Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH DI MASA PANDEMI COVID-19 ., Suryati; Nurfadhilah, Kinasih; Setyaningrum, Niken; Oktavianto, Eka
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 2 No 2 (2021): Prima Wiyata Health, Juli 2021
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.546 KB) | DOI: 10.60050/pwh.v2i2.2

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan sosial emosional anak prasekolah masih menjadi salah satu masalah di Indonesia apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti ini. Anak terbatas dalam sosialisasi dan mengekspresikan emosinya. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi salah satu faktor perkembangan sosial emosional anak. Di masa pandemi COVID- 19 ini selain mencari nafkah, idealnya ayah juga ikut terlibat dalam pengasuhan. Dengan terlibatnya ayah dalam proses pengasuhan dapat menumbuhkan kasih sayang, kehangatan, dan kelekatan antara ayah dan anak untuk membantu proses perkembangan anak.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah di masa pandemi COVID-19. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 pasang ayah dan anak. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Kendall Tau.Hasil : Keterlibatan ayah dalam pengasuhan tergolong baik yaitu sebanyak 26 responden (54,2%). Mayoritas anak tidak beresiko mengalami masalah perkembangan sosial emosional di masa pandemi COVID-19 yaitu sebanyak 29 responden (60,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika keterlibatan ayah dalam pengasuhan baik, mereka akan cenderung memiliki anak yang tidak beresiko mengalami masalah perkembangan sosial emosional di masa pandemi COVID-19. Hasil uji Kendall Tau didapatkan nilai correlation coefficient sebesar 0,498 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,01). Kesimpulan : Terdapat hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah di masa pandemi COVID-19. Didapatkan nilai correlation coefficient sebesar 0,498 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,01).
Exploration of the Need for Posbindu PTM Health Volunteers During the Covid-19 Pandemic Binoriang, Dinasti Pudang; Rohmah, Nur Saily; Setyaningrum, Niken; Lestari, Sri
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3198

Abstract

The covid-19 pandemic has had a tremendous impact on every human being. All activities that cause crowds are not allowed to stop the spread of the covid-19 virus, including routine PTM Posbindu activities. The role of healthy volunteers is hampered and has an impact on its implementation. In carrying out their duties during a pandemic, health volunteers require special needs to ensure the success of PTM Posbindu activities. Explore the needs of PTM Posbindu health volunteers during the covid-19 pandemic. This research was qualitative research with a descriptive method, conducted by FGD and interviews and carried out on 7 informants, in the working area of ​​the Jetis Health Center Yogyakarta. Interviews were conducted with 1 informant from the Jetis Public Health Center Yogyakarta. In analyzing the data, this research uses open code 4.03 software. This shows that PTM Posbindu health volunteer needs in the form of the need for inspection tools, funding needs, skill training needs for health volunteers, and the need for health care tools to support. The pandemic condition has an impact on the termination of the implementation of PTM Posbindu activities.
Efektivitas Edukasi Video dan Poster Bencana Gempa Bumi terhadap Tingkat Kesiapsiagaan pada Siswa Sekolah Dasar Setyaningrum, Niken; Darmawan, Ardhian Indra; Ramadhan, Tazkia Aulia
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3747

Abstract

Bencana merupakan proses alam yang dapat meneyebabkan korban jiwa. Kurangnya kesiapan Masyarakat dalam menghadapi suatu bencana dapat meinbulkan banyaknya korban. Sekolah merupakan tempat menyebarluaskan pengetahuan dalam siaga bencana, pengetahua bencana harus diberikan kepada anak-anak sejak dini karena korban bencana tidak memandang usia. Metode dengan menggunakan video paling banyak diminati oleh anak-anak dan lebih menarik, sehingga akan lebih menyampaikan informasi terkait siaga bencana pada anak-anak Tujuan mengetahui efektivitas edukasi video dan poster bencana gempa bumi terhadap Tingkat kesiapsiagaan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan kelompok intervensi dan kelompok control, jumlah sampel penelitian adalah 48 responden, kelompok intervensi mendapatkn edukasi dengan video sedangkan kelompok control edukasi dengan poster. Intrumen menggunakan kuesioner kesiapsiagaan dari UNESCO/ISDR (2006). Penelitian ini sudah dilakukan uji etik di STIKES Surya Global dengan nomor 2.19/KEPK/SSG/I/2024. Terdapat perbedaan yang signifikan edukasi dengan menggunakan video dan poster dengan hasil sig 0,035 (<0,05). Edukasi menggunakan video lebih efektif dari pada poster untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa sekolah dasar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR KB DI DESA SUMBER AGUNG JETIS BANTUL Setyaningrum, Niken; Melina, Fitria
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.413 KB)

