Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Does Work Stress Mediate the Link Between Job Insecurity, Meaningful Work, and Psychological Well-Being? Hakim, Arif Rahman; Mora, Linda; Aisha, Dinda; Sulistiarto, Teguh
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/00202501051720

Abstract

This research explores the impact of job insecurity and meaningful work on psychological well-being, and further investigates whether work stress serves as a mediating factor. The participants in this study were 117 employees. Data collection was conducted using the Indonesian Well-being Scale, Perceived Stress Scale, Job Insecurity Scale, and Work and Meaning Inventory. The research findings indicate that, directly, job insecurity was significantly and negatively linked to psychological well-being. Conversely, meaningful work showed a significant and positive correlation with psychological well-being. Regarding the indirect associations through work stress, neither job insecurity nor meaningful work demonstrated a significant influence on psychological well-being. The findings of this study indicate that organizations need to reduce job insecurity and foster meaningful work as strategies to enhance employees’ psychological well-being. Furthermore, the results highlight that interventions should not only focus on managing work stress but also strengthen intrinsic factors that provide meaning in work.
The Effect of Social Support and Self-Efficacy on Burnout in Working Students Enjang Maulana; Arif Rahman Hakim; Mohammad Iqbal
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2537

Abstract

This study aims to determine the effect of social support and self-efficacy on burnout in working students. This study uses a quantitative approach with a causal associative method. The population in this study were working students with a sample of 227 respondents obtained using the Convenience Sampling technique. The data analysis technique used multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 25.0. The results showed that social support has a significant negative effect on burnout with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Self-efficacy also has a significant negative effect on burnout with a significance value of 0.002 (p < 0.05). Simultaneously, social support and self-efficacy have a significant effect on burnout with a significance value of 0.000 (p < 0.05). The results of the coefficient of determination test showed an R Square value of 0.177, which means that social support and self-efficacy contributed 17.7% to burnout in working students, while the remaining 82.3% was influenced by other factors outside this study. This study shows that social support and self-efficacy can help reduce burnout levels in working students.
Bangkit Dari Tekanan: Self-Esteem Sebagai Pondasi Resiliensi Pada Remaja di Kabupaten Karawang Rizki Suhartina Putri; Arif Rahman Hakim; Regi Ramadan
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2680

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada dalam masa transisi dan rentan terhadap berbagai tekanan psikologis serta pengalaman traumatis. Salah satu kemampuan penting untuk bertahan dalam situasi sulit tersebut adalah resiliensi. Resiliensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self-esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap resiliensi pada remaja di Kabupaten Karawang. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13-21 tahun dengan jumlah partisipan berdasarkan rumus cohen sebanyak 204 orang, terdiri dari 114 laki-laki dan 91 perempuan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif, dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu dari Rosenberg Self-Esteem Scale (RSE) yang di adopsi oleh peneliti dan Resilience Quotient Test (RQ Test) yang diadopsi oleh peneliti. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan software SPSS Versi 24.0 for windows 64-bit. hasil analisis data menunjukan bahwa nilai signifikan regresi sederhana dari self-esteem terhadap resiliensi sebesar Sig. 0,000. Koefisien regresi (β = 0,944 ≤ .001). Hasil menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan resiliensi pada remaja dengan koefisisensi determinasi sebesar (R² = 0,891) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-esteem remaja maka semakin tingga pula resiliensinya.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP OPTIMISME MENGHADAPI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII SMK IPTEK SANGGABUANA PANGKALAN KARAWANG Winda Sri Pramesti Nugraha; Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1909

Abstract

Dunia kerja merupakan dunia tempat sekumpulan individu dalam melakukan suatu aktivitas kerja baik di dalam perusahaan maupun organisasi. Sulitnya mendapatkan pekerjaan di masa globalisasi ini menjadi topik hangat yang sangat meresahkan bagi lulusan-lulusan SMK yang memang belum memiliki pengalaman dalam bekerja. Optimisme merupakan suatu pandangan secara menyeluruh melihat semua hal yang baik dan bisa berpikir secra positif serta berpikir peristiwa buruk hanya bersifat sementara. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumblah populasi keseluruhan kelas XII 270 siswa penggambilan sampel menggunakan sampling kuota yang berjumlah 152 siswa. Hasil uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang dengan jumlah nilai sebesar 51,3% dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA FILM DALAM MENINGKATKAN EMPATI PADA NARAPIDANA KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA KARAWANG Ulba Mega Agustin; Nuram Mubina; Arif Rahman Hakim
Psikologi Prima Vol. 4 No. 2 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i2.2250

