Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sikap Perawat dengan Praktik Kolaborasi Interprofesi di Ruang IGD Samarinda Abidah, Aqmarina; Widyastuti, Dwi; Milkhatun, Milkhatun; Maisyarah, Siti
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.2.2024.88-97

Abstract

Praktik kolaborasi interprofesi dapat meningkatkan keoptimalam pemberian pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun  hingga saat ini praktik kolaborasi interprofesi masih belum terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut memberi dampak pada pelaksanaan tugas tenaga kesehatan yang tumpang tindih dan tidak menutup kemungkinan mempengaruhi respond time pasien di IGD. Sikap perawat dalam menjalankan praktik kolaborasi interprofesi merupakan salah satu hal fundamental yang menentukan praktik kolaborasi interprofesi berjalan dengan baik atau buruk. Hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan sikap perawat dan praktik kolaborasi interprofesi di Kota Samarinda masih sangat terbatas dan masih sedikit penelitian mengenai komponen yang ada pada sikap perawat. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda. Desain penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ialah seluruh perawat di ruang IGD salah satu rumah sakit di kota Samarinda dengan sampel 54 perawat IGD. Variabel yang digunakan terdiri dari variabel dependen (Praktik kolaborasi interprofesi) dan variabel independen (Sikap perawat). Pengumpulan data dengan metode angket menggunakan kuesioner kuesioner The Jefferson Scale of Attitudes Toward Physician Nurse Collaboration (JSAPNC) dan kuesioner Collaborative Practice Assesment Tool (CPAT) kemudian dilakukan uji statistik dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil uji statistik kendall tau ialah P-value = 0,015 < α = 0,05, terdapat hubungan sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda dengan korelasi positif dan kekuatan hubungan yang lemah. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengikutsertakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain yang terlibat di pelayanan kesehatan sebagai responden.
Hubungan Antara Tingkat Stres Dan Imt Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda octario wahyu, gihab; Milkhatun; Alfi Ari Fakhrur Rizal; Zulmah Astuti
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.480

Abstract

Usia Lanjut merupakan fase kehidupan yang pasti dialami oleh setiap manusia. Pada fase ini, berbagai masalah kesehatan sering kali muncul, salah satunya adalah hipertensi, Kondisi ini terjadi ketika meningkatnya tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik melebihi dari 90 mmHg. Secara fisiologis, kelenjar hormon pituitari menerima sinyal ancaman, otak akan melepaskan hormon endokrin kealiran darah Tujuan : untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dan IMT dengan derajat hipertensi pada lansia di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional, Sampel yang digunakan yaitu 135 orang Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan jenis pendekatan purposive sampling Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Palaran Kota Samarinda pada bulan Maret sampai April 2025 dan dianalis dengan uji speramen Rho. Karakteristik responden karakteristik responden didapatkan mayoritas umur 60-74 tahun sebanyak 88.9%, mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 64.4%, mayoritas IMT normal sebanyak 51.9%, mayoritas status pernikahan menikah sebanyak 57%, mayoritas pendidikan SD sebanyak 29.6%, mayoritas pekerjaan tidak bekerja sebanyak 51.9% dan tingkat stress derajat 1 sebanyak 37.8%, mayoritas lama menderita HT 1-5 tahun sebanyak 81.5% dan derajat HT mayoritas Derajat HT 1 sebanyak 62.2% dan Terdapat hubungan antara semua variabel dengan tingkat stress dengan nilai uji spearmen who 0.000 < 0.05 . Kesimpulan :. Terdapat hubungan antara semua variabel dengan tingkat stress dengan nilai uji spearmen who 0.000 < 0.05
Correlation between Spirituality Levels and Coping Mechanism among First-Year Students in Health Science Programs Fitriani, Dwi Rahmah; Nabila, Nabila; Milkhatun, Milkhatun
Genius Journal Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i2.461

Abstract

Introduction: Spirituality plays an important role in influencing an individual's ability to manage stress and challenges, including among students in health-related fields. The level of spirituality reflects the depth of a person's spiritual beliefs, practices, and experiences, which may be linked to coping mechanisms. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of spirituality and coping mechanisms among freshmens in the Health Study Program at Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Methods: This research employed a quantitative method with a descriptive approach. The population consisted of freshmens enrolled in the Health Study Program. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The majority of respondents were 18 years old (69.7%), female (81.2%), Muslim (98.9%), and from the Public Health undergraduate program (30.0%). Most respondents had a high level of spirituality (59.0%), while 41.0% had a moderate level. Regarding coping mechanisms, 57.9% used adaptive coping, while 42.1% employed maladaptive coping. The Spearman Rank test yielded a p-value of 0.000 (≤0.005), indicating a statistically significant relationship. The correlation coefficient was 0.238, demonstrating a weak but positive correlation between spirituality levels and coping mechanisms. Conclusion: There is a significant positive relationship between the level of spirituality and coping mechanisms among freshmens in the Health Study Program, although the strength of the correlation is weak. These findings highlight the potential importance of spiritual development in enhancing students' coping strategies.
The Effect of Cardiopulmonary Resuscitation Training on the Skills of PMR Students in Providing First Aid in Cardiac Arrest Cases at SMA Negeri 8 Samarinda Rizal, Alfi Ari Fakhrur; Milkhatun, Milkhatun; Irawan, Dalya Jemima Maulida
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v11i2.3657

