Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Iklim Organisasi Dengan Burnout Syndrome Pada Perawat Di Masa Pandemi Covid-19 : Literature Review Rifkal Artha Yuda; Maridi Marsan Dirdjo; Enok Sureskiarti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i1.40023

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Terdeteksinya wabah Covid-19 pertama kali yaitu pada Desember 2019 di kota Wuhan, Virus ini telah menginfeksi lebih dari 2.000 manusia yang di ditularkan oleh hewan kepada manusia. Salah satu profesi yang berjibaku dalam menangani wabah ini yaitu perawat. Dengan demikian, akhirnya membuat perawat rentan akan terpapar infeksi Covid-19. Dengan kondisi tersebut, pada akhirnya berdampak pada kualitas kerja perawat sehingga muncul kelelahan dan kejenuhan yang tinggi. Kelelahan yang sering kali muncul yaitu secara emosional atau lebih dikenal dengan istilah burnout. Salah satu penyebab terjadinya burnout adalah iklim organisasi. Iklim organisasi yang tinggi dapat menghasilkan lingkungan kerja yang positif sehingga perawat merasa nyaman saat bekerja. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, yaitu rangkaian proses penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data perpustakaan atau penelitian (jurnal ilmiah) melalui pencarian informasi pustaka pada variabel penelitian. Populasi pada penelitian ini menggunakan data berupa artikel penelitian kurun tahun 2018-2022 sebanyak 15 jurnal yang terdiri dari 10 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional. Hasil: Hasil dari analisis 15 jurnal yang telah dilakukan, yang di mana terdapat 7 jurnal yang membahas 2 variabel penelitian yaitu 5 jurnal mengatakan terdapat hubungan negatif dari iklim organisasi dengan burnout syndrome pada perawat di masa pandemi Covid-19. Kesimpulan: Dari 15 artikel, 9 diantarannya diperoleh iklim organisasi yang baik pada perawat, dan tidak adanya perbedaan yang signifikan terkait dengan iklim organisasi sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19, lalu didapatkan 8 artikel yang melaporkan kejadian burnout, yang di mana 4 artikel dengan kategori burnout tinggi dan 4 artikel dengan kategori sedang, serta keadaan pandemi tersebut akibat terjadi peningkatan burnout syndrome pada perawat. Penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan negatif antara iklim organisasi dengan burnout syndrome perawat di masa pandemi Covid-19, yang di mana ketika iklim organisasinya baik ataupun dalam keadaan positif, maka burnout akan dalam kondisi rendah, dan sebaliknya yaitu ketika iklim organisasi buruk, maka burnout pun akan meningkat. Sehingga perlunya bagi pemimpin organisasi untuk meningkatkan komunikasi yang terbuka, memberikan motivasi, dan memberikan ruang untuk para perawat menyampaikan setiap keluhan, agar kondisi iklim organisasi tetap stabil dan positif. Kata kunci: Burnout Syndrome, Iklim Organisasi, Pandemi Covid-19 ABSTRACT Background: The first detection of the Covid-19 outbreak was in December 2019 in the city of Wuhan. This virus has infected more than 2,000 humans which were transmitted by animals to humans. One of the professions that is struggling to deal with this epidemic is a nurse. Thus, ultimately making nurses vulnerable to exposure to Covid-19 infection. Under these conditions, in the end it has an impact on the quality of work of nurses resulting in high fatigue and boredom. Fatigue that often appears is emotional or better known as burnout. One of the causes of burnout is the organizational climate. A high organizational climate can produce a positive work environment so that nurses feel comfortable while working. Methodology: The research method used is literature review, which is a series of research processes related to library or research data collection methods (scientific journals) by searching literature information on research variables. The population in this study used data in the form of research articles for the 2018-2022 period of 15 journals consisting of 10 international journals and 5 national journals. Results: The results of the analysis of 15 journals that have been carried out, in which there are 7 journals that discuss 2 research variables, namely 5 journals say that there is a negative relationship between organizational climate and burnout syndrome in nurses during the Covid-19 pandemic. Conclusion: Of the 15 articles, 9 of them obtained a good organizational climate for nurses, and there were no significant differences related to organizational climate before and after the Covid-19 