Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI CARA PENGAJUAN SPP-IRT DAN SERTIFIKASI HALAL KEPADA UMKM PENGOLAHAN PANGAN Herlina - Marta; Trianing Tyas Kusuma Anggaeni
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.32545

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM, pemerintah Indonesia menerapkan serta mengembangkan beberapa standar dan sertifikasi yang harus dilengkapi oleh pelaku usaha. Salah satunya adalah Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Sertifikasi ini merupakan cara untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM dalam menerapkan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB-IRT). Penduduk Indonesia mayoritas muslim, sehingga konsumen juga berhak untuk mendapatkan jaminan halal dari produk yang dikonsumsinya. Oleh karena itu produk-produk pangan yang beredar di Indonesia juga harus memiliki sertifikasi halal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang tata cara pengajuan dan persyaratan untuk mendapatkan SPP-IRT dan sertifikat halal, agar produk tersebut lebih terjamin dan lebih luas pemasarannya. Sasaran peserta program ini adalah pemilik UMKM pengolahan pangan yang belum memiliki ijin edar produk (SPP-IRT) dan sertifikat halal. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah blended activity, sebagian kegiatan dilakukan dengan menggunakan media komunikasi online seperti Trello, Whatsapp, dan Zoom Meeting, dikombinasikan dengan kegiatan secara tatap muka langsung pada saat survey. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan pengetahuan mitra dalam hal tata cara pengajuan dan persyaratan yang harus dipenuhi terkait SPP-IRT dan sertifikasi halal. Selain itu juga terdapat peningkatan pengetahuan mengenai penerapan CPP-IRT, keamanan pangan, pengemasan dan pelabelan pangan serta peningkatan motivasi untuk mendapatkan SPP-PIRT dan sertifikat halal.
PELATIHAN CARA PENGOLAHAN PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA KELOMPOK UKM OLAHAN PANGAN DI DESA CILEUNYI KULON, JAWA BARAT Subroto, Edy; Marta, Herlina; Indiarto, Rossi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7948

Abstract

Desa Cileunyi Kulon memiliki beberapa usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan, diantaranya memproduksi keripik singkong, keripik pisang, baso goreng (basreng), roti, kerupuk, dan lain-lain. Namun demikian proses pengolahannya masih banyak yang belum menerapkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB). Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada kelompok UKM tersebut untuk memperbaiki proses produksi yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas produk dan daya saing UKM. Kegiatan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Padjadjaran. Kegiatan dimulai dengan survey pada para pelaku UKM, pemaparan materi pelatihan dan diskusi interaktif, dan pendampingan pada para pelaku UKM. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan para pelaku UKM terkait dengan Cara pengolahan pangan yang baik, kerusakan dan bahaya penggunaan minyak goreng bekas, sanitasi dan keamanan pangan, serta manajemen dan pemasaran. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam pembelajaran bermasyarakat, dan meotivasi pelaku UKM pengolahan pangan di Desa Cileunyi Kulon untuk terus bangkit, tumbuh, dan berkembang.
PENINGKATAN KUALITAS, KUANTITAS, DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN BROWNIES DARI TEPUNG MOCAF DI UNIT USAHA BROWNIES SINGKONG KATINENUNG DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK Heni Radiani Arifin; Herlina Marta; Tri Yuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20610

Abstract

Abstrak: Unit usaha brownies katinenung memiliki permasalahan yaitu terbatasnya pengetahuan CPPB-IRT dan pemasaran online, proses produksi belum maksimal, lingkungan produksi masih kurang memadai, serta desain dan label kemasan kurang menarik dan informatif. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas brownies mocaf katineung melalui peningkatan pengetahuan mengenai CPPB-IRT, diversifikasi produk, pengemasan, dan pemasaran online serta keterampilan dalam pengolahan brownies kering. Mitra kegiatan adalah masyarakat produktif bernama Unit Usaha Brownies Singkong Katineung yang berlokasi di Kec. Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat yang terdiri dari 3 orang mitra. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan, praktek dan pendampingan serta hibah peralatan pengolahan. Beberapa kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan berupa sosialisasi CPPB-IRT, diversifikasi produk, pengemasan dan pelabelan, pengujian umur simpan dan nutrition facts, serta hibah bahan dan alat produksi. Sistem evaluasi dilakukan dengan membandingkan persentase hasil pre-tes dan post-tes dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan CPPB-IRT sekitar 80%, diversifikasi olahan brownies sekitar 85%, pengemasan dan pelabelan 82%, serta pemasaran online sekitar 78%. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra, perbaikan ruang produksi dan sanitasi sesuai CPPB-IRT, pengujian nutrition facts dan umur simpan, dan peningkatan omzet.Abstract: The Katinenung Brownies business unit has problems, namely limited knowledge of CPPB-IRT and online marketing, the production process is not optimal, the production environment is still inadequate, and the packaging design and labels are less attractive and informative. This program aims to improve the quality and quantity of mocaf katineung brownies by increasing knowledge regarding CPPB-IRT, product diversification, packaging and online marketing as well as skills in processing dry brownies. The activity partner is a productive community called the Katineung Cassava Brownies Business Unit in Kec. Ngamprah, West Bandung Regency, consisting of 3 partners. The methods used are counseling, practice, mentoring, and grants of processing equipment. Several activities to resolve problems include CPPB-IRT socialization, product diversification, packaging and labeling, shelf life testing, nutrition facts, and materials and production equipment grants. The evaluation system compares the percentage of pre-test and post-test results and is presented in graphical form. The results of the service showed that there has been an increase in CPPB-IRT knowledge and skills by around 80%, diversification of processed brownies by around 85%, packaging and labeling by 82%, and online marketing by around 78%. Indicators of the success of this activity were increasing partner knowledge, improving production space and sanitation according to CPPB-IRT, testing nutrition facts and shelf life, and increasing turnover.
Formulation of Black Garlic Tea with The Addition of Ginger (Zingiber officinale), Rosella (Hibiscus sabdariffa L), and Packaging Design Putriana, Norisca Aliza; Mardawati, Efri; Rizki Sendi, Cahyani; Maulida Rahmah, Devi; Pujianto, Totok; Marta, Herlina
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 6, Issue 1, Jan - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v6i1.52667

