Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Forgiveness di Minangkabau Novitasari, Novitasari; Adri, Zakwan
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v6i2.64762

Abstract

Abstract Forgiveness is a psychological construct occurring often in daily life when people have personal interaction each other. The cultural stereotype of forgiveness among ethnics in Indonesia is unique to discuss. This study is aimed at identifying the concept of forgiveness in people at Minangkabau culture. This study used qualitative method with indigenous psychology approach.  This study ask participants four open-ended questions and 2 close-ended questions though google form application. Data were collected from 170 participants of from Minangkabau culture living both in West Sumatra Province and other towns outside the province. Data were analyzed with thematic analysis and used tabulation to the data achieved and researcher used coding and categorization toward the data. Results suggest that participants are difficult to forget the mistakes of those who did something hurt them, but didn’t avoid them, expected punishment for people who had hurt them, and do good towards people who hurt them. It can be concluded that there are four concepts of forgiveness in this sample of ethnic: challenge, hope, revenge, and good deeds.Keywords: forgiveness, indigenous, minangkabau, stereotypeAbstrak Forgiveness merupakan konstruk psikologi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dalam interaksi interpersonal. Stereotip dalam konsep  forgiveness berdasarkan suku dan budaya di Indonesia memiliki pola yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep forgiveness dalam masyarakat etnis Minangkabau. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikologi indigenous. Penelitian ini menggunakan empat pertanyaan terbuka dan dua pertanyaan tertutup melalui aplikasi google form. Studi mengumpulkan data dari 170 orang bersuku Minang yang berada di Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat. Data diolah menggunakan analisis tematik dan menggunakan tabulasi terhadap data dimana peneliti melakukan proses koding dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan sulit melupakan kesalahan orang yang telah menyakitinya, tetapi tidak menghindari mereka, mengharapkan adanya hukuman bagi orang yang telah menyakitinya, serta berbuat baik terhadap orang yang telah menyakitinya. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat empat konsep forgiveness dalam masyarakat etnis Minangkabau yaitu tantangan, harapan, balas dendam dan kebaikan.  Kata kunci: forgiveness, indigenous, minang, stereotip
Konsep Dukungan Sosial dan Motivasi Berprestasi Pada Siswa SMP dan SMA Arianti, Fera; Fikry, Zulian; Pratama, Mario; Adri, Zakwan
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0957cons

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada siswa yatim anak asuh human initiative di Bukittinggi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 orang siswa yatim anak asuh Human initiative di Bukittinggi yang diambil menggunakan teknik purposif sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis product moment yang dibantu dengan menggunakan program SPSS 29.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara variabel dukungan sosial dengan variabel motivasi berprestasi dengan nilai P= 0,002 (p<0,05).
PEMAKNAAN SISWA SMA TERHADAP PUNISHMENT YANG DIBERIKAN GURU DISEKOLAH : STUDY INDIGENOUS PSYCHOLOGY Deninta, Silva Dwi; Adri, Zakwan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 1 No 2 (2023): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v1i2.68

Abstract

Punishment is a treatment given to a person or group who makes a mistake or violates the rules that apply in the environment or agency. This study aims to find out how teachers treat students as punishment and how students understand the punishment given by teachers at school. With a total of 550 grade X high school students from Bukittinggi and Padang Panjang city areas, an original psychology approach was used in this study. Data was collected using the open-ended question method. The results showed that students usually dislike punishment given by teachers as they perceive it as negative. However, this is beneficial as it forces students to try better to avoid things that may allow them to receive punishment. Teachers should be more aware that punishment can improve students' behaviour without harming their physical and mental health.
PERSEPSI SISWA SMA LAKI-LAKI TERHADAP PUNISHMENT YANG DIBERIKAN OLEH GURU DI SEKOLAH : STUDI INDIGENOUS PSYCHOLOGY Muhammad Ade Putra; Adri, Zakwan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 1 No 2 (2023): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v1i2.69

Abstract

Hukuman (punishment) merupakan bentuk usaha edukatif untuk memperbaiki siswa kearah yang benar , bukan suatu alat untuk siksaan untuk membatasi kreatifitas. Tujuan diberikannya punishment ini adalah untuk menghilangkan kejahatan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sudut pandang siswa terhadap hukuman yang diberikan oleh guru, serta untuk mengetahui apakah ada hukuman yang disukai oleh siwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan indigenous dengan jumlah partisipan sebanyak 194 orang siswa SMA kelas XI yang berada diwilayah kota Bukittinggi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik open ended questions. Hasil penelitian ditemukan tidak semua siswa yang  tidak suka terhadap punishment yang diberikan oleh guru. Guru hendaknya harus menilai dari sudut pandang siswa dalam memberikan punishment kepada siswa, agar mereka menerima punishment yang diberikan guru dengan tepat dan membuat mereka jera terhadap sesuatu yang dilakukannya.
STUDI INDIGENOUS: KONSEP PUNISHMENT DALAM RELASI GURU DAN SISWA SMA Utami, Meyliza Nafisah; Adri, Zakwan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 1 No 4 (2024): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v1i4.93

