Claim Missing Document
Check
Articles

Cinta Pertama Adalah Luka: Studi Fenomenologis pada Perempuan Fatherless Husna, Windi Asyriatul; Adri, Zakwan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2149

Abstract

The fatherless phenomenon refers to the limited role of a father in a child's life, both physically and emotionally. This study aims to understand the experiences of emerging adult women who face fatherlessness, the dynamics involved, and the meaning they ascribe to the father's role. A qualitative phenomenological approach was employed, utilizing Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Interviews were conducted with two female participants, both aged 22. Findings indicate that participants perceive the father’s role in the family as strongly linked to communication, which serves as a key factor in fostering emotional closeness and psychological well-being. The main themes identified include the limitations of the father’s emotional role, social support, emotional reactions, and coping mechanisms. Participants developed various coping strategies, such as fostering independence, seeking father figures, or finding alternative social support systems. This study highlights that the experience of fatherlessness not only affects the relationship with the father but also influences self-concept formation, interpersonal relationship patterns, and expectations regarding future partners and family roles.
Jejak Pengabaian yang Tak Terlihat: Eksplorasi Pengalaman Emotional Neglect pada Remaja Binaan LPKA Kelas II Payakumbuh Aditia Rahman; Zakwan Adri
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i4.1823

Abstract

Emotional neglect is a form of non-physical maltreatment that occurs when a child fails to receive sufficient emotional support, attention, and affection necessary for proper psychological growth. This study aimed to explore the lived experiences of emotional neglect among a male juvenile inmate at the Correctional House for Adolescents (LPKA) Class II Payakumbuh and to understand how these experiences influenced emotional and behavioral development prior to engagement in criminal activities. A qualitative design with a descriptive phenomenological approach was employed, and data were collected through three in-depth interviews with a 17-year-old participant who had experienced emotional neglect since childhood. Analysis was conducted using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) stages. Findings revealed that emotional neglect caused deep emotional wounds, persistent loneliness, family disintegration, and emotional escape through deviant behaviors, including drug use and also criminal acts. The participant also expressed a profound emotional longing for his mother and attempted to reconstruct his self-identity by seeking supportive relationships outside the family environment. The study emphasizes the critical importance of emotional care in parenting and highlights the need for systemic interventions and support for children raised in dysfunctional families to prevent the development of maladaptive behaviors and to promote healthier emotional and social development.
Dinamika Regulasi Emosi Pada Guru Pendamping Khusus (GPK): Studi Pada Tiga Latar Sekolah Berbeda Fitri, Nisatul; Adri, Zakwan
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3374

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat dinamika regulasi emosi pada guru pendamping khusus (GPK) di tiga sistem sekolah berbeda. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang, yaitu: subjek pertama adalah mantan GPK di sekolah dasar inklusi, subjek kedua adalah GPK pada sistem homeschooling, dan subjek ketiga adalah GPK di sekolah reguler. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek menggunakan lima strategi regulasi emosi berdasarkan model proses Gross (2015), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Emosi negatif dipicu oleh tantangan seperti perilaku anak, tekanan eksternal, peran yang tidak jelas, dan beban kerja tambahan, sementara emosi positif muncul dari keberhasilan strategi, dukungan lingkungan, dan perkembangan anak. Faktor internal (motivasi, kesiapan mental, kesabaran, refleksi diri) dan eksternal (dukungan sosial, sistem pendidikan, pengalaman kerja) turut memengaruhi proses regulasi emosi. Dinamika regulasi emosi juga dipengaruhi oleh konteks sekolah: GPK di sekolah inklusi menunjukkan kestabilan emosi karena dukungan struktural; GPK homeschooling menonjolkan fleksibilitas dan tekanan interpersonal yang minim; sedangkan GPK di sekolah reguler menghadapi tantangan adaptif lebih besar. Kesimpulannya, regulasi emosi yang sehat membantu GPK menjaga profesionalisme, keseimbangan psikologis, serta meningkatkan kualitas hubungan dan proses pembelajaran dengan ABK.
Pengalaman Hidup Pada Wanita Yang Menjadi Anggota Komunitas Vespa Ekstrim Aqilla, Rihadatul; Adri, Zakwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11188

Abstract

Kehidupan wanita yang tergabung dalam komunitas vespa ekstrim berbeda dengan kehidupan wanita pada umumnya, mereka cenderung berada di luar rumah untuk melakukan berbagai kegiatan dalam komunitasnya. Hal ini menimbulkan pandangan negatif dari masyarakat terhadap wanita komunitas vespa ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pengalaman hidup pada wanita komunitas vespa ekstrim. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara berdasarkan sudut pandang orang pertama, dengan menggunakan panduan wawancara terhadap tiga orang wanita yang menjadi anggota komunitas vespa ekstrim. Hasil penelitian ini ditemukan enam tema induk yang muncul dalam menggambarkan pengalaman hidup dari wanita yang tergabung dalam komunitas vespa ekstrim, yaitu 1) motivasi bergabung dengan komunitas vespa ekstrim, 2) kehidupan sosial wanita komunitas vespa ekstrim, 3) perlakuan yang didapatkan wanita komunitas vespa ekstrim, 4) dampak menjadi wanita komunitas vespa ekstrim, 5) konflik pada wanita komunitas vespa ekstrim, dan 6) harapan dari wanita komunitas vespa ekstrim.     Kata Kunci : Pengalaman hidup, wanita, vespa ekstrim.
Studi Fenomenologis Gambaran Regulasi Emosi Pada Ibu Tunggal Yang Bekerja Suryani, Suci Putri; Adri, Zakwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14241

