Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Nasionalisme Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan Di SMA Negeri 1 Balai Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Ayu Andini; Achmadi; Shilmy Purnama; Syamsuri; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i2.4553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai nasionalisme sebagai upaya pencegahan perundungan di SMA Negeri 1 Balai Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Waka Kesiswaan, Guru BK, dan Peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat program-program di sekolah yang menerapkan nilai-nilai nasionalisme yaitu PIK-R, ekstrakurikuler paskibra, ekstrakurikuler pramuka, ekstrakurikuler istika, dan ekstrakurikuler PMR dan juga keiatan P5. Kemudian juga terdapat 4 nilai-nilai nasionalisme yaitu nilai perasaan cinta tanah air, nilai melestarikan seni serta budaya Indonesia, nilai toleransi dan nilai peduli sosial. Dalam penerapan nilai-nilai nasionalisme tersebut terdapat hambatan yang dimana terdapat dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Canva untuk Guru SMK Swasta Al-Azis Annim Hasibuan; Ayu Andini; Siti Zubaidah; Zulpahri Nainggolan; Wasri Aminah; Amron Zarkasih Ritonga
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2q4zy546

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran abad 21 menuntut guru untuk mampu berinovasi dalam menyajikan materi melalui media pembelajaran yang kreatif, menarik, dan berbasis teknologi digital. Namun, kenyataannya masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam menguasai aplikasi desain digital untuk mendukung proses pembelajaran. SMK Swasta Al-Azis di Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah satu sekolah yang mengalami kendala serupa, di mana sebagian besar guru masih menggunakan media konvensional yang kurang interaktif. Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan media pembelajaran berbasis aplikasi Canva dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru dalam mendesain media digital. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang guru dari berbagai mata pelajaran, dilaksanakan selama dua hari tatap muka intensif dengan tambahan pendampingan daring. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan guru, ditandai dengan rata-rata peningkatan skor pasca pelatihan sebesar 65% dan kemampuan menghasilkan media pembelajaran berupa poster, infografis, modul digital, dan presentasi interaktif. Guru merasa lebih percaya diri menggunakan Canva, sementara uji coba di kelas memperlihatkan bahwa siswa lebih termotivasi dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan Canva efektif dalam meningkatkan literasi digital guru serta kualitas pembelajaran, sekaligus mendukung agenda transformasi pendidikan berbasis teknologi di era digital.
The Traditional Marriage Customs of the Bugis Bone in Dua Boccoe District from the Perspective of the Living Qur’an: An Analysis Based on Karl Mannheim’s Theory Ayu Andini; Muhammad Yusuf; Rosmini; Muhammad Revi Fahrezi
Jurnal test Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v4i2.567

Abstract

This study analyzes the Bugis traditional wedding customs in two subdistricts through the perspective of the Living Qur’an, using Karl Mannheim’s theory. The main objective is to understand how Bugis wedding rituals are interpreted in the context of the Qur'an and to explore the social dynamics embedded in these traditions. A qualitative approach was employee, with data collected from the head of the office of religious affairs (KUA), village imams, traditional leaders, and local community members. Data collection methods included observation, interviews, documents, and literature review. Were analyzed through reduction, presentation, and conclusion data data. the tells reveal that the bugis traditional wedding procession in dua boccoeconsists of three stages: pre marriage, marriage (akad), and post marriage. Each stage carries spiritual, social, and cultural values that remain rel evant to the bugis community. Despite some changes in the way traditions are practiced, the objectives, expressive, and documenting meaning, restingintact, aligning with mannheim's theory of ideology and utopia. Qur'anic values such as shariah, ṭahārah (Purity), and adab (Etiquette) are integrated with local culture, reinforcing t he connection between religions and traditions. This research is expected to contra st to the preservation of local traditions and Deepen the understanding of the interaction between local culture and Islamic teaching.
Langkah-Langkah Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Global Dalam Bidang Ekonomi Beny Sitakar; Ayu Andini; Nadya Dewi Anggita; Suhairi
Jurnal Minfo Polgan Vol. 12 No. 2 (2023): Artikel Penelitian 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v12i2.13384

