Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TATUNG SEBAGAI SIMBOL KEPERCAYAAN PADA GENERASI Z ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKANBARU Tia Cindika; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1562-1567

Abstract

Tatung merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang masih bertahan hingga saat ini dan identik dengan perayaan Imlek maupun Cap Go Meh.  Pada masyarakat Tionghoa, tatung tidak hanya dipahami sebagai bagian dari ritual budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual dan kepercayaan tertentu. Di tengah perkembangan zaman modern, keberadaan tatung menjadi menarik untuk dikaji, khususnya pada generasi Z etnis Tionghoa yang hidup di era modernisasi namun tetap berada dalam lingkungan budaya leluhur yang masih dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana generasi Z etnis Tionghoa di Kota Pekanbaru memaknai tatung sebagai simbol kepercayaan, budaya, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Tionghoa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan generasi Z etnis Tionghoa di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead untuk menganalisis makna tatung dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z Tionghoa di Pekanbaru memaknai tatung tidak hanya sebagai simbol spiritual, tetapi juga sebagai warisan budaya leluhur dan atraksi budaya yang memiliki nilai sosial serta pariwisata. Pengetahuan terhadap tatung diperoleh melalui lingkungan keluarga dan perayaan budaya seperti Imlek dan Cap Go Meh. Pengalaman interaksi dengan tatung juga membentuk cara pandang generasi muda terhadap budaya tersebut. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, tatung dipahami sebagai simbol yang dimaknai melalui proses interaksi sosial, pengalaman budaya, dan pewarisan nilai dari lingkungan masyarakat Tionghoa.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK DI KELURAHAN UJUNG BATU Istiqomah Istiqomah; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1734-1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungna antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar anak di Dusun Kampung Baru Bawah, Kelurahan Ujung Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0.247 dengan nilai signifikansi sebesar 0.197 ( 0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa prestasi belajar anak tidak hanya dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, tetapi juga oleh faktor lain, baik faktor internal maupun eksternal, seperti motivasi belajar
PERAN PAGUYUBAN KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA PEKANBARU (K3P) DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI SUKU MINAHASA DI KOTA PEKANBARU Jose Victory Jonas; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1728-1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Paguyuban Kerukunan Keluarga Kawanua Pekanbaru (K3P) dalam mempertahankan eksistensi suku Minahasa di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap enam informan yang merupakan pengurus aktif K3P. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K3P menjalankan lima peran utama: (1) membangun solidaritas sosial berbasis nilai mapalus; (2) melestarikan dan mentransmisikan budaya Minahasa melalui tari tradisional, musik Kolintang, kuliner khas, dan filosofi Si Tou Tumou Tumou Tou; (3) merepresentasikan identitas etnis Minahasa di ruang publik melalui FPK dan event pemerintah; (4) mendorong regenerasi budaya melalui Kayoge (Kawanua Youth Generation); serta (5) membangun hubungan harmonis dengan pemerintah daerah dan paguyuban etnis lain. Kelima peran tersebut mencerminkan berjalannya keempat fungsi AGIL Talcott Parsons secara sinergis. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya konsistensi partisipasi anggota, keterbatasan kapasitas pengurus, minimnya literatur budaya Minahasa di Pekanbaru, dan tantangan menarik minat generasi muda di era digital
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA ANTAR ETNIS DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU Salvantina Kyren Illahia; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.283-288

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi mahasiswa antar etnis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang didasarkan pada teori interaksi sosial Gillin Gillin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang kemudian dilakukan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling hingga diperoleh hasil 98 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Data yang telah didapatkan kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interaksi yang dominan adalah interaksi yang bersifat asosiatif, terutama interaksi yang menunjukkan kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama terlihat dalam kegiatan akademik dan organisasi, sementara akomodasi terlihat dari usaha mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan norma interaksi antar etnis. Asimilasi terlihat dari cara mahasiswa menerima perbedaan budaya, jaringan sosial yang beragam, serta pertemanan yang terjadi tanpa memandang latar belakang etnis.
Analisis Hubungan Motivasi dan Etos Kerja Mahasiswa Bekerja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Selli Safira Deandra; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4076