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat gambaran regulasi emosi pada ibu tunggal yang bekerja. Regulasi emosi mengacu pada bagaimana seseorang mengatur emosinya dan mengekspresikan perasaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan pada penelitian ini dipilih berdasarkan pendekatan purposive dengan kriteria tertentu yaitu, ibu yang sudah menjadi single parent selama 2-4 tahun, merupakan seorang wanita yang bekerja dan memiliki anak. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu interpretative phenomenological analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada partisipan kemudian data tersebut diolah dengan analisis terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif, sementara itu teknik analisis dilakukan dengan cara membaca transkrip beberapa kali, pencatatan awal (initial noting), mengembangkan tema yang muncul (emergent themes), mengembangkan tema super-ordinat, beralih ke transkrip subjek berikutnya, menemukan pola antar subjek, dan menjelaskan tema utama sebagai tulisan psikologis individu. Pada penelitian ini ditemukan tiga tema induk yaitu, pengelolaan kesejahteraan keluarga melalui peran dan tanggung jawab, komunikasi dan dukungan sosial, serta dinamika pengelolaan emosi dan kesejahteraan pribadi.
Pengalaman Kebahagiaan Pada Anak Korban Perceraian Putri, Meisya; Adri, Zakwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman kebahagiaan anak korban perceraian. Anak korban perceraian sendiri pada awalnya akan merasakan dampak negatif akibat perceraian orang tuanya. Namun ketika anak korban perceraian memasuki usia dewasa awal maka mereka sudah bisa memikirkan apa yang harus dilakukan untuk kedepannya. Kedewasaan ini membawa anak korban perceraian kepada bangkit dari keterpurukan yang sebelumnya dialami. Setelah bangkit tentunya anak korban perceraian akan menemukan kebahagiaan di dalam dirinya. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga anak dari orang tua yang bercerai lebih dari satu tahun, sudah bangkit dari keterpurukan, dan berusia diantara 18-25 tahun. Jenis penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis dengan teknik interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian ini adalah anak korban perceraian memiliki kebahagiaan seperti mendapatkan yang diinginkan, pulih, menerima dukungan sosial dan faktor pendukung yang mengikuti seperti rasa syukur, religius, cara mengatasi masalah, dan pembelajaran yang didapatkan. Kata Kunci : Anak korban perceraian, Kebahagiaan, Orang tua bercerai
PENGALAMAN COPING STRESS KERJA PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH MENIKAH Hamidah, Wanda; Adri, Zakwan
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v1i2.162

Abstract

Coping stress adalah cara individu untuk menyelesaikan sebuah masalah atau mengatasi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran langsung coping stress pada perawat wanita yang sudah menikah. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seorang perawat wanita berprestasi yang bekerja di Rumah Sakit daerah Sumatera Barat. Subjek memiliki suami yang lumpuh dan menjadi tulang punggung tunggal dalam keluarganya. Subjek memiliki 4 orang anak yang berhasil dia sekolahkan hingga sarjana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan interpretative phenomenological analisis (IPA). Teknik pengambilan data yang dipakai pada penelitian ini adalah wawancara terhadap satu subjek dan satu Significant other (orang terdekat partisipan). Pertanyaan yang diberikan kepada subjek dan Significant other telah disusun menggunakan aspek coping stress. Terdapat 3 (tiga) tema induk yang didapatkan dalam penelitian ini, yaitu penyebab stress kerja, upaya dalam menanggulangi stress kerja dan dampak stress kerja dan coping stress.
Studi Fenomenologis pada Perempuan Dewasa Awal dengan Orang Tua yang Bercerai Rani Sagita; Zakwan Adri
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 3 (2025): August : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i3.1388

Abstract

This study focuses on understanding the experiences of early adult women whose parents got divorced. The research emploed a qualitative method through a phenomenological approach. Purposive sampling was used to select participants who met specific criteria, namely early adult women aged 18–25 years, with a background of parental divorce that occurred at least five years ago, currently unmarried or not in a marital relationship, and willing to participate in the study. The data analysis technique applied in this research is Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Interviews were used as the method for collecting data from the participants. The findings of this study revealed six superordinate themes: family dynamics and the root causes of parental divorce, psychological and emotional impacts of divorce, coping strategies and adaptation processes, views on marriage, personal growth and future aspirations, and partners as new sources of emotional support.
Dinamika Psikologis Perempuan Dewasa Awal Pasca Abortus Provocatus Bella Oktavia; Zakwan Adri
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i4.1876

Abstract

This study aims to investigate the psychological dynamics of early adult women after a induced abortion. Using a qualitative methodology with a phenomenological approach, this study involved female participants aged 18-40 years, who were students or workers, had undergone an induced abortion, and were willing to participate. A purposive sampling technique was used to identify eligible participants. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The results revealed three main themes: first, psychological dynamics including feelings of guilt, depression, and anxiety after the procedure; second, factors influencing psychological dynamics, such as social support, environmental factors, and previous personal experiences; and third, self-meaning and future expectations, where most participants attempted to forgive themselves and build positive expectations for their future. This study provides in-depth insight into the psychological experiences of early adult women after a induced abortion and the importance of emotional and psychological support in the recovery process.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA MANTAN PECANDU GAME ONLINE: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Syahsena, Sapni; Adri, Zakwan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10437208

Abstract

The purpose of this study is to see how the picture of the meaning of life in ex addicts of online games. The method used in this study is qualitative with phenomenological approach. Data collection techniques are carried out through semi-structured interviews and the data are analyzed using interpretive phenomenological analysis. Researchers found 5 themes related to the meaning of life in former online gaming addicts, such as the background of online gaming addiction, the impact of online gaming addiction, the process of surviving from online gaming addiction, changes after successfully surviving from online gaming addiction, having no desire to re-addiction to online games.