Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Faktor Psikologis terhadap Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien pada Era Kebiasaan Baru di RSUD X Nonik Eka Martyastuti; Rusdi Rusdi; Anik Indriono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1366

Abstract

RSUD X berkomitmen untuk terus meningkatkan perawat an pasien di semua bidang, perawatan pasien yang berkualitas dan mengelola risiko. Berdasarkan laporan tri bulan tahun 2021 ditemukan data sebagai berikut, (1) Tidak semua unit melakukan input data PMKP secara regular; (2) Penanggungjawab data yang ada belum mendapatkan sosialisasi yang memadahi tentang program PMKP; (3) Adanya rotasi staf akibat pembukaan ruang rawat isolasi covid-19; (4) Penutupan beberapa ruang rawat dan pengalihan SDM keperawatan akibat alih fungsi ruang perawatan umum menjadi ruang rawat covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor individu (umur, jenis kelamin, masa kerja, status kepegawaian) terhadap faktor psikologis (motivasi) perawat dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre Experiment dengan desain penelitian adalah pre test with one group design. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Dimana peneliti menentukan responden sejumlah 27 perawat yang bertugas penginput data keselamatan pasien di ruang rawat inap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021- Januari 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap pertama yaitu dengan membagikan kuesioner kepada perawat dan tahap kedua membagikan kuesioner kepada Kepala Ruang dan Ketua Sub Komite Mutu. Uji statistik yang digunakan adalah Independent T test. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan sejumlah 20 orang (74%). Sedangkan umur responden yang berkisar pada > 35 tahun sejumlah 20 orang (74%). Pendidikan terakhir dari responden yaitu D3 keperawatan sejumlah 14 orang (52%). Dari status kepegawaian 21 responden (78%) merupakan pegawai BLUD. Sedangkan dari karakteristik lama kerja di RSUD Kraton, sebanyak 18 orang (67%). Terdapat perbedaan Motivasi Intrinsik antara umur < 35 tahun dengan umur ≥ 35 tahun, dengan nilai P = 0,022. Umur < 35 tahun mempunyai nilai Motivasi Intrinsik lebih besar dibanding umur ≥ 35 tahun. Motivasi Ekstrinsik perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Hal itu berarti jenis kelamin berpengaruh pada Motivasi Ekstrisik.
Studi Kualitatif Aspek Hukum Persetujuan Tindakan Medis (Informed Consent) Di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Anik Indriono
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 36, No 2 (2022): PENA SEPTEMBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i1.2655

Abstract

The hospital is a place to organize health service efforts, including promotive, preventive, curative, and rehabilitative; these health services are carried out through emergency installations, outpatient installations, and inpatient installations. The emergency room is a special service room that provides comprehensive and continuous services 24 hours a day for patients. Patients who enter the hospital emergency room certainly need fast and precise help, and for that reason, there needs to be a standard for providing emergency services so that patient disability and death can be prevented. The purpose of this study is to know the definition, legal basis, and legal consequences if informed consent is not implemented. The research method used is a normative juridical approach or normative legal research, namely legal research conducted by examining library materials or secondary data. The results showed that in an emergency situation, to save the patient's life and prevent disability, consent for medical treatment is not required, but the doctor must make a medical record regarding the actions taken and then explain after the patient is conscious. Hence, we can conclude that informed consent or an explanation of the approval of medical action to patients in the hospital must be carried out at the beginning before the action except in the emergency room. The implementation of informed consent in the emergency room cannot be done at the beginning because the main thing is to save lives first, but all actions must be recorded in the medical record and delivered to the patient after completion of the action when the patient is conscious.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Personal Hygiene Pada Lansia Di Panti Wreda Kota Pekalongan Clarista Frezharika Ananda; Anik Indriono; Siwi Sri Widhowati
PENA NURSING Vol 2, No 1 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i1.3544

Abstract

Background: Old age is the period when living beings are at maturity in size, function and have shown differences from time to time. There are various responses regarding the limits of old age, age as the last stage in the aging process, namely the ages of 60, 65 and 70 years. The aging process is influenced by many factors and is very complex. The increasing population is directly proportional to the health and social welfare problems that arise among the elderly, personal hygiene factors are one of the problems for the elderly population. The behavior of maintaining personal hygiene can be assessed from factors related to personal hygiene, namely social practices, self-choice, body image, socioeconomic status, knowledge and motivation, culture and physical conditions.Methods: This research method was conducted using correlational analytic research methods with a cross sectional approach. The sample in this study were 43 respondents.Results: of this study used linear regression statistical tests. The results of the multivariate test with linear regression showed that the knowledge factor (p-value 0.032) and physical condition (p-value 0.045) had a significant relationship with personal hygiene practices in the elderly with a p value <0.05.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Partisipasi Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan Dhina Mahfira; Remilda Armika Vianti; Anik Indriono
PENA NURSING Vol 1, No 02 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v1i02.2985

