Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Self-Management dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Laurentia Galuh; Dewi Prabawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.81 KB)

Abstract

Insiden diabetes melitus di Indonesia menempati peringkat ke enam di dunia sebanyak 10,3 juta dan International Diabetes Federation memperkirakan pada tahun 2045 angka tersebut akan mencapai 16,7 juta penderita. Pasien diabetes melitus membutuhkan bantuan orang sekitar terutama keluarga dalam membantu program pengobatan dan kontrol diet. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap self-management dan kadar gula darah sewaktu pasien diabetes melitus. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional, sampel sebanyak 60 pasien diabetes melitus di Puskesmas Kelurahan Roworejo secara total sampling. Variabel tingkat dukungan keluarga diukur menggunakan Hensarling Diabetes Family Support Scale, variabel self-management diukur dengan Diabetes Self-management Questionare dan glucometer. Hasil analisis univariat didapatkan mayoritas 50,0% dukungan keluarga baik, 56,7% self-management kurang baik dan 51,7% nilai kadar darah sewaktu tinggi. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan ada hubungan bermakna dukungan keluarga dengan self-management (p value:0,000; p>0,05), namun tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kadar gula darah (p value:1.000; p>0,05). Petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan program pengelolahan penyakit kronis, dengan menambah frekuensi pendidikan kesehatan dan melibatkan keluarga pada pasien diabetes melitus. Perawat dapat memberikan penyuluhan tentang self-management diabetes melitus khususnya program diit, pemeriksaan rutin kadar gula darah dan melakukan pemeriksaan fisik terutama mata, kaki, dan mulut.
Hubungan Gaya Hidup Sedentary Terhadap Kejadian Tinggi Prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Johar Baru Dita Dwi Lestari Ambarita; Dewi Prabawati; Ainun J Hidayah
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 17, No 1 (2022): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.817 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v17i1.146

Abstract

Introduction: The incidence of prediabetes risk increases every year. This can occur as a result of  lack on physical activity which is exacerbated by a pandemic condition that strengths people to stay at home more. Objectives:  This study was conducted to determine the relationship between a sedentary lifestyle towards the incidence of prediabetes in the working area of the Johar Baru Health Center. Methods:  The study design used is descriptive correlation with a cross sectional approach. The sample in this study was the community in the working area of the Johar Baru Health Center and there were 64 respondents chosen using purposive sampling technique. The Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) instrument was utilized to assess the prediabetes score, while The Sedentary Behavior questionnaire used to measure sedentary lifestyle. Results: Univariate results showed that the majority of respondents had frequent sedentary behavior (93.8%) and a high risk of prediabetes (54.7%) followed by a very high risk of prediabetes (23.4%). Bivariate analysis using the Kendall Tau-C test revealed a significant relationship between a sedentary lifestyle and the incidence of prediabetes with  p-value of 0.027 (µ = 0.05). Conclusions:  High risk prediabetes was correlate significantly with sedentary lifestyle; therefore,  it is suggested to perform physical activity for 30 minutes every day and lower sedentary lifestyle by limiting the use of gadgets and laptops in daily life.
Wujud Kepedulian dan Caring Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan Tinggi Melalui Pos Sapa Lina Dewi Anggraeni; Lorensia Panselina Widowati; Yunita Astriani; Agustina Ida Pratiwi; Dewi Novitasari Suhaid; Regina Vidya Trias Novita; Justina Purwarini Acihayati; Dewi Prabawati; Maria Astrid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6754

