Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Metode Penulisan Artikel Telaah Literatur Anung Ahadi Pradana; Muhammad Chandra; Ismail Fahmi; Casman; Alfunnafi' Fahrul Rizzal; Nani Asna Dewi; Nur’aini
Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia (JIKDI)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.123 KB) | DOI: 10.56667/jikdi.v1i1.204

Abstract

Lecturers in Indonesia only focus on original research in implementing Tri Dharma of Higher Education. A literature review has not been optimally used because of the lack of guidance. This article aimed to describe what a literature review is and how to compile good literature. This article is a simple literature review. The keywords used were "literature review", "literature review", "scoping review", and "systematic review" from the databases of Google Scholar, ResearchGate, SpringerLink, and EBSCO. The search resulted in 10 selected articles that discussed the review literature from the definition, type, stages of making a literature review. Writing a good literature review must be done starting from determining the source of the article to the understandable conclusions. To reduce the risk of errors in making a literature review, we must pay attention to the guidelines to obtain a literature review with high quality of evidence and low bias.
Telaah Pengetahuan Keluarga Akan Kondisi Demensia Pada Lansia Etty Kurniasih; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia (JIKDI)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.911 KB) | DOI: 10.56667/jikdi.v2i1.587

Abstract

Latar Belakang. Indonesia adalah negara yang termasuk era penduduk berstruktur lansia karena jumlah penduduk yang berusia 60 tahun keatas sekitar 7,18%.  Meningkatnya populasi lanjut usia ini menimbulkan berbagai perubahan yang berdampak pada masalah kesehatan, salah satunya adalah fungsi kognitif yaitu demensia  Demensia pada lansia merupakan suatu kondisi gangguan kemampuan kognitif secara umum dan progresif yang berkaitan dengan kesehatan fisik lansia. Penurunan kognitif lansia dapat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga dan dapat menimbulkan beban fisik, psikologis, ekonomi dan sosial bagi keluarga. Tujuan: Penelitian adalah untuk  mengetahui tentang pengetahuan keluarga tentang kondisi lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode telaah artikel dengan menggunakan sumber database literature dari Google Scholar. Peneliti mengambil literature yang terbit pada 5 tahun terakhir yaitu tahun 2016-2021. Hasil: Analisa  yang didapatkan dari 10 jurnal menunjukkan bahwa ada 5 tema yaitu 1) Pengetahuan tentang demensia, 2) Kondisi Lansia Demensia dan kesiapan keluarga, 3) Factor-faktor pendukung yang mempengaruhi pengetahuan keluarga terhadap demensia, 4) Managemen koping caregiver, 5) Factor factor penghambat yang mempengaruhi  Kesimpulan: Dari telaah jurnal yang didapatkan maka dapat disimpulkan  bahwa dimensia pada lansia membutuhkan peran penting keluarga, sehingga  hubungan pengetahuan keluarga tentang demensia sangatlah penting, untuk mengadopsi pendekatan yang berpusat pada keluarga dan memberikan pelatihan dan bimbingan. Membuat rencana pribadi yang lebih komprehensif dengan pengasuh keluarga dan menawarkan kepada mereka bimbingan agar  dapat membantu mereka mengatasi ketidakpastian mereka dan menghilangkan hambatan untuk lebih terlibat dengan program perawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kerabat mereka.
Analisis Deskriptif Pencapaian Audit Mutu Internal Stikes Mitra Keluarga rentang 2019-2020 Anung Ahadi Pradana; Lina Herida Pinem; Susi Hartati; Guntari Prasetya; Rohayati Rohayati; Elfira Maya Sari; Intan Kurnia Putri
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 8 No 02 (2022)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.851 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v8i02.1142