Abstract

Background. Pregnant Women Class is an activity that pregnant women participate in to get information about pregnancy with 10 participants. The purpose of this activity is to increase knowledge, change behavior and attitudes about pregnancy, pregnancy care, childbirth, postpartum, family planning, newborn care.Purpose. Knowing the relationship of husband's support to mother's participation in classes for pregnant women in the working area of the Wiradesa Community Health Center.Method. The method used in this study is a quantitative research method with a cross sectional approach. The sample used in this study was 20 respondents using the Chi Square statistical testResults. The results of the study after the Kendal's Tau test got a p-value of 0.855 so that the p-value > 0.05. Based on statistical tests, it can be found that there is no significant relationship between the relationship of husband's support to the participation of mothers in attending classes for pregnant women in the working area of the Wiradesa Public Health Center, Pekalongan Regency.Conclusion. There is no relationship between husband's support for mother's participation in classes for pregnant women in the work area of the Wiradesa Public Health Center, Pekalongan Regency.
PELIMPAHAN WEWENANG MEDIS DOKTER KEPADA PERAWAT DALAM PERSEPEKTIF HUKUM KESEHATAN Indriono, Anik; Widayanti, Christina Nur
PENA NURSING Vol 2, No 2 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i2.4510

Abstract

Latarbelakang: Keterbatasan tenaga medis (dokter) menimbulkan situasi yang mengharuskan perawat melakukan tindakan pengobatan atau melakukan tindakan medis yang bukan wewenangnya. Tindakan tersebut dilakukan dengan atau tanpa adanya pelimpahan wewenang dari tenaga kesehatan lain termasuk dokter, sehingga dapat menimbulkan permasalahan hukum.Tujuan: Mengetahui dan menganalisa melalui kajian perundang-undangan tentang aturan hukum pelimpahan wewenang dokter kepada perawat dan bagaimana perlindungan hukumnya.Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian yang mencari pemecahan atas isu hukum yang timbul untuk memberikan deskripsi naratif. Hasil: Pelimpahan wewenang dokter diatur dalam pasal 65 ayat 1, UU No. 36 th 2014 tentang tenaga Kesehatan bahwa dokter dapat melimpahkan tugas kepada tenaga Kesehatan. Pada pasal 32 UU No. 38 th 2014 tentang Keperawatan menjelasakan perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dalam bentuk delegasi dan mandate. Perlindungan hukum perawat tertuang pada Pasal 36 Undang - undang keperawatan bahwa “perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.Kesimpulan: Perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dari dokter melalui pendelegasian atau mandat. Pendelegasian wewenang seringkali diikuti dengan pendelegasian kewajiban, sedangkan mandat tidak. Pelaksanaan pendelegasian sebaiknya dilakukan secara tertulis dan lisan.Saran: Perawat dalam menjalankan perintah dokter harus melalui proses pelimpahan kewenangan yang sah secara hukum, supaya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dimata hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.Kata Kunci: Pelimpahan wewenang dokter, Delegate, Mandate
Hubungan Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Dengan Kesiapan Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Setianingsih, Wiwin; Indriono, Anik; Widhowati, Siwi Sri
PENA NURSING Vol 3 No 01 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v3i01.5210

Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun angka kematian yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu intas semakin tinggi. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi karena lambat nya pemberian pertolongan pertama dan ketidaktepatan saat memberikan pertolongan pertama. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapan polisi lalu lintas dalam melakukan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di lingkungan kerja Polres Pekalongan Kota.Metode Penelitian: Desain penelitian ini analitik korelasional. Metode yang digunakan adalah kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini polisi lalu lintas Polres Pekalongan Kota dengan jumlah responden 47 responden.Hasil Penelitian: Hasil analisa uji Chi Square dengan program SPSS untuk hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama didaptkan P- value 0,021< 0,05, artinya ada hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Polres Pekalongan Kota.Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.Saran: Diharapkan satuan polisi lalu lintas dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan mengenai pertolongan pertama dan mengadakan pelatihan penanganan pada korban kecelakaan bekerjasama dengan perawat gawat darurat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN BALITA TERSEDAK (CHOKING) TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PAUD AISYIYAH KECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG Azizah, Salma Nurul; Nugroho, Santoso Tri; Indriono, Anik
PENA NURSING Vol 3 No 01 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v3i01.5248

