Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Islam Dan Kristen Pada Abad Pertengahan Muh. Nasir; Hasaruddin Hasaruddin
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan periodenisasi hubungan Islam dan Kristen di Abad Pertengahan. Periode abad pertengahan dalam sejarah adalah masa dalam kurun waktu antara tahun 1250-1800. Di masa ini, termasuk masa kemunduran dunia Islam. Periode sejarah Islam pada umumnya dibagi dalam tiga periode. Periode pertama adalah periode klasik pada tahun pada tahun 650-1250 M yang dibagi dalam dua fase; fa-se ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan pada tahun 650-1000 M dan fase disin-tegrasi pada tahun 1000-1250 M. Periode kedua adalah periode pertengahan pada ta-hun 1250-1800 M yang dibagi dalam dua fase; fase kemunduran pada tahun 1250-1500 M dan fase tiga kerajaan besar pada tahun 1500-1800M. Periode ketiga adalah periode modern pada tahun 1800-sekarang yang merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Hubungan Kristen dan Islam bermula di awal abad pertengahan melalui kontak perang yang disebut "Perang Salib", dan penyerbuan bangsa Mongol ke wilayah-wilayah Islam. Melalui perang tersebut, orang-orang Kristen memasuki wilayah-wilayah yang dikuasai Islam. Setelah itu, orang-orang Kristen mulai mempelajari ilmu-ilmu keislaman, sehingga mereka mengalami kemajuan. Di saat yang sama justru orang-orang Islam mengalami kemunduran, dan ketika tiga kerajaan mulai mundur, secara cepat bangsa Kristen menguasai kaum muslim. Kristen Eropa memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan Islam untuk mentransfernya lalu dibawanya ke dunia Eropa. Di samping itu, di Spanyol terjadi perebutan kekuasaan oleh Kristen dari tangan Islam yang pada akhirnya melenyapkan Islam di Spanyol. Namun demikian, hubungan harmonis antara Kristen dan Islam tetap tampak di Kerajaan Turki Usmani karena dikembangkan-nya politik toleransi. Keadaan tersebut berlangsung sampai pada awal abad XIX. Hubungan Islam dan Kristen terganggu kembali akibat muncul kekerasan imperalisme Barat di sejumlah negara-negara Islam.
Pendidikan Islam Pada Masa Awal Di Indonesia Muh. Nasir; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan pendidikan islam pada masa awal di Indonesia, yang dibagi menjadi pendidikan islam pada pra kolonialisme, masa kerajaan Islam di Indonesia, dan masa penjajahan Belanda dan Jepang. Metode yang digunakan adalah studi literature review berfokus pada hasil penulisan yang berkaitan dengan topik tentang pendidikan islam pada masa awal di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan maupun diterbitkan dalam buku referensi, jurnal online nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak awal perkembangan Islam, pendidikan mendapat prioritas utama masyarakat muslim Indonesia, karena besarnya arti pendidikan, kepentingan islamisasi mendorong umat islam melaksanakan pengajaran Islam kendatipun dalam sistem yang masih sangat sederhana, dimana pengajaran diberikan dengan system halaqah yang dilakukan di tempat-tempat ibadah semacam masjid, mushala, bahkan juga di rumah-rumah ulama. pada tahap awal pendidikan islam berlangsung secara informal. para muballigh banyak memberikan contoh teladan serta menunjukan akhlaqul karimah,sehingga masyarakat yang didatangi menjadi tertarik untuk memeluk agama islam, beberapa lembaga pendidikan islam awal yang muncul di indonesia yaitu masjid dan langgar, pesantren, meunasah, rangrang dan dayah serta surau. pendidikan islam sebagai fenomena yang dianggap penting mengingat kemmajuan dunia pendidikan islam itu sendiri ditentukan sejauh mana proses Pendidikan itu dapat mengakomodir perkembangan dan ilmu pengetahuan saat ini
Ekstraksi Senyawa Bioaktif Dari Rumput Laut Sargassum sp. Sebagai Material Antibakteri Pada Kain Tenun Tembe Nggoli Nasir, Muh.; Olahairullah, Olahairullah; Faturrahman, Faturrahman; Ruslan, Ruslan
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 13 No 2 (2024): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v13i2.2730

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu organisme laut yang berpotensi sebagai sumber bioaktif, pangan dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Senyawa Bioaktif dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Material Antibakteri pada Kain Tenun Tembe Nggoli. Rumput laut yang dijadikan sampel didapatkan dari daerah Tolotanngga Bima NTB. Proses ekstraksi menggunakan metode ekstraksi berbantuan gelombang mikro dan fraksinasi cair, sementara analisis FT-IR dan GC-MS digunakan untuk mengidentifikasi konstituen bioaktif. Analisis FT-IR mengungkapkan adanya gugus fungsi seperti OH, CH, C=O, dan CO, sementara GC-MS mengidentifikasi asam heksadekanoat sebagai senyawa antibakteri yang dominan. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas paling ampuh terhadap S. aureus, sedangkan E. coli menunjukkan resistensi yang lebih besar pada semua ekstrak. Temuan ini menunjukkan bahwa Sargassum sp. memiliki potensi untuk meningkatkan sifat fungsional kain Tenun.
