Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KENALI DIABETES MELLITUS SECARA DINI PENYULUHAN DIABETES MELLITUS SEBAGAI UPAYA PENGENALAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI SMAN 3 SINGARAJA, BULELENG, BALI I Wayan Antarikswan; I Made Sundayana; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Putu Indah Sintya Dewi; Kadek Yudi Aryawan; G. Nur Widya Putra; Mochamad Heri; Ni Ketut Putri Marthasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.23

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan pencegahan dini, tanda dan gejala hingga faktor resiko yang terdapat pada kalangan remaja yang menunjang terjadinya Diabetes Mellitus (DM). Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan, diklat dan pemberdayaan siswa di SMAN 3 Singaraja. Langkah awal yang dilakukan adalah melaksanakan penyuluhan dan diklat kepada siswa-siswi untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi terkait dengan Diabetes Mellitus (DM). Target akhir dari pengabdian Masyarakat ini, siswa-siswi remaja di SMAN 3 Singaraja mampu melaksanakan upaya pencegahan dan menanggulangi faktor resiko di kalangan remaja sehingga mengurangi resiko terjadi Diabetes Mellitus (DM) pada usia dewasa.
PELAKSANAAN SOSIALISASI: SIMULASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR BAGI MASYARAKAT AWAM KEPADA JEMAAT DI GEREJA PNIEL SINGARAJA BALI Made Martini; Mochamad Heri; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.52

Abstract

Pada kasus kegawatdaruratan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas maka aliran darah yang banyak mengandung zat makanan dan oksigen ke dalam organ akan terhenti, sehingga organ vital dengan cepat mengalami kerusakan. Keadaan yang dapat mengancam jiwa yakni henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas, tenggelam, kecelakaan. Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap sikap, pengetahuan dan kebiasaan yang ada hubunganya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Semua ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang yang akan meningkatkan atau memelihara suatu kesehatan. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan yakni dengan simulasi. Metode simulasi merupakan suatu bentuk dari metode pemberian yang diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan oleh kelompok atau masyarakat. Belajar mempunyai tujuan untuk menjadikan pengetahuan menjadi lebih baik dan dapat merubah sikap menjadi poitif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 30 jumlah peserta, terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 65,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 85,5 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA MELALUI INTERVENSI TERAPI KOMPRES AIR HANGAT DI RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Permana, Kadek Hendra Guna; Heri, Mochamad; Astuti, Luh Seri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45498

Abstract

Demam berdarah atau dengue hemorhagic fever (DHF) merupakan penyakit yang terjadi dikarenakan virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Pasien dengan DBD biasanya menghadapi demam tinggi, penurunan jumlah trombosit yang signifikan, sakit kepala, mual, muntah, artralgia, dan ruam kulit. Penatalaksanaan pada pasien DHF yang mengalami hipertermi meliputi terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologi bisa diberikan terhadap pasien yang menghadapi hipertermi ialah terapi kompres air hangat. Terapi kompres air hangat sebagai salah satu pendekatan yang dipergunakan perawat dalam upaya menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia Melalui Intervensi Terapi Kompres Air Hangat Di Ruang Cendrawasih RSUD Wangaya Kota Denpasar. Studi inipun memanfaatkan desain penelitian deskriptif analitis menggunakan studi kasus melalui penggunaan satu pasien sebagai sampelnya. Instrumen yang dimanfaatkan adalah format asuhan keperawatan medikal bedah menyesuaikan terhadap ketentuan yang diberlakukan di institusi tersebut. Hasil studi ini membuktikan bahwasanya sebelum diberikan terapi suhu pasien berada pada 38⁰C dan setelah pelaksanaan terapi kompres air hangat yang diberikan selama 3 kali pertemuan dengan durasi waktu selama 3 hari dimana setiap pertemuan pasien diberikan intervensi terapi kompres air hangat selama 5-10 menit menunjukkan bahwa suhu pasien berada pada 36,5⁰C. Terapi kompres air hangat terbukti efektif dalam memberi solusi atas masalah keperawatan hipertermia terhadap pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF).
ANALISIS PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE DAN SERAI PADA PASIEN GOUT ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI DESA SINABUN Ernita, Kadek; Astuti, Ni Luh Seri; Heri, Mochamad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45600

Abstract

Gout artritis merupakan kondisi peradangan akut yang menyebabkan nyeri hebat pada sendi, yang sering mengganggu aktivitas penderitanya. Terapi non-farmakologis, seperti kompres hangat dari bahan alami, menjadi alternatif aman dan efektif dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemberian terapi kompres hangat jahe dan serai dalam menurunkan nyeri akut pada pasien gout artritis di Desa Sinabun. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan sampel pasien yang mengalami nyeri akut dan diberikan intervensi berupa kompres hangat selama 15 menit. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengukur penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri pasien setelah diberikan terapi (p=0,003; p=0,000), yang didukung oleh kandungan gingerol dan sitral dari jahe dan serai yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan vasodilator alami. Terapi ini aman, mudah diaplikasikan, dan dapat dijalankan secara mandiri oleh keluarga di rumah, serta berpotensi sebagai metode alternatif dalam manajemen nyeri gout. Kesimpulan, pemberian kompres hangat jahe dan serai efektif dalam mengurangi nyeri akut gout artritis, meningkatkan kenyamanan pasien, serta mendukung terapi klinis konvensional.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PAD A PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DENGAN INTERVENSI TEKNIK GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN DI GEDUNG AYODYA DI RUANG LANTAI 2 KELAS 2 RSUD SANJIWANI GIANYAR Lorenza, Tania; Heri, Mochamad; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45613