Abstract

Latar Belakang : Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Partisipasi pria dalam ber-KB masih sangat rendah yaitu sekitar 1,3 %. Angka tersebut bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya seperti Pakistan 9%, Banglades 18% dan Malaysia 16,8% adalah yang terendah. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan suami menjadi akseptor KB di Desa Sumber Agung Jetis Bantul. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan survey analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi yang digunakan adalah semua pria pasangan usia subur yang ada di Desa Sumber Agung Jetis Bantulsebanyak 1074 orang dan sampel berjumlah 291, diambil dengan metode statifed proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil Penelitian : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan informasi dengan keikutsertaan suami menjadi akseptor keluarga berencana KB di Desa Sumber Agung Jetis Bantul. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan informasi dengan keikutsertaan suami menjadi akseptor keluarga berencana KB di Desa Sumber Agung Jetis Bantul. Faktor paling dominan yang berpengaruh dengan keikutsertaan suami menjadi akseptor KB di Desa Sumber Agung Jetis Bantul adalah Tingkat Ekonomi
Optimalisasi Peran Keluarga dalam Strategi Pencegahan dan Deteksi Dini Diabetik Foot Ulcer (DFU) Setyorini, Andri; Setyaningrum, Niken; Khotimah, Anis
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2166

Abstract

Luka kaki diabetik adalah komplikasi kronis yang paling ditakuti. Sayangnya baik pasien maupun keluarga belum semuanya memahami dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini secara mandiri di rumah, sehingga seluruh kegiatan masih menunggu dari pihak pelayanan kesehatan seperti puskesmas, sedangkan tenaga kesehatan masih sangat terbatas. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pasien dan keluarga belum tahu bagaimana cara pencegahan dan deteksi dini gangguan sensasi yang dapat menyebabkan DFU, sehingga resiko komplikasi DM pada penderita masih tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes dan keluarga dalam mengoptimalkan pencegahan dan deteksi dini Luka Kaki Diabetik atau Diabetic Foot Ulcer (DFU). Metode pada kegiatan pengabdian ini yaitu : 1) Pemberian edukasi tentang Diabetik Foot Ulcer (DFU) ; 2) Pelatihan Ipswich Touch Test (IpTT) kepada keluarga pendamping dalam melakukan; 3) Pelatihan senam kaki diabetic kepada pasien dan keluarga; 4) Pemberdayaan dan pendampingan keluarga guna membantu keberlanjutan program. Mitra pengabdian ini yaitu keluarga penderita DM di Wilayah kerja Puskesmas Panggang II Gunungkidul dengan jumlah peserta 30 orang. Kegiatan ini dievaluasi dengan memberikan posttest berupa miniquis dan praktik senam kaki diabetic dan IpTT. Hasil yang dicapai yaitu terdapat peningkatan pengetahuan tentang Diabetic Foot Ulcer (DFU) sebesar 75% serta 80% peserta mampu melakukan senam kaki diabetic dan IpTT secara mandiri.
Implementasi Program Mitigasi Bencana melalui Sekolah Siaga Bencana di Zona Merah Rawan Bencana Gempa Bumi Setyaningrum, Niken; Setyorini, Andri; Suharyanta, Dwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2329

