Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT: Pengabdian Amirulah Datuk; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Yayuk Julyyanti; Idris Idris; Nur Wahida Yusuf; ST. Ramlah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6698

Abstract

Transformasi pendidikan menjadi agenda strategis nasional dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pendampingan implementasi pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan berkualitas yang adil dan mereta tanpa diskriminasi. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi kuranngya sosialisasi kepada guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait implementasi pembelajaran mendalam, masih terdominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta keterbatasan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Dalam mewujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas diperlukan adanya seorang guru yang berkarakter yaitu guru yang mampu menjadi fasilitator bagi peserta didiknya. Seorang guru juga perlu memberikan ruang bagi peserta didiknya untuk mengeksplor guna mengasah potensi, talenta, serta kemampuannya dalam berpikir kritis dan juga kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dalam kehidupannya. Guru memiliki peran strategis sebagai agen pembelajaran (learning agent), yaitu sebagai fasilitator, motivator, penggerak, perancang, sekaligus pemberi inspirasi bagi peserta didik dalam proses belajar. Dengan demikian tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta pelatihan konsep tentang pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait pembelajaran mendalam, terutama pada aspek pengembangan aktivitas berpikir kritis, pembelajaran kontekstual, asesmen reflektif, dan keterlibatan aktif peserta didik. Guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang lebih kontekstual dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perspektif pedagogis guru serta mendukung penguatan kualitas pembelajaran. Kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam membantu guru mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara lebih aplikatif dan berkelanjutan serta berdampak terhadap hasil belajar siswa serta mutu pendidikan di di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Untuk Meningkatkan Apresiasi Seni Tari Mahasiswa PGSD Muhammadiyah Kupang Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Zaqinah Ahmad; Arifin Arifin; Kenedi Kenedi
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2026): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v21i1.13088

Abstract

Latar Belakang: Apresiasi seni tari di kalangan mahasiswa PGSD masih cenderung rendah, terutama pada konteks budaya lokal Nusa Tenggara Timur. Rendahnya apresiasi ini berimplikasi pada kesiapan calon guru dalam mengintegrasikan seni tari ke dalam pembelajaran di sekolah dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal dalam meningkatkan apresiasi seni tari mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama satu semester akademik. Subjek penelitian terdiri dari 28 mahasiswa PGSD semester IV yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Seni Tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tari-tarian lokal Timor seperti Tari Likurai, Tari Bonet, dan Tari Caci ke dalam kurikulum pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan emosional, pemahaman kultural, dan motivasi belajar mahasiswa. Tiga tema utama berhasil diidentifikasi: (1) peningkatan koneksi identitas budaya, (2) transformasi sikap estetik, dan (3) pengembangan kompetensi pedagogis berbasis kearifan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pembelajaran seni yang kontekstual dan relevan untuk pendidikan guru di daerah dengan keragaman budaya tinggi.
The Transformation of Communication Patterns in Tesabela Village: A Social Collectivity Perspective Bacotang Bacotang; Idris Idris; Arifin Arifin
SOCIUS Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v13i1.976

Abstract

The development of digital technology and increasing social mobility have changed the communication patterns of rural communities and have the potential to impact the sustainability of collective values that form the basis of social life. This study aims to analyze the shifting forms of communication patterns in the Tesabela Village community, the dynamics of social collectives that occur, and their implications for the sustainability of community values of togetherness. The study used a qualitative approach with a purposive sampling technique in selecting informants consisting of traditional leaders, religious leaders, youth leaders, and village officials who understand the social dynamics of the community. The number of informants was 8 people. Data were collected through in-depth interviews and analyzed descriptively-interpretively. The results of the study indicate that community communication patterns have shifted from symbolic-communal communication based on direct interaction to more personal, administrative, and supported by digital technology. However, social collective values have not disintegrated, but have transformed into a more contextual and situational form. Social solidarity is no longer built through routine daily interactions, but is actualized in social moments that have cultural significance. The novelty of this research lies in the finding that shifts in communication patterns in rural communities do not automatically lead to individualism, but rather give rise to new forms of social collectivity that adapt to technological developments and lifestyle changes. This finding enriches the study of the sociology of communication by demonstrating that digital communication transformation can go hand in hand with the sustainability of collective values in rural communities.
Penguatan Kewirausahaan Generasi Muda melalui Pelatihan Olahan Abon dan Kripik Ikan Tuna di Kawasan Pesisir Syarifuddin Darajad; Yahaya N. Nobisa; Arifin Arifin; Hadjrah Arifin; Masita Bareut; Zainur Wula; Kamis Karno; Marwan Gozali; Evelin Belatrix Sumby; Idris Idris; Andi Irfan; Amirullah Datuk; Wahid Hasyim TRA Beni
JPkM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/2jjd5m52