Abstract

Henti jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak, jika sudah terlambat untuk diberikan bantuan seseorang dapat mengalami kematian dalam waktu singkat. Upaya mengembalikan kondisi jantung agar kembali berdetak adalah dengan melakukan CPR. Namun masih banyak orang yang belum terampil melakukan CPR. Untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang terampil melakukan CPR, salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan pada kelompok awam khusus seperti anggota PMR di SMAN 8 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh dalam pemberian pelatihan CPR terhadap tingkat keterampilan siswa PMR di SMAN 8 Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif terhadap metode pengajaran kelompok pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 responden dengan teknik total sampling. Terjadi peningkatan tingkat keterampilan pada kelompok intervensi sebanyak 26 responden setelah diberikan pelatihan CPR, yang awalnya masih dalam kategori tingkat keterampilan rendah, setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi kategori tingkat baik. Dengan hasil Asym.sig = 0,000 <a = 0,05, disebutkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian pelatihan CPR terhadap keterampilan siswa PMR di SMAN 8 Samarinda.
Implementasi Slow Deep Breathing dan Terapi Dzikir bagi Pasien Lansia Penderita Hipertensi Azhar Faridzal, Muhammad; Widyastuti, Dwi; Nurjannah, Misbah; Milkhatun, Milkhatun
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1081

Abstract

Lansia penderita Hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, dan tahun 2025 akan meningkat hingga 1,5 milyar lansia yang akan terkena Hipertensi. Di kawasan Asia penyakit ini telah membunuh 1,5 juta orang di setiap tahunnya hal ini menandakan satu dari tiga lansia menderita Hipertensi. Tujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi slow deep breathing dan terapi dzikir pada pasien lansia dengan hipertensi. Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan penilaian dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah, implementasi dilakukan dengan 2 partisipan yang diukur menggunakan sphygmomanometer manual 5 menit sebelum dan 5 menit sesudah implementasi. 1 partisipan diberikan terapi kombinasi yakni terapi slow deep breathing dan terapi dzikir, kemudian 1 partisipan diberikan terapi tunggal yakni terapi dzikir. Didapatkan bahwa terapi kombinasi dan terapi tunggal sama-sama ditemukan penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi dilakukan. Perbedaannya yakni terapi kombinasi jauh lebih efektif dibandingkan dengan terapi tunggal karena rata-rata penurunan tekanan darah jauh lebih besar 10 mmhg–25 mmHg Selama 3 hari berturut-turut dan partisipan lebih fokus dan tenang. Kesimpulan terapi kombinasi lebih efektif menurunkan tekanan darah daripada terapi tunggal pada lansia dengan hipertensi.
Pengaruh Pelatihan Penanganan Korban Gigitan dan Sengatan Hewan Terhadap Pengetahuan Siswa/I Kelas 11 Viana; Milkhatun; Rizal, Alfi Ari Fakhrur
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i1.739

Abstract

Background: Animal bites and stings are a significant public health issue in Indonesia, a country with high biodiversity. Students are one of the most vulnerable groups to animal bites and stings, especially in school environments that are often adjacent to forests or plantations. Objective: This study aimed to evaluate the effect of animal bite and sting first aid training on the knowledge of 11th-grade students at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Anggana. Method: A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design was used. A total of 35 students participated in the study. Result: The results showed that the mean knowledge score of the respondents before training was 18.47, and after training increased to 19.71. This increase in knowledge was statistically significant (p < 0.05). Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that animal bite and sting first aid training is effective in improving the knowledge of 11th-grade students at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Anggana
Hubungan Perawatan Diri (Self Care) dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Muflihatin, Siti Khoiroh; Astuti, Zulmah; Milkhatun, Milkhatun; Halimah, Nur; Nugroho, Purwo Setiyo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.489