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan segala bentuk ancaman, intimidasi, dan pelanggaran hak atau kemerdekaan perempuan dan anak. Kekerasan dapat terjadi di mana saja, termasuk di ruang publik seperti di lingkungan pendidikan baik di sekolah maupun di kampus. Kompleksitas masalah kekerasan muncul mulai dari pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban sehingga kerja multisektor dan multistakeholder sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan adanya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi dan sekitar, meningkatkan pengetahuan akan bentuk kekerasan dan dampaknya secara fisik, ekonomi, psikis dan seksual serta menyediakan layanan pengaduan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Kegiatan ini dilakukan dengan pembentukan tim Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA), edukasi tentang kekerasan dan sosialisasi layanan Pos SAPA kepada civitas akademika dan lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjalan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari seluruh civitas akademika dan pihak terkait. Pos SAPA STIK Sint Carolus berkontribusi sebagai agent of change dengan  menjadi wadah edukasi dan penjaringan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah internal dan eksternal kampus. Kata Kunci: Kekerasan, Perempuan Dan Anak, Pos Sapa  ABSTRACT Violence against women and children is all forms of threats, intimidation, and violations of women and children’s rights. Violence can occur anywhere, including in public spaces such as in the educational environment, both at school and on campus. The complexity of violence problem arises from prevention, problem solving, and rehabilitation of victims. Multi-sectoral and multi-stakeholder work is needed. This community service activity aims to increase awareness of violence acts in the higher education and community environment, increase knowledge of violence forms and their physical, economic, psychological and sexual impacts as well as provide complaint services and protection for women and children. This activity was carried out by forming a team of Pos Sahabat Women and Children (Pos SAPA), education about violence and socialization of Pos SAPA services to the academic community and the surrounding environment. Community Service activities went smoothly and received a good response from the entire academic community and related parties. Post SAPA STIK Sint Carolus contributes as an agent of change by becoming a forum for education and screening cases of violence against women and children in the internal and external areas of the campus Keywords : Violence, Women And Children, Pos Sapa
THE CORRELATION BETWEEN STRESS, SELF-EFFICACY OF PHYSICAL ACTIVITY AND PREDIABETES RISK IN ADULTS AT SAINT THOMAS THE APOSTLE CHURCH BEKASI Adelheid Melanurista; Dewi Prabawati
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i2.6254

Abstract

Nowadays, changes in lifestyle patterns may cause a lack of physical activity and high-stress level which triggers prediabetes. Some people are unaware that they suffer from prediabetes since no symptoms appear. This study aimed to determine the correlation between the incidence of stress and self-efficacy of physical activity to the risk of prediabetes in Saint Thomas The Apostle Church Bekasi. This research was conducted with a quantitative approach and cross-sectional design. As many as 66 respondents were recruited by purposive sampling technique. The data collection instrument used a Self-Efficacy Exercise (SEE) questionnaire, Perceived Stress Scale (PSS), and Indonesian Prediabetes Risk Score (INA-PRISC) to measure prediabetes. Data analysis used the Kendall Tau-C statistical test. The univariate analysis showed that most respondents had moderate stress (83.3%). In addition, more than half of the respondents had low self-efficacy in physical activity (66.7%), and a very low risk of prediabetes (66.7%).  This study also revealed  a significant correlation between self-efficacy in physical activity and the risk of prediabetes  (p-value o0.030). It is suggested that respondent at Saint Thomas The Apostle Church Bekasi develop a health promotion program assisted by health workers to create a lifestyle pattern regarding good stress management and physical activity self-efficacy to decrease prediabetes risk.
Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Berbasis Moda Daring Baso Intang Sappaile; Dewi Prabawati; Muhammad Yasin; Andi Tenri Abeng; Nuridayanti Nuridayanti; Siyono Siyono
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3264

Abstract

Character education is very important for individuals to be instilled early on. It is the accuracy of character education that will determine the results. In online mode-based learning, distance learning must have various learning strategies and appropriate reinforcement that can maintain student character in following the learning process. This study aims to determine the strategies used in strengthening character education in online mode-based learning. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques through observation and literature study. The results of this study indicate that the strategy of strengthening character education in online mode-based learning is a series of activities that need to be carried out in improving the quality or quality of education. In improving the quality of education, it must be done with a strategy of choosing a good teaching method that is relevant to the current situation. The strategy designed is made with something active, innovative, creative, and fun and motivates students to stay active in online mode-based learning. Strategies like this can also help students from their psychological conditions because students feel bored with online learning at home with repeated and continuous time.
Waspadai Prediabetes dan Cegah Gaya Hidup Sedentary pada Usia Remaja Dewi Prabawati; Oktaviani Subekti; Dely Rostiana
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7386

