Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Studi Self Esteem Remaja Yang Mengalami Body Shaming Dengan Teknik Cognitive Restructruring (CR) Yuyun irnawati; Unhaluddin T Kurniawan; Ria Safaria Sadif
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 3 No. 2 (2024): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v3i2.6941

Abstract

Penelitian ini bertujuan i) untuk mengetahui gambaran umum self esteem remaja yang mengalami body shaming. ii) untuk mengetahui penyebab terjadinya self esteem  yang rendah pada remaja yang mengalami body shaming. iii) ntuk mengetahui bentuk penanganan dalam mengatasi remaja yang mengalami body shaming. metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu remaja di desa Siompu Lontoi yang berinisial WE. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik trigulasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan Hasil penelitian tentang perilaku self esteem remaja yang mengalami body shaming dan penanganannya adalah sebagai berikut: Self esteem remaja yang mengalami body shaming yang dialami oleh WE yaitu WE merasa malu dengan orang lain, ketika ada teman-teman mengatai dia hitam, bahkan WE tidak mau bermain sama teman-teman. Faktor yang mempengaruhi self esteem remaja yang mengalami body shaming yaitu WE di ejek oleh teman-teman karena fisik yang  gemuk, hitam dan jelek. WE berpikir dirinya memang tidak seperti teman-teman, WE hanya berdiam diri di rumah. Penanganan self esteem remaja yang mengalami body shaming pada konseli dilakukan dengan menggunakan teknik restrukturisasi kognitif terdiri atas 6 tahap yaitu rational treatment, identifikasi pikiran kedalam situasi, Pengenalan dan latihan coping thought, Peralihan pikiran negative ke coping tought, Latihan penguatan positif, dan evaluasi. Setelah intervensi diberikan, terjadi perubahan pikiran WE dari irrasional ke rasional.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Talk Untuk Mengurangi Kecemasan Berkomunikasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Baubau Nur Intan Intan; Ria Safaria Sadif
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 4 No. 01 (2025): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v4i01.7462

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecemasan berkomunikasi siswa, mengetahui pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik self talk, serta menguji efektivitas penurunan kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Baubau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan teknik Sampling Purposive sebanyak 10 siswa kategori tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan treatment (pre-test), mayoritas kecemasan berkomunikasi siswa di peroleh (34%) berada dalam kategori tinggi, (45%) berada dalam kategori sedang, (21%) berada dalam kategori rendah. Sebanyak 10 siswa dalam kategori tinggi diberikan treatment berupa layanan konseling kelompok dengan teknik self talk dalam empat pertemuan, yang mencakup aspek suasana hati, aspek kognitif, aspek somatik dan aspek perilaku motorik. hasil posttest menunjukkan pengurangan signifikan dengan 70% siswa mencapai kategori rendah dan 30% dalam kategori sedang. Hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai Asymp. Sig(2-tailed) sebesar 0.005<0.05 atau (p<0.05), dalam pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ada penurunan kecemasan berkomunikasi setelah di berikan treatment dengan menggunakan layanan konseling kelompok dengan teknik self talk. Sehingga layanan konseling kelompok teknik self talk efektif mengurangi kecemasan berkomunikasi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Baubau. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Kecemasan Berkomunikasi, Self Talk
Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Luthfyah; Ria Safaria Sadif
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 3 No. 2 (2024): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v3i2.7660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa. Metode penelitian menggunakan experimental dengan desain penelitian Pre Experimental Desain: One Group Pretest-Posttest design dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini 77 siswa. Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Sampling Purposive yaitu teknik pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti karena tujuan khusus tertentu. Dari 77 siswa yang diberikan instrument terdapat 8 orang siswa yang memiliki kategori rendah. Sehingga 8 orang siswa inilah yang diberikan intervensi dan Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data pada hasil pretest 14,87% Dan setelah diberikan intervensi melalui bimbingan kelompok dengan teknik diskusi mengalami peningkatan komunikasi interpersonal siswa, dapat dilihat pada hasil posttest yaitu 23,45%. Hasil analisis uji test statistik uji wilcoxon masing-masing pretest posttest menunjukkan nilai Z (-2.527a) dan pada nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.002 < 0.05 atau (p<0.05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada pengisian skala komunikasi interpersonal sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dan setelah diberikan diskusi, sehingga bimbingan kelompok dengan teknik diskusi efektif meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Baubau.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK WRITING THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (WELL BEING) SISWA KORBAN BULLYING DI KELAS VII SMP NEGERI 7 BAUBAU Salman; Ria Safaria Sadif
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 4 No. 02 (2025): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v4i02.8076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan teknik writing thearpy untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis (well being) siswa korban bullying kelas VII SMP Negeri 7 Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dan teknik purposive sampling terhadap 6 siswa dengan kesejahtreaan psikologis (well being) rendah. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil pretest menunjukkan bahwa 6 siswa (8%) berada pada kategori tinggi, 61 siswa (84%) kategori sedang, dan 6 siswa (8%) berada pada kategori kategori rendah. Enam siswa kategori rendah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik riting thearpy selama lima pertemuan. Hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan, di mana seluruh siswa (100%) berada pada kategori tinggi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0.027 (p < 0.05), yang menandakan bahwa konseling kelompok dengan teknik writing therapy efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis (well being) siswa korban bullyying kelas VII SMP Negeri 7 Baubau.
PSIKOEDUKASI BODY IMAGE POSITIF SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN GANGGUAN MENTAL PADA GENERASI Z Ria Safaria Sadif; Maria Ulfa; Melda Widya Rosady
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i03.2372

