p-Index From 2021 - 2026
6.688
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Validasi Model Bisnis Pada Usaha Mikro Bidang Pertanian (Studi Kasus: Mulyadi Strawberry) Mulyadi, Muhammad Rafli Ilham; Ghina, Astri
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to validate the business model of a micro enterprise in the agricultural sector, specificallyMulyadi Strawberry, by testing the nine blocks of the Business Model Canvas. Using a qualitative case studyapproach, data were collected through in-depth interviews with 19 informants, including the owner, customers,potential customers, and partners. The findings indicate that 15 risky assumptions in the Business Model Canvasfocusing on consumer desirability, feasibility, and viability that need to be innovated, experimented with, andvalidated. Based on the research, several practical suggestions are also formulated for Mulyadi Strawberry toconsider for future business development.Keywords: Business Model Canvas, Product Development. Innovation, Business Idea Testing, BusinessModel Validation
Validasi Model Bisnis Pada Usaha Mikro Di Bidang Kuliner (Studi Kasus: Emak Gue Bandung) Maharani, Marva Malinda; Ghina, Astri
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah menjadi salah satu bagian terpenting padaekonomi di Indonesia. UMKM pada bidang kuliner sudah menjadi salah satu sektor yang perkembangannya sangatpesat di tengah persaingan bisnis yang sangat cepat juga yang tidak hanya dapat menguntungkan dalam bidangekonomi akan tetapi menjadi wadah dalam berinovasi lokal yang inovatif dan unik. Oleh karena itu, bisnis kulinerini harus membuat strategi dengan inovasi-inovasi yang tepat dengan menonjolkan keunikan dan keaslian dariproduk. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi model bisnis menggunakan metode validasi model bisnis padausaha mikro bidang kuliner Emak Gue dengan melakukan pengujian terhadap sembilan blok pada Business ModelCanvas yang diprioritaskan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus dengan pendekatankualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi model bisnis Emak Gue dilakukan melaluipengembangan value proposition berupa produk dessert sehat rendah gula dan kolagen, serta strategi ekspansi kesegmen mitra B2B. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk memiliki daya tarik tinggi, sistem operasional yangpraktis, dan harga yang sesuai, meskipun masih diperlukan penyesuaian dalam hal frekuensi pembelian dandistribusi. Sebagai tindak lanjut, disusun strategi seperti penyempurnaan kemasan, dan optimalisasi kerja samadengan influencer, yang menjadi dasar pengembangan produk.Kata kunci : Business Model Canvas, Validasi Model Bisnis, UMKM Kuliner, Inovasi Produk
Validasi Model Bisnis Pada Usaha Mikro Di Bidang Kuliner (Studi Kasus: Emak Gue Bandung) Maharani, Marva Malinda; Ghina, Astri
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah menjadi salah satu bagian terpenting padaekonomi di Indonesia. UMKM pada bidang kuliner sudah menjadi salah satu sektor yang perkembangannya sangatpesat di tengah persaingan bisnis yang sangat cepat juga yang tidak hanya dapat menguntungkan dalam bidangekonomi akan tetapi menjadi wadah dalam berinovasi lokal yang inovatif dan unik. Oleh karena itu, bisnis kulinerini harus membuat strategi dengan inovasi-inovasi yang tepat dengan menonjolkan keunikan dan keaslian dariproduk. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi model bisnis menggunakan metode validasi model bisnis padausaha mikro bidang kuliner Emak Gue dengan melakukan pengujian terhadap sembilan blok pada Business ModelCanvas yang diprioritaskan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus dengan pendekatankualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi model bisnis Emak Gue dilakukan melaluipengembangan value proposition berupa produk dessert sehat rendah gula dan kolagen, serta strategi ekspansi kesegmen mitra B2B. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk memiliki daya tarik tinggi, sistem operasional yangpraktis, dan harga yang sesuai, meskipun masih diperlukan penyesuaian dalam hal frekuensi pembelian dandistribusi. Sebagai tindak lanjut, disusun strategi seperti penyempurnaan kemasan, dan optimalisasi kerja samadengan influencer, yang menjadi dasar pengembangan produk. Kata kunci : Business Model Canvas, Validasi Model Bisnis, UMKM Kuliner, Inovasi Produk
Validasi Model Bisnis Usaha Mikro Bidang Kuliner (Studi Kasus: Tayko Bites) Faadiyah, Nasywaa; Ghina, Astri
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, namunmasih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan bisnis, terutama di sektor kuliner yang persaingannyatinggi dan dinamis. Penelitian ini bertujuan memvalidasi inovasi model bisnis Tayko Bites, usaha kuliner berbasisbulk order, dengan menilai tiga aspek utama desirability, viability, dan feasibility. Metode yang digunakan adalahpendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan strategi studi kasus dan pendekataninduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek desirability, pelanggan puas dengan layanan bulk order danrasa produk, sehingga memvalidasi elemen customer segment, value proposition, dan channel. Pada aspek viability,harga dinilai sesuai kualitas, memvalidasi revenue stream. Dari sisi feasibility, kemudahan pemesanan dan kendaladalam promosi menunjukkan perlunya peningkatan strategi pada elemen key activities, key resources, dan channel.Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi model bisnis Tayko Bites layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Saranyang diberikan antara lain mempertahankan segmen pelanggan baru, memperkuat proposisi nilai produk, sertamengoptimalkan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing usaha Kata Kunci- Bisnis Model Kanvas, Inovasi Produk dan Layanan, Pengujian ide Bisnis, Validasi Model Bisnis
Design Design Thinking in Practice: Case Studies on Value Proposition Development Tara Diva Azura; Astri Ghina
Innovation Business Management and Accounting Journal Vol. 3 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/ibmaj.2024.043

