Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang putih di Indonesia Laisa Hafizhul Meylani; Hasnah Hasnah; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.448

Abstract

Produksi bawang putih di Indonesia selalu diupayakan meningkat, akan tetapi pada kenyataanya impor bawang putih tetap dilakukan dan masih tergolong tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan program swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah belum berhasil tercapai. Tujuan penelitian ini,yaitu: (1) mendeskripsikan ekonomi bawang putih di Indonesia, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang putih di Indonesia, dan (3) memproyeksikan produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan model peramalan double exponential smoothing dari Brown. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 2000 – 2020, perkembangan produksi bawang putih di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung memiliki tren meningkat denganrata-rata peningkatan sebesar 6,97% / tahun. Konsumsi bawang putih di Indonesia dipenuhi oleh bawang putih impor sebesar 93,4% dan sisanya 6,6% dipenuhi oleh bawang putih domestik. Bawang putih domestik kurang diminati oleh masyarakat di Indonesia karena harganya lebih mahal dan berukuran lebih kecil dibandingkan bawang putih impor. Variabel/faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih di Indonesia adalah luas lahan bawangputih. Selain itu, hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025 cenderung meningkat.
Pemetaan Sumatera Barat Berdasarkan Sumber Pendapatan Utama Masyarakat dengan Pendekatan Karakteristik Wilayah Khairati, Rusda; Penawan, Elpakhri; Zakaria, Rahmat Syahni
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i1.617

Abstract

Regional characteristics are the appearance of an area that is unique and is a distinguishing feature between the area and other areas. The purpose of this study is to identify the characteristics of areas in West Sumatra and based on the uniqueness of each region, the policies that have been taken will be analyzed related to achieving regional food security. The results showed that the distribution of the West Sumatra region can be divided into four categories, coastal areas, non-coastal urban areas, rice fields and plantation areas. Furthermore,  the dominant area is the plantation area, which is 89 sub-districts out of 179 sub-districts , by rice fields, coastal areas, and non-coastal urban areas. The policy that the government must implement is that in coastal areas, the distribution channels of food commodities must be improved because the facilities and infrastructure are still not supportive and limited road access.
Analisis Viabilitas Usahatani Padi pada Petani Padi di Nagari Taram Kecamatan Harau Muharami, Kissi; Tanjung, Faidil; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan, keuntungan dan viabilitas finansial usahatani padi di Nagari Taram Kecamatan Harau. Metode penelitian adalah metode survei. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata pendapatan petani responden adalah Rp 8.272.000/luas lahan/MT dan Rp 16.981.816/Ha/MT. Rata-rata keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 6.072.502/luas lahan/MT dan Rp 10.688.644/Ha/MT. Sedangkan rata-rata viabilitas petani padi yaitu Rp -176.229,63. Atas dasar ini, disarankan kepada petani untuk menggunakan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru agar bisa mengurangi penggunaan tenaga kerja. Diharapkan penyuluh membimbing petani untuk pengurangan tenaga kerja guna meningkatkan pendapatan usahatani.
Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Tahu di Kota Padang Revi, Debby Shintia; Syahni, Rahmat; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.467

Abstract

Tahu merupakan salah satu komoditi yang sangat digemari oleh masyarakat. Namun, bahan baku utama pembuatan tahu adalah kedelai impor dengan harga yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pengolahan kedelai terhadap produksi tahu dan mengetahui efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi tahu di Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan 30 produsen tahu yang didapatkan menggunakan metode sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan bantuan kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi berganda dengan fungsi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi bahan baku, tenaga kerja, jam kerja dan mesin giling berpengaruh signifikan terhadap produksi tahu pada agroindustri tahu di Kota Padang dengan koefisien determinasi (R2)= 96,7% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang belum dimasukkan dalam model. 
Analisis Usaha Tahu di Kota Pariaman Shidiq, Arrahman Al; Sari, Rina; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i1.483

Abstract

Agroindustri kedelai, khususnya pembuatan tahu, di Kota Pariaman potensial untuk dikembangkan karena adanya potensi peningkatan permintaan seiring jumlah penduduk yang banyak dan lokasi geografis wilayah yang dekat dengan Kota Padang sebagai pusat perdagangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan manajemen usaha serta menganalisis keuntungan dan titik impas usaha tahu di Kota Pariaman. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan melakukan survei terhadap pelaku-pelaku usaha tahu. Usaha tahu di Kota Pariaman ada tiga yaitu usaha tahu Ajo Zul, usaha tahu Bintang dan usaha tahu Akang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 5 Januari sampai 5 Februari 2023 usaha tahu di Kota Pariaman telah memperoleh keuntungan dan berada di atas titik impas. Usaha tahu Ajo Zul memperoleh keuntungan sebesar Rp 28.634.988,- dengan R/C sebesar 1,157. Usaha tahu Bintang memperoleh keuntungan sebesar Rp 14.771.260 dengan R/C sebesar 1,091 dan usaha tahu Akang memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.436.204 dengan R/C 1,257. R/C ketiga usaha tahu di Kota Pariaman bernilai lebih dari 1 yang artinya usaha menguntungkan. Berdasarkan analisis titik impas (break even point), usaha tahu Ajo Zul titik impas kuantitas sebanyak 51.461 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 51.460.693,-. Usaha tahu Bintang titik impas kuantitas sebanyak 89.920 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 89.919.679,-. Usaha tahu Akang titik impas kuantitas sebanyak 7.614 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 12.183.005,-. Hasil penelitian menunjukkan usaha tahu di Kota Pariaman sudah berada di atas titik impas.Â