Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : jurnal niara

Proses Adopsi Program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) Di Kabupaten Pesisir Selatan Charmini Arsih, Charlly; Fuad Madarisa; Gunarif Thaib
Jurnal Niara Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.17 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i2.5999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) karakteristik peternak dan ternak peserta AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan, 2) persepsi peternak terhadap program AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan, 3) proses adopsi program AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan, dan 4) persepsi peternak terhadap keberlanjutan program AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan. Data penelitian terdiri atas karakteristik peternak, karakteristik ternak, persepsi peternak, sifat inovasi program, proses adopsi inovasi, dan kategori adopter. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisa data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umumnya peternak di Kabupaten Pesisir Selatan berumur 30-49 tahun dengan jenis kelamin hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan, tingkat pendidikan SMA, jumlah ternak 1-3 ekor sapi, pengalaman beternak 1-9 tahun, tingkat pendapatan 1-2 juta rupiah, dan merupakan anggota kelompok tani/ternak. Karakteristik ternak yang mengikuti program AUTS/K merupakan jenis ternak sapi, memiliki identitas berupa eartag, umur ternak 4-10 tahun, dan berjenis kelamin betina. Persepsi peternak terhadap manfaat program AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan umumnya sangat baik pada aspek memberikan rasa aman dan perlindungan, AUTS/K sebagai alat penyebar risiko, dan AUTS/K dapat meningkatkan kegiatan usaha. Proses adopsi inovasi program AUTS/K oleh peternak di Kabupaten Pesisir Selatan umumnya dimulai pada tahap pengetahuan, tahap persuasi, tahap keputusan, tahap implementasi, dan tahap konfirmasi. Keberlanjutan program AUTS/K di Kabupaten Pesisir Selatan sangat baik. Saran untuk penelitian ini agar pemerintah dapat membantu meningkatkan pengetahuan peternak terhadap program AUTS/K sehingga tingkat adopter menjadi bertambah. Selain itu, untuk penelitian selanjutnya agar dapat lebih menyempurnakan kekurangan yang ada pada penelitian ini menjadi lebih baik
Pengaruh Aktivitas Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Perubahan Sikap Komunitas Pemburu Babi Tentang Bahaya Penyakit Rabies Di Provinsi Sumatera Barat Afri Musweri; Sri Wahyuni; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 17 No. 1 (2024): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i1.20545

Abstract

Upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui aktivitas Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terus dilaksanakan mengingat masih tingginya kasus penyakit tersebut baik pada hewan maupun manusia. Salah satunya disebabkan oleh masih rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang bahaya penyakit rabies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas komunikasi informasi dan edukasi (KIE) terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat peburu babi tentang bahaya penyakit rabies di Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental (true experimental design) dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berasal dari masyarakat komunitas pemburu babi di 4 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Sijunjung, Kabupaten, 50 Kota, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat dengan jumlah sampel sebanyak 160 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 80 orang kelompok eksperimen dan 80 orang kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan nilai selisih rata-rata (mean gain score) pengetahuan dan sikap responden kelompok eksperimen (diberikan perlakuan berupa media leaflet, video dan ceramah) dengan kelompok kontrol (tidak diberikan perlakuan) berdasarkan karakteristik responden meliputi tingkat umur, pengalaman, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan program SPSS 23.0 for windows melalui uji normalitas dan homogenitas dengan taraf signifikan sebesar 5%, serta uji Two-way Annova dan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat pengaruh jenis perlakuan, lokasi serta interaksi jenis perlakuan dan lokasi dalam mempengaruhi peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan jenis perlakuan KIE dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap responden serta tidak terdapat adanya pengaruh yang nyata jika ditinjau dari perbedaan lokasi pelaksanaan kegiatan KIE. Selanjutnya terdapat interaksi lokasi dan jenis perlakuan dalam mempengaruhi peningkatan pengetahuan yang berbanding terbalik dengan perubahan sikap yang menunjukkan tidak adanya interaksi lokasi dan jenis perlakuan dalam mempengaruhi perubahan sikap responden
Analisis Partisipasi Petani Dalam Sekolah Lapang Di Kabupaten Sijunjung Liza Prayeti; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 17 No. 1 (2024): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i1.20598