Abstract

Education and humans cannot be separated in life because education can create a skilled, intelligent and qualified young generation. Education has a role in improving human resources and is one of the efforts to realize a cultural heritage from one generation to another through learning. The quality of education in Indonesia is still experiencing problems and is often discussed by experts. In one of the provinces in Indonesia, namely West Sumatra, it can be found that the conditions for high school learning activities are not yet optimal. This is because the quality of learning outcomes in class is still above average and has not yet reached maximum results. In the learning process, there are learning methods that can make students interact with each other, one of which is the punishment method, where this learning method will make teachers and students interact with each other. Punishment is an effort made by teachers to improve and direct students in a better direction with the hope of changing and motivating students so that they avoid existing punishments. This research aims to examine the dynamics of the concept of punishment in the relationship between teachers and students. The use of qualitative methods in this research is used because this research applies an indigenous study of the dynamics of the concept of punishment in the relationship between teachers and students. The research was conducted using observation, interviews and documentation on 430 class XI high school students in Bukittinggi City. The results of this research show that the punishment given to high school students in teacher-student relationships can take the form of physical punishment, verbal punishment, punishment involving activities, academic punishment, group punishment, and emotional punishment. The psychological impacts experienced by high school students after receiving punishment from their teachers include hating their teachers, feeling embarrassed, lacking self-confidence, hurting or affecting students' mental health, feeling tired, and feeling burdened.
PANDANGAN SISWA KELAS X BERPRESTASI TERHADAP PUNISHMENT YANG DIBERIKAN OLEH GURU: STUDI INDIGENOUS PSYCHOLOGY Wina Tania; Adri, Zakwan
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 2 No 1 (2024): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v2i1.219

Abstract

Pemberian punishment dalam proses pembelajaran memiliki implikasi yaitu siswa diakui sebagai individu unik yang memiliki kemampuan tertentu yang dapat dihargai. Apabila siswa mendapatkan punishment dari guru akan mengindikasikan bahwa kemampuan yang dimiliki berbeda namun kea arah yang kurang positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan indigenous psychology. Terdapat 202 responden dengan kriteria siswa kelas x yang memiliki prestasi akademik ataupun non akademik, yang menjawab open ended questions. Hasil peneitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis dari Primasari & Yuniarti, 2012. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perlakuan guru yang dianggap sebagai punishment oleh siswa yaitu 1) Hukuman individual, yang terdiri dari: a) Hukuman akademik, b) Hukuman administratif, c) Hukuman fisik, d) Hukuman verbal, e) Hukuman yang melibatkan kegiatan. 2) Hukuman kolektif, yang terdiri dari: a) Hukuman sosial, b) Hukuman emosional. Penyebab siswa tidak menyukai hukuman yang diberikan oleh guru karena memberikan 1) dampak personal, yang terdiri dari a) Beban emosional, b) Persepsi negatif orang lain. 2) dampak sosial, yang terdiri dari: a) Hal yang tidak menyenangkan, b) Resiko akademik, c) Resiko fisik.  
Pengalaman Mahasiswa Baru Bersuku Minangkabau dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Jurusan Fikri, Zul Fahmi; Adri, Zakwan
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2024

Abstract

Idealnya calon mahasiswa memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan agar mendapatkan hasil terbaik dan meminimalisir resiko seperti ketidaksesuaian jurusan hingga dikeluarkan dari perguruan tinggi akibat dari tidak mampu mengikuti dengan baik proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan indigenous psychology dengan 201 responden. Penelitian ini menemukan bahwa motivasi mahasiswa baru bersuku Minangkabau untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi 1) motivasi eksternal, 2) motivasi internal. Kendala yang ditemui mahasiswa baru bersuku Minangkabau 1) Kemampuan diri, 2) Kebimbangan diri, 3) Mental, 4) Dukungan sosial. Usaha yang dilakukan mahasiswa baru bersuku Minangkabau untuk menghadapi kendala yang ditemui yaitu 1) Mencari informasi yang dibutuhkan, 2) Mencari alternatif pendanaan, 3) Regulasi emosi. Cara mahasiswa baru bersuku Minangkabau dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi 1) Kemampuan diri, 2) Mencari informasi yang dibutuhkan, 3) Orientasi karir. Cara mahasiswa baru bersuku Minangkabau dalam menentukan perguruan tinggi 1) Citra perguruan tinggi, 2) Mencari informasi yang dibutuhkan, 3) Kemampuan diri. Hal yang dilakukan mahasiswa baru bersuku Minangkabau jika tidak lulus di jurusan yang di inginkan adalah 1) Mencoba alternatif lain, 2) Regulasi emosi. Pihak yang berperan dalam proses pemilihan jurusan pada mahasiswa baru 1) Pihak eksternal, 2) Pihak Internal. Bentuk peran yang mempengaruhi keputusan mahasiswa baru 1) Memberikan bantuan.
Upaya Orang Tua Dalam Memaksimalkan Belajar Anak Selama School Form Home Pandemi Covid-19 Husna, Rahmatul; Adri, Zakwan
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2382

