Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Lahan Gambut untuk Pengembangan Tanaman Jagung di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Hermawan, Toni; Gunawan, Joni; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10331

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan gambut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta meberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman jagung menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan actual tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor penghambat retensi hara dan media perakaran (N2-fr). Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Kata kunci :evaluasi kesesuaian lahan gambut, jagung, desa sungai pelang.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SAWAH TADAH HUJAN UNTUK TANAMAN PADI ( Oryza sativa L) DAN SEMANGKA (Citrullus Lanatus Tunb) DI DESA TEMPAPAN KUALA KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS HADALI, HADALI; GUNAWAN, JONI; KRISNOHADI, ARI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10812

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik serta faktor pembatasnya untuk tanaman padi dan tanaman semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas dan membuat kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman padi dan semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan di di Tempapan Kuala yaitu salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua Satuan Peta Tanah yaitu Pada SPT 1 klasifikasi tanahnya termasuk ke dalam sub group Sulfic Endoaquents dan SPT 2 Typic Sulfaquents. Kelas kesesuaian lahan aktual pada lokasi penelitian adalah S3, rc, nr pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman padi dan S3, rc, nr, fh pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman semangka.Faktor penghambat untuk tanaman padi yaitu kedalaman tanah (rc) yang dangkal dan pH (nr) yang rendah pada SPT 1 dan untuk SPT 2 faktor penghambatnya adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, dan faktor penghambat untuk tanaman semangka adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, pH (nr) yang rendah dan genangan dan tinggi banjir (fh). Rekomendasi adalah perbaikan drainase dan tata air serta pengapuran. Selain drainase dan tata air serta pengapuran yang direkomendasikan juga ada hal yang tidak bisa dilupakan dan dianggap remeh yaitu penggunaan bibit atau benih unggul untuk menunjang produksi tanaman padi dan semangka.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG Sitepu, Taruna Negara; Krisnohadi, Ari; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.11904

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan pasang surut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta memberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Maret sampai dengan Mei 2015. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap minipit sebagai perwakilan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa jenis-jenis tanah dikelompokan kedalam ordo Inceptisols dan digolongkan kedalam sub-group Sulfic Endoaquepts dan Typic Sulfaquepts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual (S3fx) dengan faktor penghambat retensi hara dan toksisitas pada SPT 1 dan (N2f) dengan faktor penghambat retensi hara pada SPT 2. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Karet (Havea brasiliensis) di Desa Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kanbupaten Landak. AET, AET; gunawan, Joni; nusantara, rossie widya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15869

Abstract

Sumber daya Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena sumber daya alam diperlukan dalam setiap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat atau kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas pengembangan tanaman karet (Havea brasiliensis) serta cara pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey langsung di lapangan dengan parameter penelitian meliputi; keadaan lingkungan, sifat fisika dan sifat kimia tanah. Keadaan lingkungan yang dapat diamati di lapangan meliputi iklim, bentuk wilayah dan topografi, batuan permukaan dan singkapan, tata guna lahan dan vegetasi, drainase dan tipe luapan air, dan erosi dan bahaya banjir. Sifat fisika tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, struktur, konsistensi, kedalaman air tanah, kedalaman efektif. Sifat kimia tanah di analisis di laboratorium, meliputi C-Organik, N-total, P, K, KTK, Na-dd, Tekstur, Ca2+, Mg2+, pH, KB, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 1 satuan peta tanah (SPT) yaitu Typic Kandiudults yang mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S2-wa,rc,nr dan kelas kesesuaian lahan potensial S2-wal, dengan luas lahan 100 ha dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria masam dengan pH 4,83, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd pada tanah. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan N, P dan K pada lokasi penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman karet menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi (2009) dapat diketahui bahwa pada lokasi penelitian ketersediaan unsur hara N, P dan K tergolong rendah atau belum mencukupi kebutuhan tanaman karet. Kata Kunci : Karet, Evaluasi Kesesuaian Lahan.
Kajian Hubungan Kadar Unsur Hara pada Daun Dengan Lingkar Batang dan Berat lateks di Perkebunan Karet Rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Saputra, Edo; Riduansyah, Riduansyah; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17930

