Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENINGKATAN SELF EFICACY DAN HARGA DIRI PADA LANSIA MELALUI KETERAMPILAN ECOPRINT Yunia Mulyani Azis; Aneu Kuraesin; Sussy Susanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.1756

Abstract

Memasuki usia lansia biasanya seseorang akan menghadapi berbagai masalah dalam kesehatannya, baik itu kesehatan fisik maupun psikis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lansia sangat rentan psikisnya dalam menghadapi kenyataan bahwa kemampuan mereka tidak seperti masa mudanya. Rendah diri, minder, merasa tidak berguna, kesepian adalah hal yang seringkali dirasakan oleh para lansia hingga menyebabkan depresi. Diperlukan upaya dari keluarga dan lingkungan untuk mengatasi agar lansia tidak depresi, salah satunya adalah memberikan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama dan dapat menghasilkan suatu karya yang dapat dibanggakan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan self eficacy dan harga diri lansia, salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ecoprint. Metode yang diberikan terdiri dari (1) persiapan pelatihan, (2) pendataan bahan, (3) wawasan teknik ecoprint, (4) pelaksanaan pelatihan, dan (5) monitoring evaluasi. Wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa self eficacy dan harga diri mitra meningkat setelah selesai pelatihan. Setelah dilakukan monev maka kesimpulan dari pengabdian ini adalah (1) lansia merasa bersemangat menjalani hari karena mempunyai kegiatan, (2) bangga dapat membuat suatu karya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak, (3) antusias dalam membuat rencana ke depan berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang ecoprint. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka upaya untuk meningkatan self eficacy dan harga diri pada lansia sangatlah diperlukan, karena dapat membangkitkan kembali rasa dihargai sehingga secara langsung dapat mempengaruhi kualitas hidupnya.
KOMPOSISI WAKTU PEMBELAJARAN DALAM BLENDED LEARNING Yunia Mulyani Azis; Enjang Akhmad Juanda
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.953 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, setelah tim peneliti melaksanakan penelitian pengembangan berupa pembuatan website pembelajaran Matematika Ekonomi. Penelitian eksperimen dilakukan dengan menggunakan 2 prosentase waktu pembelajaran yang berbeda. Kelas A dan B menggunakan komposisi waktu pembelajaran 60% online 40% face to face, sedangkan kelas C dan D menggunakan prosentase waktu pembelajaran 75% online 25% F2F.Metode penelitian dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan melalui cara kuesioner kepada dosen dan mahasiswa untuk mengetahui pendapat mereka tentang efektifitas pembelajaran blended learning. Metode kuantitatif digunakan melalui cara membandingkan hasil pretes dengan postes dengan melakukan uji beda. Mengukur hasil pretes postes dimaksudkan untuk mengetahui prosentase waktu pembelajaran terbaik dari 2 eksperimen prosentase waktu yang dilakukan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) pembelajaran blended learning dengan komposisi waktu 60% online 40% f2f lebih baik dari pembelajaran blended learning dengan komposisi waktu 75% online 25% f2f, (2) kedua komposisi waktu pembelajaran belum dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan maksimal, sehingga diperlukan eksperimen lanjutan agar dapat ditemukan komposisi waktu yang benar-benar tepat untuk pembelajaran blended learning.
Implementasi multiple regression dalam Daya tarik celebrity endorser, kualitas produk, komentar pelanggan terhadap Keputusan pembelian Yunia Mulyani Azis; A. Mifta Haerat; Moechammad Sarosa
JISAMAR (Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research) Vol 6 No 2 (2022): JISAMAR: May 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v6i2.777

Abstract

Persaingan penjualan didunia online makin pesat terlebih di masa pandemik, para pelaku usaha dituntut untuk terus mengembangkan inovasi penjualan. Selain itu pandemik juga berdampak pada perubahan perilaku konsumen. Tentunya banyak yang melatar belakangi sikap atau perilaku masyarakat dalam hal ini konsumen ketika mengambil keputusan dalam melakukan pembelian, diantaranya daya tarik celebrity endorser dan kualitas produk yang dipasarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model multiple regression dalam menganalisis hubungan dan pengaruh daya tarik Celebrity Endorser, pengaruh kualitas produk, dan pengaruh komentar pelanggan berkontribusi pada keputusan pembelian studi kasus pada pengguna Instagram Shakila Woman Wear. Instrumen penelitian berupa kuisioner yang disebarkan melalui Google Form, populasi berasal dari pengguna aplikasi Instagram selaku konsumen atau pelanggan yang melakukan pembelian produk dan menggunakan produk Shakila Woman Wear. Sample dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan pelanggan pengguna Instagram Shakila Woman Wear. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan daya tarik celebrity endorser, kualitas produk, serta komentar pelanggan berpengaruh kepada keputusan pembelian. Namun secara parsial daya tarik yang dimiliki celebrity endorser tidak berpengaruh kepada keputusan pembelian, disisi lain kualitas produk dan komentar pelanggan berpengaruh kepada keputusan pembelian di Shakila Woman Wear.
Analisis Peningkatan Hasil Belajar dengan Metode Jigsaw Menggunakan E- Learning Google Meet Pada Materi Persamaan Diferensial Mudjiono Mudijono; Yunia Mulyani Azis
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1293