Abstract

quality assurance system is one of the steps for higher education in improving the quality of the implementation of the Tridharma and services to the community as a form of Good University Governance. In implementing the internal quality assurance system, STIKes Mitra Keluarga has been implementing it since 2015 and always conducts analysis regularly every year. The type of research carried out is a descriptive analysis of the data from the implementation of the Internal Quality Audit (AMI) conducted by LPMI STIKes Mitra Keluarga in 2018/19 and 2019/20. The data obtained are then compared with the results between the items of conformity (KS) and non-compliance (KTS) from Education Standards, Research Standards, PKM Standards and Internal Driven Standards (Student Admission (PMB), Student Affairs, Graduates, Management Information Systems (SIM) and Cooperation). The results of the descriptive analysis carried out found an increase in the percentage of conformity (KS) and a decrease in the percentage of non-conformance (KTS) from the implementation of the Internal Quality Audit in 2018/19 and 2019/20. Several operational problems related to the implementation of the quality management system. Based on the results of the internal quality audit, several problems were found related to the implementation of the quality assurance system, including: 1) Not 100% of the STIKes Mitra academic community has a high awareness of quality commitment and performance documentation, 2) Auditees are not 100% obedient in the use of procedure manuals and still often replace documents without legal aspects from LPM, and 3) Efforts to achieve standards have not been carried out overall. The prevention strategies planned by STIKes Mitra Keluarga include: 1) Refreshing the quality commitment of the STIKes Mitra Keluarga academic community, 2) At the beginning of each semester, documents will be issued from the UPM of each study program and the frequency of monitoring and evaluation of the use of documents will be increased, 3) STIKes Mitra Keluarga leaders need to motivate the entire community to try to implement a strategy to achieve quality standards, 4) Make quality standards as indicators in strategic plans, and 5) Implement a system of rewards and punishments.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA: LITERATURE REVIEW Eka Agustina; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v5i1.169

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia merupakan tahap terakhir dari kehidupan, sehingga sangat mudah ditemui masalah kesehatan terutama tekanan darah tinggi yang sering ditemui oleh lansia. Tekanan darah tinggi merupakan masalah bagi lansia. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan  global dan lokal karena disebut “silent killer” karena tekanan darah tinggi dapat berakibat fatal dan seringkali terjadi tanpa tanda atau gejala apapun. Salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita tekanan darah tinggi adalah karena ketidaktahuan lansia yang mengarah pada perilaku  tidak sehat, apalagi jika diet hipertensi tidak diikuti dengan benar. Metode: Dilakukannya penelitian ini dengan maksud tujuan dapat mengetahui apakah adanya hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diit hipertensi pada individu lanjut usia. Metode penulisan terdiri dari beberapa artikel dengan tinjauan literatur tentang topik yang  dipilih oleh penulis. Basis data yang digunakan untuk mencari artikel  adalah Google Scholar dan Pubmed. Hasil: Tinjauan literatur sistematis dilakukan untuk mengidentifikasi penelitian yang  diterbitkan antara 2017 dan 2022 tentang hubungan pengetahuan dan kepatuhan diet hipertensi pada lansia. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mempengaruhi kepatuhan terhadap diit hipertensi pada lansia. Hasil: Dalam literature review yang dilakukan, penulis mengumpulkan 10 artikel yang menyebutkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet  pada lansia. Kesimpulan:  Berdasarkan 10 artikel dapat diketahui tingkat pengetahuan mempengaruhi kepatuhan diet hipertensi pada lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP LANSIA: LITERATURE REVIEW Rosida rosida; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v5i1.175

Abstract

Pendahuluan: Kualitas hidup ialah persepsi individu mengenai adat-istiadat dan aturan yang layak dengan tempat tinggal atau domisili yang berhubungan dengan arah tujuan, keinginan, standar dan sikap caring semasa hidupnya. Berdasarkan sudut pandang kesehatan, lanjut usia dapat merasakan yang namanya process aging yang ditandai dengan kemunduran fungsi tubuh terhadap fungsi fisik dalam hal ini lansia mudah terserang penyakit. Bertambahnya penyakit dikelompok lanjut usia dapat menimbulkan transformasi pada kualitas hidup lansia itu sendiri. Kesehatan lansia memiliki tujuan untuk mengupgrade kualitas hidup Lansia agar sehat, independent, tumbuh dan berkembang secara produktif, bermanfaat dan makmur sehingga lansia dapat hidup sehat dan Bahagia di hari tuanya. Studi ini bermaksud untuk memberitahukan dan membahas variabel demografi yang mempengaruhi kualitas hidup Lansia. Metode: Metode penulisan analysis artikel ini berbasis literature review data base yang ditelusuri menggunakan website Google Scholar dan Pubmed antara tahun 2016-2022 dengan kata kunci pencarian ((status demografi) AND (kualitas hidup)) AND (lansia). Standar yang diinginkan penulis meliputi: (1) riset yang mengupas variabel status demografi dengan kualitas hidup lanjut usia, (2) jenis riset kuantitatif dengan metode crossectional. Total artikel yang diperoleh sebanyak 10 yang memenuhi pertanyaan penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil analisis terhadap 10 artikel di temukan variabel yang terkait dengan kualitas hidup usia yang lebih tua ialah umur, gender, tingkat pendidikan, kapasitas ekonomi, status perkawinan, pendapatan, serta pekerjaan. Sehingga di butuhkan peran tenaga kesehatan dalam mengupaya pembangunan pada bagian kesehatan yang didasari  program kesehatan dengan menjalankan peran Kesehatan terkait promosi, pencegahan, penyembuhan serta pelayanan rehabilitatif. Kesimpulan: Upaya pengembangan kesehatan ini ialah untuk menaikkan harkat dan martabat masyarakat.
Analisis Pencapaian Audit Mutu Internal STIKes Mitra Keluarga Rentang 2020-2021 Anung Ahadi Pradana; Intan Kurnia Putri; Lina Herida Pinem; Susi Hartati; Guntari Prasetya; Elfira Maya Sari; Muhammad Chaidar
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 9 No 01 (2023)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v9i01.2401

