Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KONSEP MAQĀSID AL-SYARĪ’AH TENTANG TERM زوج (NIKAH) DALAM ALQURAN KAJIAN TEMATIK Kafrawi; Achmad Abubakar; Halimah Basri
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Al Mutsla Juni 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i1.607

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji maqāsid al-syarī’ah pada term konsep زوج dalam Al Quran. Kajian ini menggunakan pedekatan kulaitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka. Hasil kajian menyimpulkan bahwa dalam pandangan para ulama mufassir salah satu bukti kekuasaan Allah adalah penciptaan manusia yang berpasang-pasangan. Sehingga manusia dengan satu sama lain saling melengkapi atas kekurangan yang dimilikinya.
Memahami QS Al A’raf Ayat 56 mengenai Perampasan Lahan: Telaah Penafsiran Kontekstual menurut Pendekatan Abdullah Saeed Firdaus Dahlan; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Ria Renita Abbas
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 6 No 1 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i1.4655

Abstract

One of the human practices that cause damage to nature is land tenure or land grabbing which is then exploited in such a way for economic gain. This is very different from the text of the Quran which encourages humans to maintain environmental balance. In Q.S. A'raf verse 56, when viewed from the concept of Abdullah Saeed's Hierarchy of Values, the verse falls into Instructional Value, the impact of which will have two meanings. The universal meaning and the particular meaning. The purpose of this study is to find out the universal and particular meanings and relate them to the phenomenon of land grabbing. Thus, the universal meaning of verse 56 of QS Al A'raf is not to interfere with common rights that can cause harm to anyone. The particular value of the verse is the prohibition of land tenure because it is closer to indications of land grabbing that reduce access and movement of surrounding communities who may have felt marginalized and have no power to fight back or even just protest.
Nikah Sirri dan Problematikanya Nazarudin Nazarudin; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2215

Abstract

Menemukan pasangan hidup adalah keunggulan yang melekat pada setiap individu. Keinginan untuk memiliki pasangan menjadi kebutuhan yang sulit ditahan, terutama ketika seseorang memasuki usia dewasa. Meskipun tidak banyak, praktik pernikahan siri di Indonesia tidaklah asing. Praktik ini melibatkan berbagai kalangan, termasuk artis, ulama, dan pejabat negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hukum pernikahan sirri dalam Islam dan undang-undang yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan data dari jurnal-jurnal nasional dan internasional, serta penelusuran dokumen pernikahan siri di Kantor Urusan Agama. Pernikahan sirri dilakukan tanpa adanya wali yang sah, dan penelitian ini juga membahas pandangan ulama tentang hukum pernikahan sirri, hukum negara terkait pernikahan tersebut, serta dampak negatif yang dapat timbul akibat pernikahan sirri. Pernikahan sirri yang dilakukan oleh seseorang dapat menimbulkan banyak masalah di masa depan, terutama terkait administrasi, hak nafkah bagi anak dan istri, serta hak waris dan hak wali untuk anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.
ANALISIS KONSEP PERILAKU PRODUSEN DALAM HUKUM EKONOMI ISLAM (Tijauan Q.S Al – Maidah Ayat 87) Nadila Nadila; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Vol 8, No 2 (2023): Al-Amwal : JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMIC LAW
Publisher : Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/alw.v8i2.3831

