Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Modernitas dan Tradisi dalam Perspektif Filsafat: Peran Generasi Muda Sebagai Jembatan Nilai Niva Sabilah; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana generasi muda memainkan peran sebagai agen epistemik dalam menjaga, mengadaptasi, dan merevitalisasi nilai-nilai adat di tengah dinamika modernitas. Berangkat dari kajian filsafat budaya, filsafat moral, dan teori sosial kontemporer, penelitian ini menelaah hubungan antara tradisi, modernitas, dan konstruksi identitas generasi muda sebagai bagian dari proses pembentukan pengetahuan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran sistematis terhadap buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik yang relevan. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi pola pemikiran filosofis dan temuan empiris terkait adaptasi nilai tradisional oleh generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adat tidak bersifat statis, melainkan terus diperbarui melalui mekanisme reflektif yang dijalankan oleh generasi muda. Dalam perspektif epistemologi dan teori strukturisasi, generasi muda mampu menafsirkan kembali tradisi melalui kreativitas, penalaran kritis, dan pengalaman sosial. Modernitas serta perkembangan teknologi digital tidak menghilangkan tradisi, tetapi justru membuka ruang bagi rekonstruksi nilai yang lebih adaptif. Media digital menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memproduksi pengetahuan baru tentang adat melalui praktik representasi budaya, produksi konten kreatif, serta revitalisasi simbol-simbol adat dalam bentuk visual dan naratif kontemporer. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda berperan sebagai jembatan nilai antara masa lalu dan masa kini, serta berkontribusi pada keberlanjutan martabat adat dalam masyarakat modern.
Kajian Kepemilikan Tanah Ulayat Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman: Dari Tradisi ke Sertifikat Formal Wira Satria; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5814

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontradiksi Kajian kepemilikan tanah ulayat di Nagari Katapiang, Padang Pariaman, sebagai pergeseran dari tradisi komunal ke sertifikat formal negara. Tanah ulayat di Minangkabau berakar pada kedaulatan adat dan berfungsi sebagai amanah leluhur serta cadangan sosial, diatur sepenuhnya oleh Ninik Mamak. Program sertifikasi seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), didorong oleh positivisme hukum, berupaya menstandarisasi hak ini untuk kepastian hukum administrasi dan investasi. Konflik di Katapiang, yang memuncak dengan ancaman pemindahan ulayat, menunjukkan bahwa negara gagal menjembatani jurang antara legal certainty formal dan cultural certainty substantif. Metode yuridis normatif digunakan untuk membedah kontradiksi regulasi dan filosofi, menghasilkan temuan bahwa otoritas adat menolak subordinasi kekuasaan teritorialnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekognisi substantif dan registrasi komunal alih-alih formalisasi individualistik.
Tinjauan Filosofis Sistem Pemerintah Berbasis Elektonik Bambang Aditio; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5843

Abstract

Penelitian ini menganalisis Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia dari perspektif filosofis, dengan tujuan memahami dimensi etis dan epistemologis di balik transformasi digital pemerintahan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui kajian pustaka terhadap Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 dan literatur mengenai digital governance dan e-gverment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPBE menandai pergeseran rasionalitas administratif menuju sistem yang digerakkan oleh big data dan algoritma, dengan orientasi utama pada efisiensi dan integrasi birokrasi. Pergeseran ini menimbulkan persoalanyaitu terancamnya kepercayaan publik akibat sulitnya lembaga negara menjelaskan proses pengambilan keputusan digital kepada masyarakat. Dari sudut pandang filosofis, SPBE menuntut keseimbangan antara kontrol negara dan kebebasan individu, serta menekankan pentingnya legitimasi yang bersumber dari keandalan sistem dan integritas data. Dengan demikian, keberhasilan SPBE tidak semata-mata diukur dari kecepatan dan efisiensi layanan, tetapi juga dari kemampuannya menegakkan prinsip keadilan, etika, dan nilai kemanusiaan dalam tata kelola digital. Implementasi SPBE ke depan perlu berlandaskan kesadaran humanistik dan moral agar teknologi berfungsi sebagai sarana pemberdayaan manusia, bukan sebagai pengganti nilai-nilai kemanusiaan.