Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN SPUN PILE DAN BORED PILE PADA PROYEK RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA SIDOARJO Mutaqwaroh, Siti; Asema, Fuji
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8514

Abstract

Gedung RS Mitra Keluarga Sidoarjo merupakan bangunan setinggi 29,5 m dengan 8 lantai, berdiri di atas tanah dominan lempung dengan fondasi spun pile berdiameter 0,50 m dan kedalaman 45 m. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi alternatif desain fondasi yang lebih efisien serta mampu menahan beban struktur. Perhitungan struktur atas dilakukan menggunakan RSAP 2023 sesuai SNI 1727:2020, sementara kapasitas daya dukung fondasi ditentukan melalui data uji SPT. Analisis menggunakan Metode Mayerhoff (1976) untuk spun pile dan Metode Luciano Decourt (1982) untuk bored pile, kemudian dibandingkan berdasarkan daya dukung, penurunan fondasi, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil menunjukkan kapasitas daya dukung tiang dengan panjang 45 m dan diameter 40 cm adalah Qall = 447,56 kN (Mayerhoff) dan Qall = 361,59 kN (Luciano Decourt), dengan kebutuhan jumlah tiang sama, yaitu 6 pada pile cap interior dan 4 pada eksterior. Penurunan total pada spun pile tercatat 14,10 cm (interior) dan 13,03 cm (eksterior), sedangkan bored pile sebesar 13,87 cm (interior) dan 12,79 cm (eksterior). Estimasi biaya menunjukkan kebutuhan Rp 30.029.817.606,00 untuk spun pile dan Rp 29.205.486.669,00 untuk bored pile.
PERENCANAAN FONDASI TIANG BOR(BORE PILE) PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT AISYIYAH BOJONEGORO Sudrajat, Untung; Asema, Fuji
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8734

Abstract

Fondasi merupakan elemen penting dalam struktur bawah bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah secara aman. Pada proyek pembangunan Rumah Sakit Aisyiyah Ji’rona Bojonegoro, Fondasi yang digunakan sebelumnya adalah tiang bor dengan panjang 50 meter dan diameter 100 cm. Namun, dimensi tersebut dinilai tidak efektif dari segi biaya maupun waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk merancang ulang dimensi pondasi agar lebih efisien dan tetap memenuhi kebutuhan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan fondasi bore pile berdasarkan data teknis proyek, menganalisis pembebanan struktur, daya dukung tanah berdasarkan data N-SPT, nilai penurunan fondasi, metode pelaksanaan, serta estimasi biaya pekerjaan fondasi. Analisis beban struktur atas dilakukan menggunakan perangkat lunak Tekla Structural Designer (TSD), dengan acuan pada SNI 1726:2019 (beban gempa), SNI 2847:2019 (struktur beton bertulang), dan SNI 8460:2017 (perencanaan geoteknik). Hasil perencanaan menunjukkan bahwa fondasi bore pile dengan konfigurasi 4 tiang berdiameter 70 cm dan panjang masing-masing 17 meter mampu menahan beban hingga 5434,2 kN. Penurunan maksimum yang diperoleh sebesar 10,96 cm, masih berada di bawah ambang batas toleransi 19,41. Estimasi biaya untuk pekerjaan fondasi bore pile dan pile cap mencapai Rp. 9.067.990.972,73. Dengan hasil tersebut, perencanaan fondasi bore pile dinilai efektif dan efisien secara teknis dan ekonomis, serta dapat dijadikan acuan dalam perencanaan fondasi bangunan bertingkat di wilayah dengan kondisi tanah serupa.
Analysis of UAV-Photogrammetry for the Spatiotemporal Monitoring of Pavement Elevation in a Rural Road Susilo, Helik; Bani, Martince N; Muhammad Tri Aditya; Cupasindy, Dyah A.R; Asema, Fuji
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 11 (2025): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v3i11.2378

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) photogrammetry has gained significant popularity across various industries due to its versatility in a wide range of applications. In the field of surveying, UAV photogrammetry offers a faster and more cost-effective solution compared to surveying conventional methods such as leveling instruments or total stations. In rural areas, the pavement of village access roads is vulnerable to deterioration, particularly in the form of settlement caused by repeated loads from transport vehicles. Therefore, monitoring pavement settlement is essential to ensure safety and facilitate timely maintenance planning. Mostly, pavement settlement measurements are conducted using conventional surveying methods. This study aims to explore the potential of UAV-photogrammetry in monitoring pavement elevation in rural areas and to assess its accuracy compared to conventional surveying methods. Aerial data acquisition was conducted in two separate epochs: Epoch I on December 18, 2024, and Epoch II on April 23, 2025. These multitemporal aerial surveys produced a series of overlapping aerial photos. Within the study area, point markers were installed as reference points for elevation measurements on the generated Digital Elevation Model (DEM). The elevation change from Epoch I to Epoch II ranged from 0.00 to 0.029 meters. However, this change cannot be directly interpreted as pavement deformation or settlement. This limitation arises because the root mean square error (RMSE) values of the elevation data obtained from UAV photogrammetry and total station measurements range from 0.048 to 0.098 meters.