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsep perilaku produsen dalam ekonomi islam berdasarkan tinjauan Q.S Al – Maidah ayat 87. Studi ini didasarkan pada apa yang telah ditulis dan menggunakan sumber informasi sekunder. Metode deskriptif kualitatif dan pendekatan interpretasi maudhu'i (tematik) digunakan untuk mendeskripsikan dan mengkaji data. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kajian, dan analisis isi digunakan untuk mengetahui apa maksud dari data tersebut. Data yang terkumpul disatukan dan dianalisis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produsen dalam ekonomi Islam bertindak dengan cara yang memenuhi standar kejujuran dan moralitas tertinggi. Hal ini karena dalam ekonomi Islam, manusia bekerja tidak hanya untuk menjadikan dunia ini lebih baik dan sejahtera, tetapi juga untuk mendatangkan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya. Alasan mengapa para pendiri Islam melakukan apa yang mereka lakukan harus selalu melakukan hal yang sama dan hasil yang mereka inginkan. Jika tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental agar maslahah dapat dibuat, maka tujuan pembuat adalah membuat maslahah.
Teori dan Aplikasi Manhaj Al-Maudhu’i: Kasus Terhadap Konsep Kufr dalam Al-Qur’an Karya Harifuddin Cawidu Muhammad Tajuddin; Halimah Basri; Bambang Sampurno
Jurnal Tafsere Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v11i1.39138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i yang dikemukakan dalam karya Harifuddin Cawidu yang berfokus pada konsep kufr dalam Al-Qur'an. Manhaj al-Maudhu'i adalah pendekatan studi al-Qur'an yang menekankan pada pemahaman kontekstual dan pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis konten. Data yang digunakan adalah karya Harifuddin Cawidu yang berjudul "Konsep Kufr dalam Al-Qur'an." Penelitian ini akan menganalisis pandangan Cawidu tentang kufr, termasuk definisi, jenis-jenis kufr, dan implikasinya dalam kehidupan Muslim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harifuddin Cawidu mengemukakan teori manhaj al-Maudhu'i dengan mengedepankan konteks sosial, sejarah, dan budaya dalam memahami konsep kufr dalam Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dan tidak terlepas dari konteks waktu dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan aplikasi manhaj al-Maudhu'i dalam memahami konsep kufr dalam kehidupan Muslim kontemporer. Cawidu memberikan contoh-contoh konkrit tentang situasi dan perilaku yang dapat dianggap sebagai kufr berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Dia juga menyoroti pentingnya memahami konsep kufr dengan bijak dan tidak menyimpang ke arah ekstremisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i, khususnya dalam konteks konsep kufr dalam Al-Qur'an. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan kontribusi dalam studi Al-Qur'an serta dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih akurat dan holistik tentang agama Islam.
Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dan Kuburan dengan Qiblat Tracker di Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng adrian prasetyo putra ansyar; Halimah Halimah B
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i2.12624

Abstract

Arah kiblat merupakan hal yang sangat fundamental karena berkaitan dengan ibadah. Ibadah yang dimaksud disini adalah shalat, shalat ada sesuatu hal yang wajib hukumnya untuk dikerjakan bagi umat muslim yang sudah baligh. Para ulama telah bersepakat bahwa keabsahan shalat ditentukan oleh ketepatan menghadap arah kiblat, sehingga jika arah kiblatnya tidak tepat, maka shalatnya bisa dikatakan tidak sah. Arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati Kota Mekkah (Ka’bah) dengan tempat kota yang bersangkutan.Maka perlu disepakati bahwa bagi yang berada di dalam masjidil haram maka kiblatnya adalah Ka’bah, bagi yang berada di luar masjidil haram (di kota mekkah) maka kiblatnya masjidil haram, sedangkan bagi yang berada di luar kota mekkah maka kiblatnya cukup menghadap ke kota mekkah saja. Qiblat tracker merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur arah kiblat. Para petugas pengukur arah kiblat sangat berharap dengan bantuan alat ini dapat membantu dan meringankan beban mereka ketika membantu masyarakat.Alat ini dapat digunakan dengan 2 mode, mode kompas dan mode jam matahari. Qiblat Tracker juga dapat digunakan untuk mengukur arah kiblat dengan berbagai bantuan, salah satunya dengan bantuan posisi arah utara sejati, cara menentukannya dengan melihat bulan, bintang, matahari, dan planet. Serta juga dapat bekerja dengan bantuan kompas. Dengan alat ini, diharapkan bahwa dapat membantu masyrakat dalam pengukuran arah kiblat masjid dan kuburan.            Dari penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa secara keseluruhan arah kiblat masjid di Kecamatan Liliriaja sudah benar dan tepat. Ada beberapa yang agak miring akan tetapi tidak melewati batas standarisasi maksudnya ada beberapa masjid yang tidak tepat sehingga beda 2-3 derajat tapi itu tidak menjadi permasalahan karena itu masih dalam lingkup wilayah Arab Saudi tidak keluar ke negara-negara yang ada disebelahnya. Sedangkan untuk arah kiblat kuburan secara keseluruhan agak miring sehingga ada beberapa yang mesti diluruskan.            Masyarakat memahami bahwa arah kiblat itu sangat penting sehingga masyarakat merasa sangat terbantu dengan dilakukannya kalibrasi atau uji akurasi ulang arah kiblat masjid dan pemakaman yang ada di wilayah mereka. Pengkuran ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan menjaga nilai-nilai ibadah serta kemaslahatan umat muslim.
Analisis Tentang Rukyat Hilal Dalam Kitab Khulāṣah Al-Aqwāl Fī Ma’rifat Al-Waqt Wa Ru’yat Al-Hilāl Karya Ibnu Rajab Al Majdī Nur afdal Purnama putra; Andi Muh. Akmal; Halimah B
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v3i2.28417

