Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN SISTEM TELEMETRI PADA MOBIL LISTRIK BERBASIS LORA Bayu Abi Pamungkas; Waru Djuriatno; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kompetisi mobil listrik, telemetri data sensor secara realtime merupakan salah satu perangkat yang dibutuhkan dalam analisa terhadap kondisi mobil listrik. Dengan adanya telemetri,  pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan berdasarkan data. Pada penelitian ini dirancang sebuah perangkat telemetri berbasis LoRa yang memiliki keunggulan pada cakupan area yang luas dengan penggunaan energi yang kecil. Sistem telemetri ini terbagi menjadi dua perangkat utama yaitu transmitter yang akan mengirimkan data sensor dan GPS, dan receiver yang akan menerima data tersebut yang selanjutnya ditampilkan pada GUI. Variasi kecepatan dan spreading factor (SF) dilakukan pada saat pengujian untuk melihat pengaruhnya terhadap performa pengiriman data LoRa. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan tidak berpengaruh pada besarnya packet loss. Jumlah packet loss dapat dikurangi dengan menurunkan nilai SF.  Pengujian pada Sirkuit Kunang-kunang pada SF=6 rerata packet loss sebesar 25,5%, dan pada SF=7 rerata packet loss sebesar 32,9%. Pengujian pada Sirkuit UB Dieng pada SF=6 rerata packet loss sebesar 0,035%, dan pada SF=7 rerata packet loss sebesar 0,37%. Pada semua variasi pengujian, nilai RSSI paket semakin baik ketika jarak transmitter dan receiver mengecil. Kata kunci : Telemetri, LoRa, Mobil Listrik In the electric car competition, a realtime sensor data telemetry is one of the tools needed for analysis and fast decision making based on data. This research will design a LoRa-based telemetry system which has advantages on wide area coverage with low power consumption. This telemetry system divided into two main parts, a transmitter that will send sensors and GPS data, and a receiver that will receive the data which then displayed on GUI. Several testing parameter included speed and spreading factor (SF) variation conducted to see the effect on the LoRa performance. The test results show that speed does not affect the amount of packet loss. The amount of packet loss can be reduced by decreasing SF value. Test conducted on Kunang-kunang Circuit at SF=6 the average packet loss is 25,5% and at SF=7 the average packet loss is 32,9%. Another test conducted on UB Dieng Circuit at SF=6 the average packet loss is 0,035% and at SF=7 the average packet loss is 0,37%. In all test variations, the RSSI value gets better when the transmitter and receiver distance decreases. Keywords : Telemetry, LoRa, Electric Car
Implementasi Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) Pada Field Programmable Gate Array (FPGA) Safril Wahyu Pamungkas; Waru Djuriatno; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.442 KB)

Abstract

Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) merupakan salah satu tahap penting dalam proses pengolahan citra digital terutama dalam pemulihan citra diam (still image) yang tersusun atas banyak nilai piksel. Proses Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT) melibatkan komputasi dengan banyak proses perkalian untuk mengolah jumlah data yang besar. Pengolahan nilai piksel ke dalam beberapa Macro Block Unit (MCU) (1 MCU tersusun atas 8x8 piksel) merupakan suatu cara untuk menghasilkan komputasi cepat Inverse Discrete Cosine Transform (IDCT).Algoritma 1-D IDCT Loeffler-Ligtenberg-Moschytz (LLM) merupakan hasil pengembangan dari persamaan 1D-IDCT asli yang mampu meminimalisir penggunaaan operasi perkalian dari 64 pengali menjadi 14 pengali. Implementasi 2-D IDCT ke perangkat keras Digilent Nexys 2 Development Board FPGA Xilinx Spartan 3E dilakukan dengan implementasi 1-D IDCT untuk mengolah 8x8 data terhadap baris dan kolom.Perancangan program VHDL (Very high speed integrated circuit Hardware Description Languange) 2-D IDCT menggunakan software Xilinx ISE, kemudian diimplementasikan pada FPGA Xilinx Spartan 3E. Sumber data untuk implementasi IDCT menggunakan mikrokontroler dengan operasi interupsi dengan pemicu clock FPGA. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan hasil komputasi FPGA dengan hasil komputasi software penghitung serbaguna.Akurasi komputasi implementasi IDCT menunjukkan adanya error yang masih dapat ditoleransi terhadap hasil komputasi IDCT dengan software. Jumlah slice yang digunakan untuk implementasi unit 2-D IDCT sebesar 54 % dari total 4656 slices.Kata kunci : Inverse Discrete Cosine Transform, Algoritma Loeffler-Ligtenberg-Moschytz, FPGA, VHDL, Xilinx ISE.