Abstract

Hasil belajar Matematika dari 95 orang mahasiswa teknik elektro Politeknik Negeri Malang dan manajemen STIE Ekuitas, 56% masih dibawah standar kelulusan minimal, rendahnya kemampuan Matematika tersebut dikhawatirkan akan turut mempengaruhi pemahaman terhadap mata kuliah lainnya mengingat Matematika merupakan ilmu dasar dijurusan teknik. Berbagai cara dilakukan pengajar untuk meningkatkan kerjasama, keaktifan, dan kemampuan mempresentasikan dari peserta didik akan tetapi hasil yang diperoleh masih kurang memuaskan. Kondisi pandemi covid 19 semakin memperburuk perolehan hasil belajar, sehingga diperlukan metode belajar e-learning yang benar-benar dapat meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, keaktifan, presetansi, dan hasil belajar mahasiswa setelah metode Jigsaw dalam pembelajaran e-learning melalui media google meet diterapkan. Sampel dari penelitian sebanyak 48 responden yang terbagi kedalam 12 kelompok. Pengukuran peningkatan kemampuan kerjasama, keaktifan, dan presentasi menggunakan skor dari 1–4. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teknik membandingkan prosentase siklus I dan siklus II dalam tindakan penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah unsur kerjasama, keaktifan, dan presentasi implementasi metode jigsaw e-learning melalui media google meet pada materi diferensial tingkat satu berada pada kategori baik, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Kelebihan metode Jigsaw yang tidak dapat membuat peserta didik bersikap pasif, dapat memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya melalui sarana internet sehingga ketika bekerja sama dan presentasi peserta didik merasa percayaan diri.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING DI SMA PMB BANDUNG Y.M. Azis; I. Hilman; G.N. Witka; R.I. Simanungkalit
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.145 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i02.p12

Abstract

The COVID-19 pandemic, which has begun to decrease the rate of transmission, does not necessarily mean that learning can be fully carried out face-to-face. Because of the fear of another pandemic making all parties have to keep anticipating what to do if this happens. Therefore to mitigate the negative impacts and ensure the continuity of learning, the learning process is carried out by means of blended learning. Blended learning must be carried out considering that it is impossible for students to learn fully independently. It takes several faceto-face meetings so that students have a place to ask questions, discuss with their teachers after they learn online. The priority problems for running blended learning are (1) the unavailability of smartphone-based applications owned by partners, (2) students and teachers do not understand e-learning and blended learning techniques, (3) teachers cannot design e-learning and blended learning programs. learning. The solutions provided are (1) modifying the e-learning application that has been used in research grants by the service team, so that it can be used on various types of smartphones and (2) providing training in making creative and innovative learning media designs. The results of this service activity are that students and teachers become accustomed to implementing blended learning, and teachers are able to design online-based learning media. Keywords: E-learning, blended learning, learning apllication
Pengetahuan Awal Penguasaan Internet dalam e- Learning dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Matematika Yunia Mulyani; Henny Suharyati; Irwinda Firdana Amali
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.957 KB)

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan e-learning semakin sering digunakan pengajar dan sekolah seiring dengan perkembangan teknologi. Diyakini oleh banyak kalangan pendidik bahwa e-learning dapat membantu proses pemerataan pendidikan, membantu pengajar dalam mengajar, dan juga dapat melatih peserta didik mandiri dalam belajar. Akan tetapi dalam proses pelaksanaannya seringkali pengajar mendapatkan kenyataan bahwa hasil belajar peserta didik kurang sesuai dengan harapan, hal tersebut dialami oleh peneliti dimana hasil belajar Matematika di program studi Manajemen STIE Ekuitas masih kurang memuaskan. Berlatar belakang hal tersebut maka penelitian ini dilakukan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa pengetahuan awal penguasaan internet melalui nilai mata kuliah Aplikasi Komputer (Aplikom) berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika. Sampel penelitian menggunakan 40 mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Aplikom dan Matematika, pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linier sehingga dapat diketahui besar hubungan dan pengaruh dari pengetahuan awal penguasaan internet melalui nilai mata kuliah Aplikom terhadap hasil belajar Matematika. Berdasarkan pengujian diperoleh hasil bahwa pengetahuan awal penguasaan internet mempunyai hubungan yang lemah dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel nilai Aplikom dengan variabel nilai Matematika (Y). Kata kunci : pengetahuan awal, e-learning, penguasaan internet, hasil belajar matematika
PENERAPAN PETA KONSEP SEGITIGA PADA SISWA SMA Yunia Mulyani Azis
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.092 KB)