Abstract

Indonesia is globally recognized for its abundant biodiversity and is considered one of the most biodiverse countries in the world. Over centuries, local communities have explored the benefits of natural ingredients such as garlic to be used as herbal medicine. Although garlic has numerous health benefits, raw consumption is still uncommon due to its strong aroma and taste. To address this issue, black garlic, a derived product from garlic, has been developed to minimize its strong characteristics. Therefore, this research aimed to investigate formulation of black garlic tea with the addition of ginger and rosella flowers in terms of bioactive components, including total phenolic content, total flavonoid content, antioxidant activity, and organoleptic characteristics of taste and aroma. The method used involved the extraction of 12 samples. The results indicated that the highest phenolic content was 16.708 ± 0.0356 mg GAE/g with formulation of black garlic, rosella, and ginger at a ratio of 1 g: 3 g: 2 g. The highest flavonoid content was observed in formulation of black garlic, rosella, and ginger at a ratio of 2 g: 3 g: 2 g, which amounted to 13.560 ± 0.536 mg QE/g. Furthermore, formulation with black garlic, rosella, and ginger at a ratio of 2 g: 3 g: 2 g exhibited the highest antioxidant activity of 63.21%. These results showed that formulation of black garlic tea with the addition of ginger and rosella flowers could enhance the levels of bioactive components, including total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity.
PENGARUH PENAMBAHAN PATI SAGU TER-PREGELATINISASI TERHADAP RETENSIFE DAN ZN PADA KERNEL BERAS TER-FORTIFIKASI YANG DIBUATDARI BERAS IR64 DAN IR42 Abdullah Darussalam; Yana Cahyana; Herlina Marta; M. Budi Kusarpoko; Sabirin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 4 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/f05g6f58

Abstract

Indonesia mencatat angka prevalensi stunting sebesar 21,5% pada tahun 2023. World Food Programme (WFP) merekomendasikan Fortified Rice Kernels (FRK) sebagai sumber mineral esensial yang andal, khususnya zat besi (Fe) dan seng (Zn), bagi perempuan dan anak-anak. Namun, mineral-mineral tersebut sering hilang selama proses pembilasan beras. Meskipun Indonesia memiliki sumber daya sagu yang melimpah, pemanfaatannya dalam sektor pangan masih terbatas, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk.Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Pati Sagu Terpregelatinisasi (PST) dalam formulasi FRK. PST diproduksi melalui proses ekstrusi pada suhu 60–90 °C dan kecepatan 80 rpm, dengan tiga tingkat kadar air berbeda: 25% (PST25), 35% (PST35), dan 45% (PST45). PST kering kemudian dicampur dengan tepung beras IR42 (amilosa 32,85%) dan IR64 (amilosa 27,93%), masing-masing dengan penambahan premiks mikronutrien sebesar 7%. FRK diproduksi melalui ekstrusi pada suhu 50–85 °C dan kecepatan 31 rpm. Retensi Fe tertinggi (91,1%) diperoleh pada FRK yang dibuat dari campuran IR64 dan PST45 dengan rasio 4:1, sedangkan retensi Zn tertinggi (99,4%) ditemukan pada campuran IR42 dan PST35 dengan rasio yang sama. Selain itu, campuran IR64 dan PST35 dengan rasio 3:1 menghasilkan retensi Zn sebesar 98,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa beras dengan kadar amilosa tinggi (IR42) paling optimal dikombinasikan dengan PST35, sedangkan beras dengan kadar amilosa lebih rendah (IR64) memberikan hasil terbaik jika dikombinasikan dengan PST45 dalam meningkatkan retensi Fe dan Zn. Analisis tambahan juga dilakukan terhadap atribut warna, derajat penyerapan air, dan tingkat gelatinisasi, yang merupakan parameter penting dalam evaluasi mutu beras analog.