Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Life Cycle Assessment (LCA) Untuk Mengurangi Dampak Lingkungan Pada Proses Produksi Gula Kristal Putih Di Bondowoso Aulia Brilliantina; Adhima Adhamatika; Elok Kurnia Novita Sari; Rizza Wijaya; Dimas Triardianto; Adi Sucipto
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan iklim subtropis. Tanaman tebu bisa tumbuh dengan subur, bahkan Indonesia dikenal sebagai pionir tebu di dunia. Sebuah pabrik gula selalu menghasilkan limbah dalam operasionalnya setiap musim giling. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui penanganan limbah yang dihasilkan industri pengolahan gula terhadap lingkungan sekitar dengan metode LCA (Life Cycle Assessment). LCA adalah pendekatan yang digunakan untuk menilai input, output dan potensi kerusakan lingkungan dari produk energi yang baik selama siklus hidupnya Siklus hidup gula dimulai dari proses penggilingan tebu hingga menjadi produk gula. LCA dapat digunakan untuk menganalisis limbah produksi gula kristal putih. Pada proses produksi, losses yang dihasilkan menunjukkan limbah pabrik gula semakin meningkat, baik berupa limbah padat, cair, udara, maupun B3. Pemanfaatan kembali limbah padat dilakukan dengan menggunakan ampas dan blotong sebagai bahan baku kompos, ampas sebagai energi listrik, dan tetes tebu sebagai bahan baku industri etanol, alkohol, dan MSG. Penggunaan kembali gas buang CO2 untuk pemurnian nira sebagai pengganti gas SO2. Sedangkan limbah cair didaur ulang dalam proses pengolahan.
Rancang Bangun Alat Deteksi Dan Pengukur Gas Emisi Karbondioksida (CO2) Dan Gas Emisi Metana (CH4) Berbasis Mikrokontoler Adi Sucipto; Aulia Brilliantina; Elok Kurnia Novita Sari; Rizza Wijaya; Dimas Triardianto; Adhima Adhamatika
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di bumi saat ini sangat dipengaruhi oleh gas emisi rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai sektor. gas yang digolongkan sebagai gas emisi rumah kaca yaitu karbondioksida (CO2), gas metan (CH4), dinitrogen klorofluorokarbon (CFC), dan gas-gas organik non metal volatile. Gas-gas rumah kaca yang dinyatakan paling berkontribusi terhadap gejala pemanasan global adalah CO2 dan CH4. Gas karbon dioksida (CO2) memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global diikuti oleh gas methan (CH4). Lebih dari 75 % komposisi gas emisi rumah kaca di atmosfir adalah CO2 sehingga apabila kontribusi CO2 dari berbagai kegiatan dapat dikurangi secara signifikan maka ada peluang bahwa dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim akan berkurang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat yang dapat menghitung gas emisi rumah kaca sebagai alat ukur untuk menghitung gas emisi rumah kaca yang dihasilkan pada sebuah industri. Sehingga dari hasil pengukuran tersebut dapat diambil tindakan evaluasi agar gas emisi yang dihasilkan tidak melebihi ambang batas. Alat pengukuran gas emisi karbondioksida dan gas metana dirancang dengan menggunakan sensor MQ-4 dan MQ-135 dengan mikrokontroller Arduino. Hasil pengukuran gas dapat terlihat di layar laptop. Pengujian sistem perancangan alat deteksi gas emisi karbondioksida dan gas metana secara menunjukan dapat berjalan dengan baik. Hal ini ditujukan saat alat tersebut dikenakan oleh gas karbondioksida dan gas metana mengakibatkan lampu menyala. Sementara, ketika tidak dikenai gas emisi karbondioksida dan gas metana, lampu indikator tidak menyala.
MATHEMATICAL MODEL OF PHYSICAL PROPERTIES CHANGE OF COCONUT SAP IN THE VACUUM EVAPORATOR Febryan Kusuma Wisnu; Sri Rahayoe; Rizza Wijaya; Mareli Telaumbanua; Agus Haryanto
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 2 (2021): Juni
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i2.252-262

Abstract

The potential of brown sugar as a substitute for granulated sugar is enormous considering the abundant coconut sap production. However, the quantity of brown sugar production through the traditional method is one of the main obstacles. This study used a vacuum evaporator that emphasizes the hygienic and effective mass production of brown sugar. For this reason, it is necessary to approach changes in the physical properties of sap juice during the cooking process. This knowledge is indispensable in the cooking process, which involves the proper evaporation and crystallization of brown sugar. This research is devoted to determining the viscosity, density, and dissolved solids expressed in Brix and proposes a mathematical model to predict the physical properties during the evaporation process of brown sugar as a function of the initial concentration the solution before proceeding to the crystallization process. Results confirm that the prediction model for Brix is Cθ=(Co–Ce)·exp(0.0067·t)+Ce, the model for viscosity µθ=µo·exp(0.011·t), and ρө=(0.44996·t)+ρ0 for the density prediction model. The resulted mathematical model can accurately predict the rate of change in coconut sap's physical properties, indicated by the high coefficient of determination (R2). Keywords : brix, brown sugar, density, vacuum evaporator, viscosity
Quality nutrition, metal content, and health risks in soy milk products using aluminum and stainless steel cookers Budi Hariono; Feby Erawantini; Aulia Brilliantina; Mokhamad Fatoni Kurnianto; Supriyono Supriyono; Syamsiar Kautsar; Rizza Wijaya; Angga Herviona Ikhwanudin
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 4 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i4.925

Abstract

Improper processing of soymilk, such as soybean raw materials, use of well water, and use of cooking vessels, produces soymilk that does not meet SNI standards. These conditions can contaminate soymilk with harmful metals. The purpose of this study was to measure the nutritional quality and metal content of soymilk produced using aluminum and stainless steel cooking vessels. The research was descriptive and was conducted in July 2022. Analytical tests were carried out by comparing the nutritional content in the form of total protein, fat, lactose, and solid non-fat (SNF), and analyzing the heavy metal content. The results showed that the contents of Pb, Cu, and Hg in soy milk processed with stainless steel were lower than those of aluminum, from 11,494 ppm to 2,706 ppm, 114,612 ppm to 10,211 ppm, and 0,372 ppm to 0,012 ppm, respectively.  The contents of Zn and As in soymilk with stainless steel were higher than those treated with aluminum, from 884,585 ppm to 73,616 ppm and from 0,107 ppm to 0,079 ppm, respectively. Cooking water also contributed 0,055; 0,044; 0,028, and 0,156 ppm to the heavy metal content of Pb, Cu, Zn, Hg, and As, respectively. In conclusion, the use of stainless steel in soymilk processing resulted in better nutritional quality and lower heavy metal content compared to aluminum.