Articles
Pengalaman Self Directed Learning Mahasiswa dalam Project Based Learning
'Aini, Zahratul;
Adri, Zakwan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2083
This study aims to see an overview of students' self-directed learning experiences when conducting project-based learning. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Participants in this study are students who are or have participated in project-based learning. Data analysis was carried out using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method to understand students' in-depth experience in managing self-directed learning. The validity of the research is maintained through triangulation of data sources and confirmation of results to participants The research results show that students who have good self-directed learning skills can overcome various challenges in project based learning such as problems in team collaboration and time management. In addition, the self-evaluation carried out by students during the learning process helps them improve critical thinking skills, resource management and independence. Intrinsic motivation factors and external support play an important role in supporting the success of self-directed learning in project based learning. This research concludes that self-directed learning plays a significant role in increasing the effectiveness of studenjt learning in project based learning, both in terms of academic results and life skills development
Studi Fenomenologis: Makna Hidup pada Wanita yang Mengalami Perceraian Akibat KDRT
Syafira, Aldila;
Adri, Zakwan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2119
Post Traumatic growth is a positive change understand experienced by someone after experiencing any traumatic event. This study aims to recognaize how the description of post traumatic growth in women victims of domestic violence. The approach in this study uses a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) analysis. The data collection techniques used in this study were in-depth interviews. Participants were two female victims of domestic violence and two Significant others (people closest to the participants). The results showed that there are two main themes, the first theme is domestic violence which contains the experience of violence and household dynamics, the impact of domestic violence, and the dynamics of divorce. The second theme is Post Traumatic growth which contains personal growth and meaning of life, support from the closest people, restoration of relationships with children and family, spirituality, involvement with the social environment, self-development, and obstacles in recovery. Researchers also found distinctive themes in participants, namely post-divorce economic independence and new relationships and hopes. This research is expected to be a reference for women victims of domestic violence to understand the potential for positive growth that can be achieved after facing traumatic events and provide inspiration for their self-recovery process.
Cinta Pertama Adalah Luka: Studi Fenomenologis pada Perempuan Fatherless
Husna, Windi Asyriatul;
Adri, Zakwan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2149
The fatherless phenomenon refers to the limited role of a father in a child's life, both physically and emotionally. This study aims to understand the experiences of emerging adult women who face fatherlessness, the dynamics involved, and the meaning they ascribe to the father's role. A qualitative phenomenological approach was employed, utilizing Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Interviews were conducted with two female participants, both aged 22. Findings indicate that participants perceive the father’s role in the family as strongly linked to communication, which serves as a key factor in fostering emotional closeness and psychological well-being. The main themes identified include the limitations of the father’s emotional role, social support, emotional reactions, and coping mechanisms. Participants developed various coping strategies, such as fostering independence, seeking father figures, or finding alternative social support systems. This study highlights that the experience of fatherlessness not only affects the relationship with the father but also influences self-concept formation, interpersonal relationship patterns, and expectations regarding future partners and family roles.
STUDI INDIGENOUS: PUNISHMENT DALAM PANDANGAN SISWA KELAS X DAN XI SMA
Zakwan Adri;
Muhammad Rasyid Maulana
In Trend : International Journal of Trends in Global Psychological Science and Education Vol 1 No 2 (2024): In Trend: International Journal of Trends in Global Psychological Science and Edu
Publisher : Causalita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62260/intrend.v1i2.110
Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai karakter dan norma yang baik terhadap anak. Punishment merupakan salah satu metode pendidikan untuk menunjang penanaman nilai karakter dan norma yang baik disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk punishment yang tidak disukai siswa yang diberikan oleh guru serta dampak dari punishment yang diberikan oleh guru terhadap siswa dilihat dari pemahaman akan kebudayaan yang dimiliki oleh siswa. Sampel pada penelitian ini merupakan siswa SMA kelas X dan XI di SMA N 5 Bukittinggi dan SMA N 2 Padang Panjang yang berjumlah 634 orang siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi indigenous, pengumpulan data menggunakan open-ended questionnaire, dengan menggunakan teknik analisis tematik dan teknik validasi data berupa model antar rater. Hasil penelitian ini menemukan bahwa punishment yang tidak disukai siswa adalah hukuman individual yaitu hukuman akademik dengan rincian memberikan tugas berkali lipat memiliki persentase terbanyak sebagai hukuman yang tidak disukai oleh siswa. Dampak subjektif yaitu dampak emosional berupa merepotkan pada kelas X dan tertekan pada kelas XI menjadi akibat dengan persentase tertinggi sebagai dampak yang diterima siswa dari hukuman yang diberikan.
