Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PELAJARAN IPA SDN 47 CAKRANEGARA Rahmat Hidayat; Mohammad Liwa Ilhamdi; Fitri Puji Astria; Aisa Nikmah Rahmatih
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 4 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v4i3.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 47 Cakranegara. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain nonequevalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 47 Cakranegara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV-A sebagai kelas eksperimen dan IV-B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah jenis sampling jenuh.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes essay. Data keterlaksanaan model problem based learning pada pertemuan I dengan skor 80 kategori baik dan pertemuan ke-II dengan skor 92 kategori sangat baik dan data kemampuan berpikir kritis siswa diuji normalitas dengan metode kolmogorov smirnov kemudian diuji homogenitasnya. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t diperoleh t-hitung sebesar 1.683 sedangkan t-tabel pada taraf signifikansi 5% adalah sebesar 1.680.Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel sehingga dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Selanjutnya, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan uji effect size dengan menggunakan rumus effect size yang dimana hasilnya sebesar 0,49 dengan kisaran kriteria yang tergolong sedang berdasarkan pada klasifikasii uji effect size yang artinya model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
WORKSHOP PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS ETNOSAINS PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR Ketut Sri Kusuma Wardani; Fitri Puji Astria; Nurwahidah Nurwahidah; Hasnawati Hasnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17239

Abstract

ABSTRAKKegiatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan budaya masyarakat setempat masih rendah. Kemampuan calon guru yang masih rendah dalam mengaitkan materi dengan etnosains menjadi acuan Dosen PGSD Universitas Mataram yang telah memiliki ilmu untuk turut serta aktif mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop pengembangan kegiatan pembelajaran IPA berbasis etnosains pada calon guru sekolah dasar. Kegiatan workshop terbagi menjadi empat tahapan. Adapun tahapan secara detail yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini yaitu persiapan, menyediakan materi pengabdian, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pelaksanaan kegiatan workshop ini berjalan dengan lancar dan jadwal pelaksanaan kegiatan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Rangkaian kegiatan mulai dari tahap persiapan, menyediakan materi pengabdian, pelaksanaan workshop dan evaluasi berjalan dengan lancar. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, tim pengabdian memberikan angket respon terkait pelaksanaan pelaksanaan workshop pengembangan kegiatan pembelajaran berbasis etnosains yang dilaksanakan untuk calon guru sekolah dasar sudah terlaksana dengan sangat baik. Kata kunci: etnosains; IPA; kegiatan pembelajaran; workshop ABSTRACTLearning activities that connect material to local community culture are still scarce. Prospective elementary school teachers' ability to link material with ethnoscience is a reference for PGSD Lecturers at the University of Mataram who already have the knowledge to actively participate in community service in the form of workshops developing ethnoscience-based science learning activities. The activities of the workshop are separated into four stages. Preparation, provision of service materials, implementation, and assessment are the detailed processes that will be carried out in this activity. Based on the outcomes of the activities, the implementation of the workshop activities went successfully, and the implementation timetable was in compliance with the anticipated agenda. The preparation stage, delivering community service materials, holding workshops, and evaluating went down without a hitch. To assess the activity's success, the service team distributed a response questionnaire relating to the implementation of the ethnoscience-based learning activity development workshop for prospective primary school teachers, which was executed flawlessly. Keywords: ethnoscience; science; learning activities; workshop.
Pengembangan LKPD Saintifik Berbasis Komik pada Pembelajaran IPA Kelas V SDN 21 Ampenan Nurul Maulida; Mohammad Liwa Ilhamdi; Fitri Puji Astria
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1527

Abstract

Hasil studi PISA yang dirilis oleh OECD menunjukkan Indonesia memiliki masalah serius dibidang IPA. Bahan ajar yang digunakan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Beberapa sekolah masih menggunakan LKPD yang hanya berisi soal kognitif saja sehingga menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan merasa bosan. Inovasi pada LKPD sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD saintifik berbabasis komik pada pembelajaran IPA kelas V SD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementatiom and Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 21 Ampenan. Subjek terdiri dari 5 peserta didik uji coba kelompok kecil dan 30 peserta didik uji coba kelompok besar. Objek penelitian adalah LKPD saintifik berbasis komik pada pembelajaran IPA kelas V. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 87.85% dan validator ahli media sebesar 96.92%, masing-masing memperoleh kriteria sangat valid. Penilaian dari pengguna LKPD yaitu dari guru mendapatkan skor 92.63% dan dari peserta didik mendapatkan skor sebesar 88.84% pada uji coba kelompok kecil dan 91.05% pada uji coba kelompok besar, masing-masing memperoleh kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD saintifik berbasis komik pada pembelajaran IPA kelas V valid dan praktis untuk digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli Pintar Berbasis Permainan Edukasi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Nurul Hikmah; Mohammad Liwa Ilhamdi; Fitri Puji Astria
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1537