pandemic, then 8 articles were obtained that reported burnout incidents, of which 4 articles with the high burnout category and 4 articles in the moderate category, as well as the pandemic situation due to an increase in burnout syndrome in nurses. This study found that there was a negative relationship between organizational climate and nurse burnout syndrome during the Covid-19 pandemic, when the organizational climate was good or positive, burnout would be in low condition, and vice versa, when the organizational climate was bad, burnout would be will also increase. So it is necessary for organizational leaders to increase open communication, provide motivation, and provide space for nurses to convey any complaints, so that the organizational climate conditions remain stable and positive. Keywords : Burnout Syndrome, Organizational Climate, Pandemic COVID-19
Terapi Bermain Plaitisin pada Anak Usia Anak di Rumah Singgah Kanker Balikpapan Enok Sureskiarti; Annisa Yulia; Arini Putri; Fahrur Raji; Intania Intania; Nadia Setyorini; Nuralim Stiawicaksana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Singgah Kanker anak adalah rumah singgah yang diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami pengobatan rutin untuk pengobatan Kanker pada anak-anak. Yayasan ini dikelola secara mandiri dari pihak-pihak yang berjiwa social. Kondisi anak-anak yang ada dirumah singgah anak ini, pada saat di rumah singgah kanker anak, anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut merupakan dampak dari kondisi anak karena anak anak yang di rumah singgah ini menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah singgah kanker anak. Untuk itu, dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan depat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Oleh karena itu, Kami Tim pengabdi ingin melakukan kegiatan Terapi bermain Pletisin untuk mengurangi stressor pada anak anak yang ada di rumah singgah. Kegiatan Pengabdian ini diberikan ke sepuluh (10) anak usia sekolah usia 5-7 Tahun. Pengabdian ini dilakukan selama 3 hari yaitu tanggal 6-9 Mei 2021. Dalam terapi bermain Pletisin ini didapatkan hasil anak anak dalam melakukan permainan ini, anak lebih bebas, spontan, dan menunjukkan otonomi baik dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermainnya Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar terkadang kita amati seringkali mainannya dibongkar-pasang, bahkan dirusaknya. Hal yang menjadi perhatian adalah Kita harus diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan.
Efektifitas Inhalasi Buatan Eucaliptus Mengatasi Gejala Batuk pada Era Covid 19 Juliana Saputri; Annisa Oktavia Pradini; Erna Astuti; Ferra Yuliana; Rusni Masnina; Enok Sureskiarti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) adalah pandemic global sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pertama kali muncul di wuhan, hubei, cina dan kemudian menyebar keseluruh dunia melalui tetesan pernafasan, kontak dan rute fekal-oral. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu dan batuk. Sebagian besar pasien infeksi saluran pernafasaan ataupun penyakit paru obstruktif kronis mengalami hipersekresi secret, dimana reflek batuk meningkat dan terjadi sesak nafas. Efek dari batuk sendiri adalah mengeluarkan droplet dimana kemungkinan menjadi sumber infeksi, oleh karena itu langkah sederhana dengan mengatasi gejalah batuk dan bersin dengan benar akan memutus rantai penularan dari Covid-19. Penggunaan terapi steem inhalation aroma therapic diharapkan mengatasi masalah batuk yang hingga ke sputum dan mengatasi masalah kebersihan jalan nafas. Dalam studi kasus keperawatan bahwa pemberian inhalasi uap mengencerkan dahak dan membantu dahak keluar dengan mudah . Penggunaan inhalasi akan lebih nyaman digunakan jika digunakan aromaterapi dari minyak astiri, dimana minyak astiri juga memiliki banyak kelebihan. Minyak atsiri yang diperoleh dari kayu putih (Eucalyptus globulus) secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit pernapasan. Tujuan kegiatan untu memberikan pengetahuan tentang inhlasi buatan agar warga mampu mengurangi gejala batu ataupun gangguan pernapasan lainnya. metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dan Observasri. Sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan bantuas yang terdiri dari 4 orang yang baik itu laki-laki maupun perempuan. Hasil pemberian inhalasi buatan dengan eucaliptus efektif untuk meredakan serangan batuk, meredakan tenggorokkan, sekret berkurang, dan meningkatkan rasa nyaman.