Abstract

Bencana alam yang mengganggu tatanan kehidupan, menimbulkan korban jiwa dan kehilangan harta benda. Kondisi tersebut dapat diakibatkan karena kurangnya pengetahuan tentang katarestik bahaya dan kurangnya informasi tentang bencana. Menyadari ancaman bencana harus ditanamkan sedini mungkin. Bagi kelompok rentan salah satunya adalah pada anak-anak Mitigasi bencana dengan tepat dan efektif mampu mengurangi resiko dampak bencana selain itu juga dapat meningkatkan resiliensi akibat bencana gempa Yogyakarta yang terjadi pada tahun 2006. Strategi penaggualangan bencana akan maksimal jika mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik. Daerah rawan bencana merupakan target wilayah yang harus dimaksimalkan. Sekolah Dasar merupakan tempat yang efektif untuk memberikan edukasi, yaitu dengan pembentukan sekolah siaga bencana. Sekolah Dasar sebagai target adalah sekolah yang terletak pada zona merah rawan terjadi gempa bumi dan tsunami salah satunya yaitu di SD N 1 Pundong. Tujuan dari pembentukan dari sekolah siaga bencana tersebut adalah meningkatkan pengetahuan bahaya yang mengancam, menciptakan suasana sekolah yang aman, mengintegrasikan progam kebencanaan dalam proses pembelajaran, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah siaga bencana, meningkatkan keterampilan dengan simulasi kebencanaan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Bantul. Metode dalam pengabdian ini yaitu dengan menggunakan Focus Groub Discussion (FGD) yang dilakukan dalam 9 kali pertemuan, partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah guru dan karyawan sekolah berjumlah 10 partisipan, semua siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6 berjumlah 108 siswa, perwakilan komite sekolah dan perwakilan warga sekitar yang dekat dengan sekolah berjumlah 4 partisipan. Hasil dari pengabdian ini adalah mampu menghasilkan Tim siaga Bencana dan SOP untuk sekolah siaga bencana di bawah pengawasan dari BPBD Kabupaten Bantul.
Mitigasi Bencana melalui Edukasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi di Zona Merah Sekolah Menengah Pertama Negri 1 Pundong Setyaningrum, Niken; Eliyana, Eliyana; Darmawan, Ardhian Indra; Suryati, Suryati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3918

Abstract

Bencana Alam gempa bumi merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan korban jiwa dan merusak tatanan kehidupan. Hal tersebut merupakan dampak dari kurangnya pengetahuan tentang informasi bencana dan karakteristik bahaya yang ditimbulkan. Meningkatkan kesadaran akan bahaya bencana dapat ditanamkan sejak dini, sekolah merupakan tempat yang paling efektif untuk memberikan edukasi. Target khusus adalah zona merah dalam peta rawan bencana sesuai dengan lokasinya. Tujuan dari pembentukan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan bahaya yang mengancam, menciptakan suasana sekolah yang aman, mengintegrasikan progam kebencanaan dalam proses pembelajaran. Metode dalam pengabdian ini yaitu dengan menggunakan ceramah dengan menggunakan power point dan video edukasi, partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah guru dan karyawan sekolah, semua siswa. Hasil dari pengabdian ini adalah mampu meningkatkan pengetahuan akan ancaman bahaya bencana gempa bumi.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TENAGA KESEHATAN DENGAN MOTIVASI KESEDIAAN MASYARAKAT MENERIMA VAKSIN COVID-19 DI DESA ANGGRASMANIS KABUPATEN KARANGANYAR Taen, Cindy Valla; Sari, Dian Nur Adkhana; Suryati, Suryati; Setyaningrum, Niken
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p08

Abstract

Tahun 2019 digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu Covid-19. Salah satu strategi yang sangat mungkin dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus ini adalah dengan memproduksi vaksin. Vaksin adalah pertahanan terakhir melawan penyakit menular. Hambatan utama penggunaan vaksin Covid-19 adalah ketidakyakinan masyarakat dalam menentang vaksinasi Covid-19. Keinginan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Dengan motif kesiapan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, penelitian ini berupaya untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tenaga kesehatan di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif, jumlah sampel 290 responden, dan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, pengambilan data dilakukan pada 27 Mei sampai 10 Juni 2022. Pengujian data menggunakan uji analisis chi square dan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen penelitian, yaitu kuesioner dukungan keluarga, kuesioner dukungan tenaga kesehatan, dan kuesioner motivasi kesediaan menerima vaksin Covid-19. Hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,000 dan nilai kontingensi sebesar 0,406 (dukungan keluarga) dan 0,349 (dukungan tenaga kesehatan). Dengan demikian ada hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan motivasi kesediaan masyarakat menerima vaksin Covid-19 di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar.
Efektivitas progressive muscle relaxation dengan zikir terhadap penurunan tekanan darah dan penurunan tingkat stres pada penderita hipertensi Setyaningrum, Niken; Badi’ah, Atik
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.1400

