Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Literasi Fikih Muamalah Maaliyah Pedagang Pasar Subuh Dadung, Mantingan: Upaya Mencegah Dosa Maisir, Gharar, Riba, dan Tadlis Mufti Afif
Khadimul Ummah Vol 3, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ku.v3i2.3996

Abstract

MAGRIBS adalah sederatan perilaku curang dan merugikan dalam perekonomian Islam. Ia adala Maisir (spekulasi/ judi), Gharar (samar/ tipu daya), Riba (pinjaman berbunga), dan Tadlis (curang) sudah disepakati oleh ulama dunia sebagai perbuatan dosa besar dan merupakan penganiayaan terhadap pihak lain lewat transaksi muamalah. Meskipun demikian, masih saja di antara pedagang mempraktikkannya demi meraup keuntungan semata. Pasar subuh di Dusun Dadung pedagangnya masih didominasi oleh warga setempat yang tinggal di sekitar Masjid An-Nur dan Pondok Pesantren Gontor Putri 1 dan 2. Mereka berjualan dalam rangka memenuhi kebutuhan musafir yang singgah di Masjid An-Nur dan para wali santri yang sedang menjenguk putri-putrinya yang sedang mengenyam pendidikan di pesantren. Namun ironinya modal usaha pedagang pasar subuh ini masih bergantung pada pinjaman para rentenir yang kerap kali datang setiap pagi jam 06.00 wib – 07.00 wib dengan membebani bunga hutang. Sehingga dianggap penting melepaskan masalah masyarakat pedagang ini supaya terbebas dari transaksi ribawi dan kembali memanfaatkan pembiayaan melalui BMT Masjid An-Nur yang diberi nama BMT Forsimal. Tujuan program adalah meningkatkan literasi fikih muamalah maaliyah, yang disosialisasikan setiap hari selasa pagi kepada paguyuban pedagang subuh dengan metode lain yaitu praktik transaksi, dengan harapan luaran masyarakat pedagang bebas dari jeratan rentenir, buku modeul pembelajaran, karya ilmiah dan HKI cipta karya intelektual. Meskipun sosialisasi masih berjalan intensif hingga kini, hasil pemahaman masyarakat pedagang sudah semakin menunjukkan hasil positif dan bisa menjelaskan jenis transaksi dalam fikih muamalah maaliyah.
STRATEGI PENGELOLAAN DAN DISTRIBUSI DANA DI BANK WAKAF MIKRO ALMUNA BERKAH MANDIRI YOGYAKARTA TAHUN 2019 Mutmainnah Mutmainnah; Mufti Afif
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 3, No 04 (2020): November
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.571 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v3i04.5282

Abstract

A strategy is needed by an institution to achieve the expected goals. With strategy management, a decision making process is created that leads to the development of an effective strategy. Micro Wakaf Bank is a new Islamic microfinance institution established by the President through the Financial Services Authority (OJK) as a community empowerment program around Islamic Boarding School. The name of the Micro Waqf Bank is only a branding to attract the interest of the community. But in accordance with the law, Micro Waqf Bank is a service cooperative. To run its programs, the Micro Waqf Bank needs a strategy, especially in the management and distribution of funds. By using qualitative methods presented in descriptive analytic supported by taking data sources with documentation, observation and interviews. Data analysis uses Miles and Huberman data analysis and SWOT analysis. This study aims to determine the management strategy and distribution of funds in the Micro Bank Almuna Berkah Mandiri Yogyakarta in 2019. The results of this study indicate that the Micro Wakaf Bank manages funds by providing microfinance without collateral to the community through the Community Groups Around the Indonesian Islamic Boarding School (Kumpi) and the joint responsibility system as a pattern in financing and business assistance through the establishment of Weekly Halaqah (Halmi). In its distribution, Almuna Berkah Mandiri Micro Endowment Bank uses qardh and jualah contracts. Then the calculation results of the SWOT analysis showed IFAS score of strength 2.63 and weakness 0.79 while the EFAS score of chance 2.63 and threat 1.13. And the strategy adopted is the SO (Strength & Opportunity) strategy, which is a strategy that seeks to exploit opportunities with the strength of the Micro Waqf Bank.
KELAYAKAN USAHA DAN PENERAPAN MARKETING MIX ISLAMI PADA CV. RUMAH WARNA YOGYAKARTA Mufti Afif
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 2, No 04 (2019): November
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.438 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v2i04.4308