PERSEPSI BENTUK PUNISHMENT PADA SISWA SMA: STUDI INDIGENOUS PSYCHOLOGY
Syahsena, Sapni;
Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.333-342
Pendidikan merupakan usaha sadar agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui pembelajaran. Punishment merupakan salah satu dari sekian banyak alat pendidikan yang dapat menunjang kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini mengungkap bentuk punishment dan dampak pemberian punishment pada siswa SMA dengan menggunakan pendekatan indigenous psychology. Penelitian ini dilakukan pada 430 siswa SMA di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan indigenous psychology. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan open-ended questionnaire. Data dianalisis dengan menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian ini menemukan bentuk punishment yang disukai oleh siswa terdiri dari hukuman fisik, hukuman emosional, dan hukuman administratif. Dampak hukuman yang disukai oleh siswa terdiri atas dampak pada akademik, dampak pada fisik, dan dampak pada sosial. Hukuman yang tidak disukai oleh siswa terdiri dari hukuman fisik, hukuman emosional, dan hukuman administratif. Dampak hukuman yang tidak disukai oleh siswa terdiri atas dampak pada akademik, dampak pada fisik dan dampak pada sosial. Cara siswa menghindari hukuman yang tidak mereka sukai terdiri dari kepatuhan, hindari perilaku yang tidak diharapkan, dan perilaku faking.
GAMBARAN AGRESIVITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI PELAKU BALAP MOTOR LIAR
Sartika, Widia;
Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4092-4098
Balap liar menjadi salah satu penyebab remaja alami kecelakaan motor dijalan raya. Fenomena remaja yang terlibat dalam balap liar mencerminkan keberanian di jalan dan menonjolkan perilaku agresif yang dapat berdampak negatif baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran agresivitas pada remaja laki-laki pelaku dalam balap motor liar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, yang dikenal sebagai Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara 3 orang subjek dengan kriteria minimal terlibat dalam balapan liar selama 2 tahun dan laki-laki yang berumur dari 12 tahun hingga 18 tahun serta memiliki pengetahuan dan keterlibatan mendalam dalam kegiatan tersebut. Data diolah menggunakan analisis terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup membaca berulang, membuat catatan awal, merumuskan tema emergen, merumuskan tema superordinate, dan mengidentifikasi pola-pola antar kasus atau antar pengalaman. Dari hasil penelitian, ditemukan 6 tema induk yang muncul dalam menggambarkan agresivitas pada remaja laki-laki pelaku balap motor liar dan ditemukan bahwa tindakan agresif sering muncul dalam konteks balap liar, dipicu oleh ketidakjujuran, ejekan, dan harapan berbeda dengan kenyataan. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat agresivitas yang tinggi pada remaja laki-laki pelaku balap liar motor, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti persaingan, tekanan teman sebaya, dan lingkungan sosial.
PENGALAMAN COPING STRESS KERJA PADA KARYAWAN MARKETING BANK
Nurhariyanti, Yulia;
Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4207-4215
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman coping stress yang dilakukan oleh karyawan marketing bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data pada penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam pada tiga orang partisipan melalui telepon dan pertemuan tatap muka. Data hasil wawancara dianalisis dalam beberapa tahap: menyajikan transkip wawancara dan memberi coding pada setiap jawaban partisipan, memberi komentar eksploratoris, membuat tema emergen, membuat tema superordinate dan membuat tema superordinate antar partisipan. Analisis dilakukan pada setiap partisipan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua tema induk yaitu fokus pada stress kerja yang berisi tekanan beban kerja, perasaan menghadapi beban kerja, keadaan perilaku saat menghadapi beban kerja. Tema tentang fokus pada coping stress kerja yang berisi dukungan orang terdekat, dukungan Perusahaan, proses menghadapi beban kerja, memiliki kepercayaan, dan makna pengalaman penyelesaian beban kerja. Penelitian ini diharapkan bisa dikembangkan dengan melihat perbedaan penggunaan coping stress berdasarkan jenis kelamin pada karyawan marketing bank
PUNISHMENT PADA RELASI SISWA DAN GURU SMA BERDASARKAN ETNIS SISWA: STUDI INDIGENOUS PSYCHOLOGY
Hartati, Tiya;
Adri, Zakwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i10.2023.4804-4813