PENGENALAN POLA POSISI IRIS PADA SKLERA MATA DENGAN METODE JARINGAN SARAF KONVOLUSIONAL Nardo Golan; Waru Djuriatno; Angger Abdul Razak
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Teknologi komputer saat ini sudah menjadi kebutuhan hidup manusia, salah satunya adalah Computer Vision. Computer Vision merupakan teknik menduplikasi kemampuan manusia dalam memahami informasi citra, agar komputer dapat mengenali objek pada citra selayaknya manusia. Saat melihat objek berupa gambar kucing, manusia normal dapat memahami dengan mudah, sedangkan komputer tidak demikian. Karena komputer hanya melihat citra tersebut sebagai deretan nilai piksel dan data-data piksel tersebut baru bisa diproses oleh komputer menggunakan teknik pembelajaran. Salah satu metode yang sedang berkembang saat ini adalah metode jaringan saraf konvolusional atau Convolutional Neural Network (CNN). Pada penelitian ini CNN digunakan untuk mengklasifikasikan posisi iris pada sklera yang selanjutnya diimplementasikan dalam sistem kunci keamanan. Datasets yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah data citra iris berjumlah 120 citra yang diambil dari 10 subjek (manusia) dan dibagi menjadi 2 jenis kelas, diantaranya iris posisi kanan dan iris posisi kiri. Selanjutnya dilakukan proses Resize atau mengubah ukuran citra menjadi 16x32 piksel. Kemudian dilakukan konversi warna ke dalam format Grayscale. CNN dirancang menggunakan dua layer konvolusi dengan filter sharpening dan bluring berukuran 3x3 diikuti dengan aktivasi ReLU, dua proses Max-Pooling Layer 2x2, dan dilakukan proses Fully Connected Layer dengan jumlah 2 hidden layer dan 10 neuron disetiap layer. Hasil klasifikasi posisi iris pada sklera mata menggunakan metode jaringan saraf konvolusional memiliki akurasi rata-rata 93%. Selain itu jumlah data latih dan value dari filter yang bervariasi juga berpengaruh terhadap akurasi hasil klasifikasi. Implementasi hasil klasifikasi posisi iris pada sklera mata bedasarkan pola untuk sistem kunci keamanan juga dapat dilakukan dengan baik. Kata Kunci : Convolutional Neural Network (CNN), Filter, Iris. ABSTRACT Computer technology in this era become a human life adequate technology, one of the outstanding technology is Computer Vision. Computer Vision is a technique to duplicate human ability to understand image information, so that computer can recognize objects in the image as humans. When viewing objects in the form a pictures of cats, normal humans can understand easily, while computers are not. It’s because computers only see the image as a row of pixel values and the pixel data can only be processed by a computer using learning techniques. One of this method that is currently developed is the Convolutional Neural Network (CNN). In this research, CNN was used to classify the position of iris on the sclera which was subsequently implemented in a security lock system. The datasets that specified in this study were iris image data totaling 120 images taken from 10 subjects (humans) and divided into 2 types of classes, including right iris position and left iris position. Then, resize the image into 16x32 pixels. Next the color conversion is done in Grayscale format. CNN is designed using two layers of convolution with 3x3 sharpening and bluring filters accompanied by ReLU activation, two 2x2 Max-Pooling Layer processes, and Fully Connected Layer process with 2 hidden layers and 10 neurons in each layer. The results of the classification of the iris position in the eye sclera using the CNN method have an average accuracy 93%. In the other hand, the amount of training data and the variation of the filter value is also affects the accuracy of the classification. The implementation of the iris position classification results on the eye sclera based on the pattern for the security lock system can also be done well. Keywords: Convolutional Neural Network (CNN), Filter, Iris.