Abstract

Kegiatan usaha adalah kegiatan yang meliputi aspek perencanaan, inovasi, evaluasi dan target. Calon pengusaha untuk mencapai tahapan sukses perlu membekali diri dengan beberapa skill jiwa pengusaha; yaitu riset perilaku pasar dan kecenderungan minat pasar. Memenuhi kebutuhan pasar saja tidak cukup, tapi harus memahami karakter dan minat pasar, sehingga tujuan usaha tercapai. Strategi marketing mix Islam salah satu strategi mendistribusikan produk yang adil karena kehadiran produsen disamping sifatnya memehuni kebutuhan, juga melayani konsumen sesuai dengan siafat-sifat yang diatur dalam Quran dan Sunnah. Objek kajian dilakukan di CV. Rumah Warna yang berdiri sejak tahun 2000 dan kini telah memiliki mitra usaha waralaba lebih dari 40 tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Jenis kajian karya ini adalah kajian kualitatif yang bersifat lapangan, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi, nara sumber adalah bagian produksi dan pemasar CV. Rumah Warna Yogyakarta. Hasil kajian menemukan bahwa analisis kelayakan usaha yang dilakukan CV. Rumah Warna sesuai dengan alur perencanaan usaha, yaitu meliputi tempat, bahan produk, alat produksi, dan segmen pasar. Sedangkan penerapan marketing mix Islami di Rumah Warna ditemukan sudah memenuhi standar strategi; yang diukur dari indikator 7P (kualitas produk, harga sesuai kualitas, jujur saat promosi, tempatnya sesuai segmen pasar, kecakapan SDM, pelayanan fisik memadai, dan ketelitian saat proses produksi).
FUNGSI MASJID DALAM MENGELOLA DANA ZISWAH SEBAGAI INSTRUMEN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Mufti Afif
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 3, No 02 (2020): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.377 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v3i02.4580

Abstract

Perkembangan masjid terus meningkat, dan diperkirakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) masjid tumbuh mencapai 60-75% pertahun, bahkan di tahun 2018 dengan berbagai tipologinya (masjid besar, masjid agung, masjid raya, masjid jami', masjid bersejarah dan masjid instansi perkantoran) lebih kurang 800.000 masjid yang tersebar di wilayah nusantara ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa philantropy Islam (berupa zakat, infak, sedekah, wakaf dan hibah) dinilai cukup memuaskan di Indonesia, mengingat potensi masjid tersebut jika difungsikan sebagai sumber idiologi ekonomi yang mempersatukan umat dan mengentaskan kemiskinan. Saat ini masjid hanya difungsikan sebagai kegiatan ritual yang sifatnya spiritual (seperti shalat berjamaah, I’tikaf dan pengajian) saja, sehingga kegiatan fundamental perekonomian Islam tidak berjalan efektif dan efisien. Padahal masjid adalah satu-satunya media yang memadukan dua dimensi; dimensi ilahiyah dan dimensi insaniyah. Kedua dimensi tersebut menyatu membentuk aktivitas sosial, pendidikan, kemasyarakatan, ekonomi, politik maupun keamanan. Artikel ini mencoba menyumbangkan sebuah gagasan konseptual terkait dengan pemberdayaan umat berbasis philantropy Islam melalui masjid. Baik itu dari aspek fundraising dengan model direct dan indirect maupun dari aspek distribusi yang bersifat konsumtif tradisional, konsumtif kreatif, produktif kreatif dan produktif konvensional.
آثار عوامل تديّن التجار في سلوك التجارة (دراسة حالة في السوق تالون ماجيلانج 2018 ) Abdullah Yuqdha Adhauddin; Mufti Afif
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 1, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.896 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v1i4.3087

