Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL DI MANGGARAI UNTUK BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMIC COVID-19 Ricardus Jundu; Fransiskus Nendi; Valeria Suryani Kurnila; Hildegardis Mulu; Gabariela Purnama Ningsi; Ferdinandus Ardian Ali
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 10 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v10i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran IPA SMP berbasis pendekatan kontekstual sesuai latar belakang siswa di kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, and evaluation). Tahapan yang akan dilakukan yaitu tahap analisis yang dilakukan meliputi: analisis pengetahuan atau kompetensi sasaran, karakteristik sasaran, dan peralatan yang menunjang penggunaan media; tahap perancangan yang dilakukan meliputi: pemindahan informasi dari fase analisis ke dalam bentuk dokumen yang menjadi tujuan dibuatnya video pembelajaran; tahap pengembangan yang dilakukan meliputi: kegiatan produksi atau mengembangkan video pembelajaran, inti dari kegiatan ini adalah pengambilan gambar berupa perekaman gambar dengan menggunakan kamera, dimana pengembangan video dilakukan menggunakan beberapa aplikasi yaitu videoscribe, photoshop, dan editor video; tahap implementasi yang dilakukan meliputi video pembelajaran diterapkan pada siswa kelas VII SMP; dan tahap evaluasi meliputi kegiatan: penilaian media berdasarkan evaluasi formatif. Hasil penelitian pengembangan ini yaitu dihasilkannya video pembelajaran IPA SMP kelas VII berbasis pendekatan kontekstual Manggarai yang bisa digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa di Manggarai memahami konsep materi berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 92,5% dan ahli media sebesar 96% serta hasil uji coba pada kelompok kecil yaitu kelayakan isi sebesar 93,33%, penyajian sebesar 93,89%, dan bahasa sebesar 94,28%. Dengan demikian, video pembelajaran ini bisa digunakan siswa untuk membantu proses belajarnya dari rumah sehingga dengan mudah memahami konsep IPA dasar.
AN ANDROID-BASED APPLICATION TO IMPROVE THE ABILITY TO DRAW AND INTERPRET FBD Yohanes Kurniawan; Silfanus Jelatu; Nugroho Prasetya Adi; Valeria Suryani Kurnila
JOURNAL OF KOMODO SCIENCE EDUCATION Vol. 1 No. 01 (2018): Science Education in 21st century (NOVEMBER)
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.721 KB)

Abstract

The aim of this study is to develop an Android-based learning application that is named worked example mechanics. This application was made for learning classical mechanics class IX Natural Sciences Program in Indonesia. This application is specifically designed to train and improve students' ability to draw and interpret Free Body Diagram (FBD). This application contains classic mechanic material content, animated learning of classical mechanics, drawing exercises and interpreting FBD and a self-evaluation system. This application has passed the feasibility test of both the material and the media by Yogyakarta Negeri University physics learning experts. The app is also useful in enhancing the ability to interpret FBD, in trials at Sekolah Menengah Atas 2 Kupang/SMAN 2 Kupang (State Senior High School 2 Kupang), SMAN 3 Kupang, SMA TIMPOLMAS Kupang and State Alyah Madrasah (MAN) 1 Yogyakarta.
Kesulitan Belajar Matematika: Bagaimana Jika Ditinjau Dari Kemampuan Numerik Siswa SLB? Viviana Murni; Ferdinandus Adrian Ali; Valeria Suryani Kurnila
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 1 No. 1 (2018): June Edition, 2018
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.868 KB)

Abstract

This research aims to diagnose the difficulties learning mathematics reviewed from the numerical ability of extraordinary junior high school Karya Murni Manggarai students. This research was qualitative research and the sampling technique used was purposive sampling, so the subjects were 4 of students. Data were collected using test and interview. The test was used to identify the types of learning difficulties in mathematics and interview was used to know factors that cause difficulties to learn mathematics. Data were analyzed by using descriptive data analysis techniques with stages : reducing data, presentation of data, conclusion, and verification. The results of this research indicate that students are still having difficulties regarding mathematics calculations, connecting concepts in accordance with existing situation, and solve the problems. These difficulties are caused by weak memory, the material being taught is not related to the student’s daily life, and the lack of procedural, conceptual, and factual abilities. Therefore, it is necessary to find a strategy that can reduce student’s difficulties learning mathematics students and can improve student’s numerical ability.
Learning from the Past: Meta-Analysis of Contextual Teaching-Learning of the Past Decade Maximus Tamur; Valeria Suryani Kurnila; Marzuki Marzuki; Emilianus Jehadus; Sabina Ndiung; Jerito Pareira; Syaharuddin Syaharuddin
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v4i1.3981