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada perkebunan karet rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak dimana penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar unsur hara di daun tanaman karet ( N, P, K, dan Ca ) terhadap pertumbuhan lingkar batang dan produksi lateks yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret "“ Mei pada dua areal pertama perkebunan karet rakyat Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak untuk mengambil sampel daun tanaman dan tanah dengan luas lahan 0,5 ha selama 3 minggu. Sedangkan kedua analisis sampel daun tanaman dan tanah dilakukan di laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 5 minggu dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Metode penelitian dengan metode survei, berdasarkan hasil analisis varian hubungan diameter batang dengan kadar unsur hara dalam daun karet. Pada uji hipotesis dengan taraf nyata 0,05% dan 0,01% diperoleh F hitung 26,206 yang ternyata lebih besar dari pada F tabel yang bernilai 6,39 (0,05%) dan 15,98 (0,01%). Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan variabel ( unsur hara N, P, K dan Ca ) berpengaruh sangat nyata dan hasil analisis varian hubungan antara berat lateks dengan kadar unsur hara pada jaringan daun karet hasil uji hipotesis dengan F hitung sebesar 23,430 ternyata lebih besar dibandingkan dengan F tabel pada taraf nyata 0,05% (6,39) dan 0,01% (15,98), dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima dan dapat dibuat kesimpulan bahwa koefisien korelasi ganda kadar unsur hara N, P, K dan Ca daun karet berpengaruh terhadap besar kecilnya berat lateks dan diameter batang tanaman karet. Kata Kunci : Unsur hara, Daun Karet, Produksi Lateks.
Identifikasi Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Sawah Pasang Surut di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang avriady, deby; Gunawan, Joni; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18087