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur di RSUD Sanjiwani Gianyar. Kecemasan pra-operasi merupakan kondisi umum yang dapat mengganggu kelancaran tindakan medis, sehingga dibutuhkan pendekatan non farmakologis yang sesuai untuk mengatasinya. Studi ini menggunakan pendekatan keperawatan melalui terapi relaksasi genggam jari. Subjek penelitian adalah seorang pasien dengan diagnosis fraktur yang dirawat di ruang kelas 2, lantai 2 RSUD Sanjiwani Gianyar. Hasil pengukuran menggunakan skala kecemasan menunjukkan penurunan signifikan dari skor awal 24 menjadi 16 setelah intervensi dilakukan, yang mengindikasikan bahwa teknik ini efektif dalam mengurangi kecemasan.Intervensi ini diharapkan dapat membantu pasien dalam mempersiapkan kondisi mental sebelum operasi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya melalui pendekatan non-farmakologis dalam manajemen kecemasan. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi acuan dalam praktik keperawatan pre-operatif, terutama dalam penerapan teknik relaksasi sederhana namun efektif. Studi ini mendukung model keperawatan yang holistik dan berfokus pada kebutuhan pasien.Metode:Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Subjeknya adalah satu pasien pre-operasi dengan fraktur yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Intervensi berupa teknik genggam jari diberikan selama 10–15 menit per sesi, dilakukan sebanyak dua kali sebelum prosedur operasi. Tingkat kecemasan diukur dengan Skala Kecemasan Hamilton, yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor kecemasan pra dan pasca intervensi.Hasil:Skor kecemasan awal pasien berada pada angka 24, tergolong kecemasan sedang hingga berat. Setelah diberikan intervensi teknik genggam jari, skor menurun menjadi 16, masuk dalam kategori kecemasan ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik genggam jari efektif dalam meredakan kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur.Kesimpulan:Teknik genggam jari terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi fraktur. Metode ini merupakan alternatif non-farmakologis yang aman, sederhana, dan praktis, yang dapat membantu meningkatkan kesiapan mental pasien menjelang tindakan operatif. Temuan ini memperkuat penerapan keperawatan berbasis bukti dalam pengelolaan kecemasan dan mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan pre-operatif.
Nursing Care Analysis of the Effect of Dry Cupping Therapy to Reduce Blood Pressure in Hypertension Patients Putra, I Made Cakra Yudiana; Heri, Mochamad; Putra, G. Nur Widya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS4.3778

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases suffered by society. Hypertension is known as the silent killer and the leading cause of death in the world because this disease can cause death without causing any symptoms. Hypertension or high blood pressure, where hypertension has several varied symptoms, such as headaches/pain in the nape of the neck, dizziness, dizziness, the many impacts of hypertension make it require appropriate treatment. Non-pharmacological therapy that can be used to reduce hypertension includes one of the alternative options for treating hypertension. What is currently recommended is cupping therapy. Cupping is considered faster for reducing high blood pressure, especially dry cupping. Dry cupping is a non-pharmacological therapy that is effective in lowering blood pressure in hypertension sufferers. The effect of cupping on blood pressure is to calm the sympathetic nervous system. This flexibility of the sympathetic nervous system stimulates the secretion of enzymes that work like the renin-angiotensin system so that blood pressure decreases. Objective: To explain complementary nursing care for the main problem of high blood pressure in hypertensive patients with the innovative intervention of dry cupping therapy. Results: The results of this study provided dry cupping therapy to reduce blood pressure in hypertensive sufferers using a descriptive research design in the form of a case study that identified a nursing care problem in hypertensive patients. From the nursing action of giving cupping therapy once at the specified time, it was found that the patient's blood pressure decreased significantly. It is recommended that hypertensive patients do dry cupping once a week as an alternative option to lower blood pressure. Cupping is considered faster in reducing high blood pressure and reducing pain in hypertensive sufferers due to high blood pressure
Partner and Household Factors Associated with Breastfeeding Practice: A Systematic Review Supriatin, Supriatin; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Heri, Mochamad; Sadli, Mohamad
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 2 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss2.1537

Abstract

The role of partner and family in breastfeeding practice is still rare. Previous studies were more likely to discuss the impact of infant and mother factors. This study aimed to examine the role of partner and family factors associated with breastfeeding factors. This systematic review includes 18 journal articles from four databases such as PubMed, ScienceDirect, SCOPUS, and Scholar Google. The selection of journal articles was described in the PRISMA diagram. The findings revealed that the factors from partners including education, support, knowledge about breastmilk, age, and occupation, and factors from family and household including food security, family support, family intention, and type of family play a role in influencing the breastfeeding practice. Since this study only focused on partner and household factors, the findings emphasize the significant role of partner and family in improving the breastfeeding practice. The government and related stakeholders can take an important role in contributing to increasing the participation of partners or husbands in breastfeeding practices such give parental leave to support the wife during exclusive breastfeeding.