Abstract

Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Pasar Talun adalah salah satu pasar yang terbesar di daerah Magelang, selain itu letak pasar Talun juga sangat strategis untuk kalangan msayarakat pegunungan maupun pedesan di daerah kecamata Dukun kabupaten Magelang. Adapun jumlah pedagang pasar Talun mencapai 633 pedagang, yang dimana semua pedagangnya adalah orang islam dan menjual barang dagangan yang bermutu dan baik, serta tidak ada yang menjual dagangan yang haram atau tidak sesuai dengan islam seperti menjual daging babi, minuman keras dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh faktor religiusitas pedagang terhadap etika bisnis islam dan seberapa besar pengaruh faktor religiusitas pedagang terhadap etika bisnis islam di pasar Talun Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang pasar Talun kabupaten Magelang yang berjumlah 633 pedagang. Dan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 responden yang pengambilan sampelnya menggunakan Simple Random Sampling, dikarenakan pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket, dan observasi. Dan metode analisis data menggunakan analisis validitas, realibitas, asumsi klasik, dan regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya secara significan variabel religiusitas berpengaruh terhadap etika bisnis islam. Dapat dilihat dari probabilitas variabel religiusitas sebesar 0,000 yang menandakan bahwa nilai tersebut lebih rendah dari 0,05 dan nilai ini menunjukkan bahwa variable religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap etika bisnis islam. Dan hasil penelitian ini bahwa variable religiusitas yang paling dominan dalam mempengaruhi etika bisnis islam adalah variabel peribadatan (praktek agama), dengan nilai 0,941.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN ISLAM DI TOKO ART ROOT CENTER & FURNITURE DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM Mufti Afif; Emuzd Mudzahir
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 2, No 02 (2019): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.388 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v2i02.3770

Abstract

Seorang pemimpin merupakan sosok yang mengarahkan, membimbing, dan mempengaruhi orang lain, agar pikiran dan kegiatannya tidak menyimpang dari tugas pokok bidangnya masing-masing. Kepemimpinan Islam adalah kegiatan menuntun, membimbing, memandu dan menunjukkan jalan yang diridhoi Allah SWT. Jadi orientasi utama dalam kepemimpinan islam adalah keridhaan Allah. Penerapan kepemimpinan Islam diperlukan dalam suatu organisasi, agar pemimpin organisasi dapat menjalankan tugas yang diembannya dengan baik, selalu memberikan motivasi spiritualitas pada bawahannya sehingga tujuan keberhasilan tidak hanya didasarkan pada materi, tetapi juga memperhatikan aspek religiusitas. Dalam menjalankan etika bisnis yang sesuai dengan ajaran Islam, pastilah ada yang mengatur jalannya etika bisnis tersebut. Dia adalah seorang pemimpin atau manajer perusahaan tersebut. Etika yang dipakai pada suatu perusahaan tergantung pada siapa pemimpin atau manajernya dan konsep apa yang digunakannya. Toko Art Root Center & Furniture merupakan salah satu jenis usaha atau bisnis yang menjual produk-produk kesenian dari akar kayu dan furniture di wilayah Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kepemimpinan islam dalam perspektif etika bisnis islam yang diterapkan oleh Toko Art Root Center & Furniture, apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai kepemimpinan islam menurut etika bisnis islam.  Adapun penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang dilakukan secara deskriptif analisis dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan mendeskripsikannya dalam bentuk kalimat sederhana sehingga dapat diambil pengertiannya untuk mendapatkan kesimpulan sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya secara umum kepemimpinan islam menurut etika bisnis sudah diterapkan di Toko Art Root Center & Furniture, hal tersebut dapat dilihat pada hal pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab pihak toko yang secara keseluruhan telah terlaksana dengan baik, seperti meninggalkan kegiatan jual beli ketika masuk waktu shalat, memberikan hak karyawan sepenuhnya, untuk karyawan perempuan menggunakan hijab sesuai dengan syariat Islam, pelayanan yang baik (ramah dan sopan), jujur dalam bertransaksi, produk yang dijual memiliki kualitas yang baik, tidak adanya praktek sumpah dalam menarik konsumen, dan lain sebagainya. Akan tetapi ada beberapa hal yang pelu ditingkatkan dan dikembangkan lagi, diantaranya dalam sistem administrasi keuangan yang masih manual.
PENGARUH MOTIVASI DAN MARKETING MIX ISLAMI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Kasus Waroeng Spesial Sambal SS Muntilan Jawa Tengah) Malik Ibrahim; Mufti Afif
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol 3, No 03 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.508 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v3i03.4806

