Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Melalui Penerapan Metode Eksperimen Kelas V SDN Manggekompo Tahun 2017/2018 Muhamad Ajwar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v8i1.65

Abstract

Keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari pemilihan metode yang tepat. Metode pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan materi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah Keaktifan dan hasil belajar IPA pada aspek kognitif siswa masih rendah sehingga perlu dicari solusi untuk kemajuan yang lebih baik, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen kelas V SD Manggekompo tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Peningkatan hasil belajar dari pra siklus ke siklus 1 tidak terlalu signifkan yaitu sebesar 21,43%. Berdasarkan hasil belajar siklus II, guru dan peneliti menganalisis dan mengalami peningkatan yaitu 85,71%. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SD Negeri Manggekompo. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Negeri Manggekompo pada kelas V memiliki keterbatasan yang perlu diungkapkan diantaranya terdapat 4 siswa yang masih memiiliki hasil belajar di bawah KKM. Siswa yang masih belum tuntas akan ditangani secara khusus oleh guru kelas.
Penggunaan Open Ended untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA Muhamad Ajwar; Mariamah Mariamah; Hardiansyah Hardiansyah; Syahriani Yulianci
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v9i1.154

Abstract

Terdapat beberapa permaslahan yang peneliti temukan sebagi dosen pengampu seperti Kreativitas mahasiswa dalam menyelesaikan masalah masih rendah serta kemampuan pemecahan masalah masih kurang sehingga penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran open-ended untuk meningkatkan kreativitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada mata kuliah Konsep Dasar IPA SD pada jurusan PGSD di STKIP Taman Siswa Bima. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen. Adapun desain penelitian adalah pemberian pre test sebelum perlakukan dan postest setelah perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan secara random sapling. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah intrumen tes dan angket. Penganalisian data menggunakan uji-t pada tarf signifikan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS. 16 dengan jenis uji independen test didapat nilai t hitung (equal variance assumed) adalah 11,14 yang lebih besar dari t tabel (2,39). Sehingga dapat disimpulkan bahwa open ended berpengaruh terhadap kreativitas.
Students’ learning creativity by the implementation of contextual-based learning in the subject of natural science Fifi Faridah; Salahudin Salahudin; Mariamah Mariamah; Muhamad Ajwar
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 5 (2021): November 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.696 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v16i5.2828

Abstract

One of the competencies needed by students in understanding science concepts is learning creativity. Reality shows that science learning in schools still experience various obstacles. One of which is the low learning creativity of students. The purpose of this study is to develop student learning creativity through contextual-based science learning. This study is an experimental study with a research sample consisting of two classes. The instrument used to measure students' learning creativity was an essay test. The data analysis used was t-test. The results of the analysis obtained a significant value (2-tailed) of 0.000, in the value was less than 0.05, so it is concluded that Ho is rejected or Ha is accepted, which interprets that the application of contextual-based learning can increase student learning creativity.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SDN 03 KOTA BIMA TAHUN 2017/2018 Muhamad Ajwar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.628 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i1.265

Abstract

Keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari pemilihan metode yang tepat. Metode pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan materi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah Metode Tanya Jawab Dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA siswa pada kelas III SD Negeri 03 Kota Bima Tahun 2017/2018, tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode tanya jawab terhadap peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa di kelas III SD Negeri 03 Kota Bima Tahun 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Hali penelitian menunjukan, pada siklus I proses belajar mengajar dengan menggunakan metode tanya jawab diperoleh hasil prosentase ketuntasan siswa yaitu sebesar 28,57%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode tanya jawab di siklus I belum efektif. Akan tetapi pada siklus II poses belajar mengajar dengan metode tanya jawab sudah jauh lebih baik, ditandai dengan terjadinya peningkatan prosentase hasil belajar yaitu 78,57% dari prosentase sebelumya 28,57%. Ini berarti penggunaan metode pembelajaran tanya jawab pada proses pmbelajaran IPA dengan materi ciri-ciri makhluk hidup dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 03 Kota Bima
MENGIDENTIFIKASI PROSES PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI TALABIU PADA MASA PANDEMI COVID-19 Faridah, Fifi; Salahudin, Salahudin; Mariamah, Mariamah; Ajwar, Muhamad
Tunas: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out the science learning carried out for fourth grade students at SDN Talabiu for the 2020/2021 academic year during the Covid-19 period. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach where the researcher emphasizes on humans and sees firsthand the existing situation without changing the events that occur in the field. As for the subject in this study is the learning activities of class IV students. The main instrument used in this study were interviews and direct observation of activities carried out in the learning process. The results of the interview will be analyzed qualitatively through several stages starting from data reduction activities, data display, and conclusions or verification. The results showed that the learning process was carried out for fourth grade students at SDN Talabiu. At the beginning of the Covid-19 outbreak, the school had used the online method, by means of a WA group. But it turns out that using the online system or studying at home is not effective, the ineffectiveness can be seen from the students themselves who do not understand how to use the application, and finally schools are closed. After Covid-19 was seen to be preventable by complying with health protocols, schools were active again by using rules or offline (face-to-face) methods. But still comply with health protocols, and use a shift learning system.
PENGEMBANGAN MEDIA MISTERI BOX BERBASIS MODEL PjBL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPAS TENTANG DAUR HIDUP HEWAN PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI RUNGGU rosmanita; Ajwar, Muhamad; Ningsyih , Suriya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.29943