Abstract

Prediabetes dapat berkembang menjadi penyakit Diabetes Mellitus (DM) bila tidak dilakukan pencegahan sejak dini, dan saat ini terjadi lonjakan prevalensi prediabetes yang diakibatkan dari gaya hidup masyarakat yang kurang sehat terutama dikalangan remaja. Perlu dilakukan edukasi terkait screening Prediabetes dan memotivasi remaja untuk mengurangi gaya hidup sedentary. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi Kesehatan tentang prediabetes dan dampaknya serta mengurangi gaya hidup sedentary dikalangan remaja. Kegiatan ini diikuti oleh 75 siswa siswi SMAN 28 Tangerang. Ada 4 tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu perkenalan dan ice breaking, dilanjutkan dengan screening dan penjelasan tentang prediabetes, dilanjutkan dengan penjelasan gaya hidup sedentary. Kegiatan diakhiri dengan penjelasan dan demonstrasi pembacaan label makanan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat adanya peningkatan pengetahuan tentang cara mencegah prediabetes, gaya hidup sedentary dan kemampuan membaca label makanan. Selain itu, dari hasil kuesioner didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah prediabetes sebesar 81.9% dan 90.3% tidak sedentary. Diharapkan remaja dapat meningkatkan gaya hidup sehat dan termotivasi untuk mengurangi gaya hidup sedentary sehingga dapt mencegah penyakit DM.
Pemberdayaan Kader Kesehatan: Pencegahan Komplikasi Diabetes dengan Pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki Dewi Prabawati; Lia Natalia
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9251

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang dapat mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh. Diperlukan peran serta kader kesehatan untuk dapat memotivasi pasien DM agar dapat menjaga pola hidup sehat melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik. Perlu dilakukan edukasi kepada para kader kesehatan terkait pencegahan komplikasi DM dengan pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi Kesehatan kepada kader kesehatan tentang pencegahan komplikasi DM dengan pengelolaan Makan dan Perawatan Kaki. Kegiatan ini diikuti oleh 34 kader kesehatan di Puskesmas Johar Baru, Jakarta Pusat. Ada 4 tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu perkenalan dan ice breaking, dilanjutkan dilakukan penjelasan tentang Konsep DM, pengelolaan makan dan membaca label makanan, sesi dilanjutkan dengan penjelasan perawatan kaki dan screening kaki; dan diakhiri dengan demonstrasi dan re-demonstrasi senam kaki DM. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik sebesar 91.2% terkait dengan pengetahuan perawatan kaki DM. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan tentang pengendalian pasien DM sehingga mereka dapat membagikan ilmu kepada pasien DM disekitarnya dan akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan monitoring pada area kaki.
EFEKTIVITAS PELATIHAN ELEKTROKARDIOGRAFI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN PERAWAT MENGAANALISIS PENYAKIT KARDIOVASKULAR: SYSTEMATIC REVIEW Flora Hilaria Banda; Dewi Prabawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9908

Abstract

Semakin banyaknya penyakit kardiovaskular di seluruh dunia, diagnosis dini dan kemudahan akses diperlukan untuk pengobatan yang tepat guna menurunkan angka kematian dan mencegah gangguan jantung. Elektrokardiogram (EKG) merupakan alat diagnostik yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi fungsi listrik dan otot jantung. Tindakan awal yang harus dilakukan dalam penanganan pasien gangguan jantung diantaranya mengkaji riwayat nyeri dada, dan mengidentifikasi adanya kelainan irama jantung berdasarkan gambaran elektrokardiografi (EKG) pasien. EKG merupakan pemeriksaan diagnostik jantung non invasif yang paling sering digunakan untuk skrining penyakit. Perawat tentu berperan penting dalam penanganan dasar pada pasien jantun, mampu menganalisis serta interpretasi EKG secara dasar, oleh karena itu perawat perlu evaluasi berkala dan pembelajaran jangka pendek yang memfasilitasi terjadinya interaksi pembelajaran dengan menggunakan metode workshop atau pelatihan. Tujuan: Untuk menilai efektivitas pelatihan elektrokardiografi dalam peningkatan pengetahuan perawat mengaanalisis penyakit kardiovaskular dalam bentuk systematic review. Metode: Metode yang digunakan dalam systematic review ini adalah PICOT merupakan komponen utama pertanyaan klinis dalam Praktik Berbasis Bukti (EBP). Sumber artikel dari penelitian ini diperoleh dari pencarian berbasis data menggunakan wadah Google Scholar, pubmed, sinta dan scincedirec. Peneliti menerapkan strategi penelitian tersebut dengan menggunakan beberapa kata kunci meliputi: Efektivitas Pelatihan Elektrokardiografi, Pengetahuan Perawat, Penyakit Kardiovaskular. Kriteria eksklusi dari penelitian ini antara lain artikel yang tidak lengkap, artikel tidak memiliki lisensi ISSN, artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun, dan artikel yang tidak sesuai dengan kriteria serta predator. Berdasarkan hasil penyaringan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tersaringlah artikel yang akan dijadikan sebagai bahan acuan sebanyak 10 artikel. Hsil: Dari 10 artikel menunjukkan bahwa setiap penelitian tentang bagaimana menganalisis penyakit kardiovaskular melalui rekaman EKG merupakan salah satu topik sulit yang harus dipahami oleh perawat tetapi dengan pelatihan dapat menambah wawasan memaksimalkan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah kardofaskuler yang akan diberikan. Sedangkan tingkat pengetahuan perawat dalam menginterpretasi atau menganalisis terjadinya gangguan jantung, setelah mendapatkan pelatihan EKG berada pada kategori baik, Kesimpulan: Dalam memperoleh informasi mengenai interpretasi elektrokardiografi metode pelatihan dapat diimplementasikan menjadi metode pembelajaran sangan efektif.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Ezther Febrina Sibarani; Margaretha Kusmiyati; Fransiska Dewi Prabawati
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.898

