Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) di MTs Inovatif Daarul Ihsan Bandung Mia Nurul Khotimah; Ulfia Nanda Maulia; Suryadi Suryadi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.16(1).46-55

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan SIMPATIKA dengan model Nielsen di tingkat MTs Inovatif Daarul Ihsan Bandung. Dalam evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai sejauh mana SIMPATIKA mendukung pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan di MTs Inovatif Daarul Ihsan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif di MTs Inovatif Daarul Ihsan Bandung melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi atau mengukur persepsi guru terhadap SIMPATIKA berdasarkan lima indikator utama dengan model Nielsen: Kemampuan Belajar (Learnability), Efisiensi (Efficiency), Kepuasan (Satisfaction), Kesalahan (Errors), Daya Ingat (Memorability) serta didukung dengan hasil wawancara untuk melengkapi data terkait kendala penerapan aplikasi simpatika yang diterapkan di MTs Inovatif Daarul Ihsan Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan operator sekolah sedangkan penyebaran angket diberikan kepada sejumlah guru yang relevan. Hasil temuan yang didapatkan adalah Kemampuan Belajar memiliki skor tertinggi (3,23), diikuti oleh Daya Ingat (3,13), Efisiensi (2,93), Kepuasan (2,90), dan Kesalahan (2,70), yang semuanya berada pada kategori Baik. SIMPATIKA dinilai efektif memfasilitasi pengguna, meski terdapat kendala pada fitur lanjutan dan deteksi kesalahan input data.Kendala utama terkait kurangnya pemahaman operator, meskipun infrastruktur memadai. Sekolah mengatasi hal ini melalui sosialisasi, pelatihan berkala, dan kolaborasi antaroperator, yang terbukti mendukung implementasi sistem. Penelitian menyimpulkan bahwa SIMPATIKA mendukung efisiensi operasional dan pengelolaan tenaga kependidikan, sekaligus menjadi dasar inovasi digital di masa depan.
School Culture Transformation through Collaborative Leadership Practices Wina Kurniasih; Sururi Sururi; Suryadi Suryadi
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p49-60

