Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN RAMPAN KARIES PADA BALITA DI TPA BATOH KECAMATAN LUENG BATA BANDA ACEH Ainun Mardiah; Nisa Maulida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4863

Abstract

Rampan karies merupakan penyakit multifaktorial dimana faktor tersebut saling berinteraksi. Salah satu faktornya adalah perilaku orang tua terutama ibu dalam merawat kesehatan gigi anaknya yang sangat berpengaruh terhadap timbulnya kerusakan gigi anak tersebut. Hasil pengamatan ditemukan dari 37 balita terdapat 31 balita (84%) yang mengalami rampan karies. Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap 15 balita yang terserang rampan karies sebanyak 2 balita (13%) mengalami rampan karies yang tidak parah, 5 balita (34%) mengalami rampan karies yang parah dan sebanyak 8 balita (53%) mengalami rampan karies yang sangat parah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) ibu terhadap rampan karies pada balita di TPA Batoh Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh 2013.Penelitian ini bersifat analitik dengan derajat kepercayaan (? = 0,05). Dilaksanakan di TPA Batoh, tanggal 10 sampai 15 Juni 2013. Populasi penelitian ini adalah 31 balita dan ibu balita sebagai responden. Sampel penelitian total populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu kurang baik (15,9), rata-rata sikap ibu kategori negatif (16,4) dan rata-rata tindakan ibu kurang baik (11,8). Hasil perhitungan statistic pada perilaku ibu dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan x2 hitung ( 14,9) lebih besar dari x2 tabel (5,991). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku, ibu dengan rampan karies pada balita. Disarankan kepada ibu agar membentuk perilaku yang lebih baik terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak terutama terhadap pemberian susu botol/ ASI dengan benar dan bagi petugas kesehatan gigi hendaknya lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu dan lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut balita
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI VIDEO ANIMASI TERHADAP KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BANDA ACEH 2025 Putri Sholeha; Henny Febriani; Ainun Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5214

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Meskipun sebagian besar anak sudah menyikat gigi setiap hari, namun masih banyak yang melakukannya dengan teknik yang kurang tepat akibat minimnya keterampilan. Berdasarkan data awal yang diperoleh peneliti melalui pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut pada 10 siswa kelas V SD Negeri 5 Banda Aceh, diketahui bahwa 60% (6 siswa) memiliki skor Oral Hygiene Index Simplified (OHIS) dalam kategori buruk, sedangkan 40% (4 siswa) memiliki skor sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebersihan gigi dan mulut yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan gigi dan mulut melalui media video animasi terhadap keterampilan menyikat gigi siswa kelas V SD Negeri 5 Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 43 siswa yang dibagi menjadi kelompok intervensi (22 siswa) dan kelompok kontrol (21 siswa), dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan menyikat gigi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan menyikat gigi pada kelompok intervensi dari nilai rata-rata pretest 6,91 (SD=0,971) menjadi 12,36 (SD=2,937) pada posttest (p=0,000). Kelompok kontrol juga mengalami peningkatan, namun lebih rendah dibandingkan kelompok intervensi. Video animasi terbukti efektif sebagai media edukasi dalam promosi kesehatan gigi dan direkomendasikan untuk digunakan dalam program UKGS guna meningkatkan keterampilan menyikat gigi anak sejak usia dini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN RISIKO TERJADINYA KARIES MENGGUNAKAN METODE IRENE’S DONUTS DI DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Natasya Miranda; Henny Febriani; Linda Suryani; Ainun Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5303

Abstract

Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya karies gigi pada anak yang diakibatkan berbagai faktor seperti pola makan, kebiasaan menyikat gigi yang buruk, serta kurangnya pengetahuan dan perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi. Anak-anak usia dini merupakan kelompok rentan karena masih sangat tergantung pada pengawasan dan perawatan oleh orang tua, khususnya dari ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan risiko terjadinya karies pada anak usia 2–5 tahun menggunakan metode Irene’s Donuts. Metode penelitian ini pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun di Desa Garot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 april dan 14 april 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan aplikasi Irene’s Donuts, yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan ibu serta penilaian risiko karies anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan risiko terjadinya karies (p = 0,001) p <0,05. Kesimpulan terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan risiko terjadinya karies. Disarankan adanya edukasi, motivasi dan pendampingan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA SISWA SDN 2 LAMCOT KABUPATEN ACEH BESAR Eka Sri Rahayu; Henny Febriani; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Wirza Wirza; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun, masih banyak anak-anak yang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, yang berdampak pada tingginya angka karies gigi dan penyakit gusi di kalangan anak usia dini. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Lamcot, Kabupaten Aceh Besar.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga, serta praktik langsung oleh siswa yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengenal jenis makanan yang dapat merusak gigi, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.