IMPLEMENTASI RAPIDLY-EXPLORING RANDOM TREE (RRT) ALGORITHM SEBAGAI METODE PATH PLANNING UNTUK MELEWATI PENGHALANG PADA OMNI-DIRECTIONAL WHEELED ROBOT Muhram Muis; Waru Djuriatno; Zainul Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot pada KRSBI Beroda (Kontes Robot Sepakbola Beroda Indonesia Beroda) dituntut untuk dapat melakukan strategi penyerangan dan bertahan selayaknya permainan sepakbola. Untuk dapat melakukan gerakan-gerakan secara leluasa di lapangan maka digunakanlah Omni-directional Wheel pada robot. Robot yang dilombakan oleh tim peneliti pada tahun 2017 tidak dibuat untuk melewati penghalang, sehingga robot hanya akan mendorong penghalang terus menerus untuk bisa sampai ke tujuan. Untuk mengatasi hal tesebut, robot memerlukan suatu cara atau metode yang digunakan pada robot sehingga robot dapat mengetahui harus berbuat apa ketika ada sesuatu yang menghalangi robot tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencari jalur robot pada kondisi tersebut yaitu algoritma Rapidly-exploring Random Tree (RRT). Dari hasil penelitian, algoritma RRT dapat menghasilkan jalur dari titik awal ke titik tujuan tanpa melalui posisi penghalang. Kata kunci: Rapidly-exploring Random Tree, RRT, Perencanaan Jalur, Melewati Penghalang, Roda Omni, Robot, KRSBI Beroda ABSTRACT Robots contested on KRSBI Beroda (Indonesia’s Wheeled Soccer Robot Contest) are required to perform attack and defense strategies like a real soccer game. To be able to perform movements freely in the field, the Omni-directional Wheel is used on robots. Robots contested by the researcher team in 2017 were not made to pass through an obstacle, so the robot would only push the obstacle continuously to get to the destination point. To overcome this problem, robots need a method so that robots can know what to do when something is blocking them. One method that can be used to find a robot path in these conditions is the Rapidly-exploring Random Tree (RRT) algorithm. From the results of this study, the RRT algorithm can produce paths from the starting point to the destination point without going through the obstacle position. Keywords: Rapidly-exploring Random Tree, RRT, Path Planning, Obstacle Avoidance, Omni-directional Wheel, Robot, KRSBI Beroda
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WAVE SHAPER PADA TRANSISTOR DENGAN METODE SOFT CLIPPING Ryan Rama Putra; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Amplifier tabung vakum terkenal karena dapat mereproduksi suara gitar menjadi “hangat” dan “lantang”. Hal ini disebabkan oleh karakteristik penguatan yang unik dari amplifier tabung vakum itu sendiri. Akan tetapi, teknologi tabung vakum memiliki kekurangan dalam hal efisiensi, ukuran, dan performa. Untuk itu, peneliti merancang dan mengimplementasikan wave shaper pada transistor dengan metode soft clipping, menggunakan sistem penguatan cascade dua tingkat dengan q-point yang berbeda di tiap tingkatannya. Sehingga rangkaian dapat menghasilkan karakteristik penguatan seperti amplifier tabung vakum yakni asymmetrical clipping dengan hard clipping pada siklus positif dan soft clipping pada siklus negatif, juga menghasilkan struktur distorsi harmonis berupa harmonis kedua dengan persentase 40%, harmonis ketiga dengan persentase 15%, dan harmonis keempat dengan persentase 18 %, serta persentase harmonis lainnya sama atau kurang dari 5%. Kata kunci : Tabung Vakum, Transistor, Asymmetrical Clipping, Distorsi Harmonis, Wave Shaper. ABSTRACT Vacuum tube amplifiers are famous for being able to reproduce the sound of the guitar to be "warm" and "loud". This is due to the unique amplification characteristics of the vacuum tube amplifier itself. However, vacuum tube technology has disadvantages