Abstract

Berkembangnya bisnis makanan yang semakin pesat di Indonesia menyebabkan persaingan yang meningkat. Sebagai salah satu gerai yang bergerak di bidang bisnis makanan, warung makan Spesial Sambal merupakan salah satu gerai warung makan yang selalu dipenuhi oleh pengunjung. Setiap hari total konsumennya bisa mencapai kisaran 70-80 orang. Dalam teori diungkapkan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencapai keunggulan tersebut salah satunya dengan meninjau teori pemasaran yang mencakup 7P yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidance, dan Process serta faktor motivasi yang menentukan keputusan pembelian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah motivasi dan marketing mix islami berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data yang digunakan adalah data primer yang didapat dari kuesioner yang dibagikan kepada 61 responden konsumen Warung makan Spesial Sambal SS Cab. Muntilan dengan metode random sampling dan metode angket skala Likert. Diolah dengan metode regersi berganda, meliputi uji t dan uji koefisien determinasi, untuk mengetahui pengaruh motivasi dan marketing mix islami terhadap keputusan pembelian. Untuk mengetahui adanya variabel pengganggu, data diuji menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi, uji autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian dengan menunjukkan bahwa variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel motivasi sebesar 27,7% serta marketing mix islami sebesar 21 % sisanya sebesar 51,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dicantumkan.Kata Kunci : Waroeng Spesial Sambal (SS), Motivasi Islami, Marketing mix Islami
Celah Riba Pada Perbankan Syariah Serta Konsekwensinya Terhadap Individu, Masyarakat Dan Ekonomi Mufti Afif; Richa Angkita Mulyawisdawati
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.395 KB) | DOI: 10.31603/cakrawala.v11i1.90

Abstract

Harta adalah perhiasan dunia yang diciptakan Allah untuk umat manusia. Harta merupakan sesuatu yang sering diperebutkan manusia dan bahkan cara memperolehnya pun bisa dilakukan dengan cara yang salah; seperti riba, mencuri, merampok dan ghasab. Riba adalah jenis transaksi yang diharamkan Islam karena merugikan salah satu pihak dari dua pihak yang bertransaksi. Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan jaman transaksi ribawi di dunia perbankan dewasa ini semakin sulit dihindari, tidak terkecuali pada lembaga keuangan yang berlabelkan syariah. Berawal dari motivasi untuk menggerakkan perekonomian melalui lembaga keuangan yang Islami, masyarakat muslim justru terlena dengan transaksi-transaksi ribawi yang direkayasa supaya tidak mencolok keharamannya. Secara umum masih terdapat transaksi ribawi dalam Lembaga Keuangan Syariah yang perlu dibenahi dan dikaji lebih lanjut sehingga betul-betul terlepas dari dosa besar riba. Karena mengikuti ketetapan Allah dan RasulNya adalah bagian dari ibadah yang mutlak dan tidak dapat ditawar dengan alasan kemodernan dan permintaan pasar atau persaingan. Melagalkan riba akan memberikan dampak negatif bagi individu pelaku, kelompok masyarakat dan ekonomi suatu negara, bahkan sangat terkait dengan terkabulnya doa seorang mukmin di sisi Allah Swt. Maka melalui karya tulis ini, penulis berharap kedepannya ada tahapan lanjutan untuk perbaikan transaksi di perbankan syariah sehingga tercapai tujuan penghapusan riba yang sesungguhnya, sehingga sistem ekonomi Islam betul-betul menciptakan keharmonisan ekonomi yang berkeadilan.
Pembiayaan Defisit APBN Menurut Umer Chapra (Studi Analisa Kritik Terhadap Pembiayaan Defisit APBN Indonesia Periode 2010-2015) Mufti Afif; Fatturroyhan Fatturroyhan
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.793 KB) | DOI: 10.31603/cakrawala.v12i1.1652