Abstract

Matematika yang dipelajari oleh siswa selama ini adalah matematika abstrak, sehingga dalam proses pemahamannya seringkali siswa mengalami kendala yang berkepanjangan. Seringkali siswa belum dapat memahami suatu materi diakibatkan ketidakpahamannya dalam materi penunjang sebelumnya, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu penyusunan kurikulum yang memperhatikan peta konsep pelajaran. Tujuan dari peta konsep ini adalah agar para siswa dapat memperoleh ilmu matematika secara berjenjang mulai dari materi dasar hingga materi lanjutan. Dalam penyusunan peta konsep ini diharapkan siswa mempunyai alur pikir yang benar dan sistimatis didalam menyelesaikan suatu soal matematika.
Analisis Komparatif Variabel Independen E-learning terhadap Hasil Belajar Matematika dan Pemasaran Internasional Menggunakan Metode Bootstrap Yunia Mulyani Azis; Fitri Lestari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i3.685

Abstract

Pandemi yang terjadi telah memperkenalkan masyarakat pada proses pembelajaran E-learning, dimana pada awalnya pemerintah mewajibkan pembelajaran dilakukan secara online. Selama pelaksanaan E-learning berlangsung banyak hambatan yang ditemui baik oleh pengajar maupun pelajar, diantaranya adalah hasil belajar yang berbeda antara ilmu eksak dan non eksak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar E-learning apabila diterapkan pada ilmu eksak dan non eksak. Ilmu eksak yang digunakan adalah Matematika, sedangkan ilmu non eksaknya Pemasaran Internasional. Sampel penelitian digunakan 71 mahasiswa, selama penelitian sampel tidak diberik perlakuan apapun oleh peneliti (ex post facto), pengumpulan data dilakukan dengan cara memberi tes pada akhir perkuliahan. Agar hasilnya lebih akurat dan dapat diterapkan pada populasi, maka analisis uji beda menggunakan metode boostrap. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi mata kuliah eksak (Matematika) adalah 7,89 dan nilai terendah sebesar 5,57. Sedangkan nilai tertinggi untuk mata kuliah non eksak (Pemasaran Internasional) sebesar 9,59 dan nilai terendah sebesar 5,75. Maka E-learning lebih efektif digunakan untuk mata kuliah non eksak pemasaran internasional, dan tidak efektif untuk Matematika sebagai mata kuliah eksak. Pemilihan mata kuliah untuk E-learning sangat penting dan dapat melakukan penambahan metode tatap muka supaya dapat berinteraksi langsung antara pengajar dan mahasiswa serta memperbanyak untuk latihan dan praktik sampai tuntas.
Analisis Perbandingan Multiple Regression dan Priority Quadrant terhadap Kepuasan Mahasiswa dalam E-learning Menggunakan Metode Servqual Yunia Mulyani Azis; Rr Rachmawati; Moechammad Sarosa
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i1.58534

Abstract

Metode pembelajaran e-learning telah lama dikenal dalam pembelajaran jarak jauh dan semakin meluas penggunaannya dikala pandemi terjadi. Metode ini seringkali dikeluhkan oleh pelajar yang terbiasa belajar dengan metode tatap muka sebagai penyebab rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu dalam metode e-learning diperlukan persiapan sarana dan prasarananya agar kepuasan pelajar meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa dan mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan service equal terhadap kepuasan mahasiswa pada metode e-learning. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa di 3 (tiga) prodi jurusan Ekonomi sebanyak 100 orang dan sedang melaksanakan pembelajaran e-learning mata kuliah Matematika Bisnis, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan observasi, studi literatur terkait service quality mengenai e-learning quality (ELQ) serta variabel kepuasan melalui penelitian-penelitian terdahulu, dan (3) kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple regression dan priority quadrant. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan (1) secara parsial variabel reliability merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya, sedangkan variabel assurance merupakan variabel yang paling kecil pengaruhnya terhadap kepuasan mahasiswa, (2) variabel tangible tidak berpengaruh terhadap kepuasan, akan tetapi secara simultan 5 (lima) faktor dalam service quality berpengaruh positif terhadap kepuasan mahasiswa, dan (3) atribut yang menjadiprioritas perbaikan adalah atributketepatan waktu mengajar(A3) danpengajar memberikan penjelasan (pedoman/instruksi) pada materi belajar maupun penggunaan platform e-learning(A6).
STUDENTS EXPERIENCE OF E-LEARNING, LEARNING PROCESS AND PERCEIVED LEARNING OUTCOMES IN ECONOMIC MATH COURSE Yunia Mulyani Azis; Henny Suharyati; Sussy Susanti
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 3, No 2 (2019): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v3i2.1458

Abstract

This paper reveals research findings about the effect of E-learning experiences on student learning outcomes felt for Mathematics Economics courses. This study examines perceived learning outcomes in terms of effectiveness, number and productivity of learning in the context of E-learning. The participants were undergraduate students at the School of Economis EKUITAS. The results are interpreted using quantitative and verification research approaches. The results show that the E-learning experience of students is significantly correlated with learning process, and have indirect effect on perceived learning outcomes. This study uses a learning model developed by Biggs and Moore. Specific recommendations for practitioners are also given, and their implications for educators are discussed. Finally, suggestions for further research on E-learning are provided.