Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Menggunakan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru KKMA 02 Kabupaten Jepara Ali Shodiqin; A B Prabowo K A; Sri Wahyuni; Muhammad Saifuddin Zuhri
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v6i2.570

Abstract

Deep Learning is an instructional approach that promotes comprehensive understanding and the ability to connect learning materials with real-life contexts. This Community Service Program (PKM) aimed to provide theoretical and practical training, along with mentoring, for teachers of KKMA 02 Jepara Regency on implementing a deep learning approach supported by AI-based media. The program sought to enhance teachers’ theoretical understanding and practical skills in integrating AI tools, particularly ChatGPT and Wayground, into lesson planning and classroom practices. The workshop was conducted collaboratively using an andragogical approach. Training methods included lectures and discussions, demonstrations, and hands-on practice, with a composition of 25% theory and 75% practice. The program was held at Ono Joglo Resto, Jepara Regency. The activities focused on strengthening teachers’ cognitive competence in applying deep learning strategies, utilizing ChatGPT to support instruction, and employing Wayground for assessment and reflective learning. Following the workshop, participants were assigned to design lesson plans based on the deep learning approach integrated with AI-based media. The teachers demonstrated strong enthusiasm and reported that the training significantly supported and enriched their teaching practices through AI-assisted deep learning implementation.
Profil Pemecahan Masalah Kolaboratif Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Berbantuan Scaffolding LKPD Nabila Dwi Koesharyanti; Ali Shodiqin; Sutrisno
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 2 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i2.1218

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah kolaboratif merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika yang mendukung kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Proses penyelesaian masalah secara kolaboratif memerlukan dukungan pembelajaran yang terarah melalui scaffolding pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil dan proses pemecahan masalah kolaboratif siswa pada kelompok kemampuan matematis tinggi dalam pembelajaran matematika dengan berbantuan scaffolding LKPD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pecalungan pada semester genap Tahun Ajaran 2026/2027. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa kelas IX yang dikelompokkan berdasarkan hasil asesmen diagnostik, dengan fokus pada 9 siswa berkemampuan matematis tinggi yang terbagi menjadi dua kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, hasil pekerjaan siswa pada LKPD, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematis tinggi memiliki profil pemecahan masalah kolaboratif yang baik. Partisipasi aktif dalam diskusi menjadi indikator paling dominan, diikuti tanggung jawab terhadap hasil kerja kelompok, kemampuan menanggapi dan mengevaluasi ide teman, menyusun kesepakatan solusi, serta mengemukakan ide dan strategi penyelesaian. Proses kolaboratif siswa tampak melalui kegiatan memahami masalah, mengusulkan dan mengevaluasi strategi, menyepakati solusi, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil berdasarkan tahapan Polya. Scaffolding pada LKPD mendukung proses kolaborasi siswa secara terarah dalam menyelesaikan masalah matematika.