Abstract

Background: Choking is an emergency situation that can occur to everyone, especially babies and children. This condition can make a person experience blockage in the respiratory tract and necessary to be given immediate first aid to prevent hypoxia and death. Mothers who are caring for babies and children need to understand how to provide first aid when the babies or children they are caring for are choking. Objective: aims to help improve mothers' knowledge and skills in providing first aid when their babies and children experience choking. Method: This study uses a pre-experiment approach with one group pretest posttest design. The sample used in this study was 30 respondents. Results: The average score of mothers' knowledge about choking management before health education was carried out was 57.2. Meanwhile, the average score of mothers' knowledge about choking management after providing health education increased to 88.93. The Wilcoxon test results obtained p value = 0.001. Conclusion: There is an influence of health education regarding handling toddler’s choking on increasing mothers' knowledge and skills in handling those matter.
Penyuluhan Potensi Tanaman Herbal untuk Terapi Diabetes Melitus: Counseling on the Potential Use of Herbal Plants for Diabetes Mellitus Therapy Mahbub, Khafid; Kurniawan, Andre; Indriono, Anik; Jamiatin, Fani; Shofaro, Mulyanti; Zakki, Muhammad; Ariqoh, Salsabila Hanifatul; Paramita, Adelia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7123

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu isu kesehatan dunia yang terus mengalami peningkatan kasus, termasuk di Indonesia. Penanganan penyakit ini biasanya bersifat jangka panjang, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan berisiko menimbulkan efek samping dari penggunaan obat-obatan kimia. Sebagai solusi alternatif, pemanfaatan tanaman obat tradisional dinilai lebih alami dan terjangkau sebagai terapi pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga desa Bebel, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, mengenai tanaman herbal yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Metode pelaksanaan mencakup pemberian penyuluhan dan pendampingan kepada anggota PKK terkait pengenalan diabetes, identifikasi tanaman herbal lokal, cara kerja zat aktifnya, serta teknik pengolahan dan penggunaannya. Hasil evaluasi dari pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta setelah mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini efektif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan tanaman herbal sebagai terapi tambahan diabetes. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diadakan secara rutin guna memperkuat pemahaman dan mendorong praktik pengobatan tradisional di tingkat masyarakat.
Toxicity and Apoptosis Test of 96% Ethanol Extract of Agelas Cavernosa on Vero Cells Mahbub, Khafid; Rusmalina, Siska; Indriono, Anik; Mahfur, Mahfur; Julian, Rixzal Azis; Maulidya, Dina Achada; Dika, Ika Vina; Rohmaniah, Salis Alyatur
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8262

Abstract

Agelas cavernosa sponge is a sponge from the Demospongiae class which includes 90% of all types of sponges. Agelas cavernosa sponge is known to have antibacterial activity. Research data on the toxicity and apoptosis test of Agelas cavernosa sponge on vero cells as far as researchers know has not been tested. The purpose of this study was to determine the toxicity and apoptosis of Agelas cavernosa ethanol extract. The research method was carried out using the MTT Assay method for toxicity testing and the flowsitometry method for apoptosis testing. Alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids, and polyphenols were all detected in the Agelas cavernosa ethanol extract, according to the results of phytochemical screening. The apoptosis test yielded vero cell viability of 82.2%, whereas the toxicity test yielded an LC50 value for vero cells of 197.84 ppm.
Penyuluhan Potensi Tanaman Herbal untuk Terapi Diabetes Melitus: Counseling on the Potential Use of Herbal Plants for Diabetes Mellitus Therapy Mahbub, Khafid; Kurniawan, Andre; Indriono, Anik; Jamiatin, Fani; Shofaro, Mulyanti; Zakki, Muhammad; Ariqoh, Salsabila Hanifatul; Paramita, Adelia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7123

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu isu kesehatan dunia yang terus mengalami peningkatan kasus, termasuk di Indonesia. Penanganan penyakit ini biasanya bersifat jangka panjang, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan berisiko menimbulkan efek samping dari penggunaan obat-obatan kimia. Sebagai solusi alternatif, pemanfaatan tanaman obat tradisional dinilai lebih alami dan terjangkau sebagai terapi pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga desa Bebel, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, mengenai tanaman herbal yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Metode pelaksanaan mencakup pemberian penyuluhan dan pendampingan kepada anggota PKK terkait pengenalan diabetes, identifikasi tanaman herbal lokal, cara kerja zat aktifnya, serta teknik pengolahan dan penggunaannya. Hasil evaluasi dari pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta setelah mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini efektif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan tanaman herbal sebagai terapi tambahan diabetes. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diadakan secara rutin guna memperkuat pemahaman dan mendorong praktik pengobatan tradisional di tingkat masyarakat.