Pelatihan Pewarnaan Benang Menggunakan Ekstrak Rumput Laut Sargassum sp Di Kopwan Tenun Nari-Nari Kota Bima Nasir, Muh.; Sitaman, Sitaman; Wahyuni, Wahyuni; Nehru, Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1670

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal, khususnya rumput laut Sargassum sp., sebagai bahan pewarna alami pada benang tekstil. Pewarna sintetis yang umum digunakan dalam industri tekstil sering menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, pewarna alami menjadi alternatif ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Koperasi Wanita (Kopwan) Tenun Nari-nari Kota Bima, dengan melibatkan kelompok usaha kecil perempuan pengrajin tenun. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi proses ekstraksi pigmen dari rumput laut, serta praktik langsung pewarnaan benang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik. Selain itu, hasil pewarnaan menunjukkan kestabilan warna yang cukup baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang berbasis pada kearifan lokal serta berkontribusi terhadap pengurangan limbah kimia dari pewarna sintetis.
Evaluasi Penerapan Asesmen Formatif Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Muh. Nasir; Fahruddin, Fahruddin; Nehru, Nehru
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan asesmen formatif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Asesmen formatif merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran karena memberikan informasi tentang kemajuan belajar siswa serta menjadi dasar untuk perbaikan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan guru dan siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis secara statistik untuk melihat keterlaksanaan pada empat aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan teknik asesmen, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan dan pelaksanaan asesmen telah terlaksana dengan cukup baik, masing-masing memperoleh persentase tinggi dari guru dan siswa. Namun, aspek umpan balik dan tindak lanjut masih tergolong rendah, menunjukkan perlunya peningkatan pada bagian tersebut. Temuan ini memberikan implikasi bahwa asesmen formatif perlu diterapkan secara lebih menyeluruh agar dapat mendukung proses belajar yang reflektif, adaptif, dan berpusat pada siswa
Efektivitas Fermentasi Rhizopus oligosporus Terhadap Peningkatan Protein Bonggol dan Bekatul Jagung Serta Aplikasinya Pada Produk Pangan Fungsional Ekahidyatullah, M.; Ariyansyah, Ariyansyah; Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Awalnurrahman, Radhinan; Juryatina, Juryatina
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3944

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk Kabupaten Bima (36,7% pada 2023). Keterbatasan akses protein hewani mendorong pemanfaatan sumber lokal seperti bonggol dan bekatul jagung yang kaya serat dan dapat ditingkatkan nilai gizinya melalui fermentasi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh fermentasi Rhizopus oligosporus terhadap kadar protein residu jagung serta aplikasinya dalam produk pangan fungsional. Desain penelitian menggunakan pre–post test dengan fermentasi padat selama tiga hari pada suhu 30 ± 2 °C. Kadar protein dianalisis dengan metode Kjeldahl, sedangkan mutu sensoris dan stabilitas produk diuji oleh panelis masyarakat. Kadar protein meningkat signifikan dari 6,8 ± 0,3% menjadi 9,1 ± 0,4% bobot kering. Kukis berbahan hasil fermentasi mengandung 8,0 ± 0,3% protein, tetap lebih tinggi dibanding bahan awal pra-fermentasi. Uji sensoris menunjukkan penerimaan moderat (skor keseluruhan 5,9/9), dengan rasa memperoleh nilai tertinggi. Selama penyimpanan tujuh hari, stabilitas produk menurun ditandai perubahan warna, tekstur lebih keras, kenaikan kadar air, dan jumlah mikroba, namun tetap dalam batas aman. Penelitian ini menegaskan bahwa fermentasi residu jagung dengan R. oligosporus mampu meningkatkan kualitas gizi dan berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional terjangkau untuk mendukung program penurunan stunting secara lokal dan berkelanjutan.