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia significantly contribute to the national economy, accounting for 61.9% of the gross domestic product and employing 97% of the workforce. Even though these businesses like Kedai Wayang Windu are important, turnover for many MSMEs decreased over the pandemic. The study applies a design thinking process (empathy, define, ideate, prototype, and test) to gain deeper insight into user needs and create an offering that resonates with them. The findings focused on the customer needs, preferences, and behavior, derived via five face-to-face in-depth interviews and observation sessions of existing customers. The results show that customers encountered problems, including limited menu/price information, long waiting times, and less-than-great services. Kedai Wawind E-Menu is an idea brought in through the design thinking process. Customers can check offers and menu items and seamlessly order using this digital menu to boost speed and get faster service, focusing on enabling people to do it immediately.
Development of a Fleet Management System Application: A Design Thinking Approach at a Property Company Muji Rahmad; Astri Ghina
International Journal of Applied Business and International Management Vol 10, No 1 (2025): April 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v10i1.3730

Abstract

The advancement of digital technology has become a crucial strategy for businesses, including Telkom Property, which operates in the fleet management industry. The company faces challenges related to cost efficiency, time efficiency, and security. This study aims to analyze the requirements for implementing a fleet management system application using the design thinking approach to support the company’s efficiency programs. The design thinking methodology employed consists of five stages: (1) empathize, (2) define, (3) ideate, (4) prototype, and (5) testing. Data were collected through interviews with eight respondents, comprising five external and three internal stakeholders. The 635 method was used to prioritize ideas for prototype development. The prototype, presented as a fleet management application mockup, was tested with respondents to ensure feature alignment with user needs. The study findings reveal that the developed fleet management system application enhances efficiency, security, and user satisfaction. Application evaluation using the System Usability Scale (SUS) yielded a score of 78.4, surpassing the threshold of 71.1. Additionally, 100% of respondents agreed that the application meets their expectations. This research concludes that implementing a fleet management application based on the design thinking approach is effective in supporting Telkom Property's operational efficiency
Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Berbasis SDG Target 8.3 Kewirausahaan, Kreativitas, Inovasi untuk Pemberdayaan Perempuan di Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong, Bandung Ratna Lindawati Lubis; Astri Ghina; Muhammad Farhan Ramadhan
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i2.9475

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber daya ekonomi menjadi pendekatan strategis dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Target 8.3 yang menekankan pentingnya kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi. Di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, limbah pelepah pisang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kelompok perempuan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan kriya berbasis limbah pelepah pisang dalam kerangka ekonomi sirkular. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan praktik langsung (experiential learning) melalui pelatihan teknis, diskusi reflektif, dan pembuatan prototipe produk kriya. Kegiatan ini melibatkan 27 peserta perempuan dan dilaksanakan dalam satu hari pelatihan intensif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 5 indikator berbasis skala Likert dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk kriya alas gelas untuk ketrampilan dasar. Terdapat peningkatan pemahaman terhadap konsep ekonomi sirkular dan potensi kewirausahaan lokal. Selain itu, muncul inisiatif untuk membentuk kelompok usaha bersama. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi multipihak berbasis prinsip Pentahelix. Kegiatan ini membuktikan bahwa limbah pelepah pisang dapat menjadi media pemberdayaan perempuan melalui pendekatan kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi. Dampak kegiatan tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir terhadap limbah sebagai sumber daya dan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.
REVITALIZING HERITAGE THROUGH DESIGN THINKING: STRATEGIC VALUE INITIATIVES FOR BATIK MAHKOTA LAWEYAN Wahyu Eka Kiswardani; Astri Ghina
JOURNAL OF MANAGEMENT, ACCOUNTING, GENERAL FINANCE AND INTERNATIONAL ECONOMIC ISSUES Vol. 3 No. 4 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/marginal.v3i4.1408

