Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja Di Kabupaten Bima Irfan Irfan; Irmansah Irmansah; Hartati Hartati; Nikman Azmin; Muh. Nasir; Nehru Nehru; Sitaman Sitaman
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.974

Abstract

Pada dasarnya modernisasi merupakan kemajuan teknologi yang mengakibatkan perubahan cukup kompleks. Salah satu dampak modernisasi dari faktor sosial ekonomi baru ini cukup nyata di tengah masyarakat kita adalah penyalahgunaan minuman keras pada kalangan remaja. Minuman keras ialah segala jenis minuman yang memabukkan, sehingga dengan meminumnya menjadi hilang kesadarannya. Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang cukup berkembang di dunia remaja dan menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ketahun. Masyarakat Kecamatan Woha Kabupaten Bima memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi minuman keras baik pada kesehariannya maupun pada acara besar. Diharapkan pengetahuan warga dapat bertambah dan masyarakat dapat menghindari untuk mengkonsumsi minuman keras. Bagi warga yang terlanjur telah mencoba, diharapkan dapat menghentikan konsumsi minuman keras.
Hubungan Islam Dan Kristen Pada Abad Pertengahan Muh. Nasir; Hasaruddin Hasaruddin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan periodenisasi hubungan Islam dan Kristen di Abad Pertengahan. Periode abad pertengahan dalam sejarah adalah masa dalam kurun waktu antara tahun 1250-1800. Di masa ini, termasuk masa kemunduran dunia Islam. Periode sejarah Islam pada umumnya dibagi dalam tiga periode. Periode pertama adalah periode klasik pada tahun pada tahun 650-1250 M yang dibagi dalam dua fase; fa-se ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan pada tahun 650-1000 M dan fase disin-tegrasi pada tahun 1000-1250 M. Periode kedua adalah periode pertengahan pada ta-hun 1250-1800 M yang dibagi dalam dua fase; fase kemunduran pada tahun 1250-1500 M dan fase tiga kerajaan besar pada tahun 1500-1800M. Periode ketiga adalah periode modern pada tahun 1800-sekarang yang merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Hubungan Kristen dan Islam bermula di awal abad pertengahan melalui kontak perang yang disebut "Perang Salib", dan penyerbuan bangsa Mongol ke wilayah-wilayah Islam. Melalui perang tersebut, orang-orang Kristen memasuki wilayah-wilayah yang dikuasai Islam. Setelah itu, orang-orang Kristen mulai mempelajari ilmu-ilmu keislaman, sehingga mereka mengalami kemajuan. Di saat yang sama justru orang-orang Islam mengalami kemunduran, dan ketika tiga kerajaan mulai mundur, secara cepat bangsa Kristen menguasai kaum muslim. Kristen Eropa memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan Islam untuk mentransfernya lalu dibawanya ke dunia Eropa. Di samping itu, di Spanyol terjadi perebutan kekuasaan oleh Kristen dari tangan Islam yang pada akhirnya melenyapkan Islam di Spanyol. Namun demikian, hubungan harmonis antara Kristen dan Islam tetap tampak di Kerajaan Turki Usmani karena dikembangkan-nya politik toleransi. Keadaan tersebut berlangsung sampai pada awal abad XIX. Hubungan Islam dan Kristen terganggu kembali akibat muncul kekerasan imperalisme Barat di sejumlah negara-negara Islam.
Pendidikan Islam Pada Masa Awal Di Indonesia Muh. Nasir; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan pendidikan islam pada masa awal di Indonesia, yang dibagi menjadi pendidikan islam pada pra kolonialisme, masa kerajaan Islam di Indonesia, dan masa penjajahan Belanda dan Jepang. Metode yang digunakan adalah studi literature review berfokus pada hasil penulisan yang berkaitan dengan topik tentang pendidikan islam pada masa awal di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan maupun diterbitkan dalam buku referensi, jurnal online nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak awal perkembangan Islam, pendidikan mendapat prioritas utama masyarakat muslim Indonesia, karena besarnya arti pendidikan, kepentingan islamisasi mendorong umat islam melaksanakan pengajaran Islam kendatipun dalam sistem yang masih sangat sederhana, dimana pengajaran diberikan dengan system halaqah yang dilakukan di tempat-tempat ibadah semacam masjid, mushala, bahkan juga di rumah-rumah ulama. pada tahap awal pendidikan islam berlangsung secara informal. para muballigh banyak memberikan contoh teladan serta menunjukan akhlaqul karimah,sehingga masyarakat yang didatangi menjadi tertarik untuk memeluk agama islam, beberapa lembaga pendidikan islam awal yang muncul di indonesia yaitu masjid dan langgar, pesantren, meunasah, rangrang dan dayah serta surau. pendidikan islam sebagai fenomena yang dianggap penting mengingat kemmajuan dunia pendidikan islam itu sendiri ditentukan sejauh mana proses Pendidikan itu dapat mengakomodir perkembangan dan ilmu pengetahuan saat ini