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan kurangnya tingkat kreativitas siswa kelas 4 di SD Negeri Runggu dalam mempelajari materi tentang daur hidup hewan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media Mystery Box berbasis model Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development (R&D) mengikuti model Borg & Gall yang meliputi tahap-tahap seperti identifikasi masalah, desain produk, validasi, dan uji efektivitas. Dalam penelitian ini, rumusan masalah yang diangkat adalah: (1) Kelayakan media Mystery Box berbasis model PjBL telah terbukti baik, dengan hasil validasi dari para ahli yang menunjukkan bahwa media ini sesuai dengan standar pembelajaran. (2) Kepraktisan media dalam konteks penggunaannya di kelas sangat memuaskan, karena siswa dapat dengan mudah berinteraksi dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (3) Keefektifan media dalam meningkatkan kreativitas siswa juga menunjukkan hasil yang signifikan, dengan peningkatan keterlibatan dan hasil belajar yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kelayakan dan kepraktisan media agar dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran, serta untuk menilai dampaknya terhadap kreativitas siswa, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mystery Box secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif seperti Mystery Box dapat menumbuhkan lingkungan belajar yang dinamis, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi keseluruhan pengalaman pendidikan siswa.
The Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran IPAS Sukmawati; Ajwar, Muhamad; Hairunisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30783

Abstract

The goal of this study is to find out how the Project Based Learning (PjBL) model influences the critical thinking skills of students at SDN 55 Bima City who are studying the Natural and Social Sciences (IPAS). The study is based on the fact that IPAS students don't think critically enough because the lecture technique is so common. The study uses a pretest-posttest control group quasi-experimental design and a quantitative technique. There are two classes in the sample: class IV A, which was taught using the PjBL model as an experimental group, and class IV B, which was taught in a traditional way as a control group. We employed essay examinations and observation sheets based on Facione's critical thinking indicators to get the information. The study of the data showed that the experimental group's scores went up by 18.1 points, whereas the control group's scores only went up by 7.1 points. The t-test's significance value of 0.000 (<0.05) shows that there is a big difference between the two groups. Students in the experimental group not only did better on tests, but they also took part in project activities including solving problems, working together, and debating. These results show that PjBL is a good way to help students learn in a way that is meaningful and relevant to their lives, as well as to improve their critical thinking skills. The PjBL model is offered as a replacement for traditional science lessons in elementary schools to make it easier for schools to use the Independent Curriculum
The Position of Village-Owned Enterprises in Improving Community Welfare in The Field of Basic Education Muhamad Ajwar; I Nengah Suastika; Ferniawan, Ferniawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1388

Abstract

Village-owned enterprises are built not only to function in economic business but also to work in the field of learning as an effort to meet the needs and welfare of villagers. The business of having a village engaged in learning is no less meaningful as other field businesses. The goal is to find out the position of village-owned enterprises in improving the welfare of residents in the field of basic education, as well as to recognize what other business fields are carried out by village-owned enterprises in Wera sub-district. This type of research is descriptive qualitative. The instrument used in collecting information is in the form of an interview instrument. Information analysis begins with reduction information, display information and conclusion drawing verification. Information is also analyzed using a percentage formula. The results of the study proved that the majority of businesses run in the field of savings and loans with a percentage of 57%, Angkringan Business with a percentage of 14%, Livestock and agriculture with a percentage of 29%. in education with a percentage of 0%. It can be concluded that village-owned enterprises do not have a position in the field of education, it is stated in the study that village-owned enterprises do not have a position in the field of education, including basic education.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN IPAS Ainun; Muhamad Ajwar; syafruddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31958

Abstract

This study aims to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model based on Nguda Kaca local wisdom on improving students' critical thinking skills in IPAS subjects at SDN 1 Tolowata. The research method used a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design involving 26 fourth-grade students divided into two groups. The experimental group received CTL-based learning rooted in Nguda Kaca local wisdom, while the control group used conventional teaching methods. The research instrument consisted of a critical thinking skills test covering indicators such as identifying problems, analyzing arguments, evaluating evidence, drawing conclusions, and reflecting on thoughts. The data were analyzed using a Paired Sample t-test with the help of SPSS. The results showed that the experimental group experienced an average score increase of 30.0 points (60.8%) from 49.3 to 79.3, while the control group only increased by 10.5 points (23.2%) from 45.3 to 55.8. The hypothesis test yielded a t-value of 18.456 with significance of 0.000 < 0.05, indicating a highly significant difference. An effect size of 2.84 indicates a very large effect. This study proves that the CTL learning model based on Nguda Kaca local wisdom is effective in improving students' critical thinking skills and can be used as a meaningful contextual learning alternative in the implementation of the Merdeka Curriculum.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL SISWA KELAS IV SDN INPRES OI TUI St. Irma yuningsih; Ajwar, Muhamad; Hairunisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan edukatif terhadap perkembangan sosial emosional siswa kelas IV SDN Inpres Oi Tui. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment. Subjek penelitian ini berjumlah 36 siswa yang diberikan perlakuan melalui pembelajaran berbasis permainan edukatif. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket sosial emosional yang meliputi empat indikator utama: empati, kerja sama, komunikasi, dan pengendalian emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata persentase perkembangan sosial emosional siswa mencapai 84,15%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Indikator kerja sama menunjukkan skor tertinggi sebesar 86,1%, disusul komunikasi 84,7%, empati 83,6%, dan pengendalian emosi 82,2%. Temuan ini membuktikan bahwa permainan edukatif memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan sosial dan emosional siswa, serta dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar. Dengan demikian, penggunaan permainan edukatif sangat direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dalam mendukung penguatan profil pelajar Pancasila. Kata Kunci: permainan edukatif, sosial emosional, siswa sekolah dasar