Abstract

This meta-analysis was conducted to summarize the evidence linking the influence of Contextual Teaching-Learning (CTL) on students' mathematical abilities. The research data was obtained from the ERIC database, sage publishing, Scopus database, semantic scholarships, and google scholarships. The 26 studies that met the inclusion requirements were analyzed to obtain an estimate of effectiveness and examined the extent to which the effect of CTL was moderated by year of study, level of education, sample size, and publication source. The random-effect model is estimated, and data processing uses the Comprehensive Meta-Analysis (CMA) software. The results showed the overall effect size of the study was 0.88 (large effect). The moderator analysis results revealed that the implementation of CTL was moderated by the variables of education level and publication source. On the other hand, the studies' heterogeneity reflects that there are still other moderating variables associated with the effectiveness of CTL. The study's limitations and implications are discussed as the basic idea for the implementation of further research.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Kalkulus Integral Berdasarkan Newman's Error Analysis dan Upaya Pemberian Scaffolding Gabariela Purnama Ningsi; Fransiskus Nendi; Emilianus Jehadus; Lana Sugiarti; Valeria Suryani Kurnila
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1469

Abstract

Kalkulus integral merupakan salah satu mata kuliah matematika yang memerlukan tingkat penalaran, kemampuan komunikasi serta kemampuan berpikir tingkat tinggi yang memadai untuk dapat memahami dan menyelesaikan soal. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mengalami kesulitan saat mempelajarinya sehingga melakukan banyak kesalahan saat memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan mahasiswa berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA) dalam menyelesaikan soal kalkulus integral disertai dengan pemberian scaffolding. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus yang mengikuti perkuliahan kalkulus integral. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara tidak terstruktur. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan mahasiswa pada tipe indikator 1 (reading error), mahasiswa rata-rata melakukan kesalahan pada indikator 2 (comprehension error) sebesar 39%, rata-rata kesalahan pada indikator 3 (transformation error) sebesar 71%, rata-rata kesalahan pada indikator 4 (process skills error) sebesar 76% dan rata-rata kesalahan yang paling banyak dilakukan pada indikator 5 (encoding error) sebesar 87%. Scaffolding yang digunakan untuk mengatasi semua kesalahan mahasiswa hanya sampai pada scaffolding level 2 yaitu explaining, reviewing, dan restructuring. Pemberian scaffolding yang dilakukan dosen bersifat menjelaskan, meninjau dan merestrukturisasi sehingga mendorong mahasiswa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Bertolak dari hasil penelitian ini, maka dosen diharapkan untuk melakukan kegiatan perkuliahan yang bermakna bagi mahasiswa sehingga tidak mudah untuk melupakan konsep-konsep materi yang telah dijelaskan.
PENDAMPINGAN SEKOLAH MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN BERBASIS DATA SEBAGAI LANGKAH AWAL PENYUSUNAN PROGRAM SEKOLAH Gabariela Purnama Ningsi; Valeria Suryani Kurnila; Ricardus Jundu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11097

Abstract

Abstrak: Pelatihan Perencanaan Berbasis Data merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan pada bulan Februari tahun 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah menyiapkan perencanaan di sekolah dengan berbasis data. Kegiatan ini melibatkan 3 sekolah penggerak di Kabupaten Manggarai Timur. Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh hasil coaching bersama kepala sekolah dan diskusi bersama Komite pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah tersebut. Pelatihan ini dilakukan selama 3 hari secara daring, yang melibatkan Kepala Sekolah dan Operator sekolah. Pelatihan yang dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu sesi mulai dari diri, sesi eksplorasi konsep, sesi elaborasi pemahaman. Sesi demonstrasi kontekstual dan sesi rencana aksi. Proses perencanaan berbasis data pada rapor Pendidikan merupakan hal penting yang diperoleh oleh peserta kegiatan. Pengenalan aplikasi rapor Pendidikan dan cara menganalisis data pada rapor Pendidikan menjadi acuan awal untuk melakukan perencanaan atau penyusunan program sekolah. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik, meskipun dilakukan secara daring. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi kepala sekolah untuk melaksanakan fungsi manajemen, terutama dalam proses penyusunan program sekolah. Pemahaman konsep serta rencana aksi sebelum dan sesudah pelatihan perencanaan berbasis data mengalami peningkatan.Abstract: Data-Based Planning Training is a service activity carried out in February 2022. This activity aims to help schools prepare data-based planning in schools. This activity involved 3 driving schools in East Manggarai Regency. The implementation of this activity is based on the results of coaching with the principal and discussions with the learning committees in these schools. This training was conducted for 3 days online, involving the Principal and School Operators. The training is carried out through several steps, namely sessions starting from self, concept exploration sessions, and understanding elaboration sessions. Contextual demonstration sessions and action plan sessions. The data-based planning process in the Education report card is an important thing that is obtained by the activity participants. The introduction of the Education report card application and how to analyze the data on the Education report card became the initial reference for planning or compiling school programs. The results of the evaluation of this activity indicate that the activity went well, even though it was carried out online. This activity provides benefits for school principals to carry out management functions, especially in the process of preparing school programs. Understanding of concepts and action plans before and after data-based planning training has increased.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD Eufrasia Jeramat; Sufantiara Naming; Valeria Suryani Kurnila; Mikael Nardi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.988 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i4.8092