Edukasi Masyarakat melalui Buku Peduli Stunting di Era Pandemi Covid-19 Rusni Masnina; Enok Sureskiarti; Masitah Masitah; Salsabila Azzahra; Sri Sunarti; Ghozali Ghozali; Agus Budiyono; Reka Ladina Saqila; Ranung Nyngtyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat terjadi ketika anak masih dalam kandungan dan baru kelihatan saat anak berusia dua tahun. Seorang ibu yang minim pengetahuan tentang gizi akan sangat berpengaruh terhadap masa kehamilan yang menjadi penyebab utama stunting pada anak. Salah satu daerah yang terdapat kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kecamatan Muara Jawa sejumlah 305 anak. Ada berbagai macam media untuk meningkatkan pengetahuan, salah satunya edukasi masyarakat melalui buku peduli stunting dimasa Pandemi Covid 19. Edukasi merupakan bagian kegiatan pendidikan kesehatan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang dilakukan dengan tujuan untuk merubah perilaku yang tidak sehat ke pola yang lebih sehat. Dengan tingginya angka stunting pada anak, menandakan berarti kurangnya masih perhatian didalam keluarga terkhususnya orang tua terhadap nutrisi anaknya. Dengan adanya buku peduli stunting pengetahuan masyarakat khususnya ibu bisa memantau gizi anak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pola hidup sehat dan jauh dari berbagai penyakit
Terapi Bermain Puzzle Suatu Distraksi Nyeri pada Pasien Kanker Anak di Rumah Singgah Kanker Kota Balikpapan Fatma Zulaikha; Enok Sureskiarti; Taufik Septiawan; Deswita Puspa Sari; Ismi Nurina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan salah satu tanda gejala yang muncul pada pasien kanker, termasuk pada pasien kanker anak. Terapi bermain merupakan salah satu solusi untuk penanganan nyeri anak, terapi bermain puzzle juga terbukti dapat menurunkan kecemasan dan tingkat nyeri post kemoterapi pasien kanker anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker anak. Metode yang digunakan yaitu mendampingi mereka bermain puzzle secara berkelompok selama setengah hingga 1 jam selama 2 hari, diikuti oleh 5 anak penderita kanker yang berada di rumah singgah kanker Kota Balikapapan. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa para pasien anak kanker tersebut merasa senang dan dapat melupakan nyeri yang muncul.
Upaya Pencegahan Diabetes Mellitus dengan Pemeriksaan Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Taufik Septiawan; Irvan Efendi; Enok Sureskiarti; Thomas Ari Wibowo; Siti Khoiroh; Slamet Purnomo; Taharuddin Taharuddin; Anggun Ferani; Fatimah Fatimah; Nahdiyati Nur Rahmi; Nurwindawati Nurwindawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Di samarinda sendiri penyakit Diabetes mellitus menduduki peringkat 3 kasus yang paling tinggi. Upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu cara untuk mengurangi kejadian penyakit ini di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema upaya pencegahan diabetes mellitus dengan pemeriksaan kesehatan dan pendidikan kesehatan di RT.IV Jalan Khairun Nafsi Gg. Darusalam Loa Janan Ilir menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dari meningkatkanya kasus DM yang ada diwilayah samarinda. Kegiatan Pengabmas ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan jika tidak ada peserta yang mengalami Hiperglikemi dan terdiagnosa DM. Selain itu setelah diberikan pendidikan kesehatan pada warga didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dibuktikan dari perbandingan skor pre test sebesar 77.7 menjadi 97.7 setelah dilakukan post test.