Abstract

Mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang semakin umum terjadi, terutama pada mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi beragam dan menghadapi tuntutan peningkatan pengalaman kerja. Pekerjaan paruh waktu dipilih karena fleksibel dan tidak membutuhkan persyaratan formal yang tinggi, sehingga memungkinkan mahasiswa tetap mengikuti aktivitas akademik. Namun, status ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menuntut adanya motivasi dan etos kerja yang baik agar keduanya dapat dijalankan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi dan etos kerja mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang bekerja paruh waktu, serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dan seluruh populasi mahasiswa FISIP angkatan 2020 yang bekerja paruh waktu sebanyak 47 orang dijadikan sampel melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, terutama pada dimensi kebutuhan aktualisasi, fisiologis, dan keamanan. Etos kerja mahasiswa juga tergolong tinggi, dengan indikator dominan berupa disiplin dan kerja keras. Uji korelasi menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan etos kerja, dengan nilai r = 0,767 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi mahasiswa dalam bekerja, semakin tinggi pula etos kerja yang ditunjukkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika mahasiswa pekerja paruh waktu, khususnya dalam konteks kemampuan mereka mempertahankan motivasi dan etos kerja selama menjalani peran ganda.
Strategi Bertahan Hidup Pedagang Jasa Penyewa Alat Olahraga Di Kawasan Stadion Utama Riau Kota Pekanbaru Ferdian Yusril Yudiantoro; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4152

Abstract

Sektor informan menjadi suatu tempat terhadap ekonomi bagi masyarakat dengan modal terbatas, salah satunya ialah pemanfaatan ruang public sebagai tempat usaha. Penelitian ini membahas mengenai adanya suatu fenomena pedagang jasa penyewa alat olahraga di kawasan Stadion Utama Riau, Kota Pekanbaru dengan pemanfaatan keramaian pengunjung sebagai peluang mata pencaharian. Tujuan dari penelitian ialah dengan mengidentifikasi bagaimana para pelaku usaha jasa sewa alat olahraga menerapkan berbagai cara dalam menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan agar bisnis mereka tetap bertahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dimana data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada lima informan. Adapun lima informan yang dimaksud mencakup anggota pengurus keamanan pedagangan serta pedagang penyewa aktif yang berada di lokasi penelitian. Hasil penelitian didapati berdasarkan teori strategi bertahan hidup oleh Edi Suharto yang dimana terjadinya tiga pola adaptasi utama pada pedagang. Pertama, Strategi aktif hal ini di buktikan dengan diversifikasi pendapatan seperti jasa perbaikan alat olahraga, penambahan waktu operasional pada hari libur, hingga memperbanyak variasi produk sewa. Kedua, strategi pasif adanya penerapan efesiensi pengeluaran rumah tangga seperti pola hidup hemat. Ketiga, strategi jaringan memanfaatkan modal sosial melalui solidaritas antar pedagang dalam menjaga keamanan lapak. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwasannya daya tahan ekonomi pedagang di sektor informal sangat ditentukan dengan adanya optimalisasi sumber daya internal keluarga serta kekuatan jaringan sosial di Kawasan Lingkungan Stadion Utama Riau.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Model Asset based Community Development di Kecamatan Rupat Utara Rina Susanti; Yoskar Kadarisman; Nur Hijaya Hening; Alika Kumala Siregar
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.8552

Abstract

This community service initiative aims to strengthen the independence of coastal communities by optimizing local assets through the Asset-Based Community Development approach in Puteri Sembilan Village, North Rupat District, Bengkalis Regency, which has a mangrove forest potential of 307 hectares. The program aims to enhance the skills and interest of the community in sustainably managing mangrove resources. Through the participatory method, activities are carried out in four main stages: identification, asset mapping, capacity building, and collaborative training involving Raja Sofia MSME women's groups, Coastal Conservation Groups, and Fishermen's Groups. The focus of the program lies on the use of the Kedabu fruit (Sonneratia Ovata) as a product of mangrove forests to produce innovative food products with economic value. The results of the activity showed a significant increase in aspects of knowledge, ecological awareness, and community entrepreneurial motivation. Innovative products have been successfully developed, including dodol, syrup, and jams made from papabu fruit. Evaluation of service activity achievement is conducted through pretests using closed-ended questionnaire instruments. As a result, among 20 participants, there was a 55% increase in knowledge and interest in processing mangrove forest products. The findings confirm that the ABCD model is effective in building local capacity, increasing ecological awareness, and promoting the sustainable economic transformation of coastal communities based on their natural potential. The sustainability of the program demands cross-stakeholder collaboration on the village development agenda to ensure long-term impact.
PERGESERAN TRADISI BATAGAK PANGULU DI NAGARI BUKIT KANDUNG KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK Rahma Silva Anita; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1805-1813