Abstract

This community engagement activity aims to enhance Generation Z’s understanding and skills in developing a positive body image as a means of preventing mental health issues. The method employed is participatory psychoeducation, which integrates education, discussion, self-reflection and skills training. The activity was carried out in Mantowu Village, Buton Regency, with 15 participants from the Generation Z youth category. The results of the activity showed that participants gained an understanding of body diversity and realized that beauty standarts are relative. Participants were also able to think more critically about digital content depicting the ideal body. Furthermore, participants demonstrated an initial ability to manage negative emotions arising from social comparison and were able to accept themselves through reflection exercises and positive affirmations. Overall, this activity succeeded in improving mental health literacy and fostering a positive body image among adolescents.
PENGARUH INTENSITAS SCREEN TIME TERHADAP KECENDERUNGAN OVERTHINKING PADA REMAJA Ria Safaria Sadif; Unhaluddin T Kurniawan; Hera Asmara
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 02 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i02.2504

Abstract

This study aims to examine the effect of screen time intensity on the tendency toward overthinking among adolescents. The research employed a quantitative approach using an ex post facto design. The sample was selected through purposive sampling based on criteria relevant to the research objectives. Data were collected using a screen time intensity scale and the Ruminative Response Scale (RRS-10) to measure the tendency toward overthinking. Data were analyzed using simple linear regression. The findings indicate that screen time intensity has a significant effect on adolescents' tendency to engage in overthinking. Higher durations of digital device use are associated with a greater likelihood of repetitive, excessive, and difficult-to-control thoughts. These findings suggest that digital media use is closely related to adolescents' psychological well-being. Therefore, more responsible and balanced screen time management is essential to maintain mental health and support optimal psychological development among adolescents.
Protective pathways against adolescent cyberbullying: democratic parenting, online risk behavior, and the mediating role of digital literacy Maria Ulfa Ulfa; Ria Safaria Sadif; Amanda Putri Amalia; Hartati S Mey Wally
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1194100

Abstract

Adolescents’ engagement in digital spaces has increased exposure to cyberbullying, while protective mechanisms linking family context, online risk behavior, and digital competence remain insufficiently explained. This study examined protective pathways against adolescent cyberbullying by testing the effects of democratic parenting and online risk behavior on cyberbullying vulnerability, with digital literacy as a mediator. A cross-sectional survey was conducted among 200 senior high school students from SMAN 1 Baubau, SMAN 2 Baubau, and SMAN 3 Baubau, selected through stratified purposive sampling. Data were analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 3.0. The measurement model met validity and reliability criteria. The structural model explained 51.6% of the variance in digital literacy and 59.4% in cyberbullying vulnerability. Democratic parenting positively predicted digital literacy (β = 0.586, p < .001) and negatively predicted cyberbullying vulnerability (β = -0.251, p < .001). Online risk behavior negatively predicted digital literacy (β = -0.248, p < .001) and positively predicted cyberbullying vulnerability (β = 0.423, p < .001). Digital literacy negatively predicted cyberbullying vulnerability (β = -0.269, p < .001) and mediated both relationships. Findings imply that cyberbullying prevention should strengthen democratic parenting, reduce online risk behavior, and develop digital literacy through school counseling and family-based interventions.