Abstract

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang universal. Kejahatan ini dapat ditemui di seluruh dunia, pada tiap tingkatan masyarakat. Salah satu faktor penyebab terjadi kekerasan seksual yaitu empati yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media film dalam meningkatkan empati pada narapidana kasus kekerasan seksual di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Karawang. Penelitian ini menggunakan tipe quasi experiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak tujuh narapidana kasus kekerasan seksual. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistic non parametric yaitu uji wilcoxon dengan bantuan SPSS 24.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0.017 < 0.05, yang berarti H0 ditolak, Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media film efektif dalam meningkatkan empati pada narapidana kasus kekerasan seksual di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Karawang.
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG KONFLIK KERJA WANITA BERJILBAB DALAM MENGHADAPI DISKRIMINASI Arif Rahman Hakim
Psikologi Prima Vol. 5 No. 1 (2022): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v5i1.2755

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memahami tentang pengalaman wanita muslimah yang memiliki harapan dan keinginan untuk bisa mengenakan jilbab di tempat kerja, tetapi aturan tidak tertulis melarang mereka untuk mengenakannya di tempat kerja. Keyakinan dan harapan yang tidak sesuai inilah yang mampu menimbulkan konflik kerja. Peneliti menggunakan metode analisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian serta memiliki prosedur analisis data yang terperinci dan terstruktur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara semi terstruktur kepada dua partisipan di daerah Karawang dan Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menemukan bahwa proses konflik yang terjadi pada partisipan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) konflik laten; (2) konflik yang dipersepsi; (3) konflik yang dirasakan; (4) penanganan konflik; (5) konsekuensi konflik. Kesimpulan dari konflik kerja dalam penelitian ini adalah setiap manusia bebas untuk memilih, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi dan tanggung jawab yang berbeda. Pengetahuan, keyakinan dan harapan memiliki andil besar dalam setiap keputusan yang diambil. Begitu juga dengan kemampuan memahami dan menerima dampak psikologis dari setiap keputusan yang dibuat.
Efektifitas Psikologi Kerekayasaan Tata Ruang Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Gravure Production di PT XYZ Jeklin Darsono Sidebang; Arif Rahman Hakim; Regi Ramadan
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.9734

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of workplace design psychology in improving employee motivation at PT XYZ. The approach used is a quasi-experimental quantitative method with a Two-Group Pretest-Posttest design. The research sample consists of 60 employees from the gravure production division, divided into two groups: the experimental group and the control group. Data collection was conducted using a work motivation scale based on Herzberg's theory(1966). Pretest and posttest results were analyzed using the independent sample t-test and gain score test. The research findings indicate that the experimental group experienced a significant increase in work motivation after the intervention, with a t-test value of 4.040 (p < 0.001) and an effect size of 38.56%. Thus, this study proves that the application of workplace ergonomics psychology is effective in enhancing employee work motivation, thereby accepting the alternative hypothesis (Ha).
Pengaruh Beban Kerja Terhadap Work Life Balance Pada Karyawan Produksi di PT XYZ Aqsa Nugroho; Arif Rahman Hakim; Holy Greata Singadimedja
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i4.835

Abstract

Riset ini bertujuan guna menganalisis pengaruh beban kerja terhadap work life balance pada karyawan produksi PT XYZ. Latar belakang riset ini didasari oleh adanya fenomena penurunan work life balance di perusahaan serta temuan riset sebelumnya yang inkonsisten. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 124 karyawan produksi menggunakan teknik sampel jenuh. Alat ukur yang digunakan dalam riset ini ialah kuesioner hasil adopsi dari skala beban kerja dan Work Life Balance Scale (WLBS). Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana. Hasil riset menunjukkan bahwasanya beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap work life balance (p < 0,001), di mana peningkatan beban kerja akan menurunkan tingkat work life balance. Uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwasanya beban kerja mampu menjelaskan 56,1% variasi dalam work life balance. Secara deskriptif, mayoritas karyawan berada pada kategori beban kerja sedang hingga tinggi, dengan tingkat work life balance yang juga tergolong sedang. Temuan ini mengimplikasikan bahwasanya manajemen beban kerja ialah strategi krusial bagi perusahaan guna menjaga dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.