Bioaktivitas Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra) Pulau Sumbawa Sebagai Kandidat Bahan Farmasi Alami Nehru, Nehru; Nasir, Muh.; Ekahidayatullah, M.
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3945

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi antibakteri fraksi ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra) asal perairan Sumbawa terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Senyawa bioaktif diisolasi melalui ekstraksi bertingkat menggunakan heksana, etil asetat, etanol, butanol, aseton, dan air. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram, dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditetapkan untuk fraksi yang paling aktif. Hasil menunjukkan variasi aktivitas yang bergantung pada jenis pelarut. Terhadap E. coli, fraksi butanol memberikan hambatan paling kuat dan konsisten (21,75–24,5 mm), mendekati kontrol positif, diikuti fraksi etil asetat dan etanol yang menunjukkan aktivitas sedang namun bervariasi (10,5–24,75 mm). Fraksi non-polar seperti heksana hanya menghasilkan hambatan lemah (4,5–5,5 mm), sementara fraksi air dan aseton memberikan efek minimal. Sebaliknya, S. aureus jauh lebih sensitif. Fraksi etanol menghasilkan zona hambat 34,75 mm, setara dengan kontrol positif, sedangkan fraksi butanol (26,95 mm) dan etil asetat (27–29 mm) juga menunjukkan aktivitas kuat. Fraksi heksana, air, dan aseton tetap berada pada kategori lemah. Secara keseluruhan, potensi antibakteri meningkat seiring meningkatnya polaritas pelarut, menegaskan bahwa senyawa aktif utama teripang pasir—seperti saponin, sterol, dan lipid polar—terkonsentrasi pada fraksi polar dan semi-polar. Temuan ini memperkuat bahwa Holothuria scabra memiliki potensi kuat sebagai sumber alami agen antimikroba, terutama terhadap bakteri Gram positif.
Co-Authors ABD Rahman Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Ahmad Sandi Ajrin Ajrin Amelia Amelia Andang Andang Anita Rahmawati Ardisyam Marseno Arham Arham Ariyansyah Ariyansyah Ariyansyah Ariyansyah, Ariyansyah Astuti Solong Atun Hayatun Awalnurrahman, Radhinan Bahaking Rama bakhtiar bakhtiar Cisatry Emi Daniah Wahyuningsih Dedi Irwanto Devika Devika Diana Puspitasari Ekahidayatullah, M. Ekahidyatullah, M. Erna Wati Ernawati Ernawati Erni Suryani Eti Juliati Fahruddin Fahruddin fahruddin fahruddin Faturrahman Ferawati Ferawati Firdaus Firdaus Fitriani Fitriani Hartati Hartati Hartatl Hartatl Hasaruddin Hasaruddin Heny Novita Herman Herman Intan Intan Irfan Irfan Irma Rubianti Irmansah Irmansah Is Marlina Isqaratil Isqaratil Jofi Kuswanto Juhaini Juhaini Junia Sunarti Juraidah Juraidah Juryatina, Juryatina Kamullah Kamullah Maemunah Maemunah Mas’anah Mas’anah Maulida Sukmawati Mawartin Lestari Mei Indra Jayanti Meilani Puspitasari Mely Yulianti Mia Oktaviana Miftahul Az-Zahra Muhammad Yahdi Mulisa Mulisa Nehru Nehru Nehru Nehru Nikman Azmin Nikman Azmin Nur Ardyatulah Nur Mutmainah Nurafiatullah Nurafiatullah nurfathurrahmah nurfathurrahmah Nurgamala Nurgamala Nurhalimah Tusa’diah Nurlaelah Nurlaelah Nurul Putri Zahra olahairullah olahairullah Olahairullah, Olahairullah Quratu Aini Ramndana Reni Rizki Febryanti Rosdiani Rosdiani Rosninda Rosninda Ruslan Ruslan Santi Santika Serlin Mahdalena Sitaman Sitaman Sitaman, Sitaman St. Nurbayan St. Rahmadani Suryani Suryani Syahrul Syahrul Syukurman Syukurman Titin Sumarni Tri Ade Ningsih Tri Adeningsih wahyuni wahyuni Yonanda Awalyah Yulan Yulan Yuri Rahmah