Abstract

The Internal Quality Assurance System was one of the ways that can be taken by higher education institutions in maintaining the quality of service and graduates produced as tridharma's responsibility to stakeholders. The purpose of this writing was as STIKes Mitra Keluarga’s responsibility in maintaining a Good University Governance. The method that had been used was a quantitative analysis of data from the implementation of the Internal Quality Audit (AMI) conducted by LPMI STIKes Mitra Keluarga in 2019/20 and 2020/21. The percentage of suitability of the education standards in the 5 study programs at STIKes Mitra Keluarga shows some changes compared to the previous year. Furthermore, the results of the analysis using SPSS on the suitability of education, research, community service, and internal driven standards show a p value > 0.005 which indicates that there was no significant change based on the results of the 2020/2021 AMI with the 2019/2020 AMI results. There had been a decrease in the percentage of suitability in 2020/2021 because even though the number of question items has decreased from the previous year, the content of each question item had been increased in the quality of the standards’ content. Less significant results in 2020/2021 were one of the reasons STIKes Mitra Keluarga had made several changes such as increasing the number of internal driven standards and various questions in each standard as one of the efforts to maintain the quality of STIKes Mitra Keluarga's tridharma.
Improving Nurse' Knowledge about Elder Abuse Anung Ahadi Pradana; Rohayati Rohayati; Casman Casman
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v6i2.3192

Abstract

The incidence of violence in the elderly is suspected to have a very detrimental effect and can reduce the quality of life of the elderly. Several interventions, such as increasing public awareness and health workers, screening the risk of violence, and strengthening the elderly group to be able to report incidents of violence are known to have a positive effect on reducing cases of violence in the elderly. The activity was carried out in the form of increasing knowledge about violence in the elderly virtually for 464 participants consisting of nursing students and professional nurses from 23 provinces. The results of the Wilcoxon test analysis showed a significance value of 0.000 (< 0.05) which indicated a positive benefit in increasing nurses' knowledge about violence in the elderly. Health workers, especially nurses, are still one of the parties trusted by the elderly group to get rid of all the pain and treatment they experience. The implementation of knowledge improvement programs is known to have a positive effect on nurses' knowledge, some limitations that may be considered by researchers or health workers in designing further activities include: the need for full support from policy makers in implementing the program, the need for a program that is sustainable and not only carried out once in a while, and the need for an active role from health workers to participate in finding out about violence in the elderly through several other ways.
Improving Nursing Students’ Knowledge about Health Myths in Indonesia Anung Ahadi Pradana; Ismail Fahmi; Casman Casman; Nani Asna Dewi; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Muhammad Chandra; Nur’aini Nur’aini
Journal of Community Empowerment for Health Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.73455