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah pasang surut pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian dilaksanakan di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Parameter dalam penelitian ini adalah N-Total, P (tersedia), K tersedia, Ca-dd, Mg-dd tanah, Reaksi tanah (pH), C-organik, Al-dd, Salinitas, Uji Pirit dan Bobot isi Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan N-Total antara 0,21% - 0,38%, dengan rata-rata 0,31% termasuk dalam kriteria sedang. P-Tersedia antara 9,46 - 21,74 ppm, dengan nilai rata- rata 13,34 ppm dengan kriteria rendah. K-Tersedia antara 0,37 - 0,59 cmol (+)kg1 dengan rata -rata 0,51 cmol (+)kg1 dengan kriteria sedang. Ca antara 4,18 - 7,44 cmol (+)kg1 dengan rata-rata 5,91 cmol (+)kg1 dengan kriteria sedang. Mg antara 1,41 - 2,68 cmol (+)kg1 dengan rata "“ rata = 2,36 cmol (+)kg1 termasuk dalam kriteria tinggi. Reaksi Tanah antara 4,63 "“ 5,95 dengan rata - rata 5,21 termasuk dalam kriteria masam. C-Organik antara 1,66 "“ 3,37 % dengan rata-rata 2,62 termasuk dalam kriteria sedang. Kejenuhan Al yang ada dilokasi penelitian menunjukkan kriteria sangat rendah. Salinitas antara 555 "“ 644 ppm dengan rata-rata 585 ppm termasuk dalam kriteria sangat rendah. Uji Pirit menunjukan bahwa tidak ditemukan kandungan Pirit pada kedalaman 0-20 cm. Bobot isi tanah antara 0,77 "“ 0,95 gr/cm3 dengan rata-rata 0,87 gr/cm3. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata kebutuhan pupuk dilokasi penelitian, kebutuhan N 128,45 kg/ha (279,25 kg/ha Urea), P2O5 113,92 kg/ha (316,43 kg/ha Sp-36) dan K2O 36 kg/ha (60 kg/ha KCl). Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah pasang surut dan rekomendasi pemupukan
STATUS KESUBURAN TANAH GAMBUT BEKAS TERBAKAR PADA PENGGUNAAN LAHAN NANAS DAN SEMAK BELUKAR DI DESA GALANG KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH IVO, EMANUEL TEODUTUS; ASPAN, ASRIFIN; GUNAWAN, JONI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah gambut bekas terbakar pada penggunaan lahan nanas dan semak belukar. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan dan wawancara dengan petani, Penelitian telah dilaksanakan pada penggunaan lahan yang terdiri dari tanaman nanas dan semak selukar. Setiap titik sampel (penggunaan lahan) memiliki luas 3 ha,dengan masing-masing titik memiliki luas 1 ha dari luasan lahan ini di ambil 5 titik sub sampel secara diagonal. Tanah yang didapat dari 5 titik sub sampel lalu dikompositkan. Parameter pengamatan terdiri dari Reaksi Tanah (pH), C-organik, Nitrogen (N-total), Fosfor (P-total), Fosfat (P-tersedia), Kalium (K-total), Kalium (K-dd), Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, dan Kadar Abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pada dua penggunaan lahan SB dan N yang diteliti memiliki Nilai reaksi tanah (pH) yaitu antara 3,61"“3,66 tergolong sangat masam, Nilai C-Organik yaitu antara 54,46"“56,71 % tergolong sangattinggi, Nitrogen (N-total) yaitu antara 1,89"“1,93 % tergolong sangat tinggi, Nilai Fosfor (Ptotal) yaitu antara 3,37"“3,91 mg/100 tergolong sangat rendah, Nilai Fosfot (P-tersedia) yaitu antara 14,70"“17,14 ppm tergolong sedang, Nilai Kalium (K-total) yaitu antara 13,42"“15,88 mg/100g tergolong rendah, Nilai Kalium (K-dd) yaitu antara 0,20"“0,22 cmol/kg tergolong rendah, Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yaitu antara 112,46"“117,39 cmol/kg yang tergolong sangat tinggi, Nilai Kejenuhan Basa yaitu antara 4,11"“4,32 % tergolong sangat rendah, dan Nilai Kadar Abu yaitu antara 2,22"“6,34 % tergolong rendah. Akhir daripenelitian ini adalah status kesuburan tanah pada penggunaan lahan SB pasca kebakaran tergolong rendah dan pada penggunaan lahan N pasca kebakaran tergolong rendah.Kata kunci : Status Kesuburan, Penggunaan Lahan, Nanas dan Semak Belukar.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN BAWANG MERAH (Alium ascalonicum L) DI KELURAHAN SUNGAI SELAMAT KECAMATAN PONTIANAK UTARA GUSWINDI, GUSWINDI; KRISNOHADI, ARI; GUNAWAN, JONI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24051