Abstract

Latar Belakang: Perawatan diri (self care) pada penderita Diabetes Melitus (DM) adalah upaya mengendalikan glukosa darah. Perawatan diri tersebut meliputi pemantauan rutin glukosa darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perawatan kaki. Perawatan diri yang rutin diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM dan mencegah terjadinya komplikasi pada pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perawatan diri pada pasien DM dengan kadar glukosa darah.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi Cross-sectional dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner SDSCA (Summary of diabetes self-care activities). Teknik purposive sampling digunakan untuk pemilihan sampel sehingga menghasilkan 190 responden berdasarkan kriteria inklusi, yaitu penderita DM tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda pada bulan Oktober-November 2022. Data dianalisis menggunakan uji Chi square untuk melihat hubungan antara perawatan diri dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.Hasil: Proporsi pasien dengan perawatan diri yang baik sebesar 51,10% dan perawatan diri kurang sebesar 48,90%. Kadar glukosa darah didapatkan sebagian besar responden (61,10%) memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol. Didapatkan ada hubungan antara perawatan diri pasien DM tipe 2 dengan kadar glukosa darahnya dengan nilai p= 0,00.Kesimpulan: Perawatan diri merupakan faktor yang berperan penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Glukosa darah, Perawatan diri Background: Self-care for people with Diabetes Mellitus (DM) is an important thing to do to control blood glucose levels. This self-care includes regular monitoring of blood glucose, increasing physical activity, and foot care. It is hoped that routine self-care can improve the quality of life of DM patients and prevent complications in patients. The research aimed to determine the relationship between self-care in DM sufferers and blood glucose levels.Method: Quantitative research with a Cross-sectional study approach was conducted with data collected using the SDSCA (Summary of diabetes self-care activities) questionnaire. A purposive sampling technique was used for sample selection so that 190 respondents were selected based on inclusion criteria, namely those with type 2 DM. The study was conducted in the work area of Trauma Center Health Care of Samarinda in October–November 2022. Data were analyzed using the Chi-square test to identify the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 DM patients.Results: The proportion of patients with good self-care was 51.10% and poor self-care was 48.90%. It was found that most respondents (61.10%) had uncontrolled blood glucose levels. It was found that there was a relationship between the self-care of type 2 DM patients and their blood glucose levels with a value of p = 0.00.Conclusion: Self-care was an important factor in controlling blood glucose levels in people with type 2 DM.Keywords: Blood glucose, Diabetes mellitus, Self-care
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIF CARE UNIT RUMAH SAKIT DAERAH PEMERINTAH SAMARINDA Widyastuti, Dwi; M. D, Maridi; Milkhatun, Milkhatun; Astuti, Zulmah; Fikri, Muhammad; Nurjannah, Misbah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3760-3764

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih perawat Intensive Care Unit di rumah sakit daerah pemerintah Samarinda tentang pelaksanaan ronde keperawatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman secara kognitif dan psikomotor bagi peserta. Kegiatan sosialisasi dilakukan agar peserta mampu mengingat kembali konsep ronde keperawatan sedangkan pelatihan membantu peserta mendapatkan pengalaman nyata tentang cara melakukan ronde keperawatan. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahapan pre tes, tahap sosialisasi dan pelatihan ronde keperawatan serta tahap pos tes. Hasil dari kegiatan ini peserta telah memahami dan mampu melakukan ronde keperawatan berdasarkan hasil pre test  peserta berada dalam kategori cukup 91,6%, dan setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan hasil pos tes peserta pengetahuan dalam kategori baik 100%. Kegiatan sangat diperlukan oleh peserta untuk mengingat kembali konsep dan pelaksanaan ronde keperawatan agar dapat mencapai dan mempertahankan pelayanan keperawatan yang berkualitas baik di rumah sakit.
PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG LUKA DAN PERDARAHAN SISWA KELAS 11 MADRASAH ALIYAH SWASTA MIFTAHUL ULUM ANGGANA Tri Wulandari Wulandari; Milkhatun; Rusni Masnina; Rini Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan kesehatan di sekolah mengenai Pertolongan Pertama Pada Luka dan Perdarahan ditujukan bukan hanya kepada para guru, tetapi diberikan juga kepada siswa atau seluruh warga yang ada di lingkungan sekolah dan pertolongan pertama ini dibutuhkan diberbagai keadaan darurat seperti terjadinya cidera dan kecelakaan baik di rumah, di jalan, di sekolah, maupun tempat lainnya. Bagi penolong yang kurang memiliki pengetahuan dan motivasi yang cukup, cenderung menghindari melakukan pertolongan pada korban dan melakukan pertolongan tanpa dibekali pengetahuan akan mengakibatkan kondisi yang fatal pada korban dan bisa terjadi kematian. Maka dari itu, kurangnya pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada luka dan perdarahan dapat di atasi dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan, dan motivasi agar mejadi lebih baik dan lebih mengetahui dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
EDUKASI PENTINGNYA DATA SCIENCE DI DUNIA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Yudhi Fajar Saputra; Muh Jamil; Sitti Rahmah; Aldi Bastiatul Fawait; Milkhatun Milkhatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63183/591627