such as efficiency, size, and performance. Therefore, researchers designed and implemented wave shapers on transistors using the soft clipping method, using a two-level cascade amplification system with different q-points at each level. So that the circuit can produce amplification characteristics like vacuum tube amplifiers such as asymmetrical clipping with hard clipping on positive cycles and soft clipping in negative cycles, and produce a harmonic distortion structure of second harmonic with a percentage of 40%, third harmonic with a percentage of 15%, and fourth harmonic percentage of 18%, and other harmonious percentages approximately 5%. Keyword : Vacuum Tube, Transistor, Asymmetrical Clipping, Harmonics Distortion, Wave Shaper.m itu sendiri. Akan tetapi, teknologi tabung vakum memiliki kekurangan dalam hal efisiensi, ukuran, dan performa. Untuk itu, peneliti merancang dan mengimplementasikan wave shaper pada transistor dengan metode soft clipping, menggunakan sistem penguatan cascade dua tingkat dengan q-point yang berbeda di tiap tingkatannya. Sehingga rangkaian dapat menghasilkan karakteristik penguatan seperti amplifier tabung vakum yakni asymmetrical clipping dengan hard clipping pada siklus positif dan soft clipping pada siklus negatif, juga menghasilkan struktur distorsi harmonis berupa harmonis kedua dengan persentase 40%, harmonis ketiga dengan persentase 15%, dan harmonis keempat dengan persentase 18 %, serta persentase harmonis lainnya sama atau kurang dari 5%. Kata kunci : Tabung Vakum, Transistor, Asymmetrical Clipping, Distorsi Harmonis, Wave Shaper. ABSTRACT Vacuum tube amplifiers are famous for being able to reproduce the sound of the guitar to be "warm" and "loud". This is due to the unique amplification characteristics of the vacuum tube amplifier itself. However, vacuum tube technology has disadvantages such as efficiency, size, and performance. Therefore, researchers designed and implemented wave shapers on transistors using the soft clipping method, using a two-level cascade amplification system with different q-points at each level. So that the circuit can produce amplification characteristics like vacuum tube amplifiers such as asymmetrical clipping with hard clipping on positive cycles and soft clipping in negative cycles, and produce a harmonic distortion structure of second harmonic with a percentage of 40%, third harmonic with a percentage of 15%, and fourth harmonic percentage of 18%, and other harmonious percentages approximately 5%. Keyword : Vacuum Tube, Transistor, Asymmetrical Clipping, Harmonics Distortion, Wave Shaper.
Perancangan Dan Implementasi Wave Shaper Pada Transistor Dengan Metode Soft Clipping Ryan Rama Putra; Waru Djuriatno
Jurnal EECCIS Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amplifier tabung vakum terkenal karena dapat mereproduksi suara gitar menjadi “hangat” dan “lantang”. Hal ini disebabkan oleh karakteristik penguatan yang unik dari amplifier tabung vakum itu sendiri. Akan tetapi, teknologi tabung vakum memiliki kekurangan dalam hal efisiensi, ukuran, dan performa. Untuk itu, peneliti merancang dan mengimplementasikan wave shaper pada transistor dengan metode soft clipping, menggunakan sistem penguatan cascade dua tingkat dengan q-point yang berbeda di tiap tingkatannya. Sehingga rangkaian dapat menghasilkan karakteristik penguatan seperti amplifier tabung vakum yakni asymmetrical clipping dengan hard clipping pada siklus positif dan soft clipping pada siklus negatif, juga menghasilkan struktur distorsi harmonis berupa harmonis kedua dengan persentase 40%, harmonis ketiga dengan persentase 15%, dan harmonis keempat dengan persentase 18 %, serta persentase harmonis lainnya sama atau kurang dari 5%.