Edukasi Masyarakat melalui Buku Peduli Stunting di Era Pandemi Covid-19 Rusni Masnina; Enok Sureskiarti; Masitah Masitah; Salsabila Azzahra; Sri Sunarti; Ghozali Ghozali; Reka Ladina Saqila; Ranung Nyngtyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat terjadi ketika anak masih dalam kandungan dan baru kelihatan saat anak berusia dua tahun. Seorang ibu yang minim pengetahuan tentang gizi akan sangat berpengaruh terhadap masa kehamilan yang menjadi penyebab utama stunting pada anak. Salah satu daerah yang terdapat kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kecamatan Muara Jawa sejumlah 305 anak. Ada berbagai macam media untuk meningkatkan pengetahuan, salah satunya edukasi masyarakat melalui buku peduli stunting dimasa Pandemi Covid 19. Edukasi merupakan bagian kegiatan pendidikan kesehatan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang dilakukan dengan tujuan untuk merubah perilaku yang tidak sehat ke pola yang lebih sehat. Dengan tingginya angka stunting pada anak, menandakan berarti kurangnya masih perhatian didalam keluarga terkhususnya orang tua terhadap nutrisi anaknya. Dengan adanya buku peduli stunting pengetahuan masyarakat khususnya ibu bisa memantau gizi anak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pola hidup sehat dan jauh dari berbagai penyakit.
Job satisfaction and nurse performance: a cross-sectional study in a hospital surgical ward Dirdjo, Maridi Marsan; R. Syahab, Subhan; Sureskiarti, Enok; Suwanto, Suwanto
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v11i1.3700

Abstract

Abstract: Employee performance has always been a major challenge in the management of organizations such as hospitals. Measuring the performance of hospital employees, especially nurses, is a very interesting topic considering that nurses are the largest workforce, which is around 50-60% of all health workers in the hospital. Research on job satisfaction in nurses related to performance is still important to do, to encourage overall hospital performance. Purpose: aim this research is to examine the relationship between job satisfaction and nurse performance. Method: This study used a correlational descriptive study with a cross-sectional design. The population of this research is practicing nurses with total sampling technique. Data was collected using the Index Work Satisfaction (IWS) questionnaire and the Six Dimensional Scale of Nursing Performance. Statistical analysis using the Chi Square test. Results: 60.6% of nurses are satisfied with their work, while 53.5% of nurses still have poor performance. This study has revealed a significant relationship between job satisfaction and the performance of nurses in the surgical treatment room (p-value 0.002; α: 0.005) with OR showing 6.188 meaning that nurses who are dissatisfied with their work have the opportunity to perform less well 6.2 times, when compared with nurses who are satisfied in their jobs. These results can be used by hospital nursing managers that in order to improve nurse performance they must consider the job satisfaction of their nurses.
Pelatihan Keterampilan CPR, Balut Bidai dan Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital pada Warga RT 19 Desa Loa Kumbar Samarinda Septiawan, Taufik; Sureskiarti, Enok; Safrudin, Bachtiar; Masnina, Rusni; Kefie, Muhammad
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2027

Abstract

Desa Loa Kumbar berada di kelurahan loa buah dan berada di wilayah kerja Puskesmas Loa Bakung Samarinda, Desa ini cukup terisolir karena akses darat yang rusak parah dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jalur sungai menjadi jalan alternatif warga. Masalah kesehatan yang banyak terjadi pada warga desa loa kumbar adalah penyakit hipertensi, dimana penyakit ini dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan penderita beresiko terkena serangan jantung dan henti jantung. Selain masalah kesehatan tersebut, warga di desa Loa Kumbar rata-rata adalah petani dan juga buruh kayu, kondisi tersebut rentan untuk terjadinya kecelakaan yang dapat menyebabkan cidera dan perdarahan. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk melatih warga agar bisa melakukan CPR, melakukan balut bidai dan melakukan penilaian tanda-tanda vital. Pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan Only Hand CPR, keterampilan Balut Bidai dan Pengukuran Tanda-tanda Vital. Hasil Kegiatan ini warga sangat antusias untuk mengikuti pelatihan dan terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga dalam pelaksanaan CPR, Balut Bidai dan Pemeriksaan Tanda-tanda Vital
The Influence of Educational Videos About Factors Influencing Stunting Through Twitter Social Media on the Knowledge of Teenagers at SMA Negeri 4 Samarinda Mawaddah, Adinda Siti Rohmah; Ernawati, Rini; Sureskiarti, Enok
PROMOTOR Vol. 7 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i2.637

Abstract

High levels of stunting have a negative impact on children's development and learning abilities, increasing their risk of infection, and making them more vulnerable to disease. To prevent stunting in future generations, it is necessary to intervene early, especially in the adolescent age group. Teenagers play an important role and have great potential in preventing and breaking the cycle of stunting. This research aims to increase teenagers' knowledge about the factors that influence stunting through the social media platform Twitter. Adolescent health promotion can be effectively carried out through social media. This research method is quantitative, using a Pretest-Posttest design with a Control Group. Comparisons were made between the experimental group who were given stunting education via videos on Twitter and the control group who did not receive the intervention. The number of samples for this research was 40 students in class XI. The research instrument is a questionnaire, and statistical analysis uses the Paired Sample t-test. The research results showed that the average knowledge value in the experimental group before education was 8.85, and after education it was 12.75, while in the control group without intervention, the initial average value of 7.25 changed to 7.05. With a P-value = 0.000 (p <α 0.05), H0 is rejected, indicating that there is a significant influence of educational videos about factors influencing stunting via Twitter social media on adolescent knowledge at SMA Negeri 4 Samarinda.
