrasi sistem,digitalisasi, serta peningkatan kualitas layanan. Blueprint inidiharapkan menjadi acuan implementasi enterprise architectureuntuk mendukung strategi bisnis dan transformasi digital WAMI.Kata kunci— enterprise architecture, TOGAF 10, WAMI,lisensi musik, integrasi sistem, digitalisasi
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi Pada Aset It Pt. Super Pembayaran Indonesia Berdasarkan Iso/Iec27005:2022 Muh. Alfian Asri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menerapkan ISO/IEC 27005:2022 dalam manajemen risiko keamanan informasi pada aset IT di PT. Super Pembayaran Indonesia (PT. SPI). Saat ini, PT. SPI memiliki manajemen risiko yang belum terstruktur khususnya terkait dengan aset IT, seperti hardware, software, dan data sensitif yang akan sangat berisiko terhadap operasional dan reputasi perusahaan. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap risiko yang ada pada aset IT PT. SPI dengan mengacu pada tahapan Context Establishment, Risk Assessment, dan Risk Treatment berdasarkan ISO/IEC27005:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki 47 risiko untuk ditangani. Dari 47 risiko tersebut, penelitian ini mengidentifikasi 9 risiko dengan grade A sebagai prioritas utama yang perlu segera ditangani. Risiko-risiko ini mencakup ancaman pada aset utama dan perangkat keras yang dapat mempengaruhi data sensitif serta infrastruktur fisik perusahaan. Rekomendasi mitigasi yang diberikan mengacu pada kontrol annex A pada ISO/IEC/ IEC 27001:2022 yang mencakup langkah-langkah penting seperti peningkatan kontrol akses, penggunaan enkripsi untuk data sensitif, serta penguatan pengamanan infrastruktur fisik untuk mencegah kerusakan dan kebocoran data. Penelitian ini juga memberikan panduan yang berharga bagi perusahaan fintech lainnya dalam meningkatkan manajemen risiko keamanan informasi di dunia digital yang terus berkembang. Kata kunci : Manajemen Risiko, Keamanan Informasi, ISO/IEC27005:2022, ISO/IEC27001:2022, Aset IT, PT. Super Pembayaran Indonesia, Fintech.
Perancangan Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor Menggunakan ISO 27005:2022 Zhillan Andru Atharsad; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi merupakan aspek krusial dalam era digital, terutama bagi instansi pemerintah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor. Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serangan siber di Indonesia meningkat signifikan, dengan sektor pemerintahan sebagai salah satu target utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengelolaan risiko keamanan informasi di Diskominfo Kabupaten Bogor menggunakan standar ISO/IEC 27005:2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Science Research (DSR). Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis dokumen, dan studi literatur. Proses manajemen risiko mengikuti kerangka kerja ISO/IEC 27005:2022, meliputi context establishment, risk assessment, dan risk treatment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 119 risiko, terdiri dari 3 risiko sangat tinggi, 2 risiko tinggi, 18 risiko sedang, 16 risiko rendah, dan 80 risiko sangat rendah. Risiko dengan tingkat sangat tinggi hingga sedang yaitu sebanyak 23 risiko kemudian diberi rekomendasi kontrol sesuai ISO/IEC 27001:2022. Kata kunci— manajemen risiko, keamanan informasi, SNI ISO/IEC 27005:2022
Perancangan Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi Pada PT. XYZ Menggunakan ISO 27005:2022 Rico Galuh Pamungkas; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi adalah aspek krusial bagi kelangsungan bisnis, termasuk bagi PT. XYZ yang bergerak di bidang konstruksi dan properti. Perusahaan ini belum memiliki sistem manajemen risiko keamanan informasi yang terstruktur dan juga belum memiliki prioritas terhadap resiko yang telah dilakukan, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman digital. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem pengelolaan risiko keamanan informasi dengan mengacu pada standar internasional ISO/IEC 27005:2022. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Divisi TI PT. XYZ, penelitian ini mengacu dan mengikuti pada tahapan sistematis standar tersebut yang meliputi penetapan konteks, penilaian risiko, dan penanganan risiko. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 87 potensi risiko dari total aset TI yang dimiliki perusahaan. Setelah dievaluasi berdasarkan kriteria penerimaan risiko, ditemukan 18 risiko dengan level sedang hingga sangat tinggi yang memerlukan penanganan lebih lanjut melalui implementasi kontrol keamanan yang spesifik. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan pengelolaan risiko yang tervalidasi dan siap menjadi fondasi bagi PT. XYZ untuk meningkatkan tata kelola keamanan informasinya secara efektif. Kata Kunci: manajemen risiko, keamanan informasi, ISO/IEC 27005:2022, aset TI, studi kasus
Perancangan Pengelolaan Risiko Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 2019 pada Area Risk di PT. Gading Bhakti Utama Vabrizio Rivelino Ramadhan Moreno; Widyatasya Agustika Nurtrisha; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) mendorong perusahaan seperti PT. Gading untuk segera melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional, keamanan informasi, dan daya saing di industri. Namun, tantangan yang sering dihadapi adalah kurang optimalnya tata kelola dan manajemen risiko TI, yang dapat mengakibatkan kegagalan implementasi inisiatif digital dan meningkatnya potensi risiko teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga domain prioritas dalam tata kelola dan manajemen risiko TI di PT. Gading, yaitu DSS05 Managed Security Services, MEA04 Managed Assurance, dan APO01 Managed I&T Framework. Ketiga domain ini selanjutnya dianalisis lebih lanjut berdasarkan tujuh komponen kemampuan tata kelola TI untuk menghasilkan rekomendasi, perancangan solusi, serta roadmap implementasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi PT. Gading dalam memperkuat tata kelola dan pengelolaan risiko TI yang berkelanjutan, serta menjadi referensi praktis bagi organisasi lain dalam mengembangkan manajemen risiko TI yang selaras dengan strategi bisnis. Kata kunci : tata kelola TI, manajemen risiko, COBIT 2019, IT governance, PT.
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Bagian Teknik di Lembaga Penyiaran Publik Tvri Jawa Barat Dengan Framework Iso/Iec 27005:2022 Gede Dipta Narayana; Widyatasya Agustika Nurtrisha; Ridha Hanafi
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v4i1.11136