Abstract

This study aimed to improve students’ learning achievement on social science subject at grade V of SD Wae Rii by applying role playing method. The research was conducted in elementary schools Kecamatan Wae Rii Langke Rembong in the academic year 2019/2020. The method was classroom action research design and McTaggart Kemmis consisting of three phases: planning, action and observation stage, and the stage of reflection. The subjects were 30 students at grade V of SD Wae Rii. Data were collected through observation and tests. The instrument of this study were observation sheets and test questions. The results showed that role playing method improved the students’ learning achievement on social science subject at grade V SD Wae Rii. The increase was evident from that many students achieved a minimum completeness criteria (KKM).  In pretreatment, 8 students achieved KKM (40%); in cycle I 14 students reached the KKM (70%), in cycle II it increased to 17 students who reached the KKM (85%). Based on data analysis, it was concluded that role playing method improved students’ learning achievement on social science subject at grade V of SD Kecamatan Wae Rii Langke Rembong the Academic Year 2019/2020.  
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN, KREATIVITAS MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM MENGOLAH SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ALAT PERAGA MATEMATIKA Bedilius Gunur; Valeria Suryani Kurnila
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.515 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.146

Abstract

ABSTRACTThe aim of this community service program was to improve the community’s knowledge and skill in changing the rubbish into compost and  to develop students creativity in recycling the rubbish intoa medium of teaching mathematic subject in order to support the quality of teaching and  learning process. The participants of this community service program are the youth organization and housewife. The output of  this program were scientific article and its product; they are compost and  mathematic media. The scientific method was used in this communitcy service program; namely, observation, action and evaluation. In observation activity, the participants have to identify which rubbish could be changed  into compost and the other one as teaching media. Action activity was the implementation of  constructed planning, then evaluation activity was to measure or evaluate the quality and quantity of the product itself. The result of this program are the organic fertilizer and mathematic media such as clinometer triangular pyramid, and cube. Keywords: rubbish, mathematic media, organic fertilizer ABSTRAKKegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah menjadi pupuk kompos dan pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam memanfaatkan sampah menjadi media pembelajaran matematika dalam menunjang kualitas pembelajaran matematika. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat kelompok karang taruna, ibu rumah tangga aktif. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dan produk yang berupa pupuk kompos dan media pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah  metode saintifik yaitu, melakukan observasi, tindakan atau pelaksanaan dan evaluasi. Observasi dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi sampah-sampah yang dapat dijadikan pupuk kompos dan jenis-jenis sampah yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Tindakan dalam kegiatan ini merupakan implementasi terhadap rencana atau rancangan kegiatan yang sudah ditentukan sedangkan Evaluasi dilakukan terhadap kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pupuk organik dan alat peraga matematika seperti klinometer, limas segi tiga, kubus. Kata Kunci: Sampah, Alat Peraga Matematika, Pupuk Organik
Pemberdayaan Masyarakat Desa Lewur Melalui Program Sanitasi dan Anak Natas Lewur Valeria Suryani Kurnila; Ricardus Jundu; Yohanes Kurniawan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.011 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i2.224

Abstract

ABSTRACTHigher Education must conduct community service. Community service is a variety of activities by socio-cultural conditions of society. One of the villages targeted for the service is the village of Lewur. The village is one of the communities located in West Manggarai Regency. Villagers of Lewur mostly have livelihoods as farmers, because Lewur found in areas of hills and valleys and high rainfall, with sufficient agricultural land area, so it is potential to continue to develop. The devotion activities undertaken are the Sanitasi and the Natas Lewur Children program. Sanitation program is carried out in the form of cleaning the village area around the neighbourhood of the garden and residents' houses and roads around the village. The Natas Lewur Children Program implemented in the form of unique guidance for children, based on local natural and cultural resources. This activity is in the way of tutoring and Scouting, designed in the style of games. Also, the the Natas Lewur Children program organised activities for teachers in the village, by conducting mathematical software training. Based on the evaluation results, this program can increase public awareness about hygiene as well as the importance of education. Indicators of program success are the cleaner village environment and the continuous running of the Natas Lewur Children group run by teachers and youths in the village. Keywords: Sanitation Program, Natas Lewur Children. ABSTRAKPerguruan Tinggi wajib menyelenggarakan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat merupakan berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Salah satu desa yang menjadi sasaran pelaksanaan pengabdian adalah desa Lewur. Desa tersebut adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat. Penduduk desa Lewur sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani, karena berada di wilayah yang perbukitan dan lembah serta curah hujan yang cukup tinggi, dengan luas areal pertanian  cukup, sehingga sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah program Sanitasi dan Anak Natas Lewur. Program Sanitasi yang dilakukan berupa pembersihan wilayah desa di sekitar lingkungan kebun dan rumah warga serta jalan raya di sekitar desa tersebut. Program Anak Natas Lewur yang dilaksanakan berupa bimbingan khusus bagi anak-anak, yang berbasis kekayaan alam dan budaya setempat. Kegiatan ini berupa bimbingan belajar dan Pramuka, yang dirancang dalam bentuk permainan. Selain itu, Program Anak Natas lewur mengadakan kegiatan bagi para guru di desa tersebut, dengan mengadakan pelatihan software matematika. Berdasarkan hasil evaluasi, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan serta pentingnya pendidikan. Indikator keberhasilan program adalah, lingkungan desa yang semakin bersih, dan tetap berjalannya kelompok Anak Natas Lewur yang dikelola oleh guru dan para pemuda di desa tersebut. Kata Kunci: Program Sanitasi, Anak Natas Lewur.
KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN TAHAPAN POLYA Valeria Suryani Kurnila; Dwi Juniati; Siti Khabibah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.978 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6428

Abstract

Kemampuan koneksi dan berpikir kritis adalah bagian dari kemampuan yang harus dimiliki siswa agar bisa memecahkan masalah di dunia nyata. Namun ditemukan bahwa kemampuan-kemampuan ini masih rendah. Kemampuan-kemampuan ini harus ditingkatkan sejak usia Sekolah Dasar, melalui masalah yang dituangkan dalam soal cerita. Agar solusi yang diberikan tepat, maka penyelesaian masalah dilakukan menggunakan tahapan Polya. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi dan berpikir kritis siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan Tahapan Polya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 27 siswa. Untuk dapat menganalisis lebih spesifik, maka dilakukan wawancara dan analisis jawaban 3 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa berkemampuan matematis tinggi telah mampu melakukan 3 tahapan Polya, serta memenuhi 5 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Siswa berkemampuan matematis sedang,  mampu melakukan dua tahapan Polya serta memenuhi 3 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Siswa berkemampuan matematis rendah telah mampu melakukan 1 tahapan Polya, serta memenuhi 1 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Tahapan Polya yang sering dilewati oleh sebagian siswa adalah memeriksa kembali penyelesaian masalah. Jika dilihat pada indikator kemampuan koneksi dan kemampuan berpikir kritis, sebagian besar siswa tidak memenuhi indikator meninjau kembali seluruh jawaban yang telah diberikan. The ability to connect and think critically is part of the abilities students must have in order to be able to solve problems in the real world. However, it is currently found that these abilities are still low. In elementary school, these skills must be strengthened through word problems. Using the Polya stages, problem-solving is conducted in a structured manner to ensure the correctness of the solution. Based on Polya's Stages, this study aimed to analyze and describe elementary school students' connection and critical thinking skills when solving word problems. The research method used is descriptive qualitative. The research participants included 27 students. In order to conduct a more precise analysis, interviews and analyses of the responses of three students were conducted. The results indicated that students with strong mathematical skills could complete the three stages of Polya and meet the five indicators of connection and critical thinking abilities. Students with average mathematical skills can complete two stages of Polya and three indicators of connection ability and critical thinking. Low-skilled mathematicians have completed one Polya stage and one indicator of connection ability and critical thinking. The Polya stage that is often skipped by some students is re-examining problem solving. When viewed on the indicators of connection ability and critical thinking ability, most students do not fulfill the indicator of reviewing all the answers that have been given.