Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Intervensi PELINDUNG: Pencegahan ISPA Bagi Anak dan Remaja di LKSA Panti Asuhan Berkah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Aloysia Ispriantari; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i2.2154

Abstract

The high number of Acute Respiratory Infections (ARI) in Indonesia, driven by environmental factors and the vulnerability of the child population, is a serious concern. Children and adolescents in Child Welfare Institutions (LKSA) are at high risk due to crowded conditions and limited facilities. This community service activity aims to increase awareness and practice of ARI prevention among children at the LKSA Panti Asuhan Berkah Palangka Raya. The "PELINDUNG" intervention adopted a comprehensive approach, including the distribution of masks and handwashing soap, as well as interactive health education. Educational materials covered ARI, 6-step Handwashing with Soap (CTPS), and demonstrations of correct mask use, delivered through posters and hands-on practice. Data on participation and initial responses were collected during the activity. The program successfully reached approximately 70 children and adolescents at the LKSA Panti Asuhan Berkah, who demonstrated active participation and positive responses. The provision of essential health facilities was also well received. Results indicated increased awareness and understanding of ARI prevention among participants. This community-based intervention was effective in improving preventive behaviors in vulnerable communities. It is hoped that more structured health support and regular evaluation of educational sustainability can continue to be implemented to improve the health of children and adolescents in LKSA.
Edukasi Pengelolaan Sampah Anorganik dan Minyak Jelantah Rumah Tangga Melalui Tabungan Sampah di RT 3 RW 6, Kelurahan Dinoyo Malang Musthika Wida Mashitah; Aloysia Ispriantari; Bagus Santri Buana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 2 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i2.9574

Abstract

Pengelolaan sampah melalui penerapan ekonomi sirkuler penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Di RT 3 RW 6 Kelurahan Dinoyo Malang, sampah anorganik umumnya langsung dibuang ke TPA, sementara minyak jelantah dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi mencemari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk pengelolaan sampah anorganik dan minyak jelantah rumah tangga melalui tabungan sampah di RT 3 RW 6, Kelurahan Dinoyo Malang. Mitra program adalah 18 ibu PKK RT. Metode pelaksanaan meliputi edukasi pemilahan sampah anorganik dan pengelolaan minyak jelantah serta mediasi penyetorannya ke bank sampah. Program ini berhasil menginisiasi terbentuknya Bank Sampah, mengurangi timbulan sampah anorganik, dan minyak jelantah di lingkungan. Satu bulan setelah pelaksanaan edukasi, 33% mitra (6 keluarga) aktif menyetorkan sampah anorganik berupa kardus dan kertas bekas total 20 kg dan minyak jelantah total 6 liter. Perlunya promosi berkelanjutan dan perluasan program di wilayah RW untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan manfaat yang lebih luas.
Hubungan Dukungan Ayah dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi 0 – 1 Tahun di UPT Puskesmas Tamban Baru Rodianor Rodianor; Aloysia Ispriantari
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 2 (2026): April: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i2.9250

Abstract

Immunization is a preventive measure used to protect against Tuberculosis, Diphtheria, Pertussis, Polio, Hepatitis B, and Measles. Immunization administration must be continuous, comprehensive, and conducted according to standards to provide effective health protection. The objective of this study was to determine the correlation between paternal support and the immunization status of children aged 0 to 1 year in the Tamban Baru Community hEalth Center area, Kapuas Regency. This study used a cross-sectional correlation design. The independent variable was paternal support, and the dependent variable was immunization status. The sample was selected using total sampling technique, consisting of 50 respondents. Data collection was performed using a questionnaire. The results showed a significant correlation between paternal support and the immunization status of children aged 0 to 1 year, indicated by p = 0.000017 < 0.005; thus, the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) accepted. This means that there is a correlation between paternal support and the immunization status of children aged 0 to 1 year. It is recommended that that cross-sector collaboration and Community Health Center authorities enhance efforts so that every immunization officer provides health education, such as counseling about immunization, and that family involvement in spreading immunization programs is increased to achieve targeted coverage through cooperation with health professionals.
Peningkatan Sikap Anggota PMR MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang Melalui Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice Enjelica Cindy Flora; Aloysia Ispriantari; Riki Ristanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.535

Abstract

Latar Belakang: Luka terbuka merupakan jenis cedera yang sering dialami oleh remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Kondisi ini menuntut kemampuan pertolongan pertama yang memadai agar komplikasi dapat dicegah. Namun, sikap positif dalam memberikan pertolongan pertama tidak selalu sejalan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki, sehingga diperlukan metode pelatihan yang mampu meningkatkan kesiapan dan sikap bertindak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka menggunakan metode drill and practice terhadap sikap anggota Palang Merah Remaja (PMR) MTs Ar-Roihan Lawang. Metode: Penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner sikap dengan skala Likert yang terdiri dari 25 pernyataan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap anggota PMR setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata sikap meningkat dari 67,67 pada pretest menjadi 82,27 pada posttest. Uji statistik menunjukkan nilai t = -11,724 dengan derajat kebebasan (df) = 29 dan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Kesimpulan: Pelatihan perawatan luka terbuka dengan metode drill and practice terbukti efektif dalam meningkatkan sikap positif anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama pada luka terbuka.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Rantau Tingkat Akhir S1 Keperawatan Di ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Eko Hadisaputra; Tien Aminah; Aloysia Ispriantari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.547