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat sangat bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dikelola oleh Bagian Teknik untuk menjaga kontinuitas operasional di tengah era disrupsi digital. Namun, observasi internal menunjukkan bahwa Bagian Teknik belum memiliki proses manajemen risiko TI yang terstruktur dan masih mengandalkan mekanisme pelaporan manual kepada PIC (person in charge) yang bersifat reaktif. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam menghadapi ancaman siber dan teknis yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah panduan manajemen risiko TI yang sistematis dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk proses utama manajemen risiko, serta COBIT 2019 untuk identifikasi profil risiko dan penetapan kontrol. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 risiko TI potensial, yang setelah melalui proses analisis diklasifikasikan menjadi satu (1) risiko dengan level High, sembilan (9) risiko dengan level Medium, dan sepuluh (10) risiko dengan level Low. Berdasarkan evaluasi, ditetapkan 10 risiko prioritas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk risikorisiko tersebut, dirumuskan respon risiko berupa modification (9 risiko) dan sharing (1 risiko), serta penetapan kontrol relevan yang mengacu pada COBIT 2019 dan Annex A ISO/IEC 27001:2022, yang dikelompokkan ke dalam aspek People, Process, dan Technology.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN SMART VILLAGE PILAR SMART PEOPLE, LIVING, DAN MOBILITY MENGGUNAKAN TOGAF ADM 9.2: STUDI KASUS DESA BENGKEL Ni Putu Prema Shanty; Luthfi Ramadani; Widyatasya Agustika Nurtrisha
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6544

Abstract

t ini Indonesia, melalui program pemerintah pusat, melakukan percepatan pembangunan negara dengan cara menerapkan konsep smart village, yaitu pendekatan perencanaan berkelanjutan di tingkat desa yang mengedepankan pembangunan berbasis teknologi untuk pembangunan. Konsep smart village mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs) melalui enam pilar utama yang menjadi acuan dalam pelaksanaan smart village, di antaranya smart people; smart living; smart environment; smart government; smart economy, dan smart mobility. Penelitian ini dilakukan di Desa Bengkel yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali yang sudah menunjukkan komitmennya untuk menerapkan konsep smart village terutama pada bidang kesehatan, pendidikan, kreativitas, dan infrastruktur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan studi literatur, yang bertujuan untuk memberikan solusi dengan adanya perancangan enterprise architecture pada konsep smart village dengan menggunakan framework TOGAF 9.2 yang terdiri dari fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application, Technology Architecture, Opportunities and Solution, hingga Migration Planning yang berfokus pada pilar smart people, smart living dan smart mobility. Hasil dari penelitian ini berupa blueprint enterprise architecture dan architecture roadmap yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan lebih lanjut dari smart village di Desa Bengkel. Blueprint ini diharapkan dapat membantu dalam merencanakan dan mengimplementasikan teknologi dan sistem yang mendukung pembangunan desa yang cerdas dan berkelanjutan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 Pa-da Risk Profile (Enterprise/IT Architecture, Hardware Incidents, IT Opera-tional Infrastructure Incidents, dan IT-Investment Decision Making, Port-folio D Suffy Aurora Khairunnisa; Widyatasya Agustika Nurtrisha; Dhata Praditya
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6485