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi batagak pangulu, dan mengetahui pergeseran yang terjadi pada proses pelaksanaan tradisi batagak pangulu serta mengetahui faktor yang menyebabkan pergeseran pada pelaksanaan tradisi batagak pangulu di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yang menggunakan teknik penelitian secara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pelaksanaan tradisi batagak pangulu melalaui tiga tahapan antara lain sebelum pelaksanaan, prosesi pelaksanaan dan setelah pelaksanaan. Sebelum pelaksanaan dilaksanakan musyawarah yaitu duduak saparuik dan kesepakatan sakaum. Prosesi pelaksanaan melewati beberapa tahap antara lain duduak sipangka, duduka junjungan dan mengisi adat ke nagari. Pada proses pelaksanaannya mengalami pergeseran berupa pergeseran pada tempat pelaksanaan, alat atau bahan yang digunakan, serta prosesi pelaksanaannya. Pergesran tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mendorong pergeseran pada pelaksanaan tradisi batagak pangulu, faktor yang mendorong nya antara lain yaitu perkembangan zaman (modernisasi), pendidikan dan ekonomi. Hal-hal tersebut yang menjadi pendorong terjadinya pergeseran pada kegiatan adat pada masyarakat di Nagari Bukit Kandung.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP SOPIR ANGKUTAN KOTA (ANGKOT) DI KOTA PADANG Nurhasanah Syafriani; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1845-1851

Abstract

Penelitian ini berlokasi di angkutan kota trayek Pasar Raya – Lubuk Buaya – Batas Kota di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi bertahan hidup sopir angkutan kota di Kota Padang. Penelitian ini menurut pendekatan analitik merupakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 295 sopir angkutan kota. Dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin untuk menentukan sampel sehingga mendapatkan sampel 75 sopir angkutan kota dan menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi bertahan hidup yang paling banyak diimplementasikan oleh responden adalah strategi pasif, selanjutnya strategi jaringan, dan yang terakhir strategi aktif. Responden yang mengimplementasikan keseluruhan strategi bertahan hidup secara efektif berjumlah 49 responden dengan persentase 65,3%, sedangkan responden yang mengimplementasikan keseluruhan strategi bertahan hidup secara tidak efektif berjumlah 26 responden dengan persentase 34,7%.
MODAL SOSIAL KELOMPOK USAHA BERSAMA(KUB) PENGRAJIN BATIK TULIS ANAK KUANTAN DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Agustiana Zakiah; Yoskar Kadarisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.%p

Abstract

Batik merupakan salah satu kesenian kerajinan tulis yang dilukis dengan keindahan motif maupun corak yang menjadikan sebagai kain khas Nusantara. Perkembangan batik tidak hanya dikenal dimasyarakat pulau jawa melainkan di daerah lainnya sudah mengembangkan batik berciri khas budaya daerahnya. Salah satunya Kabupaten Kuantan Singingi yang terletak di Riau nilai-nilai budaya dan tradisi budaya seperti motif pacu jalur, takuluak barembai, perahu beganduang, rumah adat, dan motif lainnya. Penelitian ini bermaksud menjelaskan modal sosial Kelompok Usaha Bersama (KUB) pengrajin Batik Tulis Anak Kuantan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun tujuan yang dijelaskan mengetahui bagaimana unsur-unsur modal sosial dan hambatan-hambatan yang dimiliki oleh KUB pengrajin Batik Tulis Anak Kuantan dalam keberlangsungan pengembangan usaha. Penelitian yang menggunakan pedekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 5 orang yang berperan aktif sebagai pengrajin. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Putnam. Hasil penelitian mengidentifikasikan unsur-unsur modal sosial KUB Batik Tulis Anak Kuantan yaitu jaringan, norma dan kepercayaan,serta mengidentifikasikan hambatan-hambatan dalam keberlangsungan usahanya.