Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : CEMARA

KELAS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN VANILI DI KECAMATAN BALANTAK KABUPATEN BANGGAI Muliyanto Riswanto; Mihwan Sataral; Hertasning Yatim; Hidayat A Katili
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 17 No 2 (2020): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v17i2.1148

Abstract

Kajian evaluasi lahan perlu dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang berpotensi untuk pengembangan komoditi perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman Vanili (Vanilla planifolia) serta mengethui faktor pembatas apakah yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman Vanili di Desa Mamping Kecamatan Balantak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mamping Kecamatan Balantak dengan metode indeks lahan menurut Storie (1985), dimana S = A× B × C × Xn. Hasil penelitian untuk Kelas kesesuaian lahan (KKL) pedon (Profil-1, Profil-2) termasuk dalam kategori kelas 3 (sedang), sehingga dapat diarahkan untuk pengembangan tanaman Vanili, namun membutuhkan pengelolaan lahannya (pemupukan) yang teratur. Pada Profil-3 perlunya penataan dalam olah tanah agar menjaga kestabilan dari suatu lahan untuk tanaman Vanili jangka panjang. Selanjutnya faktor pembatas untuk penggunaan lahan tanaman Vanili di pedon (Profil-1, 2 dan 3) yakni lapisan atas yang bertekstur sedang dan kurangnya kandungan bahan organik, N dan K, bertekstur liat yang tinggi serta drainase tanah yang kurang baik.
Keseuaian Lahan Untuk Pengembangan Padi Varietas Ranta Dan Habo Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Hidayat A. Katili; Nurul Mitra Sari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 18 No 2 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v18i2.1632

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan terhadap kebutuhan utama penduduk. Sehingga perlunya implementasi lapangan yang merupakan upaya pengembangan padi lokal habo dan ranta merujuk pada pemanfaatan lahan kering dengan mengestimasi karakter dan sifat-sifat lahannya. Penelitian bertujuan menegtahui kesesuaian lahan dan faktor pembatas serta arahan pengembangan padi lokal varietas ranta dan habo di Kecamatan Batui Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan pendekatan parametrik dengan sistem klasifikasi atas dasar nilai ciri lahan dengan metode Indek Lahan Akar Kuadrat. Hasil dari penelitian ini diperoleh kelas kesesuaian lahan secara faktual tanaman padi varietas ranta dan habo di Kecamatan Batui berstatus cukup sesuai (S2) yang terletak pada satuan peta lahan (SPL) 2,5,6,7, dengan faktor pembatas kemiringan lereng, bahaya erosi, N-total, P2O5 dan K2O. Selain dari itu diperoleh kesesuaian lahan tergolong marginal (S3) pada satuan peta lahan 3,4,8,9 dengan faktor pembatas yaitu hara tersedia (N-total, P2O5 dan K2O) yang tergolong rendah sampai sangat rendah. sehingga dalam upaya perbaikannya perlu dilakukan usaha yang sesuai dengan peruntukkan setiap faktor pembatas dilokasi penelitian, agar diperoleh keseuaian lahan potensial untuk tanaman padi ranta dan habo sehingga pada SPL 1,2,3,4,5,6,7,8,9 diperoleh status sangat sesuai (S1) dengan luas 25.016,4 ha. Dengan begitu, alokasi lahan komoditas tanaman padi lokal ranta dan habo dapat dikembangkan secara menyeluruh diwilayah Kecamatan Batui sesuai dengan konsep perencanaan pengembangan komoditi padi lokal ranta dan habo. Kata kunci: Kesesuaian Lahan, Padi, Ranta, Habo
PENENTUAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROWISATA BUAH DI BUKIT TANDALO, KABUPATEN BANGGAI Dian Puspapratiwi; Nofrianti Samali; Rival Rahman; Hidayat Arismunandar Katili
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v20i1.2540