Abstract

PT. XYZ, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, membutuhkan manajemen risiko teknologi informasi yang efektif untuk mendukung operasionalnya. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan internet, peran TI menjadi semakin penting. Saat ini, PT. XYZ belum memiliki kerangka kerja formal untuk manajemen risiko TI, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisisnya menggunakan framework ISO/IEC 27005:2018. Penelitian ini melibatkan proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan risiko sesuai dengan panduan ISO/IEC 27005. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Penilaian risiko dilakukan dengan mengacu pada COBIT 2019, mencakup aspek seperti Enterprise/IT Architecture, Hardware Incidents, IT Operational Infrastructure Incidents, dan IT-Investment Decision Making, Portfolio Definition and Maintenance. Implementasi manajemen risiko ini membantu mengatasi berbagai risiko yang ditemukan. Dari penilaian yang dilakukan, teridentifikasi 21 risiko, dengan delapan (8) di antaranya berisiko tinggi, lima (5) berisiko sedang, dan delapan (8) lainnya berisiko rendah. Mitigasi risiko dilakukan dengan mengikuti panduan dari COBIT 2019 untuk mendukung kelancaran operasional dan mengurangi dampak negatif dari risiko TI. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi perusahaan dan peneliti di masa depan.
ANALISIS IT RISK MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 Pada Risk Profile Logical Attacks, Program and Projects Lifecycle Management, Software Adoption/Usage Problems, dan Unauthorized Actions (Studi Kasus: PT XYZ) Raif Fawwazdzaky; Widyatasya Agustika Nurtrisha; Dhata Praditya
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6484

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang beroperasi di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). PT XYZ memiliki divisi ERM yang mengelola risiko, namun belum ada pendekatan khusus untuk mengelola risiko di unit IT. Hal ini dapat menyebabkan risiko terkait teknologi informasi belum terkelola dengan baik dan berpotensi mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi potensi risiko yang mungkin muncul dalam kegiatan operasional unit IT PT XYZ, serta memberikan rekomendasi untuk menerapkan rekomendasi untuk penerapan manajemen risiko yang efektif. Dalam penelitian ini, framework ISO 27005 dipilih sebagai standar untuk pengelolaan risiko, sementara identifikasi risiko dilakukan dengan mengadopsi COBIT 2019 sebagai referensi daftar risiko. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan stakeholder terkait. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 23 risiko, terdiri dari 8 risiko yang memiliki tingkat risiko Low, 7 risiko yang memiliki tingkat risiko Medium, 5 risiko yang memiliki tingkat risiko High, dan 3 risiko yang memiliki tingkat risiko Crisis. Dari total 23 risiko tersebut, 15 diantaranya akan diprioritaskan untuk penanganan dengan kontrol yang sesuai menggunakan framework COBIT 2019 dan NIST SP 800-53 sebagai panduan tambahan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa risiko-risiko tersebut dapat dikelola secara efektif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional unit IT di PT XYZ, meminimalkan potensi gangguan, dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Co-Authors Afif, Fuad Al Akbar, Rafli Firdaus Akram, Muhammad Nawal Al` Arobi, M Misbachul Ummah Andyas, Muhammad Anugerah Arief , Aqilah Auni Arimurti, Nurfadhilah Azzahra Arti, Rohimin Imani Asti Amalia Nur Fajrillah Aydila, Aisyah Wulan Azuraliyawan, Tiara Baiq Vidisasca Suhita Burhanudin, Rifki Calvin Albert Alfaro Sitepu Dahlan , Rayan Fahlevi Danindra, Muhammad Dhata Praditya Dhata Praditya Dino Caesaron Djamal, Anjani Aulia Zahra Falahah . Fariz Prima Fauzi, Rokhman Fawaji, Moch Rafi Fitriyana Dewi Gede Dipta Narayana Gustriandita, Tiara Shalsabilla Hidayah, Sabrina Hilal Arqaan Pratama Hilal Arqaan Pratama Ichsan, Fairuz Iqbal Santosa Jannah, Putri Raudatul Khaerunisa Nur Ikrima Lailatuth Thohiroh, Elvira Luthfi Ramadani Madjid , Cheta Kusuma Margareta Hardiyanti Mifta Ardianti Mohamad Faisal Bahri Muh. Alfian Asri Muhammad Haikal Qolby Muhardi Saputra Nabeel Azhar Garnida Nabila Cindy Putri Nadhifah, Kamilia Nurun Najla Alya Rahadianti Narayana , Gede Dipta Narayana, Gede Dipta Ni Made Sarasamhita Kirana Sadu Ni Putu Prema Shanty Nugraha, Ryan Adithya Paramasanti , Bernadeta Regina Pasaribu, Magdalena Edelways Enjelina Pramoedya, Rydho Helmy Putra Fajar Alam Rachmadita Andreswari Raden Roro Hanin Ramadhan Yusriyahti Rahmat Mulyana Rahmat Mulyana Rahmat Mulyana Raif Fawwazdzaky Ramadani, Lutfhi Raynaldi Aprilliano Rico Galuh Pamungkas Ridha Hanafi Ridha Hanafi Hanafi Ryan Adhitya Nugraha Safrina, Savanny Putri Salman Alfarisi, Dhiaulhaq Sinung Suakanto Suffy Aurora Khairunnisa Suhita, Baiq Vidisasca Sujadi, Salma Andini Vabrizio Rivelino Ramadhan Moreno Wagge, Al Ferdaus Leon Widjaya, Kadek Cahya Mira Yuli Adam Prasetyo Yusriyahti, Raden Roro Hanin Ramadhan Zhillan Andru Atharsad