Abstract

Pengabdian masyarakat tentang sosialisasi Pendidikan kewirausahaan pengolahan Ikan ini dilakukan karena rasa kepedulian Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang terhadap Pengolahan Ikan menjadi Abon dan kripik ikan agar dapat di konsumsi dan dipasarkan. Harapan dan kenyataan ini di peroleh lewat dukungan Universitas Muhammadiyah menjadikan putusan akademik bagi penguatan kurikulum kewirausahaan dalam bentuk studi lapangan agar dapat bermanfaat untung pengembangan wawasan dalam menghubungkan teori dan implementasi lapangan. Sosialisasi pendidikan kewirausahaan ini melibatkan dosen Universitas Muhammadiyah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, serta melibatkan Industri Kecil Menengah Al Ijtihad dan DPD IMM NTT sebagai lembaga mitra. Metode yang digunakan dalam Kegiatan ini adalah metode ceramah dan praktek pengolahan ikan menjadi abon dan Kripik. Peserta yang terlibat dalam kegiatan sejumlah 30 orang dengan harapan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan ketika mereka berada dalam tuntutan kebutuhan ekonomi. Kesimpulan dari sosialisasi pendidikan kewirausahaan pelatihan pengolahan ikan menjadi abon dan kripik ini mendapatkan respon positif dari peserta. Secara keseluruhan kegiatan ini berhasil sesuai rencana dari awal hingga akhir sedangkan dari total 30 orang peserta, 29 orang peserta berhasil mengikuti dengan baik, sehingga ini membuktikan adanya semangat dan motifasi dari peserta untuk mengikuti meteri kegiatan dengan baik.
Pengembangan Bahan Ajar Berorientasi Literasi Kearifan Lokal di Mas Al-Hikmah Soe Nusa Tenggara Timur Syahrul Syahrul; Arifin Arifin; Amirulah Datuk; Farid Fauzi Almu; ST. Ramlah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.796 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v4i2.3628

Abstract

The low quality of education in MAS Al-Hikmah Soe shows that teachers are still lacking in the ability to develop teaching materials due to lack of training. Therefore, this program aims to develop teaching materials based on the local wisdom of the Timorese. In this community service, using a dialogical method that is carried out with training directly to the teachers and students. The result is (1) the teacher's response in this activity has a strong effect on their ability to develop teaching materials based on local wisdom, because they did not realize and know that the values of local wisdom can be used as material to develop teaching materials, but after participating in training they realize that teaching material is not difficult, because there are many around us that can be used as teaching material. (2) The teacher's paradigm for smartphones has changed after attending this training, because they consider smartphones to be dangerous to students, but after attending this training they realize that smartphones are the future of human civilization that cannot be resisted, precisely the applications in them can be used as online learning media.
Revitalisation of the Symbolism of the Altar (Batu Dolu) in the Socio-Historical Local Wisdom of the Alor Tribal Community Syarifuddin; Arifin; Muhammad Abdullah; Wahid Hasyim Tra Beni
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 16 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v16i2.105-112

Abstract

Batu Dolu is a stone altar that historically represented social identity, customary authority, and communal life among the Alor people. This study examines its symbolic significance and the challenges affecting its revitalisation in Alor Regency. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and thematic analysis. The findings show that Batu Dolu once marked centres of customary governance across Alor’s mountainous and coastal kingdoms and continues to appear in the official emblem of the Alor Regency Government. However, its contemporary use is largely ceremonial and administrative, while its historical and cultural meanings are becoming less familiar to younger generations. Revitalisation is constrained by weak intergenerational transmission, limited participation by women and young people, declining customary institutions, and insufficient integration into education, heritage conservation, tourism, and digital media. The study concludes that Batu Dolu should be revitalised as a living cultural symbol rather than preserved merely as an official emblem. This requires community-based initiatives that combine local education, physical conservation, inclusive participation, and creative cultural representation.
Penguatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Berdasarkan Pedoman Tarjih Muhammadiyah pada Majelis Taklim Nurul Qalbi Kelurahan Pengkase Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang: Strengthening Training on Funeral Management Based on Muhammadiyah Tarjih Guidelines at the Nurul Qalbi Taklim Assembly, Penkase Oeleta Village, Alak District, Kupang City Syarifuddin Darajad; Ihwan Ihwan; Yahya Nikmad Nobisa; Siti Syahida Nurani; Wahid Hasym TRA Beni; Kamis Karno; Andi Irfan; Marwan Gozali; Siti Hajar; Darma Nobisa; Arifin Arifin; Masita Bareut
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 5 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i5.11909