Co-Authors Aditya Septiadinata Agus Budiyono Ahmad Azhari Alifa Achita Amyunas Amalia, Fierdina Andi Praja Andri Praja Anggraini, Choriah Geby Anggun Ferani Annisa Oktavia Pradini Annisa Yulia Aprin Rusmawati Arief Budiman Arif Rahmawan Arini Putri Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin Aulia, Tiara Adinda Bagus Dwi Pamungkas Brillianty, Gita Dea Brutu, Marwah Maawiyah Nur Karina Brutu, Marwah Maawiyah Nur Karina Burhanto Deswita Puspa Sari Dhea Saputri Diah Florentina Astuti Dirdjo, Maridi Marsan Dirdjo, Maridi Mirsan Eka Hana Fadhilah Erna Astuti Ernawati, Rini Ery Murnisiah Fahrur Raji Fatimah Fatimah Fatma Zulaikha Ferra Yuliana Gatra Zakky Sabbily Ghozali Gita Dea Brillianty Gunawan, Yuda Arya Hanny Anggraini Hasanah, Rahmatin Herlina, Nunung Husnia Husnia Husniah Husniah Intania Intania Irvan Efendi Ismi Nurina Juliana Saputri Karmila Mainike Putri Kefie, Muhammad Lidya Vera Sianturi M Nurcholis M. Bachtiar Safrudin M. Dirdjo, Maridi Maridi Dirdjo Maridi Marsan Dirdjo Masitah Masitah Masnina, Rusni Mawaddah, Adinda Siti Rohmah Mentari Apriani Mentari Mentari Milkhatun, Milkhatun Moh Afandi Monica melinia f Muhammad Bachtiar Murnisiah, Ery Murti Handayani Nadia Setyorini Nahdiyati Nur Rahmi Nida Dzakiyah Khosyi Nida Nabilah Khosyi Nopia Kanadita Nunung Herlina Nur Leni Alda Nur Rahima Nuralim Stiawicaksana Nurwindawati Nurwindawati Pamungkas, Alvito Zidane Pipit Fitriani Pratiwi, Intan Mega Putri, Dhea Ananda R. Syahab, Subhan Rahmat Hidayat Rainaldy Sanjaya Ranung Nyngtyas Reka Ladina Saqila rifkal Artha Yuda Rusni Masnina Rusni Masnina Sabbily, Gatra Zakky Salsabila Azzahra Sanjaya, Raenaldy Saputra, Haekal Tradana Septiawan, Taufik Siti Halimatus Zahroh Siti Khoiroh Slamet Purnomo Sonia Wilan Sri Sunarti Sultan Risdian Abi Suwanto Suwanto Syarifah Hindun Taharuddin Taharuddin Taufik Septiawan Thomas Ari Wibowo Tiara Adinda Aulia Tri Wijayanti Tri Wijayanti Vera, Lidya Vina Avioleta Wahyu Dwi Sulistyo Yulia Ervianti Zulaikha, Fatma Zulkifli Zulkifli