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui punishment pada relasi siswa dan guru SMA berdasarkan etnis. Penelitian ini dilakukan pada 430 siswa SMA yang ada di kota Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan indigenous psychology, data dikumpulkan menggunakan open-ended questionnaire, dengan tahapan analisis data dimulai dari open coding, axial coding dan selective coding. Hasil dari penelitian ini yakni perlakuan guru yang dipersepsikan siswa sebagai jenis punishment yang dapat diterima dan membuat siswa tidak terbebani adalah (1) Hukuman fisik (2) Hukuman emosional (3) Hukuman prosedural, Siswa menerima dan merasa tidak terbebani dengan punishment yang tidak berdampak terhadap (1) Resiko akademik (2) Dampak pada fisik (3) Dampak pada relasi, perlakuan guru yang dipersepsikan siswa sebagai jenis punishment yang tidak dapat diterima siswa adalah (1) Hukuman fisik (2) Hukuman emosional (3) Hukuman administratif (4) Hukuman yang berdampak jangka panjang, Siswa tidak menyukai punishment yang terdapat dampak terhadap (1) Ancaman terhadap diri (2) Ancaman terhadap akademik (3) Berisiko terhadap perilaku negatif baru (4) Berisiko secara sosial, adapun cara siswa menghindari hukuman yang tidak mereka sukai yaitu dengan (1) Kepatuhan (2) Hindari perilaku yang tidak diharapkan (3) Kamuflase/faking.
Literature Review: Parenting Style pada Remaja dengan Perilaku Hedonisme
Anisa Rahma Putri;
Zakwan Adri
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/observasi.v3i4.1878
Parenting style in adolescents with hedonism behavior: Nowadays developments continue to occur so that many changes in technology and learning appear, one of the behaviors that is happening nowadays is hedonism behavior. One that can influence hedonistic behavior is parenting style. Parenting is one of the things that influence how a child's behavior. Hedonism is one of the behaviors of a child that can be caused by how parents raise a child. The purpose of this literature review is to find out what parenting styles lead a child to have hedonistic behavior. The method used is a literature review. The articles used in conducting this literature range from 2017-2022 which were searched for by the online research database. There are several types of parenting styles applied by parents. This study also explains what is the relationship between parenting style and the hedonistic behavior of a child. The results of research that hedonism behavior in a child can be caused by permittive and authoritative parenting styles. If the permittive and authoritative parenting style is high, the possibility of a person's hedonistic behavior will also increase.
Sifat Narsistik dan Sikap terhadap Generatif Artificial Intelligence (Gen AI): Studi Korelasional pada Mahasiswa
Aflah Zakinov Irta Irta;
Zakwan Adri;
Nazarlin
Jurnal Riset Psikologi Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Psikologi
Publisher : Departemen Psikologi, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/tme3d662
Kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) semakin terintegrasi dalam pendidikan tinggi, namun masih sedikit diketahui bagaimana ciri kepribadian yang relatif stabil memengaruhi penilaian mahasiswa terhadap alat-alat ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI di kalangan mahasiswa sarjana Indonesia. Desain yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan terdiri atas 224 mahasiswa S1 dari universitas negeri di Sumatera Barat yang telah menggunakan AI setidaknya satu kali untuk tujuan akademik (misalnya menulis, meringkas, atau menghasilkan ide). Sifat narsistik diukur menggunakan Narcissistic Personality Inventory–13 (NPI-13), sedangkan sikap terhadap AI diukur dengan AI Attitude Scale 4 aitem (AIAS-4) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner isian mandiri (self-report). Analisis kemudian dilakukan dengan JASP, dimulai dari pembersihan data dan perhitungan statistik deskriptif, dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas internal (Cronbach’s alpha) dan korelasi Pearson setelah asumsi parametrik dipastikan terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki sifat narsistik pada tingkat sedang dan sikap yang relatif menyukai AI. Analisis korelasi mengungkap hubungan positif yang bermakna antara sifat narsistik dan sikap terhadap AI, yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan narsistik lebih tinggi cenderung menilai AI sebagai alat akademik yang lebih menguntungkan. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan perbedaan kepribadian dalam pengembangan literasi AI dan kebijakan integritas akademik di perguruan tinggi, serta menegaskan perlunya studi lanjutan dengan cakupan konteks yang lebih luas di Indonesia.