Abstract

Persyaratan penggunaan lahan agrowisata merupakan salah satu jenis kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada obyek wisata utamanya dari penataan tanaman pertanian seperti buah- buahan, sehingga perencanaan pengembangan agrowisata merupakan suatu persoalan penting dalam rangka mencapai tujuan penggunaan lahan yang berorientasi pada keseimbangan. maka perlunya penilaian lahan sebagai dasar rekomendasi pengembangan agrowisata di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif serta diinterpretasi serta disajikan dalam bentuk Tabel. Penilaian lahan dilakukan dengan analisis kesesuaian lahan yang merujuk pada petunjuk teknis evaluasi lahan pertanian yang ditentukan berdasarkan nilai Indeks Lahan dengan menggunakan metode Akar Kuadrat. Adapun hasil penilaian lahan untuk pengembangan agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur tergolong sangat sesuai (S1) untuk tanaman mangga dan Alpukat, cukup sesuai (S2) untuk tanaman Klengkeng, Manggis dan Strawbery serta sesuai marginal (S3) untuk tanaman Apel. Berdasarkan hasil kesesuaian lahan potensial keenam jenis tanaman buah tersebut dapat dikembangan sebagai komoditi agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.
PENENTUAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROWISATA BUAH DI BUKIT TANDALO, KABUPATEN BANGGAI Dian Puspapratiwi; Nofrianti Samali; Rival Rahman; Hidayat Arismunandar Katili
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v20i1.2540

Abstract

Persyaratan penggunaan lahan agrowisata merupakan salah satu jenis kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada obyek wisata utamanya dari penataan tanaman pertanian seperti buah- buahan, sehingga perencanaan pengembangan agrowisata merupakan suatu persoalan penting dalam rangka mencapai tujuan penggunaan lahan yang berorientasi pada keseimbangan. maka perlunya penilaian lahan sebagai dasar rekomendasi pengembangan agrowisata di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif serta diinterpretasi serta disajikan dalam bentuk Tabel. Penilaian lahan dilakukan dengan analisis kesesuaian lahan yang merujuk pada petunjuk teknis evaluasi lahan pertanian yang ditentukan berdasarkan nilai Indeks Lahan dengan menggunakan metode Akar Kuadrat. Adapun hasil penilaian lahan untuk pengembangan agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur tergolong sangat sesuai (S1) untuk tanaman mangga dan Alpukat, cukup sesuai (S2) untuk tanaman Klengkeng, Manggis dan Strawbery serta sesuai marginal (S3) untuk tanaman Apel. Berdasarkan hasil kesesuaian lahan potensial keenam jenis tanaman buah tersebut dapat dikembangan sebagai komoditi agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.
PENILAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN CABAI KERITING PADA TANAH INCEPTISOL DI KECAMATAN MASAMA (Land Assessment for Curly Chili Crops On Inceptisol Soil In Masama District, Banggai Regency) D, Susilawati; Katili, Hidayat Arismunandar; Maharia, Dwi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3878

Abstract

Produksi cabai keriting di Kecamatan Masama yang fluktuatif, diduga permnaslahan yang terjadi pada kesuburan tanah yang rendah. Penelitian ini dilakuakn untuk mengetahui tingkat unsur hara dan kecocokan lahan untuk tanaman cabai merah keriting di Kecamatan Masama. Adapun metode dalam penelitian yaitu dengan pendekatan maching antara kondisi actual lahan dan kriteria tanaman cabai keriting. Hasil penelitian diperoleh pada tingkat kesuburannya tergolong rendah, serta hasil kesesuaian lahan tanaman cabai secara aktual diperoleh marginal (S3) dengan faktor pembatas hujan yang cukup meningkat dan hara tersedia yang tergolong rendah, akan tetapi pada lahan ini masih bisa diperbaiki dengan pembuatan saluran irigasi dan adanya penambahan pupuk yang sesuai, sehingga bisa diperoleh kesesuaian potensial lahan (S2) cukup sesuai untuk tanaman cabai keriting.