Abstract

This Community Service Program (PKM) for funeral arrangements was conducted by the Muhammadiyah University of Kupang Community Service Team at the Nurul Qalbi Taklim Assembly, Alak District, Kupang City. This training provided members of the Taklim Assembly with insight into funeral arrangements according to the Sunnah of the Prophet Muhammad, supported by the Tarjih Muhammadiyah guidelines. The methods used in this training were lectures, practice of funeral arrangements, and videos of funeral arrangements by Tarjih Muhammadiyah. This training activity had a positive impact on the knowledge and experience of the Taklim Assembly members regarding funeral arrangements, in line with the demands of the Prophet Muhammad SAW, as outlined in the Tarjih Muhammadiyah decision. Overall, this funeral arrangement training activity was deemed successful against the planned target. The activity had 20 participants out of a total of 30 members of the Taklim Assembly; this demonstrates motivation and enthusiasm to understand the material presented. Participants followed the training activities well, the stages of the funeral arrangement training from beginning to end.
Edukasi Program Penyaringan Air Menjadi Air Layak Konsumsi pada Masyarakat Kabupaten Timur Tenga Selatan Syarifuddin Darajad; Amri Adha Arifin; Julhidayat Muhsam; Masita Bareut; Baco Tang; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Abdul Majid; Syamsul Bahri; Wahid Hasyim Tra Beni; Rahmad Laan; Kamis Karno; Yahya Nikmat Nobisa
JPkM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Desember (On Process)
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/mxjrwr34

Abstract

Pengabdian masyarakat tentang pemanfaat air sungai, air sumur dan air hujan melalui program pemanfaan Water Filter (penyaringan air) di Desa Tliu Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah selatan kerja sama antara MPM PP Muhammadiyah dengan PT Danone Aqua, PW Muhammadiyah NTT dan Universitas Muhamamadiyah Kupang untuk menjadikan air layak konsumsi oleh. Program ini sebagai salasatu wujut dari perhatian MPM PP Muhammadiayah dan Danone Aqua bagi masyarakat Desa Tiliu terhadap kebutuhan Air bersih yang sangat sulit diperoleh masyarakat.Sosialisasi ini melibatkan Istukur dari MPM PP Muhammadiyah, Danone Aqua dan Dosen Universitas Muhammadiyah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan Praktek Penggunan dan pemanfaatan Water Filter untuk Air sungai, sumur dan hujan oleh masyarakat didampingi Istruktur dari MPM PP Muhammadiyah, Danone Aqua dan Universitas Muhammadiyah. Peserta yang terlibat dalam kegiatan sejumlah 50 Orang Penerima Bantuan Water Filter. Kesimpulan dari penguatan Pemanfaat Air Sungai, Air sumur dan Air Hujan melalui program pemanfaan Water Filer di Desa Tiliu Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah selatan ini mendapatkan respon positif dari peserta sejumlah 50 orang, dan Secara keseluruhan kegiatan ini berhasil sesuai rencana dari awal hingga akhir dengan total peserta 50 orang mengikuti dengan baik.
Strategies To Improve Studens’ Digital Literacy The Digital Era: Digital Sociology Study on Students Of State Vocational School 6 Kupang Syarifuddin Darajad; Yuliana Riwu; Aloysius Liliweri; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Sahbudin Sahbudin
The Innovation of Social Studies Journal Vol 8, No 1 (2026): The Innovation of Social Studies Journal, September 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/issj.v8i1.19034

Abstract

This study aims to examine strategies for improving digital literacy among students at SMK Negeri 6 Kupang through a digital sociology approach. Digital literacy is viewed as a 21st- century competency that is essential for vocational students' work readiness. The research method used a descriptive qualitative approach with observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The research subjects were 21 informants consisting of students in grades XI-XII, teachers, and school policy makers. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana model with validity testing through source and method triangulation. The results showed: (1) students' digital literacy profiles were divided into three categories—active-critical users (23%), active-consumptive users (45%), and passive users (32%); (2) determinant factors included infrastructure, teacher competency, school policies, and the social environment; (3) school strategies implemented through curriculum integration, e-learning, IDUKA collaboration, teacher development, and digital competitions; and (4) real impacts on improving critical thinking, information verification skills, and technology-based work readiness. The findings confirm that digital literacy is a social construct shaped by the educational ecosystem as a whole. The implications of this study highlight the importance of ecosystem-based digital literacy policies in vocational education through curriculum integration, teacher capacity development, infrastructure strengthening, and collaboration with industry to support students’ critical thinking, digital identity formation, and work readiness in the digital era.