Abstract

This study examines school culture transformation as a foundation for sustainable teacher professional development by analyzing how collaborative leadership is associated with the development of collaborative cultural practices in Indonesian elementary schools. Using a mixed-methods sequential exploratory design, data were collected from 298 teachers across 51 public schools in Purwakarta District and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that collaborative leadership significantly predicts the development of a collaborative school culture, which in turn is positively related to teacher professional growth and performance. The model explained approximately 30% of the variance in collaborative culture and 38% in teacher performance, with cultural transformation acting as a partial mediator between leadership and teacher outcomes. These results suggest that improvements are associated with processes such as fostering trust and psychological safety, strengthening shared purpose and collective efficacy, and embedding collaborative and reflective routines within school practices. The study concludes that collaborative leadership serves as an important enabling factor in strengthening teacher development and supporting school culture transformation, while emphasizing that such transformation is context-dependent and shaped by broader organizational conditions within Indonesian schools.
Eksplorasi Peran Strategis Pendidikan Inovasi dan Kewirausahaan dalam Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan Mahasiswa Liu Lifeng; Suryadi Suryadi; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to map the strategic role of innovation and entrepreneurship education in enhancing students’ entrepreneurial skills through a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. The study responds to the growing demand for higher education institutions to prepare graduates who are not only academically competent but also innovative, adaptive, opportunity-oriented, and capable of creating value in a dynamic global economy. Data were collected from the Scopus database within the 2021–2026 period. After the screening process based on relevance, document type, and thematic alignment, 39 documents were selected and analyzed using VOSviewer and descriptive statistics. VOSviewer was used to identify keyword co-occurrence patterns, thematic clusters, and research trends, while descriptive statistics were used to examine publication distribution by year, author, institutional affiliation, country, and citation count. The findings reveal that innovation and entrepreneurship education plays a strategic role in developing students’ entrepreneurial skills through experiential learning, project-based learning, digital technology integration, design thinking, co-creation, and innovation-oriented pedagogy. The keyword co-occurrence analysis indicates that entrepreneurship education, higher education, innovation, experiential learning, sustainability, and digital transformation are central themes in the research landscape. The distribution of authors and institutions shows that this field remains open, interdisciplinary, and relatively fragmented, indicating opportunities for stronger collaboration among scholars and institutions. Geographically, the contributions are spread across various countries, with China, Finland, South Africa, and the United Kingdom appearing as prominent contributors, while developing countries also demonstrate increasing research engagement. This study concludes that innovation and entrepreneurship education should be understood as a strategic learning ecosystem rather than merely a curricular component. Higher education institutions are recommended to strengthen experiential learning, technology-based pedagogy, institutional support, and cross-sector collaboration to enhance the relevance and effectiveness of entrepreneurship education in developing students’ entrepreneurial skills. Keywords: Entrepreneurship Education; Innovation Education; Entrepreneurial Skills; Higher Education; Bibliometric Analysis Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peran strategis pendidikan inovasi dan kewirausahaan dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berpikir inovatif, adaptif, mengenali peluang, dan menciptakan nilai dalam dinamika ekonomi global. Data penelitian diperoleh dari database Scopus pada periode 2021–2026. Setelah melalui proses penyaringan berdasarkan relevansi, jenis dokumen, dan kesesuaian tema, sebanyak 39 dokumen dianalisis menggunakan VOSviewer dan statistik deskriptif. VOSviewer digunakan untuk mengidentifikasi pola ko-kemunculan kata kunci, klaster tematik, dan tren penelitian, sedangkan statistik deskriptif digunakan untuk melihat distribusi publikasi berdasarkan tahun, penulis, afiliasi institusi, negara, dan jumlah sitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inovasi dan kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman, pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi digital, design thinking, co-creation, serta pendekatan pedagogis yang berorientasi pada inovasi. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa entrepreneurship education, higher education, innovation, experiential learning, sustainability, dan digital transformation menjadi tema sentral dalam lanskap penelitian. Distribusi penulis dan institusi menunjukkan bahwa bidang ini masih terbuka, interdisipliner, dan relatif terfragmentasi, sehingga membuka peluang penguatan kolaborasi akademik lintas institusi dan lintas negara. Secara geografis, kontribusi penelitian tersebar di berbagai negara, dengan China, Finlandia, Afrika Selatan, dan Inggris sebagai kontributor menonjol, sementara negara berkembang juga menunjukkan keterlibatan riset yang semakin meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan inovasi dan kewirausahaan perlu dipahami sebagai ekosistem pembelajaran strategis, bukan hanya sebagai komponen kurikulum. Perguruan tinggi disarankan untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman, pedagogi berbasis teknologi, dukungan institusional, dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan efektivitas pendidikan kewirausahaan dalam membentuk keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Kata kunci: Pendidikan Kewirausahaan; Pendidikan Inovasi; Keterampilan Kewirausahaan; Pendidikan Tinggi; Analisis Bibliometrik
Analisis Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Peningkatan Hard Skills Siswa dalam Penerapan Project-Based Learning pada Mata Pelajaran Kejuruan di SMK Maya Yusti Fardian; Dedy Achmad Kurniady; Suryadi Suryadi; Nugraha Suharto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education plays a strategic role in preparing graduates with technical skills or hard skills that are relevant to the demands of the labor market and industrial transformation. In vocational high schools, Project-Based Learning (PjBL) is widely regarded as an effective learning approach because it enables students to develop practical competencies through direct involvement in designing, implementing, and evaluating real-world projects. However, the effectiveness of PjBL does not only depend on the learning model itself, but also on teachers’ competence in planning project activities, facilitating collaboration, integrating technology, and assessing students’ performance-based outcomes. This study aims to analyze the development of research on the relationship between teacher competence and the improvement of students’ hard skills in the implementation of PjBL in vocational subjects at vocational high schools. This study employed a bibliometric literature review approach using publication data from the Scopus database during the 2021–2026 period. A total of 30 relevant publications were analyzed using VOSviewer to map publication trends, keyword co-occurrence networks, author distribution, institutional affiliations, and country contributions. The findings show that vocational education appears as the central keyword connected to project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, and technology integration. The results also indicate that research in this field is still distributed across various authors and institutions, suggesting that the topic remains open for further development and collaboration. In terms of country distribution, Indonesia contributes the highest number of publications in the analyzed dataset, followed by Spain, Russia, and Thailand. This study concludes that teacher competence is a key factor in the successful implementation of PjBL for improving students’ technical skills in vocational education. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical, professional, and digital competencies is essential to support effective project-based vocational learning. Keywords: teacher competence, project based learning, vocational education, hard skills, bibliometric analysis. Abstrak: Pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis atau hard skills yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan transformasi industri. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena memungkinkan siswa mengembangkan kompetensi praktis melalui keterlibatan langsung dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek nyata. Namun, efektivitas PjBL tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran itu sendiri, tetapi juga oleh kompetensi guru dalam merancang aktivitas proyek, memfasilitasi kolaborasi, mengintegrasikan teknologi, serta menilai hasil belajar berbasis kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai hubungan antara kompetensi guru dan peningkatan hard skills siswa dalam penerapan PjBL pada mata pelajaran kejuruan di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometric literature review dengan data publikasi dari database Scopus pada periode 2021–2026. Sebanyak 30 publikasi yang relevan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jaringan ko-kemunculan kata kunci, distribusi penulis, afiliasi institusi, dan kontribusi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kunci vocational education menjadi pusat jaringan yang terhubung dengan project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, dan technology integration. Temuan juga menunjukkan bahwa penelitian pada bidang ini masih tersebar pada berbagai penulis dan institusi, sehingga topik ini masih terbuka untuk dikembangkan melalui kolaborasi penelitian yang lebih luas. Berdasarkan distribusi negara, Indonesia menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbanyak dalam dataset yang dianalisis, diikuti oleh Spanyol, Rusia, dan Thailand. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi PjBL untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa pada pendidikan kejuruan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pedagogik, profesional, dan digital guru sangat penting untuk mendukung pembelajaran kejuruan berbasis proyek secara efektif. Kata kunci: kompetensi guru, project based learning, pendidikan kejuruan, hard skills, bibliometrik