Abstract

Pemeriksaan IVA bertujuan untuk mendeteksi lesi prakanker leher rahim, sebelum menjadi kanker. Perubahan warna setelah diolesi dengan asam asetat selama 1- 2 menit diamati dan bisa dilakukan untuk melihat perubahan pasca dilakukan olesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik variabel yang diteliti adalah Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan dengan motivasi WUS melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Desain Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi (N) 90, jadi pada Sampel (n) 73 responden, akan ditambahkan 10% jadi 80 responden untuk mengantisipasi dropout. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Univariat, mayoritas wanita usia subur berusia 20-35 tahun sebanyak 51 responden (63,7%), mayoritas pendidikan SMA/SMK sebanyak 42 responden (52.5%), mayoritas tidak bekerja sebanyak 45 responden (56.3%), mayoritas paritas multipara (1 anak) sebanyak 37 responden (46.3%), mayoritas pengetahuan baik sebanyak 64 responden (80.0%), mayoritas dukungan keluarga baik sebanyak 67 responden (83.8%), mayoritas dukungan petugas kesehatan baik sebanyak 78 responden (97.5%), mayoritas motivasi wanita usia subur melakukan pemeriksaan iva baik sebanyak 65 responden (81.3%). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Pengetahuan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,424 (p = >0,05), tidak ada hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,266 (p = >0,05), dan ada hubungan antara Dukungan Petugas Kesehatan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,006 (p = <0,05). Wanita usia subur diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga tentang motivasi melakukan pemeriksaan IVA.
Dischagre Planning terhadap Self Management dan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus: Literature Review: Discharge Planning on Self Management and Blood Glucose Levels in Patients with Diabetes Mellitus: Literature Review Jon Parulian Simarmata; Dewi Prabawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4960

Abstract

Latar belakang: Kejadian re-admission pasien DM cenderung meningkat karena kurangnya edukasi dari tenaga kesehatan. Salah satu edukasi yang dapat diberikan pada pasien DM dapat dilakukan pada discharge planning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam mengenai penerapan discharge planning terhadap self management dan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 Metode: Metode penulisan Literatur reviewe artikel ini menggunakan metode pendekatan narative review. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari beberapa database seperti Google Schoolar, Pubmed, Science Direct, Proquest dan Research Gate. Pencarian literatur dalam penyususnan artikel menggunakan kurun waktu tahun penerbitan mulai dari tahun 2018 hingga 2023. Hasil: Hasil yang didapat dari keseluruhan artikel yang sudah ditelaah menunjukkan bahwa discharge planning memiliki pengaruh terhadap kehidupan pasien diabetes melitus setelah pulang dari rumah sakit, baik dari segi self management, self care, kontrol kadar glokosa darah. Self management dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tidak hanya dipengaruhi oleh discharge planning, namun dapat dipengaruhi oleh faktor lain salah satunya pemberian diabetes self management education (DSME). Kesimpulan: Discharge planning berpengaruh positif terhadap kesehatan pasien penderita diabetes melitus setelah pulang dari rumah sakit. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya komplikasi yang dapat dialami oleh penderita diabetes melitus.