Abstract

Media pembelajaran berbasis permainan edukasi merupakan salah satu media yang amat sangat penting digunakan dalam pembelajaran dikarenakan lebih interaktif dan menarik. Siswa bisa melaksanakan dua kegiatan sekaligus yaitu belajar dan bermain dalam satu waktu. Selain itu, menjadikan siswa lebih aktif di kelas. Kegiatan belajar seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah dasar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli pintar berbasis permainan edukasi pada mata pelajaran IPA Kelas V SD dan telah diuji kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan angket. Angket terdiri dari angket validasi media, validasi materi, respon siswa, dan respon guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 35 siswa kelas V SDN 31 Cakranegara. Kelayakan media monopoli pintar diukur berdasarkan hasil penilaian validasi media dan validasi materi yang dilakukan pada tahap development. Sedangkan kepraktisan media monopoli pintar diukur berdasarkan hasil respon siswa dan respon guru yang dilakukan pada tahap implementation. Adapun hasil validasi memperoleh persentase 99% untuk validasi media, dan persentase 94% untuk valdasi materi. Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 89%, respon siswa kelompok besar memperoleh persentase 92%, dan respon guru memperoleh persentase 90%. Berdasarkan data hasil tersebut menunjukkan bahwa media monopoli pintar berbasis permainan edukasi sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran IPA Kelas V sekolah dasar.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas V SDN 1 Sukarara Pada Pembelajaran IPA Materi Perpindahan Kalor Nurlaili Nurlaili; Mohammad Liwa Ilhamdi; Fitri Puji Astria
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1554

Abstract

Literasi sains menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikuasi oleh peserta didik pada abad 21 dikarenakan banyaknya gebrakan baru atau temuan baru yang bermunculan pada abad 21. Namun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assesment (PISA) pada tahun 2015 dan 2018 menunjukkan bahwa literasi sains Indonesia tergolong masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 1 Sukarara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada pembelajaran semester genap tahun ajaran 2022/2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif berupa persentase dan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Siswa dalam kategori tinggi termasuk ke dalam tingkatan literasi sains konseptual (Conceptual Scientific Literacy). (2) Siswa dalam kategori sedang termasuk ke dalam tingkatan literasi sains fungsional (Functional Scientific Literacy). (3) Siswa dalam kategori rendah termasuk ke dalam tingkatan literasi sains nominal (Nominal Scientific Literacy). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 1 Sukarara berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah berada dalam tiga tingkatan, yakni tingkatan literasi sains konseptual, tingkatan literasi sains fungsional, dan tingkatan literasi sains nominal.
Pengembangan Media Scrapbook Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Safira Apriyulianti; Siti Istiningsih; Aisa Nikmah Rahmatih; Fitri Puji Astria
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i4.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keefektifan serta proses pembuatan media scrapbook dan mengaitkannya dengan kearifan lokal suku Sasak, sekaligus mengevaluasi kecukupan kualitasnya. Uniknya, penelitian ini menggabungkan nilai-nilai kearifan lokal suku Sasak dengan penggunaan gambar beresolusi tinggi untuk memikat minat pelajar. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa materi yang dikaji memperoleh skor validasi sebesar 81 dan tingkat kelayakan sebesar 95,29%, yang menandakan bahwa materi tersebut sangat memadai. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan merupakan jenis penelitian R&D. Penelitian ini menerapkan model 4D, yang meliputi empat tahap: definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Sementara itu, validasi media memberikan skor 89 dengan tingkat kelayakan 89%, juga dikategorikan sangat layak. Dalam uji coba kelompok kecil dengan 15 siswa, produk ini mendapat respon sangat baik dengan presentase 94,77%, dan tanggapan guru juga sangat baik dengan 92,72%. Tahap penyebaran fokus pada distribusi terbatas kepada guru kelas IV. Penelitian ini bertujuan agar pengembangan media scrapbook yang mengadopsi kearifan lokal suku Sasak ini tidak hanya bermanfaat tetapi juga mendukung peningkatan hasil belajar siswa.
Analisis Kesiapan Guru untuk Melakukan Penilaian dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 02 Jurit Kecamatan Pringgasela Lombok Timur Inas Pebriani; Lalu Hamdian Affandi; Fitri Puji Astria
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5645

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya kesiapan guru dalam melakukan penilaian sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal penyusunan instrumen, pelaksanaan asesmen autentik, serta pengelolaan waktu dan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kesiapan guru, hambatan yang dihadapi, serta strategi atau solusi yang diterapkan dalam mengatasi kendala tersebut guna mendukung implementasi penilaian yang efektif di SDN 02 Jurit. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas I dan IV serta peserta didik kelas I dan IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas I dan IV di SDN 02 Jurit telah mempersiapkan pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum Merdeka melalu tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil, pelaporan, dan tindak lanjut. Akan tetapi menghadapi berbagai kendala, diantaranya kompleksitas instrumen asesmen, keterbatasan sarana dan prasarana, manajemen waktu yang menantang, juga jumlah peserta didik yang besar. Beban administrasi yang tinggi dan kurangnya pelatihan menjadi hambatan bagi guru dalam menyusun asesmen yang efektif. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan waktu yang tersedia semakin menghambat pelaksanaan penilaian, sedangkan jumlah siswa yang banyak membuat pemberian umpan balik secara individual menjadi sulit. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, seperti memanfaatkan instrumen penilaian yang sudah ada, mengadopsi teknologi dalam proses asesmen, melakukan penilaian secara bertahap, bekerja sama dengan rekan sejawat, serta mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah, seperti pelatihan serta peningkatan fasilitas, sangat diperlukan agar proses penilaian dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.