Abstract

Mahasiswa rantau tingkat akhir rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan adaptasi lingkungan, sehingga dukungan sosial teman sebaya dipandang penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 114 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner tingkat stres, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,882 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,014 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa rantau. Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori baik dan cukup, namun tetap berada pada tingkat stres sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres mahasiswa rantau tidak semata-mata dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban akademik, strategi koping, dan kemampuan adaptasi. Keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan desain potong lintang sehingga tidak dapat menggambarkan hubungan kausal. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel psikologis lain dan menggunakan desain longitudinal. Simpulan penelitian ini adalah dukungan sosial teman sebaya tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMKN 11 Malang Devi Maulidya Syahara; Aloysia Ispriantari; Maulana Arif Murtadho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.607

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan fisik dan psikologis, di mana status gizi yang baik dan kesehatan mental yang optimal sangat memengaruhi kualitas hidup dan prestasi akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kesehatan mental pada remaja perempuan di SMKN 11 Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 187 siswi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT dan kuesioner DASS-21, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal, sementara kesehatan mental sebagian besar berada pada kategori sedang hingga sangat berat, dengan uji Spearman yang menunjukkan hubungan signifikan antara IMT dan kesehatan mental (r = 0,150; p = 0,041). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kesehatan mental remaja, meskipun kekuatan hubungannya lemah, dan hasil ini dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis remaja
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai Risa Antriani; Aloysia Ispriantari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1121

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui respons fisiologis tubuh yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop berdasarkan klasifikasi PERKI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 18 responden (30,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (61,7%), dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 23 responden (38,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah sebanyak 23 responden (38,3%) dan berada pada kategori hipertensi stadium 1 sebanyak 23 responden (38,3%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,004 dan koefisien korelasi r = 0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami individu, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Health-Related Quality of Life and Associated Factors among Male and Female Adolescents in Indonesian Orphanages: A Comparative Study Aloysia Ispriantari; Rismia Agustina; Zainab Ibrahim Awaulu
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 21 No 2 (2026): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2026.21.2.19514

Abstract

Adolescents living in orphanages face a high risk of health problems, making the assessment of their health-related quality of life (HRQoL) critical. Characterizing gender-based variations in HRQoL is essential to understanding the distinct healthcare needs of this vulnerable population. This study aimed to evaluate gender-specific differences in HRQoL and identify associated factors among adolescents living in orphanages. A total of 238 adolescents (112 males, 126 females) aged 13-18 years were recruited through convenience sampling from 16 orphanages in Malang City, East Java, Indonesia. HRQoL was measured using the KIDSCREEN-27 Child and Adolescent Version, which assesses five dimensions: physical well-being, psychological well-being, autonomy and parent relations, peers and social support, and school environment. Group comparisons were conducted using independent samples t-tests and one-way ANOVA, and multiple-regression analysis was employed to examine factors of HRQoL. Results showed significant gender differences in total HRQoL scores, with females having lower scores than males (p < 0.05). Female adolescents also had lower scores in the physical well-being (p < 0.05) and psychological well-being (p < 0.05) dimensions. Conversely, no significant gender differences were found in autonomy and parent relations, peers and social support, or school environment dimensions. Only age was significantly associated with HRQoL among male adolescents. These findings suggest that female adolescents in orphanages have lower HRQoL scores than their male counterparts, particularly in physical and psychological health. This highlights the importance of incorporating gender-specific considerations in future interventions to improve HRQoL among adolescents living in orphanages.
Adiksi Internet Dan Kualitas Tidur Pada Remaja Soraya Garsinia Febrilian; Aloysia Ispriantari; Indari Indari
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 2 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i2.3112

Abstract

Adiksi internet di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan dan berdampak negatif terhadap kualitas tidur. Studi ini menyelidiki hubungan antara adiksi internet dan kualitas tidur di kalangan remaja. Desain yang digunakan adalah kuantitatif cross-sectional, dengan sampel sebanyak 178 remaja yang dipilih melalui stratified random sampling di SMP Negeri 1 Kanigoro Blitar. Data dikumpulkan menggunakan Internet Addiction Test (IAT) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Temuan mengungkapkan bahwa 59% responden mengalami adiksi internet tingkat sedang, dan 57,5% melaporkan kualitas tidur buruk. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur (p <0,05, r 0,299). Terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur yang buruk di kalangan remaja, sehingga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran mengenai penggunaan internet di kalangan remaja
Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Nanda Nasywa Octavia; Aloysia Ispriantari; Ratna Roesardhyati
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 2 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i2.3113

Abstract

Status gizi adalah keadaan seimbang antara nutrisi yang diperoleh dari makanan dan kebutuhan fisik. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kondisi gizi ini, salah satunya adalah pola makan anak. Anak-anak yang bersekolah termasuk kelompok yang paling rentan menghadapi masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara pola makan dan kondisi gizi anak-anak usia sekolah di SDN 1 Sidorahayu, Kabupaten Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 77 responden. Pengumpulan data menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Uji Chi-Square untuk menganalisis hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar didapatkan p value 0,001>0.05. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar