This Author published in this journals
All Journal Zuriat
D. Ruswandi
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Zuriat

Penampilan Fenotipik, Variabilitas, dan Hubungan Kekerabatan 39 Genotip Genus Vigna dan Phaseolus berdasarkan Sifat Morfologi dan Komponen Hasil Y. Maxiselly; D. Ruswandi; A. Karuniawan
Zuriat Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i2.6660

Abstract

Penampilan fenotipik dan hubungan kekerabatan 39 genotip genus Vigna dan Phaseolus yang terdiri dari, 13 genotip V. vexillata, 5 genotip V. umbellata, 3 genotip V. luteola, 2 genotip V. radiata, 9 genotip V. unguiculata (6 genotip V. unguiculata ssp. unguiculata dan 3 genotip V. unguiculata ssp sesquipedalis ), dan 7 genotip Phaseolus vulgaris diidentifikasi dengan menggunakan karakter morfologi dan komponen hasil (16 karakter kuantitatif dan 11 karakter kualitatif). Metode yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 kali ulangan di Ciparanje, Jatinangor, Sumedang, Propinsi Jawa Barat pada November 2007 sampai Maret 2008. Penampilan fenotipik yang diperoleh menunjukan adanya variasi yang luas antara genotip – genotip yang diamati berdasarkan nilai tabel ANOVA yang dihasilkan, sedangkan untuk hubungan kekerabatan antara genus Vigna dan Phaseolus memiliki hubungan yang dekat karena jarak Euclidean distances pada dendogram memiliki jarak yang relatif dekat (karakter kuantitatif 4,92 dan karakter kualitatif 3,89). Penyebaran spesies – spesies pada dendrogram terlihat kurang jelas pengelompokannya sehingga dilakukan analisis komponen utama (PCA) untuk melihat karakter – karakter yang mempengaruhi kekerabatannya. Kontribusi PCA berdasarkan karakter kuantitatif sebesar 86,38% sedangkan karakter kualitatif sebesar 76,18% terhadap keseluruhan variasi. Berdasarkan nilai PCi dari karakter kuantitatif dan kualitatif tersebut terdapat beberapa karakter yang mempengaruhi kekerabatan yaitu, karakter daun (panjang dan lebar daun terminal, serta warna dan bulu daun), lebar polong, karakter biji ( panjang, lebar, ketebatan dan bentuk biji dan bobot 100 butir biji) dan tipe tanaman.
Analisis Resistensi Jagung Terhadap Hama Gudang (Sitophilus zea-mays) Berdasarkan Metoda Diallel II Nurlita Apriliyani; Anggia Eka Putri; A. Susanto; N. Rostini; D. Ruswandi
Zuriat Vol 20, No 1 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i1.6649

Abstract

Evaluasi daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) merupakan tahapan penting dalam perakitan hibrida jagung resisten terhadap hama gudang. Tahapan ini diperlukan untuk mengidentifikasi kombinasi tetua yang akan menghasilkan turunan yang resisten terhadap hama gudang. Percobaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi galur-galur DR yang memiliki daya gabung yang resistensi yang baik dan menyeleksi hibrida DR yang memiliki DGK serta efek heterosis resistensi terhadap hama gudang yang tinggi telah dilaksanakan di Lab. Entomologi jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Materi genetik yang diuji adalah dua puluh delapan hibrida jagung DR Unpad dan delapan tetua jagung DR. Analisis daya gabung resistensi terhadap hama gudang dilakukan dengan menggunakan metode griffing II. Adapun gejala heterosis dihitung mengikuti Fehr. Materi genetik tersebut disusun dalam suatu rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua puluh delapan hibrida silang tunggal beserta delapan galur tetua DR yang diulang tiga kali. Hama gudang yang digunakan berasal dari perbanyakan imago S. zea-mays Motsch. yang memiliki ukuran dan umur seragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Galur DR # 8 merupakan penggabung umum yang baik untuk semua komponen resistensi. Sedangkan berdasarkan analisis DGK sepuluh hibrida terbaik yaitu hibrida #4 x #5, #1 x #10, #7 x #8, #4 x #8, #7 x #10, #4 x #9, #1 x #2, #8 x #9, #2 x #8, dan #2 x #7. Nilai heterosis tertinggi untuk semua komponen resistensi adalah pada kombinasi persilangan #5 x #7, #7 x #10, #8 x #9, #4 x #7, #1 x #2. Berdasarkan skoring terdapat beberapa hibrida yang memiliki kriteria sangat tahan yaitu: hibrida #2 X #8, #4 X #8, #5 X #8, #7 X #8 dan #9 X #10.
Seleksi Hibrida Jagung DR Unpad Berdasarkan Stabilitas dan Adaptabilitas Hasil Di Delapan Lokasi Di Indonesia D. Ruswandi; Anggia E. P.; Tri Hastini; A. Suhada; N. Istifadah; A. Ismail; E. Suryadi; S. Ruswandi; N. Rostini
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6707

Abstract

Studi stabilitas hasil merupakan tahapan penting dalam menyeleksi hibrida superior yang beradaptasi luas ataupun yang beradaptasi sempit (spesifik lokasi). Tujuh genotip hibrida jagung diuji multilokasi di delapan lokasi yang bervariasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menduga interaksi genotip x lingkungan, stabilitas dan adaptabilitas hasil (ton/ha) dalam rangka pengembangan varietas unggul di Indonesia. Di setiap lokasi, sebuah percobaan dengan tujuh hibrida DR dan empat hibrida cek dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Data dianalisis dengan analisis varians, analisis varians gabungan, least significance increase (LSI), dan analisis model additive main effect and multiplicative interaction (AMMI). Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi genotip x lingkungan untuk karakter hasil tanaman jagung merupakan fenomena yang nyata. Hibrida yang memperlihatkan hasil yang tinggi dan stabil adalah Var B, G, dan F. Hibrida unggul spesifik wilayah antara lain: Var E dengan lokasi Klaten dan Var H pada lokasi Jatinangor. Var C beradaptasi spesifik pada lokasi Boyolali.
STABILITAS DAN ADAPTABILITAS HASIL JAGUNG HIBRIDA DR UNPAD DI TIGA LOKASI PADA DUA MUSIM TANAM DI JAWA TIMUR, INDONESIA R. Aprilianti; D. Ruswandi; Anggia E. P.; Tri Hastini; A. Suhada; N. Istifadah; A. Ismail; E. Suryadi; S. Ruswandi; N. Rostini
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6843

Abstract

Study adaptability is an important step to select superior hybrids which have wide adaptability or specific adaptability. Fifhteen of DR Unpad hybrids have purpose to know about stability and adaptability for yield characters (yield ton/ha), ear weight of plot (kg), ear weight of sample (kg), and grain weight of sample (kg) of DR Unpad hybrids in East Java and to determine GxE interaction on two plant seasons for build up superior variety in Indonesia. Three location and each location two seasons, fifhteen hybrids and four tester cultivar were tested and randomized complete block design with three replications. Data were analysis of variance, complete analysis variance, and AMMI. The results indicated that there was GxE interaction  for yield character. Thus, for yield performance, hybrids Var R showed high stability and high yield. Var R, C, and Var G have a wide adaptability for yield. Var C and R had specific  adaptation in marginal location in Sidoarjo  on second season. And hybrids Var F and Var B specific for Ngronggot on second season which that location was a good environment.
Penampilan Fenotipik dan Beberapa Parameter Genetik 16 Kultivar Padi Gogo pada Sistem Tumpangsari 3:1 dengan Kacang Tanah di Jatinangor Farida Susilaningsih; D. Ruswandi; N. Hermiati
Zuriat Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i2.6658

Abstract

Alih fungsi lahan subur menjadi lahan non pertanian menjadi masalah yang cukup memprihatinkan bagi ketersediaan beras dimasa yang akan datang. Lahan kering merupakan alternatif yang potensial untuk dimanfaatkan menanam padi gogo. Produksi padi gogo yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia masih terbatas. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi gogo yaitu penerapan pola tanam tumpangsari. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penampilan fenotipik dan beberapa parameter genetik pada pertanaman tumpangsari 3:1 padi gogo dengan kacang tanah di Kebun Percobaan Ciparanje, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 16 kultivar padi gogo sebagai perlakuan dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karakter dari setiap kultivar yang diuji memiliki penampilan fenotipik yang berbeda. Kultivar Jatiluhur, Situ Patenggang dan C22 memiliki penampilan fenotipik lebih baik dari Limboto dan Towuti. Karakter umur berbunga, anakan maksimum, anakan produktif, jumlah gabah isi/ malai, bobot 100 butir, dan umur panen memiliki variabilitas genetik yang luas. Karakter tinggi tanaman, bobot gabah per rumpun, bobot gabah/plot, dan hasil gabah (t.ha-1) memiliki variabilitas genetik yang sempit. Seluruh karakter pengamatan pada penelitian ini memiliki variabilitas fenotipik yang luas. Sebagian besar karakter yang diamati memiliki nilai duga heritabilitas tinggi untuk karakter umur berbunga, umur panen, jumlah anakan maximum, anakan produktif, jumlah gabah/malai, jumlah gabah isi/malai dan bobot 100 butir. Nilai heritabilitas sedang diperoleh pada tinggi tanaman, bobot gabah kering per rumpun, bobot gabah per plot dan hasil per ha.
HERITABILITY AND HETEROSIS OF GRAIN YIELD ON DOWNY MILDEW RESISTANCE (DMR) AND QUALITY PROTEIN MAIZE (QPM) INBREDS AND THEIR SINGLE CROSS HYBRIDS D. Ruswandi; N. Wicaksana; M. Rachmadi; A. Ismail; D. Arief; F. Kasim
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6780