Abstract

Sekolah Lapang merupakan salah satu program pembangunan pertanian oleh pemerintah yang dilakukan dengan pendekatan bottom-up, yang menuntut peran aktif petani untuk berpartisipasi pada keseluruhan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisa partisipasi petani dalam pelaksanaan Sekolah Lapang; dan (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam Sekolah Lapang, khususnya yang terjadi di Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian yaitu petani di Kabupaten Sijunjung yang melaksanakan Sekolah Lapang, dengan sampel sebanyak 93 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu; (1) Partisipasi petani dalam program Sekolah Lapang tergolong tinggi dengan persentase 76,36%, namun jika dirincikan, partisipasi pada tahap evaluasi masih berada di kategori sedang. (2) Karakteristik individu, pendekatan pembelajaran, kemampuan dan kesempatan petani merupakan faktor-faktor yang secara simultan mempengaruhi partisipasi petani dalam Sekolah Lapang sebesar 65,1% sementara sisanya sebesar 34,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Sementara secara parsial, pendekatan pembelajaran, kemampuan, serta kesempatan petani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi petani dalam program Sekolah Lapang di Kabupaten Sijunjung.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Respon Petani Padi Terhadap Sistem Tanam Jajar Legowo Di Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Yesi Muhariyantika; Fuad Madarisa; Erigas Eka Putra
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.996 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.10142

Abstract

The purpose of this research is to 1) AnalyzeThe influence between farmer characteristics and the response of rice farmers to the Jajar Legowo Planting System in X Koto Singkarak District. 2)Analyzingthe effect of the nature of innovation with the response of rice farmers to the Jajar Legowo Planting System in X Koto Singkarak District. 3)Analyzing the influence between the role of extension workers and the response of rice farmers to the Jajar Legowo Planting System in X Koto Singkarak District.The population in this study are farmers who are members of farmer groups who are trying to grow rice using the Jajar Legowo Planting System in Nagari Singkarak District X Koto Singkarak,the population of 9 rice farmer groups is 219 people. The sample was calculated using the Slovins formula with a total of 69 people. The data analysis used in this study is a quantitative descriptive analysis andMultiple linear regression analysis. Based on the results of the analysis and discussion, some conclusions can be drawn as followsCharacteristic factors of members of the age group and length of farming have a significant effect on the response of rice farmers to the jajar legowo planting system partially, while the characteristics of members of the formal education group, land area and number of family dependents have no significant effect on the response of rice farmers to the jajar legowo planting system in general. partial, the nature of innovation has a significant effect on the response of rice farmers to the jajar legowo planting system partially then the role of extension workers has a significant effect on the response of rice farmers to the jajar legowo planting system partially
Dinamika Dan Kemandirian Kelompok Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Di Kota Padang M. Bajang Ahmadi; Fuad Madarisa; Asmawi
Jurnal Niara Vol. 15 No. 3 (2023): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v15i3.10861

Abstract

Development based on groups becomes a participatory development approach pattern by involving the community directly through groups. This research aims: (1)To find out and analyze the characteristics of the members of BKM, National Slum Upgrading Program ( Program Kotaku ) in Padang city, (2)To find out and analyze the level of dynamics and independence of the BKM, National Slum Upgrading Program / Program Kotaku in Padang city and (3)To find out and analyze how much influence the characteristics of members and the level of dynamics on the independence of the BKM group in the KOTAKU Program in Padang City. This research was conducted using a quantitative approach. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires offline to the BKM members in Padang City. Data management using SPSS version 24 by linear regretion analysis. The results of the study prove the majority of BKM members in the city of Padang are women aged between 46-65 years with an average education level of high school, the characteristics partially have no effect on the independence of the BKM group, the dynamics of the BKM group partially have a significant influence on the independence of the BKM. Both of characteristics and group dynamics have a positive and significant influence on the independence of the BKM group. The results also confirm that the level of group dynamics and group independence in Padang City is in the medium category, therefore strategic efforts need to be improved. The suggestions are: 1. Efforts are needed to increase the dynamics of the BKM group in Padang City, 2. In the future, it is hoped that young/productive generations will emerge to join BKM members to be more productive and more dynamic, because the more dynamic a group is, the more independent the group will be. This research is expected to provide input for the BKM group as well as for community empowerment program stakeholders, especially the KOTAKU Program, Directorate General of Human Settlements, Ministry of PUPR.
Problems Of Adopting Artificial Insemination (AI) In Cattle (Case Study In Kamang Baru District, Sijunjung Regency) Ricky Aprinaldi; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.18480