Abstract

Salah satu domain dari Artificial Itellegence adalah data science, dimana dapat meramalkan, memprediksi, dan merekomendasikan melalui data yang sudah diolah. Data science memiliki peran yang signifikan dalam dunia pendidikan, beberapa peran utama data science dalam konteks pendidikan adalah analisis kinerja siswa, pengelolaan kurikulum (pengembangan kurikulum dan optimasi materi pembelajaran atau bahan ajar), prediksi dropout dan intervensi dini, pengelolaan sumber daya sekolah (perencanaan keuangan dan manajemen tenaga pendidik), evaluasi kinerja sekolah, dan pengembangan teknologi pendidikan. Penerapan data science dalam pendidikan dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, dan memberikan solusi yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan individu, namun sayangnya data science belum banyak dikenal pada kalangan masyarakat luas khususnya di dunia pendidikan, maka dari itu Para pelajar dan akademisi perlu diperkenalkan dengan data science. Sebagai usaha untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, maka dilaksanakan edukasi mengenai data science yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebagai nara sumber. Materi yang disampaikan terdiri dari alasan mengapa diperlukannya data science, pengenalan dasar data science, persyaratan menjadi data scientist, data mining dan big data yang merupakan bagian penting dari data science dan contoh pengolahan data science. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi
Co-Authors Abi Prakasa Abidah, Aqmarina Adila, Lisa aditya aditya Ahmad Azhari Al-Khasawneh, Mahmoud Ahmad Aldi Bastiatul Fawait Fawait Amalia, Rahma Andriana Dwi Yunita Arie Chandra Meidianta Aryandi, Syahrul Asma’ul Janah Asnawir Nur Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin Aulia Rahmah Aulya Karimah aviva handini Ayu .H, Sendi Sandra Azhar Faridzal, Muhammad Azriani, Maya Candra Patniawati, Candra Patniawati Damaiyanti, Mukhripah Dewi Nurkayatun Dobby Aldinatha Juce Dwi Rahmah Fitrniani Dwi Widyastuti Dwi Widyastuti Eka Pratiwi Ellen Anggelina Elsa Putri Molatina Eka Suci Enok Sureskiarti Fatimah Fatimah Ghina Fansuri Ghina Fansuri Handayono, Priyo Hanny Anggraini Hardianti Hardianti Imamah, Indah Nur Indah Permata Sari Irawan, Dalya Jemima Maulida Irvan Efendi Ismail Ismail Jaelani, Hamdan Jannah, Devi Nurul Jannah, Devita Nurul khairun Nisa Khoirul Umam Kiranti Ayu Safitri Laode Hepriansyah Latifah, Efita Latifah Latipah, Asslia Johar Lusmiati, Lusmiati Lutfia Novi Rahmawati M. Bachtiar Safrudin M. D, Maridi Maridi M. D Mentari Mentari Mike Sappe Datu Muh Jamil Muhammad Alfarizi Palewo Muhammad Arief Choesaeri Muhammad Fikri Muhammad Fikri Muhammad Ihya Anshari Muhammad Najibullah Muhammad Ramadhana Syahid Muhammad Rusman Fadillah Mulana, Mohammad Rizky Nabila, Nabila Nada Rizky Dwi Faridha Nadia Setyorini Utami Nadila Zuhaebah Ni Wayan Wiwin Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Ni Wayan Wiwin Astiningsih nisa, Anisa Shahratul Jannah Nugroho, Purwo Setiyo Nur Elviana Daud Nur Halimah Nurjannah, Misbah octario wahyu, gihab Puspita Melati Putri, Nahda Tiramika Rini Ernawati Rizal, Alfi Ari Fakhrul Rizal, Alfi Ari Fakhrur Rizkia Cantika Rakhmawati Rizky Aditya Rosyid A.A, Achmad rusdi, romadhona Rusmawati Rusmawati, Rusmawati Rusni Masnina Rusni Masnina Saputra, Yudhi Fajar Siti Dela Soflianti - Siti Jahrah Amalia Siti Khoiroh Muflihatin Siti Maisyarah Sitti Rahmah Sitti Rahmah Slamet Purnomo Suhendra Suhendra Sutriani, Merinda Tasya, Mellia Anata Tri Wulandari Tri Wulandari Wulandari Viana wahida wahida wahida Widjayatri, Rr. Deni Widyastuti, Dwi Yudhi Fajar Saputra