Abstract

Improvement of high yield maize cultivars possessing high quality of seed as showed by high lysine and tryptophan content must be fulfilled with resistance against downy mildew pathogen in any maize breeding program. A set of experiment to study genetic variability and to estimate both heritability and heterosis of important characters of grain yield on DMR and QPM lines has been conducted. Four downy mildew resistance (DMR) lines, i.e. Nei 9008, P 345, Ki 3, and MR 10; three quality protein maize (QPM) lines, including CML 161, CML 163, and CML 172; and their single cross hybrids formed based on line × tester mating design were used in the experiment. The following characters: height of the first ear, seeds number per row, seed weight per ear, and grain yield per plot showed broad genetic variability. Narrow sense heritability (hns) of grain yield and its components ranged from 0.01 to 0.71. Broad sense heritability (hbs), on the other hand, ranged from 0.20 to 0.74. It was found that hybrid derived from crossing between parental inbred lines possessing broad genetic background would express high heterosis.
Daya Gabung Galur-Galur Downy Mldew Resistance (DMR) dan Quality Protein Maize (QPM) Berdasarkan Analisis Line x Tester D. Ruswandi; M. M. Basuki; , Annissa; S. Ruswandi; N. Rostini
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6762

Abstract

Informasi daya gabung umum dan daya gabung khusus dari tetua-tetuanya diperlukan untuk pembentukan kultivar hibrida yang superior. Metode analisis line × tester merupakan metode yang paling efektif untuk menguji galur-galur murni karena dapat mengetahui daya gabungnya dengan beberapa tester sekaligus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya gabung umum dan daya gabung khusus dari galur-galur Downy Mildew Resistance (DMR) dan Quality Protein Maize (QPM) dengan menggunakan analisis line × tester. Tujuh galur murni dan 12 hibrida jagung koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, percobaan diuji menggunakan metode eksperimen ditata dalam rancangan acak kelompok diulang dua kali diuji dengan analisis line × tester. Penanaman dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unpad Jatinangor pada bulan September–Desember 2003. Galur DMR MR 10 mempunyai daya gabung umum (DGU) yang baik untuk karakter diameter biji, bobot 100 biji. Sedangkan galur QPM, CML 161, CML 163 dan CML 172 menunjukkan nilai DGU yang baik untuk karakter bobot 100 biji. Galur DMR, MR 10 dan galur QPM, CML 163 memperlihatkan nilai DGU yang baik untuk karakter bobot biji per tongkol, bobot biji per tanaman, bobot total biji sample, dan bobot biji per plot. Hibrida Ki-3 × CML 172 memperlihatkan nilai daya gabung khusus (DGK) yang baik untuk karakter tinggi tongkol pertama, jumlah baris per tongkol, bobot biji per tongkol, bobot biji per tanaman, bobot total biji sample, dan bobot biji per plot. P 345 × CML 161 menunjukkan nilai DGK yang baik untuk karakter jumlah baris per tongkol dan diameter biji. MR 10 × CML 161 memiliki nilai DGK yang baik untuk karakter tinggi tongkol pertama dan potensi tongkol per tanaman. MR 10 × CML 163 dan MR 10 × CML 172 mempunyai nilai DGK yang baik untuk karakter diameter biji. Nei 9008 × CML 172 mamperlihatkan nilai DGK yang baik untuk karakter tinggi tongkol pertama. P 345 × CML 163 untuk karakter jumlah baris per tongkol, bobot biji per tongkol, bobot total biji sample, dan bobot biji per plot. P 345 × CML 172 menunjukkan nilai DGK yang baik untuk karakter jumlah baris per tongkol.