Abstract

Batik, one of Indonesia’s most important cultural heritages, requires maximum conservation. Meanwhile, Batik Mahkota Laweyan in Solo (Surakarta), Central Java, is the nation’s oldest handcrafted batik producer that specializes not only in hand-made products but also in activities related to education and tourism. This initiative is intended to increase the company’s market visibility. Despite these initiatives, the organization has struggled to fully realize its potential due to its numerous challenges. This research provides insights into the challenges faced by MSMEs, particularly the batik business. It suggests actionable solutions based on a design thinking framework and qualitative methods. The study conducted at Batik Mahkota Laweyan identified and prioritized the challenges, including weak branding in tourism and service knowledge. A brainstorming session generated 36 practical ideas for improvement. The research also highlights the branding opportunities in travel and education services, emphasizing timely implementation within budget constraints. It offers guidance on enhancing branding at Batik Mahkota Laweyan, and the interview questions could serve as a template for future research in similar businesses.
Optimizing Digital Application Development Through Design Thinking: A Case Study of Finpay Partners at PT Finnet Indonesia Nurhaya Thahir; Astri Ghina
Journal of Applied Business and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Applied Business and Technology
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/jabt.v6i1.194

Abstract

Mitra Finpay, a digital financial service application developed by PT. Finnet Indonesia, aims to support business management, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Launched in late 2020 and available on both the Play Store and App Store, the application has garnered a significant user base. However, active users remain minimal, and the app's rating lags behind competitors. Initial user interviews revealed discomfort and usability issues as key concerns. This study aims to identify and address user needs for Mitra Finpay by applying the design thinking methodology. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered from external stakeholders (users) and internal stakeholders (developers and experts). The design thinking process comprised five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. During the empathize stage, interviews and observations were conducted to create user journey maps, empathy maps, and identify pain points. The define stage prioritized these problems and generated frameworks such as jobs-to-be-done, points of view, and "how might we" statements. Solutions were brainstormed during the ideate stage, focusing on user-centric features. The research resulted in a prototype featuring five new functionalities: onboarding, non-QRIS registration, AI-powered registration data verification, a non-QRIS dashboard, and QRIS registration. Usability testing scored the prototype at 86, deemed acceptable, with positive feedback from participants. Suggestions on onboarding, data completion forms, and dashboard design were promptly addressed, indicating a practical pathway for improving user experience and enhancing application adoption.
Perancangan Proposisi Nilai pada Usaha Mikro Nerve Studios dengan Menggunakan Value Proposition Design Aldhimas Cahyo Pramudya; Astri Ghina
Journal of Indonesia Business Research (JIBR) Vol. 1 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jibr.v1i1.6402

Abstract

Nerve Studios mengalami pemadaman karena harus ditutup pada tahun 2021 karena model bisnis yang masih belum jelas dan kesulitan dalam membuat value map dan Customer profile. Penelitian ini mengindetifikasi customer profile Nerve Studios, untuk mengetahui valuemap Nerve Studios dan untuk menciptakan kecocokan (fit) antara Value Map dengan Customer Profile pada Nerve Studios. Teknik pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan pengumpulan data sekunder. Kemudian Customer Profile dalam pains terdapat keluhan konsumen dimana kebutuhan terhadap jasa foto produk, output yang tidak sesuai, komunikasi yang buruk dan waktu, kualitas yang baik, kuantitas yang diberikan dapat mencukupi kebuthan, biaya yang terjangkau dan kepercayaan dalam bekerjasama. Value Map yang didapatkan dari Nerve Studios dalam Gain Creators yaitu adanya layanan yang bervariasi yang terjamin, penyesuaian biaya, dan perjanjian kerja. Hasil fitting antara pain relievers pada value map dengan pains pada customer profile yaitu menarik konsumen.