Abstract

APBN Indonesia menggunakan konsep defisit sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi. Defisit tersebut didanai dengan pinjaman, baik internal maupun eksternal yang mengandung unsur riba yang akhirnya akan mengakibatkan terjadinya inflasi dan terkadang malah menjurus ke resesi dan depresi ekonomi. Sedangkan, keadaan yang seharusnya defisit dibiayai dengan cara yang tidak mengandung riba dan menjaga kestabilan ekonomi. Menurut data yang ada pada tahun 2010-2015 memperlihatkan defisit yang meningkat diikuti pembiayaan defisit yang meningkat pula. Umer Chapra ia tidak hanya membahas aspek teorits saja, melainkan juga aspek aplikasi sehingga gagasan-gagasanya dalam bidang ekonomi Islam cukup realistis untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembiayaan defisit APBN Indonesia tahun 2010-2015 dan untuk melakukan analisa kritik terhadap pembiayaan defisit APBN Indonesia tahun 2010-2015 ditinjau dari pemikiran Umer Chapra. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literatur, dengan metode analisa kritik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan defisit APBN Indonesia pada tahun 2010-2015 pembiayaan defisit anggaran berasal dari dua sumber, yaitu pembiayaan utang yang terdiri pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri, dan pembiayaan non-utang yang terdiri dari pendapatan pajak, manejemen atau privatisasi BUMN, dan hasil pengelolaan aset. Dari analisa kritik terhadap pembiayaan Defisit Indonesia peniliti melakukan kritik dari 3 unsur yaitu penerimaan, pembiyaan dan pengeluaran APBN. masalah utama adalah pembiayaan defisit APBN menggunakan instrumen utang luar negeri yang mengandung unsur riba dan melemahkan kemampuan APBN selanjutnya, sedangkan ada alternatif lain yaitu sukuk negara untuk menutup defisit APBN tersebut. Dengan kata lain, bahwasanya utang luar negeri yang dilakukan pemerintah malah melemahkan APBN itu sendiri dengan beban pokok utang dan cicilan bunganya. Dari sisi non utang penerimaaan pemungutan pajak yang terjadi tidak adil, dan privatisasi BUMN yang terjadi merugikan negara. Sedangkan dari sisi pengeluaran APBN untuk pembiayaan belum memprioritaskan kesejahteraan masyarakat terlihat dari pos anggaran pengeluaran APBN tahun 2010-2015 membengkak pada pos anggaran pertahanan militer.
Tinjauan Analitik dan Kritik: Konsep dan Praktik Multi Level Marketing (MLM) Syari’ah di Indonesia Mufti Afif; Richa Angkita Mulyawisdawati
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.283 KB) | DOI: 10.31603/cakrawala.v13i2.2330

Abstract

To obtain an expected benefit and avoid the business risk, effective and efficient management is needed. In general, Multi Level Marketing (MLM) system in Indonesia is still considered quite role in driving the economy. Even though in some cases, this MLM system is often used as a cover for Money Game businesses that deify passive income. So that, the conversations about it often reap the pros and cons of some business people. MUI itself issued DSN fatwa No. 75/DSN/MUI/VII/2009 concerning sharia MLM. It means that MUI issues a fatwa to allow the MLM system if required the terms and conditions. The research used a library approach, where studies of MLM systems spread across several sources of books and scientific articles are reviewed and then conclusions are taken. The results of the study are the MLM system has less benefits than the problem. MLM system has positive values, including: 1) easy marketing / distribution of products; 2) marketing costs is lower, and 3) there are bonuses that make motivation for MLM members to develop their business. The madharat caused by the MLM system is that there is a lot of confusion that causes the marketing system to be out of order