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan saat ini terdaftar sebagai penyakit pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Berdasarkan sample registration survey tahun 2014 hipertensi merupakan penyebab kematian nomor lima di Indonesia. Berdasarkan WHO diperkirakan tahun 2025 angka kejadian hipertensi meningkat 29,2%. Hipertensi berkaitan dengan kualitas tidur dan tingkat stres karena berhubungan dengan respon saraf simpatis. Jika tidak diidentifikasi dengan baik hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Hipertensi dapat dikontrol dengan terapi non farmakologi dengan menggunakan teknik relaksasi progressive muscle relaxation dengan zikir.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas progressive muscle relaxation dengan zikir terhadap penurunan tekanan darah dan penurunan tingkat stres.Metode: Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Quasi experimental Design with Comparison Group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan pembagian sampel masing-masing 20 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi (PMR dan zikir) dengan kelompok kontrol (PMR) terhadap penurunan tekanan darah sistol (p<0,01), tekanan darah diastol (p<0,01) dan penurunan tingkat stres (p<0,05).Kesimpulan: Teknik progressive muscle relaxation dengan zikir yang dilakukan secara bersamaan dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan tingkat stres.
Optimalisasi Sekolah Siaga Bencana untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan di Zona Merah Rawan Bencana Kabupaten Bantul Setyaningrum, Niken; Setyorini, Andri; Suharyanta, Dwi; Darmawan, Ardhian Indra
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4442

Abstract

Bencana alam merupakan kejadian yang dapat mengganggu tatanan kehidupan jika menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda dan kerusakan bangunan fasilitas umum. Kondisi tersebut dapat terjadi karena kurangnya penegtahuan tentang katrakteristik bahaya dan kurangnya informasi tentang bencana. Strategi penaggualangan bencana akan maksimal jika mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik. Sekolah Dasar merupakan tempat yang efektif untuk memberikan edukasi, yaitu dengan pembentukan sekolah siaga bencana. Tujuan dari pembentukan dari sekolah siaga bencana tersebut adalah meningkatkan pengetahuan bahaya yang mengancam, menciptakan suasana sekolah yang aman, mengintegrasikan progam kebencanaan dalam proses pembelajaran, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah siaga bencana, meningkatkan keterampilan dengan simulasi kebencanaan. Berdasarkan analisis risiko yang sudah dilakukan dalam program pertama didapatkan hasil peringkat pertama adalah gempa bumi sedangkan yang ke dua adalan bencana kebakaran. Kegiatan yang dilakukan antara lain melakukan Analisa ancaman, kerentanan, kapasitas dan resiko kebakaran, membuat peta resiko dan penentuan titik kumpul, membentuk tim siaga bencana dan rencana aksi sekolah, melakukan mitigasi bencana dan melakukan simulasi bencana kebakaran bekerjasama dengan Damkar BPBD Kabupaten Bantul. Metode dalam pengabdian ini yaitu dengan menggunakan Focus Groub Discussion (FGD) yang dilakukan dalam 4 kali pertemuan, partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah guru dan karyawan sekolah sebanyak 11 orang , semua siswa sebanyak 108 siswa, perwakilan komite sekolah dan perwakilan warga sekitar yang dekat dengan sekolah sebanyak 4 orang. Hasil dari pengabdian ini adalah mampu menghasilkan Tim siaga Bencana dan SOP untuk sekolah siaga bencana di bawah pengawasan dari Damkar BPBD Kabupaten Bantul.