Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Cerita Lokal Si Jangoi dan Kecerdasan Artifisial untuk Mengembangkan Bahan dan Media Pembelajaran Mendalam Nana Raihana Askurny; Pradipta Agustina; Cello Virgiola Pramudya; Gatot Subroto; Satria Agust
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.704

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMP di Kota Tanjungpinang dalam memanfaatkan cerita lokal Si Jangoi sebagai bahan ajar berbasis budaya serta mengintegrasikannya dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam perancangan pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan melalui workshop dua hari yang mencakup pengenalan cerita Si Jangoi, pemahaman prinsip Pembelajaran Mendalam, serta praktik penyusunan rancangan pembelajaran secara manual dan berbasis AI. Pre-test dan post-test diberikan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai isi cerita dan penerapannya dalam pembelajaran dari 0% menjadi 68, 18%. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai kerangka Pembelajaran Mendalam yakni dari 75% menjadi 90,91%. Pemanfaatan AI terbukti mendukung proses perancangan pembelajaran secara lebih efisien dan kreatif, hasil pretest menunjukkan 85% meningkat pada posttest menjadi 100%. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya lokal, tetapi juga menawarkan model pelatihan yang dapat diadaptasi untuk penguatan literasi budaya dan digital guru di berbagai wilayah Indonesia.
Educational Level, Socioeconomic Status, and Interpersonal Communication Competence in Response to Digital Deceptive Messages Nana Raihana Askurny; Dewi Kusrini
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 10 No. 2 (2026): Insaniyat: Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v10i2.46495

Abstract

This study investigates the correlation between educational level and socioeconomic status in determining individuals' interpersonal communication competence when responding to digital deceptive messages. Utilizing a descriptive quantitative research design, the authors developed a 15-item Likert-scale questionnaire based on authentic fraudulent messages obtained from police investigators in Tanjungpinang and Bintan, Indonesia. Data collected from 120 participants underwent rigorous validity, reliability, and normality testing before being analyzed via multiple regression. The findings reveal that while educational level and socioeconomic status collectively show a significant positive correlation with communication competence, socioeconomic status alone provides a negligible contribution. Specifically, the regression model suggests that higher education levels significantly enhance one’s ability to navigate digital interactions safely, whereas employment status does not significantly alter this competence due to universal smartphone access. This research contributes a predictive framework for identifying cybercrime vulnerability, highlighting that educational background is a more critical factor than wealth or job status in developing the interpersonal metafunctions necessary to detect speech intentions and avoid digital traps.
An Analysis of Writing Competence of Class VIII Students of SMP Negeri 3 Tanjung Pinang through English Recount Text Dinda Widianda; Nana Raihana Askurny; Seri Jelita; Fitri Noviyanti; Chindy Marselina; Keti; Grace Angela marbun
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v5i2.8422

Abstract

Abstract This study aims to describe the writing competence of grade VIII students of SMP Negeri 3 Tanjungpinang through the analysis of English recount text. The method used was descriptive qualitative with data collection through interviews with English teachers and documentation of students' writing. The results showed that students' scores varied greatly, ranging from 10 to 100. A total of 31.8% of students obtained very good grades (90-100), which shows that some students have mastered the material well. However, 36% of students were in the less and very less categories, indicating that many students had difficulty in writing recount texts. Factors influencing the difference include learning style, motivation, as well as the support of the learning environment at home. Teachers also revealed that learning tends to be monotonous with minimal use of visual media and collaborative activities. This finding indicates the need to apply more varied and contextualized learning methods, such as genre-based approaches, the use of visual media, and active learning. In addition, special attention and remedial programs for students with low scores are needed to improve their writing competence. Synergy between teachers, schools and parents is also important to create a supportive and inclusive learning enviromental.
CHARACTERISTIC OF LINGUISTIC LANDSCAPE: A CASE STUDY OF HIGH EDUCATION SCHOOL IN TANJUNGPINANG Abdu Rahmansah; Abrar Octavirandra Anjaru; Ayattullah Muhaddis Azim; Eki Pauziansah; Muhammad Arsy; Timoti Meilando; Nana Raihana Askurny
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v5i2.8438

Abstract

Landscape linguistics is a part of sociolinguistics that discusses how language is used and displayed in public places, and how it can indicate cultural identity, power relations, and communication purposes. This study aims to identify the linguistic characteristics found on boards and signs in the higher school environment in Tanjungpinang, and Tanjungpinang is known to have a strong Malay culture. The focus of this research includes language and phrase structure, layout and communication function of the linguistic signs found. This research uses qualitative description method with data collection techniques in the form of observation, documentation and note-taking. Documentation is done by taking photos as the main tool, then further analyzed based on language version (monolingual, bilingual, and multilingual). The results showed that most of the advertisements were bilingual, namely with Indonesian - English and on the intitution signage it showed that most were bilingual by using Indonesian = Malay. This study concludes that the linguistic landscape in the high school environment in Tanjungpinang reflects the existence of multilingualism and identity representation in the educational public space at the high school in Tanjungpinang.
Pelatihan Penyusunan Asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung SDGs4: Pendidikan Berkualitas Elsa Ernawati Nainggolan; Nana Raihana Askurny; Pradipta Agustina; Benni Satria; Adam Fernando; Susanti Susanti; Karla Amelia
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.78084

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra, yaitu para guru yang masih menghadapi tantangan dalam memahami konsep pembelajaran mendalam serta kesulitan menyusun asesmen dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Permasalahan utama meliputi kurangnya pemahaman guru tentang prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; kurang optimalnya perumusan tujuan pembelajaran holistik; serta minimnya kemampuan merancang asesmen autentik yang mendukung profil pelajar Pancasila. Sebagai solusi, tim PKM mengembangkan pelatihan komprehensif yang memadukan penguatan konsep, pendampingan teknis, dan praktik langsung penyusunan asesmen dan RPM. Metode pelaksanaan meliputi: (1) analisis kebutuhan awal mitra; (2) pemaparan materi tentang kerangka pembelajaran mendalam dan asesmen, dan sumberdaya maritim Kepulauan Riau; (3) lokakarya penyusunan asesmen autentik dan RPM; (4) micro teaching (5) evaluasi dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, pretest dan postest, dan angket persepsi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pada pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, kemampuan merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran, serta keterampilan menyusun asesmen autentik dan RPM yang kontekstual kemaritiman. Peserta juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk menerapkan praktik pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas profesional guru dan mendukung pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas