Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN SUSU FORMULA Kurniawati, Dian Peni; Prabowo, Wahyu Adi; Saintika, Yudha
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.274 KB)

Abstract

Susu formula adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak yang dimanipulasi sehingga menyerupai Air Susu Ibu (ASI). Susu formula merupakan asupan yang sangat diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan kecerdasannya. Walaupun kaya akan kandungan gizi yang dibutuhkan bayi atau anak-anak tetapi hanya ASI asupan gizi terbaik. Namun demikian, masih banyak perbedaan dalam komposisi asam amino dan asam lemak dan susu formula tidak mengandung sifat anti-infeksi yang terdapatdalam ASI. Hadirnya susu formula dengan berbagai merk dan disesuaikan dengan tingkat usia anak, masyarakat merasa terbantu dalam menyediakan kecukupan gizi pada anaknya. Banyaknya berbagai merk susu formula yang ada dipasaran saat ini membuat konsumen sering bingung dalam memilih susu formula mana yang cocok dan baik untuk dikonsumsi. Dalam menyikapi hal tersebut,tentunnya dibutuhkan pengetahuan yang baik dari masyarakat mengenai susu formula. Pemilihan susu formula yang tidak tepat dapat mengakibatkan gangguan fungsi dan organ tubuh. Perlu adanya suatu Sistem Pendukung Keputusan untuk membantu masyarakat dalam memilih susu formula sehingga dengan pertimbangan tertentu dapat memilih sesuai dengan kebutuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini mengatasi permasalahan yang multi kriteria yang kompleks menjadi hirarki. Berdasarkan analisis dari hasil pengolahan data,dapatdiketahui bahwa susu SGM Ananda 2 mendapat ranking 1 dengan bobot prioritas sebesar 0,391
IMPLEMENTASI METODE DYNAMIC PROGRAMMING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN MENU DIET BAGI PENDERITA DIABETES Rahmadani, Putri Aisyah; Saintika, Yudha; Prabowo, Wahyu Adi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.954 KB)

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Diabetes dapat menyerang segala usia, pada umumnya menyerang penderita yang tidak peduli dengan pola makan yang sehat. Selain mengonsumsi obat, perawatan yang paling utama dalam penyakit diabetes ini adalah dengan cara melakukan diet sehat dengan kompesisi makanan yang seimbang. Penyusunan diet ini sangat sulit dilakukan karena memerlukan ahli yang mengerti mengenai pola makan bagi penyakit diabetes dan juga perhitungan rumus yang rumit sehingga diperlukan program bantu untuk mempermudah dan memberikan solusi alternatif bagi penderita diabetes untuk memperoleh makanan yang sehat dan seimbang. Tujuan dibuatnya sistem ini adalah membuat sistem pendukung keputusan untuk menentukan menu diet yang sesuai dengan kebutuhan bagi penderita diabetes dengan menggunakan metode dynamic programming. Dengan adanya sistem ini, akan membantu bagipenderita diabetes dalam menentukan menu makanan yang sesuai dengan jumlah kalori dalam sehari. Basis pengetahuan ini dihasilkan dari wawancara kepada pakar atau ahli dalam bidang ilmu gizi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini akan menghasilkan sistem untuk mengetahui bmi, kategori berat,berat ideal, kebutuhan kalori dan total kalori, serta saran menu makanan yang sesuai dengan total kalori yang berupa makan pagi,makan siang dan makan malam.
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN SUSU FORMULA Kurniawati, Dian Peni; Prabowo, Wahyu Adi; Saintika, Yudha
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.274 KB)

Abstract

Susu formula adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak yang dimanipulasi sehingga menyerupai Air Susu Ibu (ASI). Susu formula merupakan asupan yang sangat diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan kecerdasannya. Walaupun kaya akan kandungan gizi yang dibutuhkan bayi atau anak-anak tetapi hanya ASI asupan gizi terbaik. Namun demikian, masih banyak perbedaan dalam komposisi asam amino dan asam lemak dan susu formula tidak mengandung sifat anti-infeksi yang terdapatdalam ASI. Hadirnya susu formula dengan berbagai merk dan disesuaikan dengan tingkat usia anak, masyarakat merasa terbantu dalam menyediakan kecukupan gizi pada anaknya. Banyaknya berbagai merk susu formula yang ada dipasaran saat ini membuat konsumen sering bingung dalam memilih susu formula mana yang cocok dan baik untuk dikonsumsi. Dalam menyikapi hal tersebut,tentunnya dibutuhkan pengetahuan yang baik dari masyarakat mengenai susu formula. Pemilihan susu formula yang tidak tepat dapat mengakibatkan gangguan fungsi dan organ tubuh. Perlu adanya suatu Sistem Pendukung Keputusan untuk membantu masyarakat dalam memilih susu formula sehingga dengan pertimbangan tertentu dapat memilih sesuai dengan kebutuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini mengatasi permasalahan yang multi kriteria yang kompleks menjadi hirarki. Berdasarkan analisis dari hasil pengolahan data,dapatdiketahui bahwa susu SGM Ananda 2 mendapat ranking 1 dengan bobot prioritas sebesar 0,391
IMPLEMENTASI METODE DYNAMIC PROGRAMMING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN MENU DIET BAGI PENDERITA DIABETES Rahmadani, Putri Aisyah; Saintika, Yudha; Prabowo, Wahyu Adi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.954 KB)

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Diabetes dapat menyerang segala usia, pada umumnya menyerang penderita yang tidak peduli dengan pola makan yang sehat. Selain mengonsumsi obat, perawatan yang paling utama dalam penyakit diabetes ini adalah dengan cara melakukan diet sehat dengan kompesisi makanan yang seimbang. Penyusunan diet ini sangat sulit dilakukan karena memerlukan ahli yang mengerti mengenai pola makan bagi penyakit diabetes dan juga perhitungan rumus yang rumit sehingga diperlukan program bantu untuk mempermudah dan memberikan solusi alternatif bagi penderita diabetes untuk memperoleh makanan yang sehat dan seimbang. Tujuan dibuatnya sistem ini adalah membuat sistem pendukung keputusan untuk menentukan menu diet yang sesuai dengan kebutuhan bagi penderita diabetes dengan menggunakan metode dynamic programming. Dengan adanya sistem ini, akan membantu bagipenderita diabetes dalam menentukan menu makanan yang sesuai dengan jumlah kalori dalam sehari. Basis pengetahuan ini dihasilkan dari wawancara kepada pakar atau ahli dalam bidang ilmu gizi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini akan menghasilkan sistem untuk mengetahui bmi, kategori berat,berat ideal, kebutuhan kalori dan total kalori, serta saran menu makanan yang sesuai dengan total kalori yang berupa makan pagi,makan siang dan makan malam.
Analysis of e-learning readiness level of public and private universities in Central Java, Indonesia Saintika, Yudha; Astiti, Sarah; Kusuma, Dwi Januarita Ardianing; Muhammad, Arif Wirawan
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 7, No 1 (2021): January
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v7i1.2042

Abstract

The development of information technology has reached into various fields, such as education. The emergence of e-learning is one manifestation of information and communication technology (ICT) in education. Until recently, only a few universities (6%) have implemented e-learning in Indonesia. Those that have implemented e-learning are still not optimally utilized. Some experts have also warned all organizations that will adopt e-learning to be concerned with thorough preparation to avoid overruns in costs. There is a method that consists of factors to measure the level of readiness of tertiary institutions towards the implementation of e-learning. The level of readiness is obtained through the distribution of questionnaires using 5 Likert scales. This research proposed a framework that produces four factors from the university, which covers the lecturer’s characteristics, e-learning facilities, learning environment, learning management, and four factors from the student’s side, namely, self-learning, motivation, learner’s control, student’s characteristic. The measurement results show the level of readiness for e-learning implementation in tertiary institutions in Central Java Province reaches level 3 or ready but needs a few improvements. Improvements that must be made includes (1) Designing exciting learning content through interactive multimedia; (2) Increasing the frequency of e-workshops or e-training related to technological developments, especially to e-learning; (3) encouraging students to be more active in discussions and giving opinions; (4) Developing plans related to infrastructure such as servers related to their capacities; (5) strengthening the role of IT units in serving e-learning users.
Analisis Strength - Weakness Dalam Implementasi Pengembangan IT Masterplan Menggunakan Metode Value chain Citra Wiguna; Yudha Saintika
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 3 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.005 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v7i3.319

Abstract

Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) merupakan  institusi pendidikan  tinggi  yang  memiliki  fokus  pada  pengembangan  teknologi  ICT. Dalam perananannya Institusi dituntut untuk menjawab segala tantangan serta kebutuhan pasar dengan kemajuan teknologi. Salah satu upaya dalam pengembangan teknologi ICT yaitu dengan membuat IT masterplan yang berfungsi untuk mengelola institusi sesuai dengan rencana strategis. Dalam penyunan IT masterplan tersebut, tahapan awal yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi kondisi terkini dari proses bisnis yang ada di masing-masing unit untuk kemudian dianalisis kekuatan serta kelemahannya. Analisis kekuatan-kelemahan tersebut dapat dijadikan dasar dalam merancang kebutuhan terkait sistem informasi maupun teknologi informasi yang akan diimplementasikan. Penelitian ini berperan dalam langkah awal pengembangan IT masterplan tersebut dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap proses bisnis yang ada menggunakan metode value chain. Metode ini dipilih karena analisis value chain menjadi dasar dalam investasi dan implementasi TI, serta mampu melihat kelemahan maupun kekuatan dari bisnis proses sebelum melakukan perancangan IT Masterplan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kelemahan dan kekuatan yang harus menjadi perhatian bagi unit-unit terkait yang ada di IT Telkom Purwokerto sehingga dalam menentukan kebutuhan SI/TI pada tahap selanjutnya masing-masing unit tersebut memiliki dasar yang jelas. Keywords – IT masterplan, value chain, ICT, proses bisnis.
Perancangan Website E-commerce Produk Kopi Menggunakan Metode Prototyping (Studi Kasus: Kedai Kopi Kontekstual) Nyokro Hidayat Purba Wijayakusuma; Yudha Saintika; Irwan Susanto
Journal of Information System and Informatics Vol 3 No 3 (2021): Journal of Information Systems and Informatics
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalisi.v3i3.182

Abstract

Bisnis kedai kopi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Adanya trend nongkrong membuat bisnis kedai kopi meningkatkan pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan, produk, dan pengalaman pemasaran memiliki dampak penting dalam memenuhi kepuasan konsumen. Kedai Kopi Kontekstual merupakan kedai kopi yang berlokasi di Banyumas. Kedai Kopi Kontekstual masih dalam proses bertumbuh dan berkembang. Asset yang dimiliki Kedai Kopi Kontekstual cukup besar yaitu kebun kopi, mesin roasting, dan SDM. Melalui asset tersebut pemilik berharap dapat menjangkau pasar nasional. Kondisi pasar yang terbatas membuat Kedai Kopi Kontekstual perlu melakukan upaya jaringan pemasaran yang lebih luas. Sebagai upaya pengembangan pasar Kedai Kopi Kontekstual membutuhkan fasilitasi sistem dalam yang mampu mengakomodasikan penjualan dan sistem transaksi. Metode prototyping merupakan salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang mendemonstrasikan bagaimana mengembangkan sistem secara sederhana, memberikan akses kepada pengguna konsep dasar sistem serta pengujian. UML digunakan sebagai rancangan gambaran sistem secara keseluruhan, website berbasis online menggunakan bahasa pemrograman visual studio code, javascript (framework ReactJS), Node Js dan database MySQL. Tujuan dari perancangan website adalah memperluas jangkauan pemasaran, brandawareness, dan meningkatkan pengetahuan calon pelanggan terhadap Kedai Kopi Kontekstual. Hasil dari penelitian ini adalah berhasil membuat rancangan website yang sesuai dengan kebutuhan Kedai Kopi Kontekstual.
Integration between Moodle and Academic Information System using Restful API for Online Learning Novian Adi Prasetyo; Yudha Saintika
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol 7, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v7i2.21816

Abstract

During the current pandemic, it is encouraging educational institutions to carry out distance learning, so many learning management system (LMS) platforms can be used to support distance learning. Each LMS has a different process flow but has the same goal of making it easier to manage learning content. When an LMS is implemented in an educational institution, it requires matching data for courses, students and lecturers that are available in the academic information system (AIS) at the institution, this is one of the weaknesses of all LMS because the data are not interrelated between AIS and LMS. The purpose of this research is to create an integrated system to equalize data between AIS and LMS using the synchronization method through the Application Programming Interface (API). The results of this application will combine data from AIS and LMS which will then be tested for automatic course creation according to class data, courses, lecturers and students at AIS. The test results of this system are said to be successful because each function that is designed has been running well without any fatal errors. The most important thing that needs to be considered when synchronizing is that there is a link between the data on the AIS and LMS, failure occurs on some courses because the email users in the AIS and LMS are different.
Analisis Tingkat Kematangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT5 Deri Haryanto; Didi Supriyadi; Yudha Saintika
JUPITER (Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer) Vol 13 No 2 (2021): JUPITER Edisi Oktober 2021
Publisher : Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/3364.jupiter.2021.10

Abstract

Kesuksesan tata kelola sebuah organisasi merujuk pada sejauh mana tingkat kematangan tata kelola TI dilakukan. Penyelenggaraaan Pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik (public service) memerlukan tata kelola yang baik (Good Governance). Implementasi Good Governance akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektifitas penyelenggaraan pemerintah. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas merupakan institusi pemerintahan yang saat ini berupaya untuk mewujudkan smartcity Banyumas. Saat ini Dinas Komunikasi dan informatika Banyumas masih mengalami beberapa kendala pada pelaksanan Tata kelola TI antara lain: Penerapan teknologi Big Data, Internet Of Things, maupun Artificial intelligence, serta belum adanya kebijakan yang mengatur mengenai kolaborasi dan transparansi data. Hal ini menjadi kendala dalam upaya mewujudkan smart city serta membutuhkan strategi dalam pemanfaatan TIK untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Untuk dapat mengatasi kendala – kendala tersebut perlu diketahui terlebih dahulu kondisi kematangan pemanfaatan teknologi informasi saat ini (as is). Penelitian ini menggunakan framework COBIT5 (Control Objectives for Information and Related Technology) yaitu untuk mengukur tingkat kematangan tata kelola teknologi infromasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. Sub Domain yang digunakan pada penlitian ini adalah EDM01, EDM05, APO01, APO02, APO03, APO04, DSS01, DSS02, dan MEA01. Hasil analisis tingkat kematatangan secara keseluruhan berada pada level 4 (Predictable proccess) dengan target pengelolaan TI berada pada level 5 (optimizing).
PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI E-GOVERNMENT DI KABUPATEN BANYUMAS Yudha Saintika; Condro Kartiko
Jurnal Simantec Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/simantec.v6i3.4346

Abstract

ABSTRAK Sehubungan dengan amanat dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2012 terkait pengembangan e-government yang terpadu atau terintegrasi, didapatkan masih ada beberapa permasalahan sistem informasi yang terdapat di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyumas. Permasalahan tersebut antara lain yaitu sistem informasi yang masih berdiri sendiri-sendiri (silo system), masih terdapat bugs pada beberapa sistem informasi yang beroperasi, dan tidak terpusatnya pengelolaan sistem informasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rencana strategis sistem informasi yang mendukung visi, misi, dan rencana strategis Kabupaten Banyumas, dan menjalankan amanat Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) e-government terkait dengan keterpaduan antar sistem aplikasi e-government terutama untuk melakukan transaksi pertukaran data dan informasi antar e-government. Proses perencanaan strategi pengembangan dan integrasi e-government pada Pemkab Banyumas mengadopsi metode Ward-Peppard yaitu menganalisis kondisi sistem informasi saat ini menggunakan analisis value chain dan pemetaan McFarlan. Kemudian perumusan strategi integrasi dilakukan dengan metode Critical Success Factor (CSF) yang diperoleh dari rencana strategis Pemkab Banyumas dalam RPJMD tahun 2013-2018 dan data kebutuhan aplikasi melalui observasi. Penelitian ini menghasilkan peta jalan (roadmap) berdasarkan tingkat urgensi proyek, kompleksitas proyek, fungsi sistem informasi, dan kepentingan lembaga selama lima tahun mendatang.Kata kunci : e-government, integrasi, strategi, roadmap ABSTRACT Based on mandate of the Regional Regulation No. 4 of 2012 related to the development of integrated e-Government, there are still some issues related to information system in each of the Regional Device Organizations within the Government of the Regency Banyumas. The objectives of this research are produce an information system strategy plan that supports the vision, mission and strategic programs of Banyumas Regency and implement the Regional Regulation No. 4 of 2012 concerning Master Plan of Development e-Government related to integration between eGovernment application system, for easy integration with other applications, addressing to transact data and information between e-Government application systems. The process of making the egovernment development and integration strategy adopted the Ward-Peppard method with analysis of the existing information system using the value chain and McFarlan Grid. The Critical Success Factor (CSF) developed from the Banyumas Regency strategic plan in the RPJMD year 2013-2018 and the data on application requirements that have been available through observation. This research provide a roadmap based on the urgency of the project, complexity of project, information system function, and interest of the institution over 5 years later.Keywords : e-government, integration, strategy, roadmap