Abstract

Health myths are one of the factors that can hinder the achievement of government programs in the health sector. The resistance that arises from the community can be even greater if the believed myths have taken root in social life and are  considered to have magical elements in their implementation. To change the errors in people’s health beliefs in society,  health workers are important in providing proper health education and health literacy to all levels of society. Based on the  problems found, the team’s goal was to improve nursing students’ knowledge about health myths in Indonesia. This activity was implemented for 199 nursing students from 7 provinces (DKI Jakarta, West Java, Banten, Jambi, East Java, Central Java, and Southeast Sulawesi) online through Zoom meetings. This activity was the final series of activities conducted by the Institute of Training, Education and Research, Nurse Share Idea (NSID) about health myths that exist in Indonesia, while the implementation of this series of activities was done from November 2020 to August 2021. The results of the Wilcoxon testing of the activities had the value of sig = 0.002 (<0.005), which means that the activities have had a significant and positive impact on improving nursing students’ knowledge about health myths in Indonesia. Four of the 14 topics of understanding  health myths were decreased. These four topics are related to myths in nursing care. The results indicated that activities could increase participants’ knowledge of health myths. However, nurses still experience confusion preventing myths in implementing nursing care for patients. Other activities can focus on increasing efforts to counteract myths in implementing nursing care. 
Kengerian Eksperimen Medis Nazi Bernama Eugenetika Anung Ahadi Pradana; Casman Casman; Muhammad Chandra
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Eksperimen medis yang dilakukan oleh Nazi sejak 1933 hingga 1945 merenggut banyak nyawa dengan prosedur yang sangat tidak manusiawi. Sejarah kelam penelitian kesehatan ini penting untuk perkembangan penelitian kesehatan modern. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksperimen medis yang dilakukan Nazi dan pembelajaran yang dapat diambil sebagai pertimbangan etik penelitian kesehatan. Metode: Studi ini merupakan narative literature review sederhana. Pencarian artikel menggunakan kombinasi beberapa kata kunci, yaitu  “Nazi”, “Medical”, “Experiment”, “Nuremberg trial”, “World War II”, dan “Camp concentration”. Artikel dibatasi pada terbitan 2016-2022 dari beberapa database seperti Google Scholar, PubMed, dan CINAHL. Artikel yang dipilih disesuaikan dengan kriteria inklusi penelitian, meliputi: 1) artikel yang menjelaskan tentang eksperimen medis oleh Nazi, 2) tidak ada batasan bahasa pada artikel yang dipilih, dan 3) Artikel yang menjelaskan tentang uji coba yang dilakukan oleh tim medis Nazi. Hasil: Nazi mempromosikan “Egenetika” sebagai propaganda untuk mendukung eksperimen medis secara paksa, mengkampanyekan perundangan tentang pencegahan keturunan yang sakit secara genetik, sterilisasi paksa, membunuh anak-anak dan orang dewasa yang cacat fisik dan mental, pembunuhan massal secara medis terhadap kelompok yang dianggap sebagai ancaman genetik (homoseksual, Yahudi, Roma).  Tim peneliti melibatkan lebih dari 38.000 dokter. Kesimpulan: Eksperimen medis Nazi menunjukkan sisi gelap penelitian kesehatan. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi penerus akan pentingnya berpegang teguh pada etika penelitian yang ada.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI MOTORIK BAGI LANSIA DENGAN PENYAKIT PARKINSON: STUDI LITERATUR Zalfa Kamila Rafifah; Wulan Sari; Sitti Noer Shabrrina; Siti Meira Putri Satriyani Kusuma Ningrum; Sifa Safira; Anung Ahadi Pradana
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1567

Abstract

Penyakit Parkinson (PD) adalah gangguan sistem saraf pusat yang melibatkan neuron dopaminergic dapat mempengaruhi gerakan, sering disertai tremor. Penderita PD yang mayoritas lansia sering mengalami gangguan motorik seperti bradikinesia, hipokinesia, tremor, ketidakstabilan postural dan kekakuan. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknologi sebagai alat monitor aktivitas saat penderita Parkinson tinggal sendiri dirumah yang bisa dipantau oleh tenaga kesehatan maupun keluarga. Metode yang digunakan yaitu kajian literature dengan pendekatan sederhana terhadap 10 artikel terkait teknologi pemanfaatan teknologi bagi lansia penderita Parkinson dalam periode 2011-2021. Hasil dari study literature adalah teknologi sangat bermanfaat untuk diterapkan bagi lansia dengan penyakit Parkinson. Dari 10 literatur yang ditemukan menyatakan bahwa dengan adanya teknologi dapat mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan bagi lansia penderita Parkinson.  Teknologi juga bermanfaat pada penderita Parkinson karena mampu melatih kemandirian pasien dengan cara melakukan aktivitas secara mandiri. Diharapkan jumlah jurnal penelitian terkait penggunaan teknologi pada pasien lansia penderita Parkinson diperbanyak agar dapat mempermudah dalam pencarian informasi terpercaya serta sebagai bukti adanya manfaat penggunaan teknologi.   DOI: 10.5281/zenodo.6033445