Abstract

Since Indonesia was hit by the Covid-19 pandemic, the learning method for students has changed drastically, which was initially carried out face-to-face now to online-based learning. The inadequate use of technology in schools, especially elementary school (SD) students, makes it difficult for them to adjust to online learning. Therefore, this study aims to determine what efforts parents should make in maximizing children's learning during online learning. Researchers obtained data from 100 parents elementary school (SD) students in Kamang Magek, Kab. Agam, West Sumatra by filling out the questionnaire provided. Data analysis uses an Indigenous Psychological Approach by using several steps, namely determining phenomena that occur in society, identifying answers from respondents into sub categories, then grouping them based on the results of idenification into sub-categories, and finally grouping them in tabular form and determining the main and sub categories. more relevant categories. The results of this study indicate that on average elementary school (SD) students are less able to take part in online learning, there are many obstacles experienced by students such as less understanding of learning material, more interested in playing with friends, bad networks and quotas cause students to be lazy and the pile up of assignments given to the school. More in-depth research is needed to find out what efforts parents should make to maximize children's learning.
GAMBARAN AGRESIVITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI PELAKU BALAP MOTOR LIAR Sartika, Widia; Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4092-4098

Abstract

Balap liar menjadi salah satu penyebab remaja alami kecelakaan motor dijalan raya. Fenomena remaja yang terlibat dalam balap liar mencerminkan keberanian di jalan dan menonjolkan perilaku agresif yang dapat berdampak negatif baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran agresivitas pada remaja laki-laki pelaku dalam balap motor liar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, yang dikenal sebagai Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara 3 orang subjek dengan kriteria minimal terlibat dalam balapan liar selama 2 tahun dan laki-laki yang berumur dari 12 tahun hingga 18 tahun serta memiliki pengetahuan dan keterlibatan mendalam dalam kegiatan tersebut. Data diolah menggunakan analisis terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup membaca berulang, membuat catatan awal, merumuskan tema emergen, merumuskan tema superordinate, dan mengidentifikasi pola-pola antar kasus atau antar pengalaman. Dari hasil penelitian, ditemukan 6 tema induk yang muncul dalam menggambarkan agresivitas pada remaja laki-laki pelaku balap motor liar dan ditemukan bahwa tindakan agresif sering muncul dalam konteks balap liar, dipicu oleh ketidakjujuran, ejekan, dan harapan berbeda dengan kenyataan. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat agresivitas yang tinggi pada remaja laki-laki pelaku balap liar motor, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti persaingan, tekanan teman sebaya, dan lingkungan sosial.
PENGALAMAN COPING STRESS KERJA PADA KARYAWAN MARKETING BANK Nurhariyanti, Yulia; Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4207-4215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman coping stress yang dilakukan oleh karyawan marketing bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data pada penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam pada tiga orang partisipan melalui telepon dan pertemuan tatap muka. Data hasil wawancara dianalisis dalam beberapa tahap: menyajikan transkip wawancara dan memberi coding pada setiap jawaban partisipan, memberi komentar eksploratoris, membuat tema emergen, membuat tema superordinate dan membuat tema superordinate antar partisipan. Analisis dilakukan pada setiap partisipan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua tema induk yaitu fokus pada stress kerja yang berisi tekanan beban kerja, perasaan menghadapi beban kerja, keadaan perilaku saat menghadapi beban kerja. Tema tentang fokus pada coping stress kerja yang berisi dukungan orang terdekat, dukungan Perusahaan, proses menghadapi beban kerja, memiliki kepercayaan, dan makna pengalaman penyelesaian beban kerja. Penelitian ini diharapkan bisa dikembangkan dengan melihat perbedaan penggunaan coping stress berdasarkan jenis kelamin pada karyawan marketing bank