PEREKAM/PEMUTAR SUARA DIGITAL BERKAPASITAS BESAR UNTUK APLIKASI EMBEDDED SYSTEM - Yoppy; Waru Djuriatno; - Suprapto
Widyariset Vol 13, No 2 (2010): Widyariset
Publisher : Pusbindiklat - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.895 KB) | DOI: 10.14203/widyariset.13.2.2010.99-106

Abstract

In embedded-system designs that involve just a small capacity voice-recorder, one may use EEPROM or voice-recorder IC. However, sometimes one needs a high capacity voice recorder also. In this case, EEPROM can’tfulfill the needs anymore because it’s hard to get EEPROM with capacity even at 512 kbyte. Meanwhile, the ISD® voice-recorder IC could store voice up to 16 minutes only. For this background, the writer proposes a high-capacity digital voice recorder which is able to record voice for several hours. It uses SD Card as the storage media.. With sampling rate at 8 kHz/8 bit and 512 MB SD Card, the recorder can store voice until 18 hours. The recorded voices are stored in WAV file format so that can be transfered from and to PC when needed.
Mencari Akar-akar Persamaan Fungsi kompleks Menggunakan Algoritma Genetika Paralel Ahmad Riza Abdullah; Muhammad Aziz Muslim; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan pencarian akar-akar persamaan fungsi kompleks menggunakan algoritma genetika paralel berbasis Message Passing Interface (MPI), penelitian dibuat pada suatu permasalahan teknis untuk kemudian direalisasikan. Kami menjelaskan desain dan implementasi algoritma genetika paralel untuk mencari akar-akar persamaan fungsi kompleks.Kata Kunci: Algoritma Genetika Paralel, Message Passing Interface, pencarian akar-akar, persamaan fungsi kompleks.
Enhancement Obyek Pada Citra Digital Dengan Metode Penggeseran Kurva Histogram Kartika Milayanti; Muhammad Aswin; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.135 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan terhadap penggunaan citra digital yang demikian pesat perlu didukung oleh suatu pengolahan citra yang dapat meningkatkan mutu citra. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu citra tersebut adalah memperjelas bagian obyek pada citra. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sistem untuk memperjelas obyek dengan menggunakan metode penggeseran kurva histogram. Penggeseran kurva histogram citra dilakukan menggunakan algoritma peregangan kontras yang bekerja pada ranah kontras citra lokal. System akan mencari kontras pada citra global dan citra lokal, selanjutnya sistem akan membandingkan kontras citra lokal terhadap citra global yang digunakan sebagai parameter perenggangan dan pemampatan kontras pada citra lokal. Dari hasil pengujian sistem dapat dilihat perbedaan intensitas kontras citra hasil pemrosesan sistem dengan citra sebelum diproses proses oleh sistem.Kata Kunci-citra digital, kontras, perubahan intensitas, kurva histogram
PEMBACA KELAJUAN KENDARAAN MENGGUNAKAN IMU (Inertial Measuring Unit) n/a Hasan; Waru Djuriatno; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kendaraan telah menjadi bidang penelitian yang diprioritaskan selama beberapa dekade terakhir. Dengan meningkatnya penggunaan komponen elektrik di industri otomotif untuk merasakan kondisi sekeliling kendaraan, maka fokus pengembangan teknologi otomotif saat ini menuju ke pengembangan teknologi aktif. Informasi kelajuan pada kendaraan konvensional umumnya masih didapatkan berdasarkan rotasi dari roda, tetapi terdapat kekurangan dalam sistem tersebut yaitu adanya slip antara roda dan jalan yang dilalui kendaraan juga adanya perubahan