Abstract

Globalisasi di bidang perekonomian telah mendorong munculnya perdagangan lintas batas negara yang tidak terkekang, ditandai dengan perdagangan bebas dimana pergerakan barang, jasa dan manusia dari dan ke suatu negara tidak mengalami banyak hambatan. Skenario ini menghadirkan peluang sekaligus ancaman bagi Indonesia. Sisi positifnya, hal ini memudahkan masuknya barang dan jasa produksi Indonesia ke pasar luar negeri, serta mengurangi hambatan non-tarif terhadap produk Indonesia. Demikian pula, pekerja Indonesia mungkin akan lebih mudah bekerja di luar negeri dengan pembatasan imigrasi yang lebih sedikit. Namun sisi sebaliknya adalah potensi ancaman bagi Indonesia karena barang, jasa, dan tenaga kerja asing bisa masuk ke Indonesia tanpa hambatan berarti. Hal ini dapat menyebabkan ketatnya persaingan pasar domestik dalam hal kualitas barang, jasa dan tenaga kerja, baik dalam negeri maupun internasional. Oleh karena itu, perlu disusun strategi untuk menghadapi tantangan globalisasi, dan memastikan Indonesia memperkuat posisinya dalam memanfaatkan peluang dalam persaingan ekonomi global. Artikel ini akan menguraikan beberapa strategi yang dapat diterapkan Indonesia untuk mengatasi tantangan global di bidang perekonomian.
Strategi dalam Meningkatkan Literasi dan Minat Baca Anak Anak Desa Jaranguda melalui Sosialisasi Literasi Sindi Rahmadani; Raja Gusti Mandari Siregar; Siti Aulia; Ayu Andini; Nurwani Nurwani
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.3420

Abstract

The reading ability of children in Indonesia, especially in rural areas, remains a very serious problem. Jaranguda Village in Karo Regency is one of the areas facing this challenge due to the lack of facilities, reading habits, and the dominant use of gadgets. This study aims to identify effective strategies to improve literacy and reading interest in children in Jaranguda Village through literacy socialization activities conducted by KKN students. The study used a qualitative descriptive method with observation and documentation techniques of participants and activity implementers. The results showed that the implementation of four main approaches—namely literacy socialization and strengthening, media-based literacy counseling, the application of literacy in public conversations, and the application of literacy in daily activities—had a positive impact on increasing children's interest and reading ability. Children became more enthusiastic about reading, more confident in conveying the content of reading, and began to get used to reading regularly every day. These findings confirm that literacy packaged in an interactive and fun way can create meaningful learning experiences for children. Therefore, activities like this must continue to be developed and implemented sustainably in other villages so that the culture of literacy from an early age can be improved and strengthened.
The Educational Value of the Main Character in Facing Life's Problems in the Novel Sunset and Rosie by Tere Liye Izmawal Pebriani Nasution; Muji Endah Palupi; Ridwan; Amron Zarkasih Ritonga; Ayu Andini; Juli Yani
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.4426

Abstract

This study aims to (1) describe the intrinsic elements that build the novel Sunset Bersama Rosie by Tere Liye and (2) identify the educational values contained in the novel through a literary sociology perspective. This research uses a qualitative descriptive method with an embedded case study design. The data consist of words, phrases, and sentences taken from the novel, collected through reading, note-taking, and literature study techniques. Data validity was ensured through theoretical triangulation, and the analysis employed a dialectical approach to relate literary structure with social reality. The findings show that Sunset Bersama Rosie revolves around the themes of love, compassion, and sacrifice. The story follows Tegar, the main character, who experiences deep emotional struggles following the Bali II bombing in 2005. The settings of Bali, Lombok, and Jakarta enrich the novel’s socio-cultural background. The analysis reveals several educational values reflected in the characters’ behavior and moral development, including the value of peace shown through forgiveness after tragedy, love illustrated in Tegar’s sincere devotion to family and friends, sacrifice embodied by Rosie’s willingness to prioritize others’ happiness, and responsibility demonstrated through the characters’ commitment to face challenges with integrity. These values highlight how the novel not only portrays emotional resilience but also promotes moral awareness and social empathy in readers.
A Literature Review on Environmental Literacy Among Senior High School Students in Indonesia Maimunah Ritonga; Ayu Andini; Arif Bulan
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f3cm2745

Abstract

Environmental literacy has become an essential competency that senior high school students in Indonesia must possess to address sustainability challenges. This literature review aims to map the development of research on environmental literacy among high school students, including conceptual definitions, theoretical frameworks used, literacy levels based on empirical findings, and commonly applied assessment instruments. The results indicate that environmental literacy at the high school level generally falls into the moderate category, with students demonstrating relatively good basic environmental knowledge but lacking strong cognitive skills and pro-environmental behaviors. Previous studies also reveal that curriculum factors, school facilities, teacher pedagogy, family support, and exposure to digital media significantly influence the development of environmental literacy. The most widely used instruments include the MSELS, Environmental Attitude Scale (EAS), New Ecological Paradigm (NEP), as well as locally developed ESD-based questionnaires adapted to the Indonesian context. This review highlights the need for integrating Education for Sustainable Development (ESD) approaches, strengthening project-based pedagogy, and improving green school facilities to promote more comprehensive and action-oriented environmental literacy.