Abstract

Artificial Insemination has proven to be the right technology to improve genetic quality. AI technology is also predicted to be a breakthrough technology that can improve livestock quality. It's just that this technology is not adopted optimally. It is alleged that there are problems (problematics) that occur at the grassroots farmer level. However, the problem has not been scientifically proven. This is the background to the birth of this research. This research aims to mdescribe and analyze the problems of adopting AI for cattle in Kamang Baru District, Sijunjung Regency and Describe and analyze factors related to the problems of adopting AI for cattle in Kamang Baru District, Sijunjung Regency. This research method is qualitative with a case study approach. The results of this research found that problems with the adoption of artificial insemination biotechnology in Sijunjung Regency exist at each stage of adoption. The problem at the knowledge stage is that disinformation arises and causes knowledge about IB to not spread properly. The problem with the persuasion stage is the emergence of calls to abandon artificial insemination biotechnology using disinformation. The problem with the decision-making stage states that there are breeders who do not make decisions independently, resulting in inaccurate assumptions when they fail. And, the implementation of AI which has to be used is problematic for semi-intensive farmers, they have difficulty getting calves of the best quality which of course results in a decrease in selling prices, so that they find it increasingly difficult to build pens which are considered expensive
Analisa Kelas Kemampuan Kelompok Tani Di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat Ade Putra; Fuad Madarisa; Zulvera
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.18761

Abstract

This study aims to assess and analyze the class ability of farmer groups in Sijunjung District, West Sumatra. The research was conducted for three months, from September to November 2022 in farmer groups from 4 sub-districts: Sijunjung sub-districts, IV Nagari sub-districts, Koto VII sub-districts, and Tanjung Gadang sub-districts. The population of this research was all farmer groups in Sijunjung District. Furthermore, samples were randomly selected using the Slovin formula, and 92 samples were assessed using a questionnaire/assessment guide. Then the score of each group was calculated and grouped into four classes of farmer group abilities. The determination of respondents was proportional to the class level of the farmer group, namely beginner, advanced, intermediate, and main classes. Analysis of farmer group ability class referad to the guideline of farmer group class ability (Regulatory chief BPPSDMP : 168/Per/SM.170/J/11/11), namely assessment in planning, organizing, carrying out activities, controlling and reporting, and developing farmer group leadership. The results of calculating scores are grouped into several ability classes, which are then used for developing strategies like coaching, escorting, and mentoring. There ware: 28 farmer groups (30.4%) which were beginner class, 57 groups (62%) of advanced class, and seven groups of farmers (7.6%) were middle class. Mean while, there were no farmer groups in the main class. Regarding planning activities obtained a total score of 38.57; organizing activities of 54.28; the ability to carry out activities 37.52; activity reporting of 5.22; and developing the leadership of 11.51. Among the five aspects, the reporting aspect was the lowest score
Analisis Fungsi Kelompok Wanita Tani Pengolahan Hasil Pertanian di Kabupaten Pasaman Anna Ummi Khaira; Hery Bachrizal Tanjung; Fuad Madarisa
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/53kw5v77

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisa fungsi kelompok wanita tani di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2024 pada kelompok wanita tani pengolahan hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman, dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan survey dengan pendekatan kuantitatif dalam pengumpulan data dari populasi semua anggota kelompok KWT pada 10 (sepuluh) KWT pengolahan hasil pertanian di kabupaten Pasaman. Adapun alat yang digunakan untuk tujuan pertama penelitian ini diperoleh dari hasil perhitungan skor total nilai yang dijawab responden dibagi dengan total nilai maksimal kuisioner dikali 100% dengan rincian sebagai berikut : (1) sangat rendah (1-25), rendah (26-50), sedang (51-75), dan tinggi (76-100). Sedangkan analisis untuk tujuan penelitian kedua adalah Partial Least Squarw (PLS). Hasil Penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman dinilai berada pada kriteria tinggi 69,8% untuk wahana belajar, wahana kerjasama dengan kriteria tinggi 61,4%, unit produksi dengan kriteria sedang, 45,8% dan unit usaha 52,1% dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berpengaruh terhadap fungsi KWT pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pasaman meliputi : karakteristik responden/KWT (pengalaman berusahatani), peran penyuluh  (inisiator), dukungan pasar (permintaan produk), dan dinamika kelompok (struktur kelompok).