jari-jari roda kendaraan akibat kapasitas angin yang dapat berubah sewaktu-waktu. Dalam penelitian ini akan digunakan inertial measuring unit (IMU) 6 sumbu (akselerometer dan gyrometer) yang telah dilakukan filtering dengan menggunakan kalman filter agar keluaran nilai sensor lebih stabil, penelitian ini diharapkan dapat menjadi penjajakan untuk pengembangan sebuah sistem yang layak digunakan sebagai estimator kelajuan kendaraan yang andal seperti halnya dengan menggunakan speedometer yang sudah ada pada kendaraan darat umumnya terlepas adanya slip dan perubahan kapasitas angin pada roda. Kata kunci: alat ukur, kelajuan kendaraan, kalman filter. ABSTRACT Abstract – Vehicles technology have been a priority area of research over the last few decades. With the increasing of electrical components in the automotive industry to sense conditions around the vehicle, the focus of automotive technology development is now leading to the development of active technology. Information on the speed of conventional vehicles is generally still obtained based on the rotation of  wheel, but there are deficiencies in the system that is the slip between wheel and road through vehicle also changes wheel radius of vehicle due to wind capacity that can change at any time. In this research will be used Inertial Measuring Unit (IMU) 6 axis (accelerometer and gyrometer) which have been done filtering by using kalman filter in order to make output sensor value more stable, this research is expected to be an exploration for the development of a decent system that is suitable to be used as vehicle speed estimator which is as reliable as it is by using an existing speedometer on a ground vehicle generally regardless of slippage and changes in wind capacity on wheels. Keywords: messurement device, velocity, kalman filter
Co-Authors - Suprapto - Yoppy Abdillah, Moch Naufal Adharul Muttaqin Ahmad Riza Abdullah Ahmad Sulkhan Taufik Ahmad Yusuf Rizki Amiruddin, M. Fero Andy Nur Pradana Angger Abdul Razak Arafah, Ghifari Raihan Ari Badia Christian Ario Prasojo Arnas Elmiawan Akbar Bayu Abi Pamungkas Bertoni Ramadhan Putra Bob Alvin Sidabutar Bram Ainur Rochman Brilianto, Candra Candra Brilianto Chatarina Illinoska Buluama Dhaniswara R. W., Satria Dian Rachmanto Dimas Alfian Wahyudi Diputra, Ariyanta Dafa Dony Darmawan Putra Eka Maulana, Eka Eky Prasetya Fahrizal Hari Utama Fernando, Bagas Goegoes Dwi Nusantoro Gusmara, Muhammad Daffa Haidar, Ahmad Hakim, Luqman Hari Kurniadi Hideo Pratama Ikhsan, Aqshal Nur Indra Haris Syaifullah Kanzi Mahfi Kartika Milayanti Lestari, Vety Bhakti Linoval , M. Dilan Lunde Ardhenta M. Aswin M. Ulinuha Puja D. S. Maulana, Eka Maulana, Eka Maulani Ghiyas Mudjirahardjo, Panca Muhammad Aswin Muhammad Aziz Muslim Muhammad Ikhsan Muhammad Iqbal W. Muhammad Rizal Muhram Muis n/a Hasan n/a Wijono Nainggolan, Johannes Marulitua Nainggolan Najib, Aditya Zulfa Nanang Sulistiyanto Nardo Golan Naufan Rikza Ahmada Niluh Kadek Kurnia Dewi Nur Iskandar Juang Pangaribuan, Yudika Putra Perdana Ponco Siwindarto Pradipta, Doni Purnomo, Jason Manuel Purnomo, Muhammad Fauzan Edy Putri, Intan Anggraeni Maryanda Raden Arief Setyawan Rafi, Zaidan Muhammad Rahmah, Linda Safina Rengga Dionata Putra Reyhan Rifqi Ihsan Rif'an, Mochammad Rini Nur Hasanah Ryan Rama Putra Ryan Rama Putra Safril Wahyu Pamungkas Saputro, Uddhiharta Deca Sari, Widy Kartika Suhaili, Adli Arisyi Tri Nurwati Tri Yoga Septianto Triyogo, Anggun Ula, Nik Matul Vita Nurdinawati Wijono Wijono, n/a Yahya, Rahulfajri Ash-Shaffan Yan Felix Monangin Zainul Abidin