Abstract

abstrak
Analisis Penentuan Waktu Salat Isya Perspektif Ilmu Falak Aisyah Maulidatul Haq Abdullah; Halimah B; Muhammad Anis
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v3i3.32324

Abstract

This study aims 1) to determine the timing of the Isha prayer from the perspective of the Qur'an and Hadith 2) to determine the timing of the Isha prayer from the perspective of astronomy. This type of research is library research “Library Research” with syar'i and astronomical approaches. The results of this study indicate that the timing of the Isha prayer based on the Qur'an has not explained in detail when the beginning and end of the Isha prayer time. Meanwhile, according to the hadith of the Prophet Muhammad. that the beginning of the Isha time coincides with the end of the Maghrib time. As for the end of the Isha time according to the hadith, the longest is at midnight. Although there are other opinions that understand the end of Isha time is just before dawn. As for the timing of the Isha prayer from the perspective of astronomy, namely when the syafak in the west has disappeared from the horizon with a sun height of -18°. Although the height of the sun at the time of Isha stated by astronomers is quite varied. However, this does not become an obstacle in developing and continuing to do research on Isha time. So that the next schedule circulating in the community will vary. This study focuses on the beginning and end of Isha time. This research should be followed by further research for the sake of scientific perfection. Because today's era where skyscrapers are increasingly being built, which of course will affect the duration of the prayer.
ANALISIS PEMIKIRAN SYEKH YASIN AL-FADANI TENTANG HISAB RUKYAT TRADISIONAL Sinta; Halimah B; Andi Muhammad Akmal
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v4i1.32485

Abstract

Hisab rukyat is an absolute problem in the field of astronomy. In this research on reckoning rukyat, the author refers to Sheikh Yasin al-Fadani's thought of reckoning rukyat in Kitab al-Mukhtasor al-Muhadzab fi Ihtiroji al-Awqat wa al-Qiblah bi ar-Rubi' al-Mujib, with the research approach used is the syar'i astronomy and character approach, in this case Sheikh Yasin al-Fadani. From the results of the study, the authors found that Syekh Yasin al-Fadani's astronomical scientific Sanad was the highest sanad obtained from several of his teachers, both from those in the Middle East and from the Archipelago. That is, Sheikh Yasin al-Fadani is connected with his astronomical scientific chain with a number of scholars in the world and in the archipelago. Regarding the problem of Sheikh Yasin al-Fadani's rukyat reckoning thought which is still fairly classic, such as the use of Rubu 'Mujayab, it is not much different from the rukyat reckoning system in today's era. So it can be said that Sheikh Yasin al-Fadani's rukyat reckoning thinking is in line with what is in the astronomy literature today, both in the calculation system for the beginning of prayer times, Qibla direction, calendar and in determining the beginning of the month. Keywords: Hisab Rukyat, Rubu’ Mujayab, Sheikh Yasin al-Fadani
Uang Elektronik (E-Money) dalam Perspektif Maqashid Syariah Muhammad Ihsan H.M. Baso; Achmad Abubakar; Halimah Basri
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol. 11 No. 2 (2023): el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ej.v11i2.7068

Abstract

Electronic money is one of the payment tools in electronic form where the value of money is stored in certain electronic media, the user or users must first deposit the funds to the issuer or issuer, then stored in electronic media in the form of an e-money before using it for transaction purposes. at merchants that provide payment facilities using electronic money. The purpose of this study is to analyze e-money from the perspective of the Koran and to discuss the contracts contained in all transactions through e-money. The method used in this study is a qualitative method, with a library research approach,namely a series of activities related to library data collection methods, reading and recording and processing research materials from supporting literature. Today's e-money has been transformed in the development of world technology and among the halal community and has fulfilled the rules of the quran and sharia maqasid as a transaction tool. Researchers want to review E-money from the perspective of the quran, whether it is in accordance with the principles of the quran and the contracts contained in e-money