Abstract

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN BAWANG MERAH (Alium ascalonicum L) DI KELURAHAN SUNGAI SELAMAT KECAMATAN PONTIANAK UTARA Guswindi 1), Ari Krisnohadi 2) Joni Gunawan 2)1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Abstrak Bawang merah (Alium ascalonicum L) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Sayuran rempah ini banyak dibutuhkan terutama sebagai pelengkap bumbu masakan, untuk menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Pengembangan lahan gambut untuk tanaman bawang merah menghadapi beberapa kendala karena sifat karakteristik yang dimiliki tanah gambut. Sebagian besar gambut tropik bersifat sangat masam dengan pH antara 3,5-4 dan drainase yang buruk/jelek. Tanah gambut juga memiliki kandungan unsur hara N, P, dan K yang relatif rendah, kejenuhan basa rendah dan kahat (deficiency) unsur-unsur mikro seperti Cu, Bo, Mn dan Zn. Tanah gambut juga mempunyai daya tahan (bearing capacity) yang rendah dan sifat kering tak balik (irreversible) yang menyebabkan daya retensi air menurun dan menjadikannya peka erosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Berdasarkan hasil interpretasi data dilapangan dan analisis di laboratorium menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 2 satuan peta tanah (SPT). SPT 1 (Hemic Haplofibrists) mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual Nw,r dan kelas kesesuaian lahan potensial S3 dengan luas lahan 31,40 ha atau 52,33 % dari luas keseluruhan lokasi penelitian. SPT 2 (Fibric haplohemists) mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual Nw,r dan kelas kesesuaian lahan potensial S3 dengan luas lahan 28,60 ha atau 47,67 % dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria sangat masam, dengan kisaran pH 3,37 - 3,44 sehingga untuk mengatasi keadaan tanah yang bereaksi masam tersebut perlu dilakukan pengapuran. Penghitungan dilakukan berdasarkan percobaan penambahan CaCO3 dengan dosis berkisar 0 - 100 % dengan asumsi peningkatan pH menjadi 6. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Kapur yang dibutuhkan pada SPT 1 adalah 21,34 ton [CaMg(CO3)2]/ha, sedangkan kebutuhan kapur pada SPT 2 adalah 22,28 ton [CaMg(CO3)2]/ha. Kata kunci : Bawang merah, kelas kesesuaian lahan, Pengapuran.
PEAT LAND SUITABILITY EVALUATION FOR PEPPER (Piper Nigrum Linn) IN PASAK PIANG VILLAGE SUNGAI AMBAWANG DISTRICTS OF KUBU RAYA REGENCY Ukhuwah, Teguh Galang; Gunawan, Joni; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.081 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25039

Abstract

ABSTRACT Pasak Piang Village Sungai Ambawang Districts Of Kabupaten Kubu Raya Regency was a location that have a large areas for plantation development, especially for pepper to be the main commodity. This plantation commodity has a strong appeal to individual traders as well as legal entities to make it an object of trade. This study aims to determine the characteristics of peatlands and to determine the level of land suitability for pepper plants (Piper Nigrum Linn) and provide recommendations for improvement. The research method are soil survey using grid system, with 200 x 250 m each survey routes. Soil sample has been analyzed in soil fertility laboratory, University Of Tanjungpura. The result showed that on 80 ha wide area has two land mapping unit, which are typic haplohemist on SPT 1, and typic haplosaprist on SPT 2. The actual land suitability class of SPT 1 and SPT 2 are N1r (temporary not suitable). The inhibited factor of SPT 1 and SPT 2 are root condition (peat depth >200cm). Land management to fix the inhibited factor are soil drainage management, sustainability farming, P and K fertilizer it recommendation will increase the potensial land suitability class to S2 (suitable).
IDENTIFICATION OF LAND CHARACTERISTICS IN DRAGON FRUITS PLANTS (Hylocerreus undatus) Gonzaga, Natalis Rahmat; Hazriani, Rini; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.19 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25212

Abstract

This study aims to identify land characteristics (soil physical characteristics and soil chemistry). Identifying land characteristics for dragon fruit plants (Hylocerreus undatus) and explaining land characteristics based on soil and plant observation parameters.This research was conducted in Purun Besar Village, Segedong District, Mempawah Regency. Then followed by conducting soil analysis at Soil Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Soil Physics and Soil Conservation Faculty of Agriculture, Tanjungpura University Pontianak. The research method starts from preparation, field survey, soil analysis in the laboratory, data interpretation, and presentation of results. The parameters observed in this study are divided into 2 parts: field observation and laboratory analysis. Parameters in the field are groundwater depth (cm), rooting medium, soil maturity, soil structure, sulfidic depth, surface rock and rock outcrop. The parameters in the laboratory are C-Organic (%), Cation Exchange Capacity (cmol (+) kg-1), N-Total (%), P content available (ppm), K-dd content (cmol (+) kg-1 ), soil reaction (pH), Al saturation, salinity, soil texture, plant height, number of branches in stem and data processing and potential land analysis. Keywords: Land Characteristics. Dragon fruit